Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode

TNBG Dinilai Kecolongan Terkait Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Aek Nabontar

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

Alat berat milik pelaku tambang emas ilegal leluasa dikawasan TNBG Madina ( ist )

MADINA (Mandailing Online) –Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) dinilai kecolongan besar. Bagaimana tidak, kawasan hutan konservasi yang menjadi tanggung jawabnya justru dengan mudahnya dimasuki dan dikeruk oleh pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dari luar daerah.

Fakta di lapangan menunjukkan, pelaku PETI asal Jorong Panggambiran, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, leluasa mengoperasikan alat berat jenis excavator di wilayah Aek Nabontar, yang masih masuk dalam kawasan hutan TNBG.

Padahal, Balai TNBG dibiayai negara miliaran rupiah dari APBN setiap tahunnya untuk tugas pengawasan dan penjagaan. Namun dengan mudahnya alat berat bisa masuk, beroperasi siang malam, tanpa terdeteksi hingga viral dikeluhkan masyarakat.

Sumber masyarakat menyebut, para pelaku memanfaatkan jalur perbatasan Madina – Pasbar yang minim pengawasan. Excavator digeser perlahan melalui jalur tikus di hutan, lalu langsung bekerja mengeruk tanah dan aliran sungai di dalam kawasan TNBG.

“Kalau pengawasan TNBG ketat, tidak mungkin 2 excavator bisa masuk dan sudah beroperasi, ditambah 1 lagi mau menyusul. Ini jelas kecolongan. Mereka seperti tidak punya mata dan telinga di lapangan,” tegas M.Nuh pemerhati lingkungan Madina, Sabtu (24/10/2026).

Kecolongan ini menjadi ironi. Di satu sisi, Kepala Balai TNBG melalui KTU-nya Herbet Aritonang pada Jumat (23/10/2026) menegaskan tidak pernah memberi izin alat berat masuk.

“Kami tidak pernah memberikan izin untuk memasukkan alat berat ke kawasan hutan TNBG,” tegasnya seperti dikutip dari kriminalgroup.com

Namun di sisi lain, alat berat itu sudah terlanjur berada di dalam kawasan dan merusak hutan.

Dikatan Nuh, sistem patroli dan pengawasan Balai TNBG. Dengan sokongan anggaran anggaran  APBN 2026, seharusnya ada patroli rutin, pos jaga di perbatasan, hingga penggunaan drone dan pelaporan masyarakat yang aktif.

“Jika pelaku dari Pasaman Barat saja bisa dengan mudah masuk, bagaimana dengan potensi perusakan lain. Apakah Balai TNBG hanya bekerja di atas kertas dan di dalam kantor di Panyabungan, sementara hutan seluas puluhan ribu hektar dibiarkan tanpa penjagaan,” kata Nuh

Kecolongan ini kat M.Nuh harus menjadi evaluasi keras bagi Kementerian Kehutanan RI. Jangan sampai Taman Nasional Batang Gadis yang menjadi paru-paru dunia dan rumah bagi Harimau Sumatera itu, mati pelan-pelan karena dibiarkan dijarah.

Jika dalam 1×24 jam excavator itu tidak dikeluarkan dan pelaku tidak ditindak, maka patut diduga ada pembiaran yang disengaja.(nap)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Sergai Terima 350 CPNS

    Pemkab Sergai Terima 350 CPNS

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai menerima 350 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang terdiri dari 130 tenaga guru, 95 tenaga kesehatan dan 125 tenaga teknis. Demikian Kepala BKD Pemkab Sergai Drs H Ahmad Zaki MAP melalui Plt.Kabag Humasy Sergai Drs Rachmad Karo-Karo kepada wartawan, Senin (15/11) di ruang kerjanya. Jumlah tenaga guru yang diterima meliputi guru […]

  • Djoko Susilo Penuhi Panggilan Bareskrim Polri

    Djoko Susilo Penuhi Panggilan Bareskrim Polri

    • calendar_month Jumat, 24 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- (MO), Mantan Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Irjen Pol Djoko Susilo akhirnya pada Jumat (24/8) pagi memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Jenderal bintang dua itu hadir sebagai saksi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan uji simulator di Korlantas Mabes Polri. Djoko yang mengenakan safari abu-abu itu tiba di Gedung […]

  • ANGGOTA KPU MADINA BUDI ARYANSAH MENINGGAL DUNIA

    ANGGOTA KPU MADINA BUDI ARYANSAH MENINGGAL DUNIA

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Panyabungan, Anggota KPU Mandailing Natal, Divisi Logistik, SDM dan Perencanaan Anggaran, Budi Aryansah, S.T meninggal dunia di Rumah Sakit Umum (RSU) Achmad Muchtar Bukit Tinggi, Selasa (17/3). Berdasarkan informasi yang diperoleh kpumadina.com dari salah seorang keluarga almurham, Budi Aryansah mengehembuskan nafas terakhirnya pada sekitar pukul 22.10 WIB. Kemudian jenazah Almarhum dibawa ke kampung halamannya di […]

  • Ratusan Proyek 2016 Berpotensi Langgar Perpres No. 70 Tahun 2012

    Ratusan Proyek 2016 Berpotensi Langgar Perpres No. 70 Tahun 2012

    • calendar_month Sabtu, 7 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Aliansi Rakyat Peduli Madina (ARPM) menemukan ratusan proyek APBD Tahun 2016 di Mandailing Natal tidak jelas nama paket atau lokasi pekerjaannya. “Nilai pekerjaannya hampir Rp50 miliar,” kata Kholik Lubis, Litbang ARPM yang dilansir di akun facebook ARPM, Sabtu (7/5/2016). Sesuai Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012, proyek tersebut tidak cacat hukum […]

  • Komersialisasi Kursi Perguruan Tinggi, Bukti Pendidikan Berwajah Kapitalistik?

    Komersialisasi Kursi Perguruan Tinggi, Bukti Pendidikan Berwajah Kapitalistik?

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan lslam Perguruan Tinggi kini tengah dihebohkan dengan kasus Rektor Unila, Profesor Karomani. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Profesor Karomani dengan kasus dugaan suap dari jalur penerimaan mahasiswa baru. Tarif yang dipatok tidak main-main. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan nominal uang disekapati bervariasi. Kisaran minimal 100 juta hingga 350 […]

  • Jompo Sakit-Sakitan Tapi Tak Dapat Bansos Covid-19

    Jompo Sakit-Sakitan Tapi Tak Dapat Bansos Covid-19

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jompo, miskin, sakit sakitan, tak bisa kerja, makan pun harus dibantu jiran, tapi tak memperoleh bantuan sembako di era Covid-19. Itu yang dialami nenek Rohana umur 64 tahun. Suaminya Sahroni umur 65 tahun. Warga Desa Hutabaringin, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, Sumut. Nenek ini sudah 6 bulan sakit sakitan. Suaminya juga sudah lama sakit sakitan. Selama […]

expand_less