Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Keharusan Pers Menguliti LKPJ Bupati Madina

  • account_circle Tim Mandailing Epicentrum
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • print Cetak

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

 

Begitu palu sidang paripurna diketuk, berita pun selesai ditulis.

Saat itu juga, naskah dikirim ke redaksi. Lalu, publik membaca berita yang hampir seragam: bupati menyampaikan LKPJ, DPRD menggelar rapat paripurna, sejumlah angka capaian dipaparkan, para pimpinan daerah hadir lengkap, lalu rapat ditutup.

Setelah itu, isu LKPJ pun menghilang.

Ia tenggelam bersama arus berita baru. Digantikan kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, seremoni pemerintahan, atau agenda politik berikutnya.

Di sinilah sesungguhnya kita sedang menyaksikan satu persoalan yang lebih besar daripada sekadar pola pemberitaan. Kita sedang melihat bagaimana jurnalisme lokal sering kali berhenti tepat ketika pekerjaan jurnalistik yang paling penting seharusnya dimulai.

LKPJ bukanlah sebuah peristiwa. Ia adalah pintu masuk untuk membaca kualitas pemerintahan daerah.

Karena itu, ketika wartawan hanya melaporkan jalannya sidang paripurna, publik memang memperoleh informasi. Namun mereka belum memperoleh pengetahuan.

Mereka tahu bahwa rapat telah berlangsung.

Tetapi mereka tidak tahu apa substansi persoalannya.

Mereka tahu bupati menyampaikan laporan.

Tetapi mereka tidak tahu program mana yang gagal.

Mereka tahu DPRD akan membahas LKPJ.

Tetapi mereka tidak tahu apa dan bagaimana rekomendasi apa yang lahir di rapat selanjutnya.

Lebih jauh lagi, masyarakat juga tidak tahu apakah rekomendasi tahun sebelumnya pernah dijalankan atau hanya menjadi dokumen yang tersimpan rapi di lemari arsip.

Padahal, justru di situlah nilai jurnalistik dalam isu LKPJ idealnya, wartawan bisa membuka semua pintu dan jendela bagi publik. Kita tidak boleh terkurung di dalamnya.

***

Pers seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan apa yang terjadi. Pers harus melangkah ke pertanyaan yang jauh lebih penting: mengapa itu terjadi, siapa yang bertanggung jawab, apa dampaknya bagi masyarakat, dan bagaimana solusi yang ditawarkan.

Sayangnya, pola peliputan kita masih terlalu akrab dengan event journalism. Fokus utamanya adalah peristiwa. Siapa datang. Siapa berbicara. Berapa lama rapat berlangsung. Berapa persen realisasi anggaran.

Semua itu penting. Tetapi semuanya baru permukaan. Lapisan yang lebih dalam justru jarang disentuh.

Misalnya, apakah rekomendasi DPRD tahun lalu (kalau ada) sudah cukup spesifik untuk dijadikan alat evaluasi?

Apakah nantinya Panitia Khusus menemukan kelemahan serius pada OPD tertentu?

Apakah ada program yang menghabiskan anggaran besar tetapi manfaatnya minim?

Apakah rekomendasi DPRD memiliki target waktu yang jelas?

Apakah enam bulan setelah rekomendasi diterbitkan, pemerintah mulai menindaklanjutinya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang justru menentukan apakah pers sedang menjalankan fungsi kontrol sosial atau sekadar menjadi pencatat jalannya acara.

Ironisnya, ruang sidang paripurna sering menjadi batas imajiner liputan kita.

Begitu rapat selesai, perhatian media ikut selesai.

Padahal, bagi masyarakat, dampak LKPJ justru dimulai setelah sidang berakhir.

Apakah pelayanan kesehatan membaik?

Apakah kualitas pendidikan meningkat?

Apakah jalan yang rusak mulai diperbaiki?

Apakah pelayanan air bersih semakin layak?

Apakah rekomendasi DPRD benar-benar mengubah cara pemerintah bekerja?

Semua pertanyaan itu membutuhkan jurnalisme yang sabar, tekun dan konsisten mengawal kebijakan, bukan sekadar melaporkan seremoni.

Karena itu, mungkin sudah saatnya media dan Kominfo di Mandailing Natal mulai menggeser orientasi dan apresiasi liputan. Dari sekadar mengejar kecepatan menjadi membangun kedalaman. Dari hanya memberitakan sidang menjadi mengawal implementasi hasil sidang.

Bayangkan jika setiap pembahasan LKPJ tidak berhenti pada satu berita, tetapi berkembang menjadi serial liputan: membedah rekomendasi DPRD, menelusuri tindak lanjut pemerintah, mengukur dampaknya terhadap pelayanan publik, lalu mengevaluasinya kembali pada LKPJ tahun berikutnya.

Di situlah pers benar-benar menjalankan fungsinya sebagai pengawas (kontrol) sosial.

Tulisan ini bukan untuk menyalahkan wartawan. Kita ada di dunia yang sama dan memahami tekanan ruang redaksi, keterbatasan waktu, target jumlah berita, hingga minimnya sumber daya dan dana. Justru karena itu, kritik ini sebaiknya dibaca sebagai ajakan untuk bersama-sama menaikkan kelas jurnalisme lokal.

Mandailing Natal membutuhkan lebih banyak jurnalisme kebijakan daripada jurnalisme seremoni.

Sebab, jika DPRD berhenti pada rapat paripurna, fungsi pengawasannya melemah.

Jika pemerintah berhenti pada penyampaian LKPJ, akuntabilitasnya menjadi dangkal.

Dan jika wartawan ikut berhenti di ruang paripurna, maka masyarakat kehilangan mata yang seharusnya terus mengawasi jalannya pemerintahan.

Palu sidang memang menandai berakhirnya rapat.

Tetapi bagi jurnalisme, seharusnya di situlah liputan baru dimulai.

Kalau DPRD berhenti pada rapat paripurna, fungsi pengawasannya melemah. Kalau pemerintah berhenti pada penyampaian LKPJ, akuntabilitasnya menjadi dangkal. Tetapi kalau pers juga berhenti di ruang paripurna, maka masyarakat kehilangan mata yang seharusnya terus mengawasi jalannya pemerintahan. ***

  • Penulis: Tim Mandailing Epicentrum
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasional RSU Panyabungan Panatapan Ditarget Tahun Ini

    Operasional RSU Panyabungan Panatapan Ditarget Tahun Ini

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution menegaskan pada masa awal pemerintahannya bersama Wabup Atika Azmi Utammi Nasution RSUD Panyabungan di Panatapan wajib difungsikan tahun ini. “Ini tidak ditunda-tunda lagi, wajib harus ditempati di tahun 2025 ini,” lanjut bupati usai meninjau rumah sakit tersebut didampingi Asisten II Ahmad Meinul Lubis, Direktur dr. […]

  • Diduga Sakit Jantung, Napi LP Sipaga-paga Meninggal

    Diduga Sakit Jantung, Napi LP Sipaga-paga Meninggal

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Diduga terkena serangan jantung, salah seorang Narapidana Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Sipaga-paga Panyabungan, ditemukan meninggal dunia di selnya, Selasa (29/03/2011). Korban meninggal bernama Adreas alias Deras, ditahan di LP Panyabungan terkait kasus pembunuhan dengan hukuman 18 tahun penjara Adreas meninggal di usia 41 tahun. Dia sudah beberapa tahun menjalani hukuman di LP Sipaga-paga. […]

  • Penyalah Gunaan Wewenang Dan Jabatan

    Penyalah Gunaan Wewenang Dan Jabatan

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kadis PU Madina Harus Di Tindak Panyabungan Tindakan Kadis PU Madina dalam mengambil keputusan sepihak mengenai hasil pemenang tender Paket proyek yang baru-baru saja di laksanakan di Kantor PUP Madina di sinyalir merupakan penyalah gunaan wewenang sebagai pejabat pengguna anggaran. Hal itu di ungkapkan Anggota DPRD Madina dari PDI Perjungan Iskandar Hasibuan kepada Wartawan, selasa […]

  • Ketika Candi Simangambat Ditelantarkan

    Ketika Candi Simangambat Ditelantarkan

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Pengantar redaksi : Pada 14 Desember 2018 yang lalu, Dr. Phil. Ichwan Azhari seorang sejarawan, pengajar dan ahli filologi Indonesia mengunjungi candi Siwa di Simangambat, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. Dia ditemani budayawan Mandailing, Askolani Nasution. Dr. Phil. Ichwan Azhari menyaksikan puing-puing candi yang berserakan, lokasi candi yang terlantar bahkan ditelantarkan. Mungkin beliau terkejut bahkan […]

  • Sobir Lubis Pimpin Komisi I DPRD Madina

    Sobir Lubis Pimpin Komisi I DPRD Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sobir Lubis terpilih menjadi Ketua Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina). Politisi Partai Golkar ini terpilih pada Rapat Paripurna Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Madina, Selasa (5/11/2019). Komisi I DPRD Madina membidangi Pemerintahan, yang memiliki banyak sektor yang harus ditangani komisi ini, baik dari sisi legislasi, pengawasan maupun budgeting. […]

  • Pemerintah Terbitkan Hak Paten Kopi Mandailing

    Pemerintah Terbitkan Hak Paten Kopi Mandailing

    • calendar_month Kamis, 3 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pemerintah Indonesia telah menerbitkan hak paten bagi kopi Mandailing, yakni Hak Paten Indikasi Geografis Kopi Arabika Sumatera Mandailing. Sertifikat hak paten itu diserahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona Laoly  kepada Bupati Madina di gedung Graha Pengayom Kemenkum HAM RI, Jakarta, Kamis (3/11). Demikian diungkap Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Georafis […]

expand_less