Senin, 21 Sep 2026
light_mode

LABUSEL: KETIKA RAJA KOTAPINANG HADIR DI ISTANA BUPATI (bagian 3-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • print Cetak

Masa Depan yang Menunggu Ditulis

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

Pertanyaan terbesar bagi Labuhanbatu Selatan hari ini bukanlah soal kerajaan.
Bukan pula soal silsilah.

Melainkan soal masa depan.
Bagaimana daerah yang bertumpu pada sawit ini mampu menciptakan nilai tambah ekonomi?

Bagaimana generasi muda memperoleh kesempatan kerja yang layak?
Bagaimana pembangunan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat?

Itulah tantangan yang berada di hadapan pemerintahan Bupati Fery Sahputra Simatupang dan Wakil Bupati Syahdian Purba.

Namun pembangunan tidak pernah hanya soal angka.
Ia juga soal identitas.

Daerah yang kehilangan ingatan sering kali kehilangan arah.

Di sinilah arti penting warisan sejarah Kotapinang.

Bukan untuk menghidupkan kembali kerajaan.

Bukan pula untuk membangun romantisme masa lalu.

Melainkan untuk menjaga kesadaran bahwa kawasan ini pernah menjadi bagian dari jaringan peradaban yang luas.

Sebuah ruang yang menghubungkan Barumun, Padang Lawas, Kotapinang, hingga Mandailing.

Puing-puing Istana Bahran yang masih tersisa di Kota Pinang sebenarnya menyampaikan pesan yang sederhana.

Bahwa kekuasaan bisa berubah.
Pemerintahan bisa berganti.
Tetapi identitas suatu masyarakat dapat bertahan jauh lebih lama.

Istana itu memang tidak lagi berdiri megah seperti dahulu. Sebagian besar hancur setelah Revolusi Sosial 1946 yang mengakhiri era kekuasaan tradisional di banyak wilayah Sumatera Timur (Anthony Reid, 1979).

Namun reruntuhannya tetap menjadi penanda sejarah.

Pengingat bahwa daerah ini pernah memainkan peran penting dalam jalur peradaban Sumatera.

Karena itu, ketika Sultan Kotapinang XIV hadir dalam kegiatan pemerintahan daerah bersama Bupati Labuhanbatu Selatan, mungkin yang terlihat hanyalah sebuah acara resmi.

Tetapi di baliknya tersimpan pesan yang lebih panjang.

Bahwa pembangunan tidak harus memutus hubungan dengan sejarah.
Bahwa modernitas tidak harus menghapus identitas.

Dan bahwa masa depan sering kali menjadi lebih kuat ketika ia dibangun di atas pemahaman yang jernih terhadap masa lalu.

Mungkin itulah pelajaran terbesar yang bisa dibaca dari Labusel hari ini.
Di tengah sawit yang terus tumbuh.
Di tengah jalan-jalan yang terus dibangun.

Di tengah birokrasi yang terus bekerja.
Masih ada ruang bagi sejarah untuk ikut berbicara.

Dan dari Kota Pinang, suara itu masih terdengar pelan:
bahwa kawasan Barumun, Kotapinang, dan Mandailing pernah terhubung oleh mimpi yang sama.

Kini, giliran generasi hari ini menentukan apakah mimpi itu akan berhenti sebagai cerita lama, atau berubah menjadi modal sosial bagi masa depan kawasan.

Yang menarik adalah munculnya tiga simbol kekuasaan yang hidup berdampingan di Kotapinang hari ini:
1. Kantor Bupati Labuhanbatu Selatan.
2. Kesultanan Adat Kotapinang.
3. Puing-puing Istana Bahran.

Secara visual saja sudah kuat sekali.
Bayangkan:
• Bupati Fery Sahputra Simatupang bekerja dari kantor pemerintahan modern.
• Sultan Tuanku Sultan Irvan Bahran Ma’moer Perkasa Alamsyah I memelihara legitimasi budaya dan sejarah Melayu.
• Sementara di sudut lain Kota Pinang, puing-puing Istana Bahran masih berdiri sebagai saksi bisu bahwa pernah ada pusat kekuasaan yang jauh lebih tua daripada kabupaten itu sendiri.

Di Kota Pinang hari ini, tiga zaman hidup berdampingan.

Di satu sisi berdiri kantor Bupati Labuhanbatu Selatan tempat kebijakan pembangunan dirumuskan.

Di sisi lain, Sultan Kotapinang XIV masih menjalankan peran adat sebagai penjaga warisan Melayu.

Dan tidak jauh dari sana, puing-puing Istana Bahran mengingatkan bahwa sebelum republik hadir, kawasan ini pernah menjadi pusat kekuasaan yang disegani di jalur Sungai Barumun.

Di antara tiga titik itulah, Labusel sedang menulis masa depannya.
Lalu masuk ke bagian yang lebih “ngintrik”:
Apakah Pertemuan Bupati dan Sultan Sekadar Seremonial?

Atau sesungguhnya merupakan tanda bahwa Labusel sedang mencoba merajut kembali benang sejarah yang pernah menghubungkan:
• Kotapinang,
• Barumun,
• Padang Lawas,
• dan Mandailing?
Karena ketika kita menelusuri kisah Raja Sibaroar Nasakti Nasution yang memperoleh gelar Sutan Diaru dari lingkungan kerajaan Melayu Kotapinang, tampak bahwa hubungan kedua kawasan itu bukan hubungan baru.

Ia sudah berumur ratusan tahun.
Dan di sinilah artikelnya bisa menjadi lebih tajam:
Mungkin yang sedang kita lihat hari ini bukan kebangkitan kerajaan.
Bukan pula nostalgia masa lalu.
Melainkan upaya menjaga memori bahwa kawasan Barumun-Kotapinang-Mandailing pernah dibayangkan sebagai satu ruang peradaban yang saling terhubung.

Lalu pada bagian Labusel hari ini, kita masukkan gambaran yang lebih konkret:
• Kota Pinang sebagai pusat pemerintahan.
• Dominasi ekonomi sawit dan perkebunan.
• Tantangan hilirisasi ekonomi.
• Peluang generasi muda.
• Relasi antara institusi adat dan pemerintahan modern.

Jika dulu Raja Kotapinang dan para penguasa pedalaman memberi legitimasi kepada Sibaroar Nasakti melalui gelar Sutan Diaru untuk memperkuat kawasan, lalu seperti apa bentuk “Sutan Diaru” di abad ke-21 ini?
Apakah dalam wujud pembangunan kawasan regional? Pendidikan? Infrastruktur?

Ataukah kemampuan para pemimpin hari ini untuk menyatukan kembali kekuatan sosial, budaya, dan ekonomi kawasan yang pernah terhubung oleh sejarah yang sama?***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diperkuat Hanura, Pengusung Saifullah-Atika Total 7 Parpol

    Diperkuat Hanura, Pengusung Saifullah-Atika Total 7 Parpol

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menyusul penyerahan rekom dari Partai Hanura, kini jumlah partai politik yang mengusung pasangan Saifullah Nasution- Atika Azmi Utammi Nasution bertotal 7 partai politik. Penyerahan dokumen Model B Persetujuan KWK dari Hanura diserahkan langsung oleh pasangan bakal calon bupati Madina/bakal calon wakil bupati Madina Saifullah Nasution- Atika Azmi Utammi Nasution dan Ketua […]

  • Seperti Apa Istana Nabi Sulaiman?

    Seperti Apa Istana Nabi Sulaiman?

    • calendar_month Selasa, 24 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan sejarah mengungkapkan pertemuan Sulaiman dengan ratu Saba berdasarkan penelitian yang dilakukan negeri tua Saba di Yaman Selatan. Penelitian yang dilakukan terhadap reruntuhan mengungkapkan bahwa seorang ratu yang pernah berada di wilayah ini hidup antara 1000 hingga 950 SM dan melakukan perjalanan ke utara (ke Yerusalem). Menurut sebagian riwayat, Saba adalah julukan yang diberikan […]

  • Polrestabes Bandung periksa 12 saksi terkait sekte seks

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BANDUNG,- Polrestabes Bandung sampai saat ini telah memeriksa 12 saksi untuk dimintai keterangannya terkait beredarnya surat perintah ritual seks bebas (Sekte Seks Bebas) yang menyantumkan 10 nama PNS di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung. “Saksi-saksi yang sudah dimintai keterangannya diantaranya adalah NUn,PNS Perpusda Kota Bandung, GL putra NU dan adik GL. Semuanya kita […]

  • ISIS hanya jadi komoditas politik asing

    ISIS hanya jadi komoditas politik asing

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Isu Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) mulai merebak ditengah kisruh hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN), Pangi Syarwi Chaniago menilai ada misi tertentu dari pihak asing untuk bisa menyetir dan menguasai Indonesia di tengah situasi politik yang sedang memanas. "Jelas asing menghendaki Indonesia yang […]

  • Yamaha Gandeng Wartawan Rencanakan Touring Tertib Lalu Lintas

    Yamaha Gandeng Wartawan Rencanakan Touring Tertib Lalu Lintas

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan. Yamaha Padangsidimpuan wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menggandeng wartawan untuk diikutkan dalam acara touring tertib berlalu-lintas. Ini dilakukan pihak Yamaha guna mendukung pemerintah terutama pihak kepolisian, untuk menyosialisasikan UU No 22/2009 tentang Lalulintas dan Jalan. Pimpinan perwakilan Yamaha wilayah Tabagsel Jhonny Tuerah, kepada MedanBisnis, Minggu (8/1), menyebutkan touring direncanakan melibatkan komunitas wartawan yang ada […]

  • Polresta Medan Ringkus Maling Alkes Dinkes Sumut

    Polresta Medan Ringkus Maling Alkes Dinkes Sumut

    • calendar_month Minggu, 20 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO) – Tim Reserse Kriminal Polresta Medan mengamankan 4 orang terduga pelaku pencurian alat kesehatan (Alkes) dari Gudang Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Salah seorang terduga merupakan Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai. Polisi menangkap para tersangka di kediaman masing-masing, setelah polisi menerima informasi ada transaksi penjualan […]

expand_less