Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

H. Fahrizal Efendi Nasution, SH, MAP (Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • print Cetak

Masuk Radar Calon Ketua Ikanas Madina, Fahrizal Nasution Tawarkan Visi Sinergi Kahanggi Harmoni Anakboru

 

H. Fahrizal Efendi Nasution, SH, MAP Glr Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam

 

Dalam setiap organisasi perantau, ada satu kebutuhan yang selalu hadir dari waktu ke waktu: hadirnya pemimpin yang mampu merangkul, menyatukan, dan menggerakkan seluruh potensi yang tersebar di berbagai lapisan masyarakat.

Di tengah menghangatnya diskusi mengenai kepemimpinan DPC Khusus IKANAS Madina ke depan, nama H. Fahrizal Efendi Nasution, SH, MAP

mulai masuk dalam radar sejumlah kalangan sebagai figur yang dinilai memiliki pengalaman, jejaring dan kapasitas untuk memimpin organisasi tersebut.

Bagi banyak orang, Fahrizal Nasution bukanlah nama baru. Rekam jejaknya terbentang panjang dalam dunia kepemiluan, legislatif, politik, bisnis hingga pemberdayaan masyarakat.

Ia pernah mengemban amanah sebagai Komisioner KPU Mandailing Natal periode 2005–2009, kemudian terpilih menjadi Wakil Ketua DPRD Mandailing Natal periode 2009–2014 dari Fraksi Hanura.

Setelah itu, karier politiknya terus melejit ke tingkat provinsi sebagai Anggota DPRD Sumatera Utara selama dua periode berturut-turut, yakni 2014–2019 dan 2019–2024.

Kemudian, ia juga sempat mengemban amanah sebagai Ketua DPC Partai Hanura Mandailing Natal.

Namun bagi para pendukungnya, nilai utama Fahrizal bukan semata-mata pada jabatan yang pernah diembannya. Yang lebih penting adalah kemampuan membangun hubungan sosial yang luas dan menjaga komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat.

Marsialapari, Filosofi yang Menjadi Visi

Jika diminta merangkum visi yang paling menggambarkan pendekatan tokoh energik ini terhadap organisasi, barangkali ungkapan Mandailing berikut menjadi jawabannya:

“Marsialapari Pagodang Kahanggi dohot Anakboru.”

Sebuah filosofi yang sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam.

Marsialapari bukan sekadar saling membantu. Ia adalah semangat gotong-royong yang lahir dari kesadaran bahwa kemajuan bersama hanya dapat dicapai melalui kebersamaan. Dalam tradisi Mandailing, kahanggi dan anakboru bukanlah dua kelompok yang dipertentangkan, melainkan dua unsur yang saling menguatkan dalam membangun harmoni sosial.

Karena itu, jika diberi amanah memimpin IKANAS Madina (Ikatan Keluarga Nasution dan Anakboru Kabupaten Mandailing Natal), Fahrizal Nasution bergelar Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam diyakini akan mengedepankan pendekatan kolektif, merangkul seluruh unsur keluarga besar Mandailing Natal tanpa membedakan latar belakang profesi, generasi, maupun afiliasi sosial.

Pengalaman yang Membentuk Perspektif

Perjalanan dari penyelenggara pemilu, legislator kabupaten, hingga legislator provinsi telah memberi Fahrizal pengalaman berinteraksi dengan berbagai kelompok masyarakat dan kepentingan.

Pengalaman tersebut membentuk pemahamannya bahwa organisasi yang sehat tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh kemampuan menghubungkan banyak orang dalam satu tujuan bersama.

Selama menjabat di DPRD Sumatera Utara, ia dikenal aktif memperjuangkan berbagai aspirasi pembangunan untuk Mandailing Natal, mulai dari dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah, infrastruktur desa, hingga kebutuhan masyarakat di berbagai kecamatan.

Modal pengalaman inilah yang dinilai dapat menjadi kekuatan tersendiri jika diterapkan dalam pengelolaan organisasi perantau seperti IKANAS Madina.

Menjembatani Generasi dan Potensi

Tantangan terbesar organisasi kedaerahan saat ini bukan sekadar menjaga eksistensi, melainkan memastikan organisasi tetap relevan bagi generasi muda.

Di satu sisi terdapat generasi senior yang menyimpan pengalaman, jejaring, dan kearifan. Di sisi lain hadir generasi muda dengan energi, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

IKANAS Madina membutuhkan jembatan yang dapat mempertemukan keduanya.

Sejumlah tokoh menilai Fahrizal memiliki karakter komunikasi yang cair dan terbuka sehingga berpotensi menjadi titik temu berbagai kelompok. Pengalamannya berorganisasi dan berpolitik membuatnya terbiasa membangun konsensus di tengah beragam pandangan.

Harmoni sebagai Tujuan Bersama

Pada akhirnya, kepemimpinan dalam organisasi perantau bukanlah soal siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling mampu menyatukan.

Karena itu, visi “Marsialapari Pagodang Kahanggi dohot Anakboru” sesungguhnya tidak hanya berbicara tentang gotong royong. Visi tersebut berbicara tentang membangun rumah bersama yang nyaman bagi seluruh keluarga besar Mandailing Natal.

Rumah yang mampu memelihara silaturahmi, memperkuat identitas budaya, membuka ruang kolaborasi ekonomi, serta menjadi wadah pengabdian bagi kampung halaman.

Di tengah kebutuhan akan figur pemersatu itulah, nama Fahrizal Efendi Nasution kini mulai diperbincangkan.

Dengan pengalaman panjang di ruang publik dan gagasan tentang sinergi yang berakar pada nilai-nilai Mandailing, ia menawarkan satu pesan sederhana namun kuat: Jika kahanggi dan anak boru berjalan bersama, maka harmoni bukan sekadar harapan, melainkan kenyataan yang bisa diwujudkan. (Muhammad Ludfan Nasution – penggiat di Mandailing Epcentrum)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panen Raya Padi di Madina, Penyedia Jasa Mesin Rontok Padi Banjir Orderan

    Panen Raya Padi di Madina, Penyedia Jasa Mesin Rontok Padi Banjir Orderan

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Panen raya padi di wilayah Kabupaten Mandailing Natal membuat penyedia jasa mesin perontok padi kebanjiran orderan. Mursal salah satunya, selama sepekan terakhir, mesin perontok padi miliknya selalu dapat orderan. “Jasa yang harus dibayar petani dihitung per kaleng hasil panen padi yakni 4000 rupiah. Dalam satu hari bisa empat areal sawah yang […]

  • Tak Sampai 2 % Jumlah Penduduk Madina Yang Pahami Aksara Tulak-Tulak

    Tak Sampai 2 % Jumlah Penduduk Madina Yang Pahami Aksara Tulak-Tulak

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pakar budaya Mandailing, Askolani Nasution menyatakan saat ini tak cukup 2 persen penduduk Mandailing Natal (Madina) yang menguasai aksara Tulak-Tulak. Hal itu diakibatkan aksara ini tak lagi diajarkan di sekolah-sekolah. Ini adalah sebuah kecemasan  dan memerlukan upaya dari semua pihak mengatasinya. Itu diungkap Askolani ketika menjadi narasumber di acara Konsolidasi Sosialisai […]

  • PC PMII Madina Nilai Kapolres Madina Tidak Becus Emban Amanah

    PC PMII Madina Nilai Kapolres Madina Tidak Becus Emban Amanah

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): puluhan massa Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) seruduk mako Polres Madina meminta Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh segera melakukan penertiban dan penindakan perusakan lingkungan akibat Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Pantauan wartawan, massa PC PMII tiba di Mapolres pukul 15.30 wib, Jum’at (20/06/2025) dikordinatori […]

  • Coret Calon Titipan & Bermasalah

    Coret Calon Titipan & Bermasalah

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Jurnalis Muslim Club (JMC) dan Forum Jurnalis Peduli Anak (FJPA) meminta Komisi A DPRD Sumut mewaspadai adanya calon titipan pemerintah dan calon yang masih tersandung masalah hukum di Polda Sumut, ketika melakukan fit and propertes terhadap 15 calon komisioner Komisi Informasi (KIP) Provinsi Sumut. Permintaan itu disampaikan Pengurus JMC dan FJPA Fakhruddin Pohan kepada […]

  • Skema Penghitungan Jam Mengajar Diubah

    Skema Penghitungan Jam Mengajar Diubah

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ringankan Beban Tatap Muka di dalam Kelas JAKARTA – Perhitungan jam mengajar saat ini memicu polemik. Banyak guru bersertifikat gagal mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP). Pemicunya mereka gagal mengejar beban mengajar 24 jam tatap muka per pekan. Sistem perhitungan beban mengajar itu segera diubah. Rencana pengubahan sistem penghitungan beban jam mengajar ini tertuang dalam revisi […]

  • Dinas Kehutanan Sita Kayu Olahan di Lokasi PT PSU

    Dinas Kehutanan Sita Kayu Olahan di Lokasi PT PSU

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Manailing Onine) – Dinas Kehutanan Perkebunan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menemukan sekira 10 kubik kayu olahan di lokasi PT Perkebunan Sumatera Utara di Kecamatan Lingga Bayu tanpa dokumen yang sah dan tanpa pemilik. Kabid Kehutanan Dinas Kehutanan Perkebunan Madina, Ahmad Faizal di ruang kerjanya, Senin (28/10/2013) menyatakan kayu olahan itu yang mereka temukan sekitar […]

expand_less