Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode

BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

Mengapa Bus, Travel, dan Moda Darat Tetap Menjadi Tulang Punggung Madina

Dalam euforia membicarakan bandara, ada satu kelompok yang tidak boleh dilupakan:

para pelaku angkutan umum darat.

Karena jauh sebelum bandara hadir, yang menjaga keterhubungan Madina dengan dunia luar adalah:

* bus AKAP,
* travel Medan–Madina,
* trayek Madina–Padang,
* sopir lintas provinsi,
* dan jaringan transportasi rakyat yang tumbuh organik selama puluhan tahun.

Mereka bukan sekadar moda transportasi.

Mereka adalah:

* pengangkut mahasiswa,
* pengantar pasien,
* jalur ekonomi kecil,
* penghubung kampung,
* hingga urat sosial masyarakat perantauan.

Dan ketika moda udara pernah melemah, merekalah yang tetap bertahan.

Tiga foto di atas armada darat yang selama ini melayani rute Madina-Medan, Madina Padang

Publik tentu masih ingat ketika Susi Air pernah melayani rute Aek Godang–Kualanamu dengan dukungan subsidi lima pemerintah daerah, termasuk Mandailing Natal (Madina).

Saat itu harapan besar juga pernah dibangun.

Tetapi ketika rute itu perlahan berhenti, siapa yang tetap menjaga mobilitas rakyat?

Bukan pesawat.
Bukan subsidi.
Bukan proyek.

Melainkan:

* bus malam,
* travel lintas provinsi,
* dan angkutan rakyat yang terus berjalan meski jalan rusak, BBM naik, dan keuntungan makin tipis.

Karena itu, pembukaan jalur Lion Air hari ini tidak boleh dibangun dengan mentalitas:

“pesawat menggantikan moda darat.”

Itu keliru.

Transportasi modern bukan soal siapa yang menang dan siapa yang mati.

Tetapi:

bagaimana semua moda saling menopang.

Pesawat unggul di kecepatan.
Moda darat unggul di jangkauan dan fleksibilitas.

Keduanya harus hidup bersama.

Yang dibutuhkan Madina sekarang adalah:

* shuttle bandara,
* integrasi jadwal travel dan penerbangan,
* terminal terpadu,
* konektivitas antarkecamatan,
* dan dukungan nyata bagi pengusaha angkutan lokal.

Sebab tanpa moda darat yang sehat, bandara juga akan lumpuh.

Pesawat hanya membawa penumpang sampai satu titik.

Tetapi yang mengantarkan masyarakat masuk ke denyut kehidupan sehari-hari tetap jalan raya.

Karena itu pemerintah harus berhati-hati.

Jangan sampai modernisasi transportasi justru:

* meminggirkan sopir kecil,
* membuat trayek rakyat mati perlahan,
* dan memindahkan keuntungan hanya ke sektor yang terlihat lebih modern.

Karena pembangunan yang sehat bukan pembangunan yang membuat satu moda tumbang demi moda lain.

Melainkan pembangunan yang memastikan:

langit hidup, jalan raya tetap bernapas, dan rakyat kecil tidak tersingkir. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terpesona Ajaran Wudhu, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

    Terpesona Ajaran Wudhu, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Islam sangat menganjurkan kebersihan dan wudhu menjadi contoh nyata praktik kesehatan bagi manusia. Itulah yang membuat takjub seorang warga AS bernama Matthew Braun. Perkara yang seringkali dianggap remeh itu justru membuat pria kelahiran Kota Brodhead, Wisconsin itu jatuh hati pada Islam. Braun memang seorang yang sangat peduli kesehatan. Minat pendidikannya pun pada segala ilmu kesehatan, […]

  • Himbauan Agar Anak-Anak Tetap Riang Belajar dari Rumah, Mungkinkah?

    Himbauan Agar Anak-Anak Tetap Riang Belajar dari Rumah, Mungkinkah?

    • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Pandemi belum juga landai yang menunjukkan situasi sudah bisa bersahabat kembali. Pasien terinfeksi hingga meninggal terus berjatuhan. Baik yang dirawat di RS maupun yang hanya isolasi mandiri (isoman). Sehingga membuat pemerintah harus memberlakukan PPKM, bahkan memperpanjangnya. Meskipun terjadi pro-kontra dengan kebijakan tersebut, tetap saja diberlakukan. Walhasil, rakyat […]

  • 357 Pajabat Dilantik

    357 Pajabat Dilantik

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) melalui Sekretaris Daerah melantik sebanyak 357 pejabat struktural eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madina. Pelantikan ini digelar di Gedung Serba Guna sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (15/4). Pj Bupati Madina Ir Aspan Sofian Batubara MM yang dibacakan Sekdakab Madina, H Gozali SH MM mengatakan, pelantikan ini […]

  • Harga Cabai Terjun Bebas

    Harga Cabai Terjun Bebas

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Petani cabai merah di Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tampaknya harus bersabar. Perkiraan bahwa harga cabai merah akan meroket menjelang bulan puasa, ternyata meleset. Harga cabai merah saat ini hanya Rp8.000 sampai Rp10.000 per kilogramnya. “Demi mengejar untung, kita sudah menanam cabai merah di atas lahan 1 ha […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Beberapa tonggak sastra yang berkembang di kolonial tersebut patut dicatat periode-periode pertumbuhan sastra berikut: Willem Iskander (1840-1876). Ia menulis dalam bahasa Mandailing yang amat imajinatif terutama karena dipengaruhi kemampuannya yang tinggi dalam penguasaan bahasa Melayu. Karya-karyanya dipublikasikan secara luas setelah kematiannya, antara lain: “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” […]

  • Imbas Lemahnya Nilai Tukar Rupiah, Pengrajin Tahu dan Tempe di Madina Mulai Wanti Wanti

    Imbas Lemahnya Nilai Tukar Rupiah, Pengrajin Tahu dan Tempe di Madina Mulai Wanti Wanti

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS mulai diwanti-wanti para pengrajin tahu dan tempe yang bahan bakunya kacang kedelai impor karena akan membuat harga komoditas tersebut naik. Mandailing Online menyambangi sejumlah pengrajin tempe di kawasan Kota Sianta Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ), Sabtu (29/6). Menurut mereka harga kedelai masih terpantau stabil dan […]

expand_less