Kamis, 25 Jun 2026
light_mode

H. Fahrizal Efendi Nasution, SH, MAP (Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • print Cetak

Masuk Radar Calon Ketua Ikanas Madina, Fahrizal Nasution Tawarkan Visi Sinergi Kahanggi Harmoni Anakboru

 

H. Fahrizal Efendi Nasution, SH, MAP Glr Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam

 

Dalam setiap organisasi perantau, ada satu kebutuhan yang selalu hadir dari waktu ke waktu: hadirnya pemimpin yang mampu merangkul, menyatukan, dan menggerakkan seluruh potensi yang tersebar di berbagai lapisan masyarakat.

Di tengah menghangatnya diskusi mengenai kepemimpinan DPC Khusus IKANAS Madina ke depan, nama H. Fahrizal Efendi Nasution, SH, MAP

mulai masuk dalam radar sejumlah kalangan sebagai figur yang dinilai memiliki pengalaman, jejaring dan kapasitas untuk memimpin organisasi tersebut.

Bagi banyak orang, Fahrizal Nasution bukanlah nama baru. Rekam jejaknya terbentang panjang dalam dunia kepemiluan, legislatif, politik, bisnis hingga pemberdayaan masyarakat.

Ia pernah mengemban amanah sebagai Komisioner KPU Mandailing Natal periode 2005–2009, kemudian terpilih menjadi Wakil Ketua DPRD Mandailing Natal periode 2009–2014 dari Fraksi Hanura.

Setelah itu, karier politiknya terus melejit ke tingkat provinsi sebagai Anggota DPRD Sumatera Utara selama dua periode berturut-turut, yakni 2014–2019 dan 2019–2024.

Kemudian, ia juga sempat mengemban amanah sebagai Ketua DPC Partai Hanura Mandailing Natal.

Namun bagi para pendukungnya, nilai utama Fahrizal bukan semata-mata pada jabatan yang pernah diembannya. Yang lebih penting adalah kemampuan membangun hubungan sosial yang luas dan menjaga komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat.

Marsialapari, Filosofi yang Menjadi Visi

Jika diminta merangkum visi yang paling menggambarkan pendekatan tokoh energik ini terhadap organisasi, barangkali ungkapan Mandailing berikut menjadi jawabannya:

Marsialapari Pagodang Kahanggi dohot Anakboru.

Sebuah filosofi yang sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam.

Marsialapari bukan sekadar saling membantu. Ia adalah semangat gotong-royong yang lahir dari kesadaran bahwa kemajuan bersama hanya dapat dicapai melalui kebersamaan. Dalam tradisi Mandailing, kahanggi dan anakboru bukanlah dua kelompok yang dipertentangkan, melainkan dua unsur yang saling menguatkan dalam membangun harmoni sosial.

Karena itu, jika diberi amanah memimpin IKANAS Madina (Ikatan Keluarga Nasution dan Anakboru Kabupaten Mandailing Natal), Fahrizal Nasution bergelar Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam diyakini akan mengedepankan pendekatan kolektif, merangkul seluruh unsur keluarga besar Mandailing Natal tanpa membedakan latar belakang profesi, generasi, maupun afiliasi sosial.

Pengalaman yang Membentuk Perspektif

Perjalanan dari penyelenggara pemilu, legislator kabupaten, hingga legislator provinsi telah memberi Fahrizal pengalaman berinteraksi dengan berbagai kelompok masyarakat dan kepentingan.

Pengalaman tersebut membentuk pemahamannya bahwa organisasi yang sehat tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh kemampuan menghubungkan banyak orang dalam satu tujuan bersama.

Selama menjabat di DPRD Sumatera Utara, ia dikenal aktif memperjuangkan berbagai aspirasi pembangunan untuk Mandailing Natal, mulai dari dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah, infrastruktur desa, hingga kebutuhan masyarakat di berbagai kecamatan.

Modal pengalaman inilah yang dinilai dapat menjadi kekuatan tersendiri jika diterapkan dalam pengelolaan organisasi perantau seperti IKANAS Madina.

Menjembatani Generasi dan Potensi

Tantangan terbesar organisasi kedaerahan saat ini bukan sekadar menjaga eksistensi, melainkan memastikan organisasi tetap relevan bagi generasi muda.

Di satu sisi terdapat generasi senior yang menyimpan pengalaman, jejaring, dan kearifan. Di sisi lain hadir generasi muda dengan energi, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

IKANAS Madina membutuhkan jembatan yang dapat mempertemukan keduanya.

Sejumlah tokoh menilai Fahrizal memiliki karakter komunikasi yang cair dan terbuka sehingga berpotensi menjadi titik temu berbagai kelompok. Pengalamannya berorganisasi dan berpolitik membuatnya terbiasa membangun konsensus di tengah beragam pandangan.

Harmoni sebagai Tujuan Bersama

Pada akhirnya, kepemimpinan dalam organisasi perantau bukanlah soal siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling mampu menyatukan.

Karena itu, visi “Marsialapari Pagodang Kahanggi dohot Anakboru” sesungguhnya tidak hanya berbicara tentang gotong royong. Visi tersebut berbicara tentang membangun rumah bersama yang nyaman bagi seluruh keluarga besar Mandailing Natal.

Rumah yang mampu memelihara silaturahmi, memperkuat identitas budaya, membuka ruang kolaborasi ekonomi, serta menjadi wadah pengabdian bagi kampung halaman.

Di tengah kebutuhan akan figur pemersatu itulah, nama Fahrizal Efendi Nasution kini mulai diperbincangkan.

Dengan pengalaman panjang di ruang publik dan gagasan tentang sinergi yang berakar pada nilai-nilai Mandailing, ia menawarkan satu pesan sederhana namun kuat: Jika kahanggi dan anak boru berjalan bersama, maka harmoni bukan sekadar harapan, melainkan kenyataan yang bisa diwujudkan. (Muhammad Ludfan Nasution – penggiat di Mandailing Epcentrum)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dudung Abdurachman : Teknologi Dalam Industri Pertahanan Sebuah Keniscayaan

    Dudung Abdurachman : Teknologi Dalam Industri Pertahanan Sebuah Keniscayaan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta ( Mandailing Online): Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman belum lama ini berkesempatan meninjau langsung pameran alutsista Indo Defence. Disela-sela kunjungan, Dudung yang juga menjabat Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional menyebut, Indonesia tidak boleh kalah untuk memajukan teknologi, dalam industri pertahanannya dari negara-negara sahabat. “Saya selaku penasihat khusus presiden bidang pertahanan nasional dan saya sebagai […]

  • DPRD Tak Diberitahu 2 Anggota Dewan Diperiksa KPK

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemeriksaan terhadap dua anggota DPRD Madina, Ali Mutiara Rangkuti dan Ahmad Husein, tanpa pemberitahuan terhadap lembaga DPRD Madina. Sehingga pimpinan DPRD Madina tidak tahu terkait pemeriksaan kepada dua anggota dewan itu. Sekretaris DPRD Madina Sahnan Batubara kepada wartawan, kemarin mengatakan, pihaknya tidak mengetahui berapa jumlah anggota DPRD Madina yang diperiksa KPK […]

  • Kadis Pendidikan Madina Akan Hidupkan Kembali Beasiswa

    Kadis Pendidikan Madina Akan Hidupkan Kembali Beasiswa

    • calendar_month Senin, 6 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Pendidikan Madina, Daud Batubara akan berupaya menghidupkan kembali program beasiswa untuk siswa berprestasi dari keluarga miskin. Itu dikatakan Daud Batubara menjawab Mandailing Online di ruang kerjanya, Senin (6/8/2018). Menurutnya, beasiswa itu sangat bersifat urgen sebagai salah satu upaya membantu putra-putri Mandailing Natal (Madina) yang berprestasi namun tak mampu membiayai […]

  • Mendagri: Pembahasan Pemekaran Tak Mendesak

    Mendagri: Pembahasan Pemekaran Tak Mendesak

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    57 Pemekaran tak Ada Masuk Kategori Baik JAKARTA-Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, grand design penataan daerah yang akan dijadikan acuan pemekaran daerah, telah dimasukkan dalam draf rancangan revisi UU Nomor 32 Tahun 2004. Hal ini dianggap penting agar ada payung hukum bagi grand design sebagai acuan pemekaran. “Karena ketika grand design akan diaplikasikan, maka harus ada […]

  • Yayasan Mataniari Genjot Program Investasi Kehutanan Berbasis Masyarakat

    Yayasan Mataniari Genjot Program Investasi Kehutanan Berbasis Masyarakat

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Yayasan Mataniari Sian Madina yang berbasis di Mandailing Natal (Madina) terus bergerak mengkampanyekan sekaligus menggenjot Program Investasi Kehutanan Berbasis Masyarakat. Program ini merupakan upaya Yayasan Mataniari melestarikan hutan dalam sumbangsihnya bagi mitigasi emisi karbon global yang juga sekaligus memperkuat posisi kesejahteraan masyarakat yang bermukim di zona penyagga hutan. Sebab, hutan adalah asset sumber daya […]

  • Meraih Kemerdekaan Hakiki

    Meraih Kemerdekaan Hakiki

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Indonesia memang sudah 70 tahun merdeka dari penjajahan fisik (militer). Namun, sejak merdeka tahun 1945 dari penjajahan fisik (militer) hingga saat ini, sesungguhnya negeri ini masuk dalam perangkap penjajahan gaya baru, yakni penjajahan non-fisik (non-militer). Artinya, hingga kini Indonesia sesungguhnya masih terjajah dan belum sepenuhnya merdeka secara hakiki. Masih Terjajah Penjajahan (imperialisme) adalah politik […]

expand_less