Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Keharusan Pers Menguliti LKPJ Bupati Madina

  • account_circle Tim Mandailing Epicentrum
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • print Cetak

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

 

Begitu palu sidang paripurna diketuk, berita pun selesai ditulis.

Saat itu juga, naskah dikirim ke redaksi. Lalu, publik membaca berita yang hampir seragam: bupati menyampaikan LKPJ, DPRD menggelar rapat paripurna, sejumlah angka capaian dipaparkan, para pimpinan daerah hadir lengkap, lalu rapat ditutup.

Setelah itu, isu LKPJ pun menghilang.

Ia tenggelam bersama arus berita baru. Digantikan kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, seremoni pemerintahan, atau agenda politik berikutnya.

Di sinilah sesungguhnya kita sedang menyaksikan satu persoalan yang lebih besar daripada sekadar pola pemberitaan. Kita sedang melihat bagaimana jurnalisme lokal sering kali berhenti tepat ketika pekerjaan jurnalistik yang paling penting seharusnya dimulai.

LKPJ bukanlah sebuah peristiwa. Ia adalah pintu masuk untuk membaca kualitas pemerintahan daerah.

Karena itu, ketika wartawan hanya melaporkan jalannya sidang paripurna, publik memang memperoleh informasi. Namun mereka belum memperoleh pengetahuan.

Mereka tahu bahwa rapat telah berlangsung.

Tetapi mereka tidak tahu apa substansi persoalannya.

Mereka tahu bupati menyampaikan laporan.

Tetapi mereka tidak tahu program mana yang gagal.

Mereka tahu DPRD akan membahas LKPJ.

Tetapi mereka tidak tahu apa dan bagaimana rekomendasi apa yang lahir di rapat selanjutnya.

Lebih jauh lagi, masyarakat juga tidak tahu apakah rekomendasi tahun sebelumnya pernah dijalankan atau hanya menjadi dokumen yang tersimpan rapi di lemari arsip.

Padahal, justru di situlah nilai jurnalistik dalam isu LKPJ idealnya, wartawan bisa membuka semua pintu dan jendela bagi publik. Kita tidak boleh terkurung di dalamnya.

***

Pers seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan apa yang terjadi. Pers harus melangkah ke pertanyaan yang jauh lebih penting: mengapa itu terjadi, siapa yang bertanggung jawab, apa dampaknya bagi masyarakat, dan bagaimana solusi yang ditawarkan.

Sayangnya, pola peliputan kita masih terlalu akrab dengan event journalism. Fokus utamanya adalah peristiwa. Siapa datang. Siapa berbicara. Berapa lama rapat berlangsung. Berapa persen realisasi anggaran.

Semua itu penting. Tetapi semuanya baru permukaan. Lapisan yang lebih dalam justru jarang disentuh.

Misalnya, apakah rekomendasi DPRD tahun lalu (kalau ada) sudah cukup spesifik untuk dijadikan alat evaluasi?

Apakah nantinya Panitia Khusus menemukan kelemahan serius pada OPD tertentu?

Apakah ada program yang menghabiskan anggaran besar tetapi manfaatnya minim?

Apakah rekomendasi DPRD memiliki target waktu yang jelas?

Apakah enam bulan setelah rekomendasi diterbitkan, pemerintah mulai menindaklanjutinya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang justru menentukan apakah pers sedang menjalankan fungsi kontrol sosial atau sekadar menjadi pencatat jalannya acara.

Ironisnya, ruang sidang paripurna sering menjadi batas imajiner liputan kita.

Begitu rapat selesai, perhatian media ikut selesai.

Padahal, bagi masyarakat, dampak LKPJ justru dimulai setelah sidang berakhir.

Apakah pelayanan kesehatan membaik?

Apakah kualitas pendidikan meningkat?

Apakah jalan yang rusak mulai diperbaiki?

Apakah pelayanan air bersih semakin layak?

Apakah rekomendasi DPRD benar-benar mengubah cara pemerintah bekerja?

Semua pertanyaan itu membutuhkan jurnalisme yang sabar, tekun dan konsisten mengawal kebijakan, bukan sekadar melaporkan seremoni.

Karena itu, mungkin sudah saatnya media dan Kominfo di Mandailing Natal mulai menggeser orientasi dan apresiasi liputan. Dari sekadar mengejar kecepatan menjadi membangun kedalaman. Dari hanya memberitakan sidang menjadi mengawal implementasi hasil sidang.

Bayangkan jika setiap pembahasan LKPJ tidak berhenti pada satu berita, tetapi berkembang menjadi serial liputan: membedah rekomendasi DPRD, menelusuri tindak lanjut pemerintah, mengukur dampaknya terhadap pelayanan publik, lalu mengevaluasinya kembali pada LKPJ tahun berikutnya.

Di situlah pers benar-benar menjalankan fungsinya sebagai pengawas (kontrol) sosial.

Tulisan ini bukan untuk menyalahkan wartawan. Kita ada di dunia yang sama dan memahami tekanan ruang redaksi, keterbatasan waktu, target jumlah berita, hingga minimnya sumber daya dan dana. Justru karena itu, kritik ini sebaiknya dibaca sebagai ajakan untuk bersama-sama menaikkan kelas jurnalisme lokal.

Mandailing Natal membutuhkan lebih banyak jurnalisme kebijakan daripada jurnalisme seremoni.

Sebab, jika DPRD berhenti pada rapat paripurna, fungsi pengawasannya melemah.

Jika pemerintah berhenti pada penyampaian LKPJ, akuntabilitasnya menjadi dangkal.

Dan jika wartawan ikut berhenti di ruang paripurna, maka masyarakat kehilangan mata yang seharusnya terus mengawasi jalannya pemerintahan.

Palu sidang memang menandai berakhirnya rapat.

Tetapi bagi jurnalisme, seharusnya di situlah liputan baru dimulai.

Kalau DPRD berhenti pada rapat paripurna, fungsi pengawasannya melemah. Kalau pemerintah berhenti pada penyampaian LKPJ, akuntabilitasnya menjadi dangkal. Tetapi kalau pers juga berhenti di ruang paripurna, maka masyarakat kehilangan mata yang seharusnya terus mengawasi jalannya pemerintahan. ***

  • Penulis: Tim Mandailing Epicentrum
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Habib Hayqal Sukses Memukau Ribuan Jemaah Masjid Al Munwwaroh Panyabungan III

    Habib Hayqal Sukses Memukau Ribuan Jemaah Masjid Al Munwwaroh Panyabungan III

    • calendar_month Minggu, 10 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Tausiah Al Habib Hayqal Bin Husein Alaydrus di Masjid Al Munawwaroh Kelurahan Panyabungan III Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sukses memukau ribuan jemaah dari berbagai penjuru. Meski sempat turun hujan beberapa saat sebelum digelarnya acara. Kedatangan Habib Hayqal justru membuat jemaah semakin antusias menunggu isi ceramah yang disampaikan Habib asal Kota Medan tersebut. […]

  • Penyebab Medis Kelainan Bayi Mata Satu Masih Diteliti

    Penyebab Medis Kelainan Bayi Mata Satu Masih Diteliti

    • calendar_month Jumat, 14 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Faktor penyebab kelainan pada bayi mermata satu di Panyabungan, Mandailing Natal belum diketahui. Pihak Dinas Kesehatan Mandailing Natal masih akan membawa sampel ke Medan untuk diteliti di laboratorium. Meski bayi malang itu telah meninggal dunia pada Kamis malam (13/9/2018), namun, penelitian masih akan dilakukan melalui sampel. “Karena kita di Madina […]

  • 17 Tahun Terbaring Sakit, Bupati Janji Bantu Usman

    17 Tahun Terbaring Sakit, Bupati Janji Bantu Usman

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Desa Lumbandolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Usman Zulkahfi (17) remaja, yang sejak lahir tak bisa berbuat apa-apa dan hanya terbaring di rumah panggung dan setiap hari ditemani ibunya, Rosmaita (43), dalam waktu dekat akan merasa lega. Pasalnya, Pj Bupati Madina, Aspan Sofian Batubara berjanji akan mengecek kesehatan Usman dan akan menindaklanjuti pengobatannya. […]

  • Madina Kembali Lakukan Gerakan Pangan Murah

    Madina Kembali Lakukan Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut kembali melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) menyalurkan tujuh ton beras premium, Rabu (23/9/2025), di pasar Eks Bioskop Tapanuli, Panyabungan. Ini merupakan gerakan ketujuh kalinya sejak 31 Agustus 2025 dengan tujuan menjaga stabilitas harga beras. Sama seperti sebelumnya, Pemkab Madina mematok harga Rp60 ribu untuk setiap […]

  • Meriah, Resepsi Pernikahan Ustadz Solmed-April Jasmin

    Meriah, Resepsi Pernikahan Ustadz Solmed-April Jasmin

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Nuansa merah dan emas mendominasi ruangan resepsi pernikahan Shaleh Mahmud atau akrab disapa Ustadz Solmed dan April Jasmin di sebuah mesjid di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Ahad kemarin. Pasangan yang sebelumnya telah melakukan ijab kabul pada 11 November 2011 itu nampak serasi berbalut busana khas Tapanuli Selatan. Kemegahan sangat terasa di setiap hal dalam resepsi […]

  • Meresahkan, Gelondongan Emas Harus Dilarang Beroperasi di Pemukiman

    Meresahkan, Gelondongan Emas Harus Dilarang Beroperasi di Pemukiman

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Gelondongan emas  PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gelondongan emas yang sudah menjamur di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal sudah sangat meresahkan masyarakat. Tak hanya di pinggiran pemukiman, malah sangat bebas di tengah-tengah pemukiman warga. Pemerintah daerah didesak untuk melakukan pelarangan, sebab dampak mercuri yang dihasilkan gelondongan emas ini akan membawa malapeteka bagi tubuh manusia di masa […]

expand_less