Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Kapolda Sumut dikritik tajam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
  • print Cetak


MEDAN –
Belum genap 3 bulan Inspektur Jenderal Wisjnu Amat Sastro menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, namun sudah mendapat kritikan tajam dari aktivis kemasyarakatan. Bahkan, Wisjnu Amat Sastro disebut sebagai Kapolda terburuk.

Salah satu kasus yang dicontohkan, tindakan aparat Ditreskrim Poldasu yang dilaporkan melakukan pengepungan kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan kemarin dengan dalih menangkap buronan Polres Madina (Mandailing Natal).

Namun ketika Waspada Online menemui tim kepolisian yang berada lokasi kantor LBH Medan, mereka hanya memantau bukan mengepung. “Silahkan saja lihat apa adanya. Kami memang ada untuk memantau, tapi tidak ada pengepungan, apalagi katanya kami pakai senjata,” jelas salah satu anggota polisi.

Menurut Koalisi Aliansi Untuk Keadilan yang terdiri dari 13 ormas LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) melalui jurubicara, Muchrizal Syahputra, pengepungan kantor itu merupakan sebagai tindakan buruk dalam menangani konflik sosial. “Kami menilai Kapolda Wisjnu adalah kapolda yang terburuk yang pernah kami lihat dalam menangani situasi konflik sosial yang terjadi di Sumatera Utara,” ujar Muchrizal, tadi malam.

Menurutnya, tindakan pengepungan yang dipimpin Satuan Tipidum Ditreskrim Poldasu yang dipimpin AKBP Rudi Rifani mirip tindakan orde baru, dengan mengadopsi gaya militerisme dalam tubuh kepolisian. Koalisi LSM tersebut juga menuding Kapoldasu pasang badan dalam membela kepentingan PT Sorik Mas Mining (SMM).

Sebelumnya, aparat Satuan Tipidum Ditreskrim Poldasu mengepung Kantor LBH Medan, kemarin, dan berusaha menangkap dua orang warga Kecamatan Siabu, Madina yakni Sholat Boru Batubara dan Amdani Lubis yang pada Rabu (1/6) yang berdali meminta perlindungan hukum ke LBH Medan.

Polisi berdalih penangkapan kedua warga Siabu tersebut berdasarkan surat perintah penangkapan Polres Madina. Keduanya diduga terlibat dalam aksi rusuh dalam aksi demo di kantor dan perusakan base camp PT SMM (Sorik Mining Mas) di Siabu Madina, Minggu (29/5) lalu yang berakhir bentrok dengan aparat Brimob dari Kompi C Tapsel. Dalam peristiwa tersebut, seorang warga terkena luka tembakan, puluhan terluka termasuk Kapolsek Siabu.

Padahal, menurut Muchrizal, Sholat yang menjadi korban penembakan oknum Brimob dan Amdani adalah masyarakat yang ingin mengeluarkan aspirasinya kepada perusahaan yang telah mencemari air bersih di desa mereka. Dugaan warga kecamatan Siabu membawa kayu dalam aksi tersebut, diluruskan Muchrizal, kayu tersebut digunakan untuk mendaki gunung sebagai alat pegangan di tempat yang landai.

Selanjutnya, dari keterangan masyarakat yang diperoleh aksi tersebut dipicu karena penembakan terlebih dahulu oleh pihak kepolisian saat aksi demo. Ke-13 LSM yang terdiri dari LBH Medan, Walhi Sumut, Kontras Sumut, Bitra Indonesia, AJI Medan, Dewan Buruh Sumatera Utara (DBSU), OKR Madina, Pusaka Indonesia, Teplok, Ikohi, Jatam, YLBHI dan Elsam sangat menyayangkan tindakan arogansi kepolisian.

Dengan tidak diberinya kesempatan korban penembakan untuk melakukan upaya hukum melaporkan perbuatan oknum kepolisian. Aliansi untuk Keadilan juga mempertanyakan Polisi yang melakukan penembakan sudah diproses atau belum. “Aneh sekali korban dalam hal ini dijadikan tersangka,” ujarnya.

Kritikan serupa juga datang dari Institute of Security and Defense Studies (InsideS) atau Lembaga Studi Pertahanan dan Keamanan. Menurut Direktur Eksekutif InsideS, Fadhli Sudiro, kepada Waspada Online, tadi malam, tindakan pengepungan yang dilakukan polisi itu mengundang tanggapan miring dari elemen di Sumut.

Irjen Wisjnu dinilai tidak layak memimpin Polda Sumut karena kebijakannya tidak mencerminkan tujuan dari reformasi Polri menuju kepolisian sipil dan demokratis. “Sehingga lebih layak kalau Kapolda Sumut dicopot dari jabatannya karena tidak mampu memberi rasa aman dan melindungi kepentingan masyarakat Sumut secara equal,” ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Waspada Online, Avian Tumengkol, yang sempat berada di lokasi, membenarkan bahwa pihak kepolisian menurunkan tim ke kantor hukum itu. Namun Avian tidak melihat kondisi di lokasi itu mengkhawatirkan. “Istilah pengepungan saya kira kurang tepat karena memang tidka ada. Tapi memang cukup banyak anggota polisi di sekitar kantor itu,” jelasnya.
Sumber : Waspadaonline

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iskandar Hasibuan Maju di Pemilu 2024 Calon DPRD Sumut

    Iskandar Hasibuan Maju di Pemilu 2024 Calon DPRD Sumut

    • calendar_month Minggu, 2 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Iskandar Hasibuan menyatakan maju sebagai bakal calon anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) di Pemilu 2024. “Sebagai upaya mengabdikan diri untuk kemaslahatan orang banyak,” kata Iskandar Hasibuan kepada wartawan di Panyabungan, Jumat (30/9/2022). Wilayah pemilihannya adalah Daerah Pemilihan 7 kawasanTabagsel meliputi Tapsel, Madina, Palas, Paluta, Padangsidimpuan. Partai politik yang menjadi kederaannya […]

  • Ijeck Maju Pilgub, Ketua AMPG Madina: Keputusan Tepat

    Ijeck Maju Pilgub, Ketua AMPG Madina: Keputusan Tepat

    • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keputusan Ketua DPD Golkar Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah untuk maju sebagai calon gubernur pada Pilkada 2024 dipandang sebagai keputusan yang tepat. Pandangan itu disampaikan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sobir Lubis. “Kesiapan Pak Ijeck (sapaan akrab Musa Rajekshah-red) untuk maju Pilgub adalah keputusan tepat,” katanya […]

  • Danrem 023/KS Sebut Idealnya Satu Kecamatan Satu Koramil

    Danrem 023/KS Sebut Idealnya Satu Kecamatan Satu Koramil

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MALINTANG ( Mandailing Online) – satu Koramil masih banyak menanungi 2 hingga 3 Kecamatan. Idealnya satu Kecamatan satu Koramil, minimal 2 Kecamatan 1 Koramil. Hal ini dikatakan Danrem 023 Kawal Samudra Kolenel. Inf Lukman Hakim saat Peresmian Pos Rayon Militer Kecamatan Bukit Malintang Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Kamis (6/7/2023). Untuk itu, ia berharap sinergitas TNI dan […]

  • Ketua KPU Madina Laporkan Uang Hadiah Pernikahannya ke KPK

    Ketua KPU Madina Laporkan Uang Hadiah Pernikahannya ke KPK

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Banyak menerima hadiah uang dan barang di pesta pernikahannya, Ketua KPU Madina Agussalam Nasution bukannya memanfaatkannya memperkaya diri. Malah membawa uang itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bah fuang !!!. Hadiah berupa uang dan barang itu ia peroleh dari para tamu termasuk sejumlah ketua partai dan caleg ketika pesta pernikahannya di […]

  • Harga Udang Masih Tinggi

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN.(Mandailing Online) – Harga udang di Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Madina masih tinggi dalam dua bulan terakhir. Tingginya harga ini dipicu minimnya tangkapan nelayan akibat musim hujan, terang bulan. Selain itu, para nelayan sering enggan melaut khawatir adanya badai. Sementara permintaan masyarakat terhadap udang tetap tinggi. Pantauan harga di Pasar Baru Panyabungan, Selasa (28/5/2013), udang […]

  • Fraksi PHN Cuatkan Banyak Poin di Paripurna LPJ

    Fraksi PHN Cuatkan Banyak Poin di Paripurna LPJ

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) disarankan menyelesaikan status akses jalan ke lokasi tempat pembuangan akhir sampah di Desa Batang Gadis. Sebab, status jalan masih milik individu, atau belum milik pemerintah sehingga kerap terjadi komplain dari pemilik tanah kepada para supir truk pengangkut sampah. Saran itu disampaikan Fraksi Persatuan Hati Nurani DPRD Madina […]

expand_less