Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Kadin Akan Kordinasi dengan 15 Daerah Untuk Persiapan KEK Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
  • print Cetak

Ivan Iskandar Batubara

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –
Kadin akan melakukan pembicaraan dengan 15 kabupaten/kota di Sumut, Sumbar dan Aceh terkait proses pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus di Mandailing Natal (Madina).

Itu diungkapkan Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara kepada wartawan di Panyabungan, Sabtu (22/2/2020) usai Rakerda Kadin Madina.

Sejauh ini 15 kabupaten dan kota wilayah pantai barat Sumatera yang berpotensi berpeluang mengembangkan perekonomiannya atas kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batahan, Madina, Sumut.

Dari 15 kabupaten kota itu terdapat 12 di Sumatera Utara, 5 kabupaten kota di perbatasan Sumatera Utara yakni 3 di Sumatera Barat, 2 di Nanggroe Aceh Darussalam.

“Kadin akan kordinasi dengan kawasan-kawasan itu. Kita akan bicara dengan Kadin di Nanggroe Aceh Darussalam, dengan Kadin Sumatera Barat, yang kebetulan sahabat-sahabat kita”, katanya.

“Jadi, Kadin di jalur B to B (bisnis to bisnis) main. G to G (goverment to goperment) juga main, antara Pemkab Madina dengan pemkab-pemkab lainnya,” imbuhnya.

Penguatan relasi Kadin dan Pemkab Madina dalam prores KEK di Batahan ditandai dengan penyerahan Notulen Rapat Usulan Kawasan Ekonomi Khusus oleh Pemkab Madina kepada Kadin Sumut.

Penyerahan itu dilakukan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution kepada Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara di pembukaan Rapat Kerja Daerah Kadin Madina, Sabtu (22/2/2020) di Hotel Rindang, Panyabugan, Madina.

Notulen ini merupakan hasil rapat antara Pemkab Madina dengan pemerintah pusat di Jakarta.

Ivan juga menyatakan bahwa Kamar Dagang dan Industri (Kadin) akan duduk bersama dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, para konsultan, akademisi sebagai evaluasi.

“Kita perlu input dimana lagi kurangnya. Tentu selalu ada kekurangan. Tidak ada yang sempurna. Kekurangan ini yang kita tutupi. Setelah itu kita atur time prime-nya berapa lama yang harus kita atasi kekurangan-kekurangannya dan permasalahan-permasalahannya” ungkapnya.

Langkah-langkah itu, menurut Ivan harus akan ditempuh.

“Supaya kawasan ini menjadi sexy di mata investor. Supaya orang berebut. Investor selalu mencari tempat yang punya daya saing kuat,” ujarnya.

“Biasalah, langkah-langkah pengusaha seperti itu,” imbuh Ivan.

Kadin juga malah akan melihat kenapa ada kritikan. Apa kritikannya. Betul tidak kritikan itu. Supaya titik lemah itu dapat tutupi dengan solusi-solusi cerdas.

“KEK Batahan ini tujuannya untuk saling melengkapi. Kita sekarang punya KEK Sei Mangke. Sumatera Utara itu west gate, gerbang barat Indonesia. Hari ini hanya ada satu pintu yakni Selata Malaka. Pintu terluar (barat) masih tertutup, ayo kita buka. Kalau perlu kita punya emergency exit (pintu darurat). Ini menguntungkan semua. Peluangnya untuk semua pihak. Harus ada pintu-pintu lalulintas keluar masuk barang. Masa kita hambat pintu-pintu itu. Ada Selat Malaka, tapi kita juga punya samudera,” beber Ivan.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi Jalan Batahan Disampaikan Kepada Yusuf Kalla

    Kondisi Jalan Batahan Disampaikan Kepada Yusuf Kalla

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Beginilah kondisi jalan raya di Kecamatan Batahan, Mandailing Natal (Madina). Jalan ini berada di titik menjeleng Desa Muara Pertemuan, Batahan. Jalan di kawasan Pantai Barat Mandailing terus menjadi wacana yang memprihatinkan karena tak mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah. Kondisi jalan ini menyebabkan masyarakat di sana terbelenggu, tak bisa bergerak, […]

  • Apakah Tapian Siri-siri Bisa Hanyut? : Dari Dila Ni Aek Hingga Persatuan Batu-Batu

    Apakah Tapian Siri-siri Bisa Hanyut? : Dari Dila Ni Aek Hingga Persatuan Batu-Batu

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Ada istilah di dalam tataran sifat arus sungai : “manjalaki na toruk, mangkojar na lampas” (mencari yang rendah, mengejar yang tinggi). Itu istilah bagi para  “parsaba na i topi aek” (petani yang bertani di tepi sungai) dalam memahami sifat-sifat arus sungai. Suatu pemahaman yang diwariskan secara turun […]

  • Kobaran Api Hanguskan 4 Rumah Warga Desa Singkuang Satu Madina

    Kobaran Api Hanguskan 4 Rumah Warga Desa Singkuang Satu Madina

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Singkuang ||Mandailing Online – Hanya dua hari lagi menuju Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M, namun musibah kebakaran melanda Desa Singkuang I, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kamis (19/03/26) malam, kobaran api menghanguskan sedikitnya 4 unit rumah warga. Camat MBG, Zul Hidayat, mengkonfirmasi bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul […]

  • Ini Alasan Bupati Madina Membekukan Pengurus Badan Pemangku Adat

    Ini Alasan Bupati Madina Membekukan Pengurus Badan Pemangku Adat

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar konsideran Surat Keputusan Bupati Mandailing Natal (Madina) Nomor 224/614/K/2014 tanggal 30 Oktober 2014 tentang Pembekuan Badan Pengurus Pemangku Adat (BPA) Madina periode 2012-2017 ditemukan beberapa alasan. Pertama: bahwa pemerintah daerah berkewajiban melestarikan kebudayaan untuk memperkokoh jati diri bangsa, martabat dan menubuhkan kebanggan nasional. Kedua: eksistensi dan keberadaan Badan Pemangku […]

  • Madina Masuk Kategori Daerah Rawan Bencana Type A

    Madina Masuk Kategori Daerah Rawan Bencana Type A

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 16Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution menyataan bahwa daerah ini masuk ketegori daerah rawan bencana alam type A alias sangat rawan. Pernyataan ini mengikuti indeks bencana secara nasional. Jenis-jenis bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, angin puting beliung dan ancaman gunung berapi. Itu disampiakan wakil bupati […]

  • Memaknai Pemangku Adat Dalam Kontekstualitas Mandailing (2-selesai)

    Memaknai Pemangku Adat Dalam Kontekstualitas Mandailing (2-selesai)

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Budayawan/Sutradara   Pemanfaatan tanah kerajaan di Mandailing, Saba Bolak misalnya, diberikan kepada masyarakat yang tidak memiliki tanah. Sewa sawah tidak berbentuk satuan mata uang atau emas, tetapi berupa bagi hasil produksi. Selain itu, luas tanah Saba Bolak pun tidak lebih luas dari sawah penduduk desa. Saba Bolak diberikan kepada rakyat sebagai […]

expand_less