Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Kajati Sumut ancam Waspada Online

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
  • print Cetak

MEDAN –
Penanganan kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa Tapanuli Selatan (TPAPD Tapsel), yang menjadikan Walikota Medan, Rahudman Harahap sebagai tersangka, mengundang keraguan publik. Meski Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah menetapkan Rahudman sebagai tersangka, penuntasan kasus ini terkesan sengaja dibiarkan.

Ketidakjelasan dan lambannya proses ini karena pihak Kejati Sumut disebut-sebut telah menerima aliran dana dari Rahudman untuk mengamankan kasus ini dari proses hukum. Waspada Online menanyakan kebenaran hal ini kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), AK Basuni. Namun pertanyaan itu mendapat reaksi tidak menyenangkan dari Basuni yang membentak dan mengancam Waspada Online. Kejadian ini terjadi di ruang kerja Kajati Sumut, Selasa (5/7) kemarin.

Tidak hanya Basuni membentak Waspada Online, tapi para stafnya juga melakukan agresi fisik dan memaksa untuk menghapus rekaman wawancara tersebut.

“Siapa bilang?” teriak Basuni dengan nada tinggi kepada Waspada Online.

Asisten Intel (Asintel) Kejati Sumut, Andar Perdana Widiastono, langsung bereaksi dan mempertanyakan media mana yang memberitakan dugaan Kejati Sumut telah melakukan negosiasi dengan Rahudman agar kasus ini ‘aman’.. “Media mana? Mana, mana, tulisannya mana? Waspada Online?” bentak Andar, yang disambut dengan situasi tegang karena para staf Kajati Sumut ramai-ramai mendekati Waspada Online.

Aksi itu pun langsung disambut keluhan Basuni. “Lho jangan kamu asumsi begitu dong, saya ndak mau kamu ini. Ini Asintel, ini tamu saya, saya gak mau lah. Saya transparan kerja!” teriaknya lagi.

“Saya orang Banten, jangan kamu ini, bikin saya marah. Ya! Saya nggak pernah macam-macam kok di sini! Saya baru dua bulan, belum saya bertindak di sini. Baru saya perbaiki di sini, saya masih, ini kan tunggakan-tunggakan yang lama saja masih banyak. Kamu membuat saya marah. Jangan begitu la! Saya bukan,” bentak Basuni lagi kepada Waspada Online.

Dengan tiba-tiba, seorang staf Kajati Sumut melakukan agresi fisik terhadap wartawan Waspada Online dengan merampas tangan wartawan dan memaksa untuk mendapatkan ponsel yang merekam percakapan itu. Ajudan Kajati Sumut, Irwanto, mengambil ponsel itu dan langsung mematikan rekaman ponsel itu. Ketika diminta untuk dihapus hasil rekamannya, Waspada Online menolak.

Disaat yang bersamaan, Asintel Kajati Sumut membawakan sebuah alat telekomunikasi dan menyuruh Waspada Online menunjukkan berita yang mempertanyakan kinerja Kejati Sumut, bahkan berita yang menduga pihak Kejati Sumut menerima aliran dana dari kasus Rahudman. Ketika berita-berita itu ditunjukkan ke Kajati Sumut, dia langsung membantah keras.

Bantahan itu menghasilan argumentasi yang cukup tegang, suasana mulai gaduh sehingga beberapa staf Kajati masuk ruangan untuk langsung siaga. Humas Kajati Sumut, Edi Irsan Tarigan, didampingi sekelompok staf tampak berjaga-jaga dalam ruangan Kajati Sumut.

“Tolong, ya eh, wawancara dengan bapak dihapus dulu ya dek, dek. Dihapus dulu semua tadi,” perintah Asintel Kejati Sumut kepada Waspada Online, dengan nada keras dan mengancam. Waspada Online membalas, “Oh gak bisa dong pak!”

Asintel Kejati Sumut, Andar Perdana Widiastono, menjawab lagi dengan bentakan yang lebih keras. “Kenapa gak bisa? Udah kamu keluar aja deh. Gak bisa kamu,” bentak Asintel. “Udah Pak nanti saya anu,” ucap Andar kepada Kajati Sumut.

Namun ketika Waspada Online hendak keluar dari ruangan itu, Kajati Sumut menahan langkah Waspada Online dan memerintahkan untuk tetap duduk di ruangannya. “Enggak kamu ini dulu, disini! Belum selesai urusan saya dengan kamu! Kamu maksudnya apa? Kamu mau wawancara yang baik atau mau menjebak saya? Kamu mau ini apa judulnya wawancara dengan saya sekarang ini? Tadi waktu Asintel suruh menghapus (rekaman, red), apa maksudnya? Gak mau kamu?” tanya Basuni dengan bentakan keras.

“Itu yang berkembang itu bahwa saya hanya memalukan dong, saya datang kesini menerima uang dalam perkara kayak begitu. Jangankan, apa saya takut ke pejabat, nangani perkara? Track record saya tanya di sana. Jangankan walikota, gubernur saya kandangi. Jangan menganggap ragu ke saya, Dek. Apa saya istilahnya, mau memproses Rahudman, kalau proses awal kayak begitu, jadi ditimpahkan ke saya. Saya sudah berusaha maksimal untuk ekspose segala ke Kejagung, kok saya masih disalahkan? Kok adek masih menjebak-jebak saya kek gitu?” keluh Basuni.

Disaat bersamaan, ajudan Basuni, Irwanto, meminta kartu pers yang digunakan Waspada Online dengan alasan mau menyalin, namun wartawan Waspada Online menolak dengan keras.

Sebelum menghakhiri percakapan, Basuni mengancam Waspada Online. “Anda mau bersahabat tetap dengan saya silahkan. Kalau saya tersinggung tadi, anda me.. meralat oke. Kalau meralat ini saya selesai. Kalau masih dibawa masalahnya panjang. Silahkan!” kata Basuni dengan nada tinggi.

Ketika barjabat tangan, Basuni juga memberikan pernyataan. “Tolong dibaguskan kalau mau bersahabat,” tukasnya.

Menanggapi peristiwa ini, Asisten Redaktur Pelaksana Waspada Online, Harles Silitonga, menyesalkan sikap Kajati Sumut itu. “Tidak seharusnya pejabat seperti dia (Basuni) bersikap seperti itu. Wartawan kami bertanya dengan cara yang baik dan menjunjungtinggi KEJ (Kode Etik Jurnalistik), tapi wartawan kami langsung dimaki-maki. Belum lagi secara fisik bisa dikatakan telah melakukan agresi atau penyerangan. Diancam pulak,” tegas Harles, tadi malam.

Harles menegaskan, pihaknya sedang mempelajari peristiwa ini dan akan menindaklanjuti sesuai dengan hasil evaluasi redaksi dengan pimpinan. “Ini aksi yang tak betul. Kami akan pelajari dan bahkan ini sudah menjadi perhatian pemimpin redaksi kami. Kami tidak takut menindaklanjuti ancaman Basuni itu,” Harles menegaskan lagi.
Sumber : Waspada.co.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran di Pasar Lama Panyabungan

    Kebakaran di Pasar Lama Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah ruko saat ini tengah kebakaran di Pasar Lama, Panyabungan, Mandailing Natal. Kebakaran terjadi sekira pukul 18. 35 WIB, Rabu (27/11/2019). Warga di Pasar Lama memukul tiang tiang telefon memberi aba-aba terjadinya kebakaran bersamaan aliran listrik dipadamkan oleh PLN. Pantauan Mandailing Online, ruko yang terbakar berada di sebelah Pebri […]

  • DPRD Akan Panggil Paksa Jika PTPSU Tak Hadir

    DPRD Akan Panggil Paksa Jika PTPSU Tak Hadir

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ‎ PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi II DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sudah mengagendakan kembali rapat kerja dengan manajemen PT Perkebunan Sumatera Utara (PTPSU) pada Senin lusa (16/11). “Kita akan melakukan pemanggilan paksa, jika perusahaan milik pemerintah Provinsi Sumut itu tetap saja membandel dan tidak mau menghadiri panggilan kedua yang dilayangkan DPRD Madina,” kata Teguh […]

  • SI DUDU

    SI DUDU

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ompak poken i Pasar Kotanopan ari Sabtu, kehe mada Si Dudu marsadu tu sadu giot manabusi sipatu sikola ni anaknia Si Batu. I tonga dalan nida Si Dudu mada sada bayo na marlereng maroban indalu duruk tu duru-duru. Arani i bulus marlojong antong Si Dudu laos marsurak-surak: “Jooouuuu … adong bayo na manabu !” Alak […]

  • Cabup Harun Mustafa dan Kawan SMA ke Bawaslu Madina untuk Klarifikasi

    Cabup Harun Mustafa dan Kawan SMA ke Bawaslu Madina untuk Klarifikasi

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Calon Bupati (Cabup) nomor urut 1 Kabupaten Mandailing Natal (Madina), H Harun Mustafa Nasution memberikan klarifikasinya atas laporan terhadap dirinya yang dituding memberikan surat keterangan palsu. Dan diketahui tudingan ini didasari oleh penggunaan Ijazah SMA Negeri 1 Panyabungan yang digunakan Harun saat mendaftar ke KPU Madina mencalon Bupati Madina 2025-2030. […]

  • DCS Dapil 3 PAN Madina

    DCS Dapil 3 PAN Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 PAN Madina

  • Baru Lahir, Tanggung Utang Rp7,56 Juta

    Baru Lahir, Tanggung Utang Rp7,56 Juta

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KONDISI bangsa Indonesia sungguh memprihatinkan akibat utang luar negeri pemerintah yang mencapai Rp1.800 triliun. Dampaknya, setiap warga termasuk bayi yang baru dilahirkan di bumi Indonesia, sudah menanggung beban utang Rp7,56 juta. Diperkirakan beban utang bayi yang lahir pada tahuntahun mendatang akan jauh lebih besar dibanding sekarang. Pasalnya, utang yang ‘berbungabunga’ makin mencekik leher bangsa Indonesia […]

expand_less