Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Kemitraan Polda Sumut Dengan Masyarakat Dinilai Makin Berkurang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
  • print Cetak


MEDAN:
Direktur Eksekutif Institute of Security and Defense Studies (InsideS) M Fadhli Sudiro mengatakan, Kepolisian Daerah Sumatera Utara mulai mengurangi kemitraannya dengan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan keamanan dan ketertiban.

“Jelas tampak kepemimpinan baru di Polda Sumut kali ini tidak mencerminkan kemitraan antara polisi dan masyarakat,” katanya dalam siaran pers yang diterima di Medan, Senin, 30 Mei 2011.

InsideS adalah lembaga studi pertahanan dan keamanan yang sering menelaah berbagai kebijakan pemerintah, khususnya instansi penegak hukum.

Menurut Fadhli, kinerja kepolisian hanya akan berhasil jika mampu bermitra guna mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

Sayangnya, katanya, di bawah kepemimpinan Kapolda yang baru (Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro), institusi penegak hukum itu terkesan mengabaikan pentingnya kemitraan tersebut.

Kemitraan yang dijalin Polda Sumut masih bersifat elit dan eksklusif karena hanya antarlembaga pemerintahan semata.

“Belum kepada komunitas masyarakat seperti LSM, ormas, dan media,” katanya.

Bahkan dalam penilaian InsideS, penampilan dan kinerja Polda Sumut belakangan ini mulai berubah menjadi institusi yang menonjolkan karakter militer.

Perubahan mendasar itu, kata Fadhli, dapat dilihat dari tampilan gerbang masuk Polda Sumut yang mendeskripsikan sebagai lembaga yang angker serta tidak mencerminkan polisi yang sipil dan pelayan masyarakat.

Kesan militerisme itu juga dapat dilihat dari kebiasaan menghidupkan sirine kendaraan yang bersifat seremonial yang “menyibukkan” masyarakat.

InsideS juga menilai, program reformasi Polri di lingkungan Polda Sumut juga dikhawatirkan terhambat karena program kemitraan yang telah dijalin para Kapolda sebelumnya tidak dilanjutkan.

Bahkan, kata dia, Polda Sumut juga dinilai belum mampu memberikan rasa aman, termasuk terhadap anggota masyarakat yang mengalami penganiayaan.

Ia mencontohkan kasus penyiraman cairan berbahaya terhadap PNS Pemprov Sumut Masfar Sikumbang yang masalahnya diduga berkaitan dengan kepentingan salah seorang pejabat pemerintahan.

“Perlindungan dan hak atas rasa aman dari ancaman dan tekanan belum menjadi prioritas Polda Sumut,” katanya.

InsideS mengharapkan Polda Sumut dapat mencermati semua hal itu karena berkaitan dengan implementasi Rencana Jangka Menengah Polri 2011-2015, yakni membangun kemitraan kepada seluruh lapisan masyarakat dalam rangka mewujudkan citra kepolisian yang profesional, akuntabel dan reformis.(an)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tarif CPNS Langkat Rp160 Juta

    Tarif CPNS Langkat Rp160 Juta

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Di Tebing Tinggi, 15 Formasi Masih Kosong LANGKAT-Jumlah pelamar CPNS tahun 2010 baru mencapai 5.210, menurun hingga 50 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai angka 12.089 orang. Beredar isu, hal ini dikarenakan pelamar banyak yang kurang percaya dengan panitia seleksi CPNS Pemkab Langkat. Kabarnya, kuota CPBS tahun ini sudah diisi anak-anak pejabat dan ’orang kaya’ […]

  • Atika Santuni Anak Yatim di Pakantan

    Atika Santuni Anak Yatim di Pakantan

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PAKANTAN(Mandailing Online): Wakil bupati Madina terpilih, Atika Azmi Utammi Nasution, menyantunan anak yatim di Kecamatan Pakantan, Senin (28/6/2021). Penyantunan dipusatkan di Desa Huta Gambir, kediaman H. Pahmi Lubis. “Acara hari ini adalah personal sebetulnya. Saya dengan masyarakat Kecamatan Pakantan membayar nazar,” sebut Atika di sela-sela acara penyantunan anak yatim. Lisda orang tua dari anak yatim […]

  • Peresmian Transaksi Uang Kartal Antar Bank Perdana di Indonesia

    Peresmian Transaksi Uang Kartal Antar Bank Perdana di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Peresmian Transaksi Uang Kartal Antar Bank Perdana di Indonesia oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas di Medan tanggal 9 Februari 2012. (MO)

  • Keluarga Gus Dur sedih dengar pernyataan Sutan

    Keluarga Gus Dur sedih dengar pernyataan Sutan

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Meski anggota DPR RI dari FPD Sutan Bhatoegana dan Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum telah meminta maaf kepada keluarga almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), namun putri Gus Dur Zannuba Arifah Chafshoh atau Yenny Wahid merasa prihatin dengan pernyataan politisi Demokrat tersebut. Pasalnya, sebagai anggota dewan Sutan ternyata tidak tahu fakta […]

  • Panen Serentak Buat Harga Gabah di Madina Turun 

    Panen Serentak Buat Harga Gabah di Madina Turun 

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Panen serentak menjadi penyebab harga gabah di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) turun. Sejumlah pengusaha penggilingan padi mengku, turunnya harga bahkan mencapai 1000 rupiah. “Sebelum panen harganya itu Rp. 6300 perkilonya. Bahkan pernah berada di harga Rp. 7200 perkilonya, jadi bisa dikatakan turun hingga Rp. 1000.” Kata Ardi pengusaha penggilingan […]

  • Utang Produktif ala LBP dalam Perspektif Islam

    Utang Produktif ala LBP dalam Perspektif Islam

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengakui utang Indonesia mencapai Rp 7.000 triliun. Meskipun begitu, Luhut menegaskan utang tersebut merupakan utang produktif. “Kalau ada yang bilang utang Rp 7.000 triliun, benar tapi utang produktif. Seperti jalan tol ini (Tol Serang-Panimbang) akan dikembalikan sendiri,” […]

expand_less