Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 5-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • print Cetak

Willem Iskander

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Willem Iskander: Pelopor Pendidikan atau Produk Politik Etis Kolonial?

Nah, di sinilah sisi paling kontroversial dari rekam jejak Willem Iskander mulai muncul. Ada pertanyaan yang kadang muncul diam-diam:

Apakah Willem Iskander murni pejuang pendidikan rakyat, atau justru bagian dari proyek kolonial Belanda?

Pertanyaan ini tidak lahir tanpa dasar. Faktanya:

* Willem Iskander mendapat pendidikan di Belanda,

* mendirikan sekolah dalam sistem kolonial, dan

* Kweekschool Tanobato memang mendapat dukungan pemerintah Hindia Belanda.[1]

Artinya, apa?

Secara administratif, Sutan Iskander memang bergerak di dalam ruang kolonial.

Di titik ini muncul kritik: Jangan-jangan pendidikan bumiputera saat itu sebenarnya alat Belanda mencetak pegawai pribumi murah? Jangan-jangan!

Dan memang, sejarah pendidikan kolonial Hindia Belanda menunjukkan pendidikan bumiputera sering diarahkan untuk kepentingan administrasi kolonial.[2]

Akan tetapi pertanyaannya:

Apakah itu otomatis membuat Willem Iskander sekadar alat kolonial?

Belum tentu.

Banyak tokoh bumiputera abad ke-19 dan awal abad ke-20 justru memakai celah pendidikan kolonial untuk membangun kesadaran rakyat.

Dalam banyak kasus sejarah kolonial, ruang yang dibuat penjajah kadang dipakai balik oleh kaum pribumi untuk:

Belajar,
membangun identitas, dan
melahirkan elite intelektual baru.

Beberapa penelitian tentang Willem Iskander menunjukkan dia bukan sekadar mengajar dengan model kolonial mentah.

Leluhur Raja Ahmad Husein Nasution ini justru menggunakan Bahasa Mandailing, menulis sastra lokal, dan mencoba mendekatkan pendidikan dengan masyarakat bumiputera.[3]

Di sinilah perdebatan menariknya.

Apakah Willem Iskander:

bagian dari mesin kolonial, atau
justru intelektual bumiputera yang memanfaatkan sistem kolonial untuk memajukan rakyatnya?

Mungkin jawabannya tidak hitam-putih.

Tetapi justru karena itulah Willem Iskander penting dibicarakan hari ini. Sejarah Indonesia tidak selalu lahir dari tokoh yang sepenuhnya berada “di luar sistem”. Kadang perubahan justru datang dari orang-orang yang bekerja di dalam ruang sempit kolonial, lalu perlahan membukakan jalan bagi bangsanya sendiri.***

Referensi:

[1] [Islamic Education Journal — Peranan Willem Iskander dalam Pendidikan Sumatera Utara](https://jurnal.medanresourcecenter.org/index.php/IE/article/view/1152?utm_source=chatgpt.com)

[2] [Repository Universitas Jambi — Willem Iskander dalam Modernisasi Pendidikan Guru Bumiputera](https://repository.unja.ac.id/39620/?utm_source=chatgpt.com)

[3] [MIND Jurnal — Pendidikan Berbasis Budaya Lokal Willem Iskander](https://jurnal.radisi.or.id/index.php/JurnalMIND/article/view/492?utm_source=chatgpt.com)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Madina Jadi Saksi di Pengadilan, Robinson: “Itu Jefry Bunuh….Bunuh”

    Anggota DPRD Madina Jadi Saksi di Pengadilan, Robinson: “Itu Jefry Bunuh….Bunuh”

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengadilan Negeri Panyabungan kembali menggelar sidang lanjutan atas kasus pemukulan dan pengeroyokan wartawan Andalas Biro Madina, Jeffry Barata Lubis dengan agenda mendengar keterangan Ir. Ali Makmur Nasution alias Jaganding anggota DPRD Madina selaku saksi, Kamis (7/8/2014). Sidang dipimpin Hakim Ketua Majelis, Dodi Hendra Sakti, SH; anggota Ahmad Rijal, SH dan Gali […]

  • Audisi Calon Bintang “Biola Na Mabugang 2” dan Album Musik Asli Mandailing

    Audisi Calon Bintang “Biola Na Mabugang 2” dan Album Musik Asli Mandailing

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)-Sanggar Amaloan resmi melaksanakan audisi terhadap pelajar dalam rangka menjaring bakat untuk bermain di film “Bioala Na Mabugang 2” dan produksi album musik asli Mandailing. Audisi berlangsung di aula KPU, Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (10/2) untuk pelajar dari MAN Siabu, SMA 1 Panyabungan, SMA Plus Madina dan SMK Armina. Audisi juga akan dilanjutkan pada […]

  • Pemilu perlu ditata ulang

    Pemilu perlu ditata ulang

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) R. Siti Zuhro memandang perlu Indonesia menata ulang pemilihan umum agar menghasilkan pemimpin dan pemerintahan yang efektif dan akuntabel. “Penataan pemilihan umum (pemilu) ke depan diarahkan ke format yang lebih aplikatif dan efektif dengan menerapkan pemilu nasional (Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta […]

  • Wabup Madina Sumbangkan Gajinya di Kecamatan Sinunukan

    Wabup Madina Sumbangkan Gajinya di Kecamatan Sinunukan

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Dalam kunjungan kerja di Wilayah Pantai Barat, Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menyumbangkan gajinya di Kecamatan Sinunukan, Rabu (26/7/2023). Dikutip dari laman Facebook Diskominfo Madina ,Atika Azmi Utammi menyebut penyaluran gaji pokoknya kali ini di serahkan di Kecamatan Sinunukan dan Kecamatan Batahan, yang mana selama ini gajinya […]

  • Situs Islam di Barus dihantam banjir

    Situs Islam di Barus dihantam banjir

    • calendar_month Senin, 3 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Salah satu situs bersejarah, yakni makam para aulia (ulama) pengembang Agama Islam di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengalami rusak dihatam arus Sungai Sirahar, akibat banjir yang melanda daerah tersebut. “Makam aulia berlokasi di Desa Kinali, Kecamatan Barus tergerus banjir sepanjang 386 meter, dan rubuh,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) […]

  • Tokoh Agama Aek Galoga Minta Polisi Segera Ungkap Pelaku Pengubur Jasad Bayi 

    Tokoh Agama Aek Galoga Minta Polisi Segera Ungkap Pelaku Pengubur Jasad Bayi 

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) penemuan jasad bayi berjenis kelamin perempuan di lorong aek galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal pada Rabu 5/7/2023 masih misteri. Sampai hari ini, polisi terkesan menutup nutupi informasi seputar penyelidikan kasus ini. Ustadz Ahmad Husein tokoh agama lorong aek galoga pada Mandailing Online Jum’at 7/7/2023 mengatakan, polisi harus […]

expand_less