Senin, 5 Okt 2026
light_mode

Cinta Rakyat kepada Indonesia: Jangan Biarkan Bertepuk Sebelah Tangan

  • account_circle Dina Syarifah Nasution
  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Dina Syarifah Nasution, M.Pd
Dosen STAIN Madina / Pegiat di GEREP INSTITUTE

 

Di tengah berbagai keterbatasan hidup, ada pemandangan yang sesungguhnya sangat mengharukan setiap kali Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tiba. Para orang tua rela mengeluarkan uang untuk membiayai anak-anak mereka mengikuti berbagai kegiatan perayaan kemerdekaan. Ada yang membeli pakaian, perlengkapan lomba, makanan, hingga berbagai kebutuhan lainnya.

Mungkin hari ini kantong mereka berkurang. Bahkan, bisa jadi besok belum tentu masih ada banyak uang yang tersisa. Namun mereka tetap tersenyum dan berkata, “tidak apa-apa, yang penting anak-anak senang merayakan kemerdekaan.”

Di balik kesederhanaan itu ada keyakinan yang begitu besar: rezeki tidak hanya datang dari apa yang ada di tangan, tetapi dari kekuasaan Allah SWT.

Bukankah kemerdekaan Indonesia sendiri adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh perjuangan dan pengorbanan? Pada akhirnya, bangsa ini berdiri sebagai negara merdeka atas perjuangan para pahlawan dan atas kehendak serta kuasa Allah SWT. Karena itu, cinta kepada Indonesia bagi rakyat kecil bukan sekadar kata-kata. Mereka membuktikannya dengan pengorbanan, meskipun dalam kesederhanaan.

Rakyat rela berkorban untuk negeri ini. Mereka bekerja, membayar pajak, mendidik anak-anak, menjaga lingkungan, mengikuti upacara, memasang bendera, dan merayakan kemerdekaan dengan kemampuan yang mereka miliki.

Maka sudah sepatutnya cinta rakyat itu dibalas dengan cinta dari para pemimpin dan para pelayan masyarakat.

Para pejabat negara, pemimpin daerah, dan seluruh penyelenggara pemerintahan hendaknya menyadari bahwa jabatan bukanlah kesempatan untuk memperkaya diri, melainkan amanah untuk mengabdi. Bangunlah Indonesia dengan kejujuran. Jauhkan negeri ini dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Jangan biarkan kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan rakyat.

Rakyat kecil mungkin tidak memiliki kekuasaan besar. Mereka mungkin tidak memiliki akses ke ruang-ruang pengambilan keputusan. Tetapi merekalah yang terus menjaga api kecintaan kepada Indonesia tetap menyala.

Jangan biarkan cinta rakyat kepada bangsanya menjadi cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Ketika rakyat rela mengeluarkan uang terakhir yang mereka miliki demi membuat anak-anak mereka merasakan kebahagiaan dalam merayakan kemerdekaan, maka negara juga harus hadir memberikan rasa aman, keadilan, kesejahteraan, pendidikan yang baik, serta masa depan yang lebih cerah bagi mereka.

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga harus berarti bebas dari ketidakadilan, bebas dari keserakahan, bebas dari korupsi, dan bebas dari segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

Mari kita jadikan peringatan kemerdekaan tahun ini sebagai momentum untuk kembali bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kita benar-benar mencintai Indonesia dengan cara yang nyata?

Untuk rakyat, teruslah mencintai negeri ini dengan ketulusan.

Untuk para pemimpin, balaslah cinta itu dengan pengabdian.

Untuk para pejabat dan pelayan masyarakat, jagalah amanah dengan kejujuran.

Dan untuk kita semua, mari terus percaya bahwa Indonesia yang lebih baik bukanlah sesuatu yang mustahil selama kita mau bekerja, berjuang, dan menjaga negeri ini bersama-sama.

Jayalah negeriku. Jayalah Indonesiaku.

Negeri indah tempat matahari terbit setiap harinya. Negeri yang kaya akan budaya, alam, dan manusia-manusia yang mencintainya dengan segenap hati.

Dirgahayu Republik Indonesia.
Merdeka!

  • Penulis: Dina Syarifah Nasution
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • FPI juga protes istilah ‘sapi berjanggut’

    FPI juga protes istilah ‘sapi berjanggut’

    • calendar_month Senin, 4 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Front Pembela Islam (FPI) angkat bicara soal istilah Sapi Berjanggut yang digunakan untuk mengaitkan kasus dugaan suap dalam impor daging sapi. Ketua FPI DKI Jakarta Habib Salim Umar Al Attas alias Habib Selon menilai istilah tersebut tidak tepat. Janggut merupakan syariat Islam yang tidak boleh dilecehkan. “Istilah daging terlalu melecehkan umat Islam, […]

  • Himbauan polres madina

    Himbauan polres madina

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Meskipun Polres Mandailing Natal melakukan berbagai macam himbauan terhadap masyarakat akan larangan terhadap pembukaan tambang dilokasi TNBG namun, aktifitas warga melakukan aktifitas tambang emas rakyat semakin hari semakin menjamur. (MOL)

  • Tambang Emas Longsor, 12 Ibu Rumah Tangga Tewas

    Tambang Emas Longsor, 12 Ibu Rumah Tangga Tewas

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Setidaknya 12 orang perempuan tewas tertimpa longsor bekas tambang emas ilegal di Desa Banjar Limabung, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Kamis (28/4/2022). Selain itu, 2 orang dinyatakan selamat yang kini masih dirawat di puskesmas terdekat. Semuanya adalah ibu rumah tangga. Mereka sedang mencari emas di lokasi itu saat longosor […]

  • Otak Pembakar Hutan Masih Disidik

    Otak Pembakar Hutan Masih Disidik

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Polri masih mendalami otak pelaku di balik kebakaran hutan di Riau yang mengakibatkan bencana asap. Saat ini, Polri telah menetapkan 24 tersangka dari 17 laporan (LP) yang masuk. “Polda Riau masih mencari pelaku yang menyuruh melakukan pembakaran. Pendalaman hasil pemeriksaan dilakukan untuk memperkuat penyidikan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Ronny F […]

  • Konflik Lahan Warga Tapus Vs PT.M3 Ditangani Poldasu

    Konflik Lahan Warga Tapus Vs PT.M3 Ditangani Poldasu

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Konflik antara warga Kelurahan Tapus,  Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal (Madina) versus PT. Madina Madani Mining (M3) soal klaim lahan di kelurahan itu mulai ditangani Polda Sumut. Lahan itu seluas 4 hektar berada di sisi timur Kelurahan Tapus. Menurut warga, lahan itu merupakan tanah adat dan memiliki sertifikat yang […]

  • KPU Sumut Tetapkan Edi-Ijek Pemenang Pilgubsu

    KPU Sumut Tetapkan Edi-Ijek Pemenang Pilgubsu

    • calendar_month Senin, 9 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) :  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut menetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Sumut 2018. Pasangan nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah, memperoleh suara terbanyak. Pleno rekapitulasi penghitungan suara dari 33 kabupaten/kota itu berlangsung di Hotel Le Polonia, Jalan Sudirman, Medan, Minggu (8/7). Penghitungan berlangsung sejak pagi hingga tengah malam. Hasil akhir […]

expand_less