Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Massa M-Four Demo Insfektorat Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
  • print Cetak


Sekdes Jadi CPNS Penuh Kecurangan
MADINA-

Sekitar 20-an orang yang menamakan diri dari Dewan Pengurus Pusat Majelis Mahasiswa Muslim Mandailing Natal (DPP M-Four), Kamis (26/5) mendemo Kantor Inspektorat Pemkab Madina. Mereka meminta pertanggung jawaban Inspektorat Madina sebagai verifikasi dan validasi data pengangkatan Sekretaris Desa (Sekdes) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Dasarnya, menurut demonstran, pengangkatan Sekdes menjadi CPNS tersebut diduga banyak manipulasi dan tak sesuai dengan fakta sebenarnya. Karenanya, DPP M-Four Inspektur atau Kepala Inspektorat beserta tim verifikasi data harus mempertanggung jawabkan kepada masyarakat dan hukum atas perbuatannya.
Amatan METRO di lokasi, massa M-Four berangkat dari sekretariat DPP M-Four di Jalan Willem Iskandar, Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan dengan menaiki sepeda motor dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB.
Koordinator aksi, Faisal Ardiyansyah saat menyampaikan orasinya dengan pengawalan puluhan personil Polres Madina ditambah puluhan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyampaikan, menurut DPP M-Four hasil verifikasi dan validasi data Sekdes untuk diangkat menjadi CPNS diduga data yang manipulatif. DPP M-Four khawatir persoalan tersebut bisa memicu terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di tengah-tengah masyarakat.
“DPP M-Four telah banyak menerima laporan mengenai data Sekdes banyak yang dimanifulasi. Artinya dari data Sekdes yang menjadi CPNS itu banyak yang manipulasi dan tak sesuai dengan mekanisme pengangkatan, dan kami lihat hasil verifikasi dan validasi juga tak sesuai dengan yang diharapkan,” sebut Faisal.
Faisal juga mengatakan, banyak nama-nama yang diumumkan sebagai Sekdes yang diangkat menjadi CPNS diduga bukanlah Sekdes yang asli, yang sesuai dengan peraturan pengangkatan menjadi CPNS. Dan yang menyakitkan hati, Sekdes yang diangkat menjadi CPNS itu adalah orang luar desa. Artinya, yang menjadi Sekdes di desa itu bukan sekdes yang asli tetapi yang dimanipulasi.
Kepada Polisi dan kejaksaan DPP M-Four meminta melakukan penyidikan dan menangkap kepala Inspektorat Kabupaten Madina sebagai penanggung jawab atas terjadinya rekayasa dan skandal manipulatif proses verifikasi dan validasi data pengangkatan sekdes menjadi CPNS.
Pernyataan sikap ini ditambahi oleh koordintor Lapangan, Akhir Lubis. Dalam orasinya Akhir menyampaikan bahwa pihaknya sebagai mahasiswa akan terus mengawal persoalan pengangkatan sekdes jadi CPNS tersebut dan mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan perlawanan hukum apabila ternyata sekdes yang diangkat itu bukanlah sekdes yang sebenarnya.
Sejak awal melakukan unjuk rasa, tak ada seorangpun yang menyahuti tuntutan dan pernyataan sikap dari mahasiswa dan terlihat seluruh pegawai dan pejabat di kantor Insfektorat hanya menonton aksi pengujuk rasa itu tanpa memberitahu dimana keberadaan Inspektur.
Sayuti : Tanya Amnesti
Inspektur Pemkab Madina, Sayuti Lubis saat ditemui METRO usai pengunjuk rasa bubar menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa menentukan sikap atas pernyataan sikap yang disampaikan massa M-Four. Namun katanya, verifikasi dan validasi data pengangkatan sekdes itu telah dilakukan dan hasilnya juga telah direkomendasikan kepada Pj Bupati Madina.
”Kami telah melakukan verfikasi data calon sekdes untuk diangkat menjadi CPNS dan hasilnya telah kami sampaikan ke Bupati, dan tugas kami hanya sebatas verifikasi data saja, bahkan yang kami verifikasi pada tahun lalu itu ternyata calon sekdes itu telah menerima Nomor Induk Pegawai (NIP),” beber Sayuti.
Saat disinggung mengenai dugaan adanya penyalahgunaan jabatan dalam hal ini tim verifikasi saat melakukan tugas dan diduga menerima uang atau imbalan, Sayuti tak menampik hal itu, tetapi dikatakan Sayuti bahwa dirinya tak tahu mengenai soal adanya permainan uang saat verifikasi berlangsung.
”Kalau masalah itu silahkan tanyakan Amnesti Lubis. Dia yang melakukan permainan uang itu,” tegas Sayuti.
Amnesti : Saya Tak Paham Apa Maksud Sayuti
Sementara itu, Amnesti Lubis yang saat ini bertugas di Sekretaris Disperindagkop UKM dan Pasar Pemkab Madina dan sebelumnya sebagai Sekretaris di Inspektorat Pemkab Madina saat ditemui METRO di ruang kerjanya menegaskan kalau dirinya tak faham atas tuduhan yang dimaksudkan oleh Inspektur yakni Sayuti Lubis mengenai tuduhan dirinya menerima uang saat bekerja melakukan verifikasi dan validasi data Sekdes menjadi CPNS.
”Saya tak ada menerima uang sepeserpun dalam persoalan sekdes itu, saya tak paham apa maksud Sayuti berbicara demikian, dan saya bekerja juga atas instruksi dan perintah dia,” tegasnya secara singkat. (wan/mer)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kera Liar, Daya Tarik di Warung Pak Syafri

    Kera Liar, Daya Tarik di Warung Pak Syafri

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    gambar kelompok kera di sekitar warung Pak Syafri (foto: Maradotang Pulungan) PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bila anda berkunjung ke komplek perkantoran pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), singgah lah di warung pecal sederhana persis disamping kantor Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Madina. Warung sederhana milik Pak Syafri selain menyajikan panganan pecal dan goreng-gorengan, juga memberikan pemandangan menarik […]

  • BELAJAR DARI TEROBOSAN BERANI GUS IRAWAN DI LAHAN PASCABENCANA TAPSEL

    BELAJAR DARI TEROBOSAN BERANI GUS IRAWAN DI LAHAN PASCABENCANA TAPSEL

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Ludfan Nasution
    • 0Komentar

    Oleh: Ludfan Nasution Koordinator Mandailing Epicentrum/ Tenaga Ahli Ketua DPRD Madina 2019-2021/Anggota DPRD Madina 2014-2019   … Ketika Bencana Tidak Dijadikan Alasan untuk Menunggu, tetapi Momentum untuk Mengubah Cara Berpikir Ada sebuah pesan optimisme yang menarik perhatian dari akun media sosial Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu. Pesan itu datang dari sebuah tempat yang […]

  • Perda Tambang Rakyat, Solusi Polemik Tambang di Madina

    Perda Tambang Rakyat, Solusi Polemik Tambang di Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : H.RIDWAN RANGKUTI, SH.MH Advokat/Ketua DPC Peradi Tabagsel Dosen Hukum Pertambangan Fak.Hukum UMTS Padang Sidempuan.   Polemik yang berkepanjangan seputar keberadaan tambang emas yang dikelola oleh masyarakat di Mandailing Natal belum menemukan titik reda. Oleh karena itu, saya melihat harus ada upaya pemerintah daerah untuk menerbitkan Peraturan Daerah tentang Pertambangan Rakyat sebagai solusinya. […]

  • Seram, Harimau Kembali Datangi  Bangkai Sapi Yang Sempat Tak Habis di Lahap

    Seram, Harimau Kembali Datangi Bangkai Sapi Yang Sempat Tak Habis di Lahap

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPA ( Mandailing Online ) Sapi yang sempat tidak habis di makan harimau di Desa Gunung Tua MS, Kecamatan Kota Nopan pada Jum’at 27/7/2023 kemaren, tadi malam diduga harimau itu kembali datangi bangkai sapi yang sengaja tidak di kubur pemilik nya. Alhasil, setengah nya badan bangkai sapi itu telah dilalap. ” warga baru datang […]

  • Kisruh DPRD Membahayakan Madina

    Kisruh DPRD Membahayakan Madina

    • calendar_month Rabu, 26 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Bupati Harus Sikapi Secara Bijak dan Serius PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kisruh berkepajangan di DPRD Mandailing Natal (Madina) akan membahayakan daerah jika polemik di intren lembaga legislatif itu dibiarkan berkepanjangan. Sebab, kisruh ini sudah menjadi dua kutub, yaitu kutub Wakil Ketua DPRD Madina Fahrizal Efendi Nasution dan kutub Ketua DPRD Madina As Imran Haitamy Daulay. […]

  • Besok Komisi III DPRD Madina Tinjauan Lapangan Proyek Jalan Pintu II Kantor Bupati yang Baru Berapa Bulan Selesai Sudah Retak

    Besok Komisi III DPRD Madina Tinjauan Lapangan Proyek Jalan Pintu II Kantor Bupati yang Baru Berapa Bulan Selesai Sudah Retak

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Terkait proyek peningkatan Jl. Utama Komplek Perkantoran Payaloting (Pintu II) senilai Rp.1.977.000.000 baru beberapa bulan seleai nanun sudah retak di bagian bahu jalan beton tanpa tulangan. Komisi III DPRD Madina akan melakukan kunjungan lapangan. Hal ini diungkapkan Teguh W Hasahatan selaku Wakil Ketua Komisi III DPRD Madina didampingi anggota Komisi  […]

expand_less