Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Guru Dibunuh , Sebelum Meninggal, Kakak Diteror Via SMS

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
  • print Cetak


JENAZAH Ellijah SPd , 49, korban pembunuhan sadis di Desa Bandarpanjang, Muarasipongi, Kabupaten Mandailing Natal itu, telah dikebumikan oleh keluarganya, Selasa (14/12) sekira pukul 08:00 di Pekuburan Muslim Jalan Letda Sujono Gang Istirahat, Kelurahan Bandarselamat Kecamatan Medan Tembung.

Seluruh sanak keluarga larut dalam duka mengantarkan jenazah anak sulung dari tujuh bersaudara itu ke tempat peristirahatan terakhirnya. Tak hanya keluarga, para tetangga korban juga mengiringi kepergian pahlawan tanpa tanda jasa itu. Selain keluarga, para tetangga juga tak menduga janda tanpa anak itu meregang nyawa akibat pembunuhan sesadis itu.

Muhammad Yamin , 35, adik kandung Ellijah tak menduga kalau kakak sulungnya itu meninggal dunia dengan cara tak wajar. “Kami menduga kakak dibunuh oleh seseorang yang dikenalnya. Kakak sering menerima teror via pesan singkat (SMS) di handphonenya. Isi SMS itu antara lain: kapan kau tak bertekuk lutut samaku. Namun, kami tidak mengetahui siapa lelaki yang mengirim sms itu,”
jelas Yamin kepada Waspada, Selasa (14/12) sekira pk 17:30 di rumah duka di Jalan Letda Sujono Gang Padi Kelurahan Bandarselamat Kecamatan Medan Tembung.

Menurut Yamin, almarhum memang tak pernah menceritakan tentang masalah pribadinya karena sifatnya yang tertutup, apalagi setelah almarhum resmi bercerai dengan suaminya berinisial MT, sepuluh tahun yang silam. “Almarhum juga pernah cerita, ada lelaki yang suka sama dia, tapi dia tak menyukai pria itu. Tetapi, almarhum tak mau menyebutkan siapa pria itu,” ujar Yamin lagi.

Yamin berharap berharap polisi segera menangkap pelaku pembunuhan itu sehingga diketahui apa motif yang sebenarnya terjadi. “Kami tak menginginkan prestasi yang ditoreh almarhum sebagai tenaga pendidik di Kabupaten Madina hilang begitu saja hanya karena perbuatan konyol seperti itu. Dia guru profesional, yang sudah lulus sertifikasi dan sudah hampir 25 tahun mengajar,” ujar Muhammad Yamin.

Kecurigaan pihak keluarga, tambah Yamin, memang sangat wajar, kalau korban dibunuh oleh seseorang yang dikenalnya. Apalagi, jeket dan rokok “Ardath” milik pelaku tertinggal di rumah korban. “Kami ikhlas menerima kematian korban, namun kami berharap kepada petugas kepolisian dan Dinas Pendidikan Madina untuk mengungkap kasus pembunuhan ini. Semuanya kami serahkan kepada
aparat penyidik,” tutur Yamin.

Mimpi lalat hijau

Sebelum meninggal dunia, tambah Yamin, salah seorang adik korban lainnya bernama Salmi Apriliana pernah bermimpi kalau di warungnya tempat berjualan banyak berdatangan lalat hijau. “Ternyata mimpi adik saya itu berujung duka. Karena saat itu ternyata kakaknya telah menjadi mayat,” cerita Yamin. Andi Aria Tirtayasa
Sumber : waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Dahlan-Sukhairi Masih “Wait and See”

    Tim Dahlan-Sukhairi Masih “Wait and See”

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Pemenangan pasangan calon bupati Madina Dahlan Hasan Nasution-Jakfar Sukhairi Nasution sejauh ini masih “Wait and See”. Mengintip apa saja strategi dan langkah-langkah kubu Yusuf-Imron. Itu dikatakan Ketua Tim Pemenangan Dahlan-Sukhairi, Saparuddin Ansari Nasution melalui tim pemenangan Binsar Nasution menjawab mandailing Online, Kamis (27/8). Berdasar itu nantinya Tim Pemenangan Dahlan-Sukhairi menyiapkan […]

  • Moderasi Beragama, Antara Harapan dan Kenyataan

    Moderasi Beragama, Antara Harapan dan Kenyataan

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Moderasi beragama terdengar kencang di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, istilah moderasi maupun moderasi beragama tidak dikenal. Karena yang lebih sering muncul adalah istilah multikulturalisme, pluralisme dan toleransi dalam menggambarkan kemodernan beragama (Islam). Terkait asal munculnya paham moderasi sebenarnya banyak versi. Hanya saja, istilah ini mulai diperkenalkan […]

  • Terpisah Ratusan Tahun, Jejak Tiga Rumpun Keluarga Ditemukan

    Terpisah Ratusan Tahun, Jejak Tiga Rumpun Keluarga Ditemukan

    • calendar_month Senin, 28 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak tiga keluarga yang terpisah selama ratusan tahun telah berhasil ditemukan di Mandailing Natal. Tiga keluarga keturunan Mandailing di Malaysia di akhir tahun 2016 ini mencari kampung halaman leluhurnya di tanah Mandailing Julu dan Mandailing Godang yang sekarang masuk dalam peta administrasi Kabupaten Mandailing Natal. “Alhamdulillah, kampung ketiga keluarga itu telah […]

  • Singkong, Kripik dan Home Industri Madina

    Singkong, Kripik dan Home Industri Madina

    • calendar_month Kamis, 16 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelaku industri kripik di Madina sudah lama mengeluh soal bahan baku singkong berkualitas yang makin sulit diperoleh. Krisis bahan baku itu memperburuk perkembangan usaha mereka. Jangankan untuk mengembangkan, bertahan saja sudah syukur. Ubi kayu asal Madina memiliki cita rasa yang sangat bagus bagi bahan baku kripik. Tetapi, petani di Madina tak banyak menanam ubi kayu. […]

  • Jabatan kepala daerah jadi rebutan, satu periode minimal meraup Rp300 miliar

    Jabatan kepala daerah jadi rebutan, satu periode minimal meraup Rp300 miliar

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARUTUNG : Saat ini banyak kaum muda pengusaha, birokrat murni, dan bahkan para politikus mengincar posisi menjadi kepala daerah.Umumnya mereka rela melakukan segala upaya demi mendapatkan posisi tersebut. Karena diyakini 1 periode ( 5 tahun ) masa jabatan minimal menghasilkan Rp300 miliar. Hal ini diutarakan oleh Nelson Parapat serta Nimrod Nababan pemerhati pembangunan kabupaten Tapanuli […]

  • Bau Busuk Terus Tercium Warga Tutup Parit Aliran Limbah PT Toba Surimi

    Bau Busuk Terus Tercium Warga Tutup Parit Aliran Limbah PT Toba Surimi

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    TAPTENG, – Pihak perusahaan pengolahan tepung ikan PT Toba Surimi hingga kini tak juga memperbaiki sistim pengolahan limbahnya. Alhasil, bau busuk pun terus tercium baik lewat udara maupun air. Hal ini tentu saja membuat warga di Kelurahan Pasir Bidang, Kecamatan Sarudik, Tapteng, berang. Warga pun kemudian bertindak dengan menutup parit yang diduga menjadi aliran limbah […]

expand_less