Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

Bupati Madina Didesak Tuntaskan Defisit Rp43 Miliar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Puluhan pengunjukrasa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Mandailing Natal (AMP2 Madina) berunjuk rasa ke Kantor Bupati dan DPRD Madina, Selasa (05/07/2011). Massa menuntut Bupati Hidayat Batubara dan Wakil Bupati Dahlan Hasan Nasution merealisasikan janji politik pada saat kampanye yakni pendidikan gratis, kesehatan gratis dan pembukaan lapangan kerja baru.

“Seperti pendidikan gratis, apakah pendidikan gratis itu hanya berlaku untuk PAUD, SD dan SMP? Kemudian kesehatan gratis apakah hanya untuk warga yang memiliki Askes, Jamkesmas dan imunisasi? Seperti itu juga pembukaan lapangan kerja baru, kami ingin tahu penjabarannya. Karena kalau hanya seperti yang kami sebutkan itu, adalah program nasional yang telah lama dijalankan seluruh daerah di nusantara,” sebut Koordinator Aksi Fauzan Helmi Rangkuti di depan Kantor Bupati Madina dengan pengawalan puluhan personil Satpol PP dan Polres Madina.

Dalam orasinya, Fauzan juga meminta Bupati dan Wakil Bupati yang baru untuk memprioritaskan penyelesaian permasalahan di Madina. ”Yaitu menyelesaikan defisit APBD Madina TA 2010 yang diduga jumlahnya kurang lebih Rp43 miliar tanpa ada kejelasana selama ini. Kemudian kami juga meminta Hidayat-Dahlan menyelesaikan permasalahan PT Sorikmas Mining dengan masyarakat Madina yang membuat malapetaka dan hal ini merupakan program utama sesuai dengan arahan Plt Gubernur Sumut saat pelantikan,” sebutnya lagi.

Fauzan didampingi Koordinator Aksi Hilal Nasution dan Koordinator Lapangan Akhir Lubis lebih lanjut mengatakan, Bupati dan Wakil Bupati juga harus menyelesaikan masalah izin lokasi perkebunan yang tumpang tindih dan perusahaan perkebunan yang tidak mengeluarkan CSR serta plasma bagi masyarakat sesuai amanat undang-undang.

”Kemudian menyelesaikan permasalahan pembangunan infrastruktur yang banyak mengalami kejanggalan mulai dari tahapan pelelangan sampai kepada pelaksanaan. Bupati Madina juga harus konsisten memberantas permasalahan menjamurnya prostitusi di Madina sebagai serambih Makkahnya Sumatera Utara, lalu menyelesaikan permasalahan pengangkatan Sekdes menjadi PNS yang tidak sesuai dengan PP Nomor 45 Tahun 2007. Dalam hal ini Sayuti Lubis mantan Inspektur yang saat ini menjabat sebagai Asisten III harus bertanggung jawab secara hukum dan apabila problematika di atas tidak dapat diselesaikan dalam limit waktu 100 hari, maka kami menganggap Hidayat-Dahlan gagal memimpin Madina,” teriak pendemo.

Sekitar setengah jam berorasi, tuntutan massa AMP2 Madina ditanggapi Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Drs M Syafei Lubis. Dihadapan massa, Syafei menyebutkan semua tuntutan AMP2 Madina akan dibahas dengan Bupati dan Wakil Bupati mengingat kedua pimpinan Madina itu tak berada di tempat. ”Kami berterima kasih karena telah diingatkan, ini merupakan dukungan bagi pembangunan Madina ke arah yang lebih baik lagi. Tetapi perlu saya ingatkan bahwa semuanya ada proses dan tak bisa berjalan secara spontanitas. Kami juga memiliki keterbatasan,” tegas Syafei.

Dalam kasi kali ini, AMP2 Madina juga menuding pergantian atau pemberhentian Plt Sekdakab Madina cacat hukum dan tidak sesuai amanah UU Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Sebab pada Pasal 122 Ayat 3 disebutkan, Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota diangkat dan diberhentikan oleh Gubernur atas usul Bupati/Walikota.

”Sedangkan Plt Sekdakab Madina Gozali SH diangkat oleh Gubernur Sumut dengan surat Nomor: 800/906/2010 tertanggal 23 Maret 2010 yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Sumut Syamsul Arifin, sementara pemberhentian Plt Sekdakab ditandatangani Bupati Madina, itu pun pada hari yang sama dengan pelantikannya. Atas dasar itulah kami menganggap surat pemberhentian dan pergantian Nomor 800/980/BKD/2011 yang ditandatangani Hidayat Batubara cacat hukum,” tegas Koordinator Aksi Fauzan Helmi Rangkuti.

Usai menyampaikan aspirasi di depan Kantor Bupati, massa AMP2 Madina juga mendatangi Kantor DPRD Madina. Tuntutan yang sama juga disampaikan ke DPRD Madina. Kedatangan massa disambut sejumlah anggota DPRD Madina yakni Jakfar Rangkuti, Iskandar Hasibuan, Arsidin, H Martua, H Sabirin Rangkuti dan Bahri Efendi.

“Kami sangat mendukung niat dan keinginan adik-adik mahasiswa yang peduli dengan Madina. Ini akan memperkuat kami untuk mengawal pemerintahan Madina di bawah kepemimpinan Hidayat-Dahlan,” kata Jakfar mewakili pimpinan DPRD. (BS-026)
Sumber : Beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oji Atas Bertekad Perjuangkan Saparuddin Haji

    Oji Atas Bertekad Perjuangkan Saparuddin Haji

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tidak lama lagi, 9 Desember 2015 akan tiba. Masyarakat yang sudah memiliki hak untuk memilih, dapat menggunakan hak pilihnya untuk memberikan percayakan Paslon yang benar-benar memiliki jiwa pemimpin dan bertanggung jawab, agar Mandailing Natal lebih baik. Ketiga Paslon (Pasangan Calon) Bupati dan Wakil Bupati dari putra terbaik Mandailing Natal itu dapat […]

  • Kebakaran Perkebunan Terus Meluas, 25 Rumah Penduduk Terbakar

    Kebakaran Perkebunan Terus Meluas, 25 Rumah Penduduk Terbakar

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Kebakaran hutan dan perkebunan di wilayah Pantai Barat, Mandailing Natal (Madina) kian meluas. Hingga Selasa (18/2/2014) gerakan api tdak saja di areal perkebunan, tetapi sudah merembet ke pemukiman penduduk. Berdasar data Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Madina, sekitar 25 rumah warga di SP I dan SP II di Kecamatan […]

  • Prisia Nasution Petik Pelajaran dari Orang Rimba

    Prisia Nasution Petik Pelajaran dari Orang Rimba

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Dua Minggu berada di dalam pedalaman Hutan Bukit Duabelas, Jambi membuat Prisia Nasution memetik banyak pelajaran dari penghuni Hutan tersebut. Dirinya menilai terjadi ironi kehidupan di kota besar yang sangat klise. Menurut Phia, begitu ia disapa, Orang Rimba selalu menjalani hidup dengan bahagia meski dalam kondisi yang kurang memadai. Sedangkan di kota, orang-orang masih saja […]

  • Bupati Madina Raih Penghargaan Tokoh Peduli Anak

    Bupati Madina Raih Penghargaan Tokoh Peduli Anak

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menerima penghargaan Tokoh Peduli Anak dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) di Hotel Madani, Medan, Sumatera Utara, Kamis (8/9). Kegiatan Open Ceremony Forum Nasional Perlindungan Anak ke- V ini dihadiri Ketua Umum Komnas PA Republik Indonesia, Arist Merdeka Sirait, Menteri Pemberdayaan Perempuan […]

  • Pengumuman turmamen Mobile Legends Bupati Cup 1 beredar di Facebook

    Pengumuman turmamen Mobile Legends Bupati Cup 1 beredar di Facebook

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Pengumuman rencana pelaksanaan turmamen Mobile Legends Bang Bang akan dilangsungkan di Mandailing Natal melalui Bupati Cup 1 beredar di Facebook. Turnamen ini berlangsung secara elektronik sport (e-sport). Mobile Legends merupakan aplikasi permainan daring  (game online) berbasis digital yang bisa dimainkan melalui ponsel android dan IOS. Mobile Legends Bang Bang adalah sebuah permainan […]

  • Wilayah Jakarta dan Sekitarnya Masih Dikepung Banjir

    Wilayah Jakarta dan Sekitarnya Masih Dikepung Banjir

    • calendar_month Minggu, 20 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    15 Orang Meninggal Jakarta, (MO) – Sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya, Sabtu, masih digenangi air di antaranya di kawasan Pluit yang mencapai ketinggian dua meter. Banjir yang parah terjadi di belakang Pluit Village, Jakarta Utara, semakin parah dengan kedalaman hampir dua meter. Kawasan Pluit lainnya yang kebanjiran tersebut seperti Bandengan dan Teluk Gong. Bahkan, […]

expand_less