Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Hancurkan Mafia Pendidikan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 21 Jul 2011
  • print Cetak


Korupsi Membuat Pendidikan Semakin Mahal dan Menurunkan Kesejahteraan Pegawai serta Pekerja Pendidikan
awan-kawan sekalian, satu-persatu kasus korupsi yang di lakukan oleh M.Nazaruddin mantan bendahara umum Partai Demokrat terungkap ke permukaan. Setelah kasus di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait dalam pembangunan Wisma Atlet untuk SEA Games di Sumatera Selatan, ternyata korupsi yang dilakukan nazarudin merembet pula ke kementerian pendidikan nasional (kemendiknas). Terjadi korupsi dalam proyek pengadaan prasarana dan revitalisasi peningkatan mutu pendidikan di Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan berbiaya Rp 142 miliar pada anggaran 2007.

Serta yang terbaru adalah terjadinya korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar rumah sakit pendidikan di Kementerian Kesehatan senilai hampir Rp 500 miliar. Dan yang terbaru korupsi menyangkut tender pengadaan barang di beberapa PTN (Perguruan Tinggi Negeri) di Indonesia dengan beberapa perusahaan M.Nazaruudin maupun koleganya. Disebutkan ada keterlibatan M.Nazaruddin untuk meloloskan sejumlah kucuran anggaran negara bagi beberapa proyek di badan usaha milik negara (BUMN) dan kampus-kampus negeri di Indonesia. seperti Universitas Sumatera Utara, Universitas Jambi, Universitas Udayana, Bali; Universitas Brawijaya; Universitas Malang, Universitas Airlangga, dan lain sebagainya.

Terungkapnya politik korupsi di kemendiknas yang menyebabkan Negara mengalami kerugian ratusan milyaran rupiah tersebut, tentunya sangat memprihatinkan sekali. Dunia pendidikan yang semestinya untuk membangun karakter dan mendidik generasi bangsa, ternyata di pemegang kebijakannya melakukan korupsi terhadap anggaran pendidikan. Politik korupsi tersebut telah menggerogoti anggaran subsidi pendidikan, yang semestinya di peruntukan untuk operasional pendidikan Indonesia. Dan semakin ironisnya, terkuaknya kasus korupsi di kemendiknas ini hampir bersamaan dengan terjadinya kasus kenaikan biaya pendidikan di berbagai PTN dan sekolah di Indonesia, tak terkecuali di Universitas kami, Universitas Airlangga.

Kawan-kawan sekalian, terjadinya korupsi di Kemendiknas ini menggambarkan bahwa dalam dunia pendidikan Indonesia ternyata terbangun sebuah Mafia Pendidikan, yang kerjanya hanya “menggerogoti” anggaran pendidikan untuk keuntungan pribadi. Sehingga tidak di pungkiri adanya mafia pendidikan inilah yang membuat pendidikan Indonesia hari ini semakin mahal dan tidak ramah terhadap rakyat miskin. Tidak hanya itu, politik korupsi ini juga berdampak pula terhadap menurunnya kesejahteraan para guru, dosen, pegawai maupun pekerja di suatu lembaga pendidikan.

Oleh karena itulah, dalam aksi ini kami dari Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga menyatakan sikap:

1. Hancurkan Mafia Pendidikan karena nyata telah menggerogoti anggaran pendidikan yang semestinya di peruntukan untuk pembiayaan operasional pendidikan.

2. Menuntut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut secara tuntas kasus korupsi di Kemendiknas, karena politik korupsi secara nyata telah menyebabkan pendidikan Indonesia semakin mahal dan menurunnya kesejahteraan pegawai serta pekerja pendidikan.

3. Menyerukan kepada masyarakat dan civitas akademika Universitas Airlangga untuk berpartisipasi dalam penggalangan petisi bersama dalam rangka melakukan desakan politik kepada KPK dan instansi terkait mengusut tuntas kasus korupsi di kemendiknas.

4. Bangun gerakan politik alternatif sebagai kontrol terhadap politik korupsi dan membersihkan dunia pendidikan Indonesia dari mafia pendidikan.

Demikian siaran pers aksi yang kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamannya kawan-kawan media, kami mengucapkan banyak terima kasih..

Sumber: FAM Unair

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskriminasi Akibat Islamphobia

    Diskriminasi Akibat Islamphobia

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ross A.R Aktivis Dakwah Medan Johor   Viral di jagad sosial media tentang pemberitaan seorang ustadz tanah air yaitu Ustadz Abdul Somad yang lebih sering di panggil UAS. Pasalnya UAS dan keluarga dicekal di Singapura pada saat akan berlibur. Dan yang lebih mirisnya lagi, menurut pemerintah Singapura itu dikarenakan UAS pernah berceramah terkait tentang […]

  • Revitalisasi Kebudayaan Mandailing (2-selesai)

    Revitalisasi Kebudayaan Mandailing (2-selesai)

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Mengenang Z Pengaduan Lubis) Pusat Revitalisasi Kebudayaan Mandailing Sebenarnya gagasan untuk mendirikan Pusat Revitalisasi Kebudayaan Mandailing sudah muncul 14 tahun yang lalu ketika kami mendirikan Yayasan Pengkajian Budaya Mandailing (YAPEBUMA) dengan mengumpulkan kurang lebih 90 orang mahasiswa Mandailing dan didukung oleh beberapa orang donator yang benar-benar mencintai kebudayaan Mandailing dan ingin mengangkatnya kembali ke permukaan […]

  • Alumni SMA Harun Mustafa Bawa Pesan Coblos Nomor 1 di Pilkada Madina

    Alumni SMA Harun Mustafa Bawa Pesan Coblos Nomor 1 di Pilkada Madina

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Tim relawan alumni SMA Willem Iskandar Tanobato untuk paslon 1 Harun Mustafa Nasution -Ichwan Husen Nasution seolah tak kenal lelah. dengan dor to dor, sejumlah alumni bergerak mendatangi alumni SMA Tano Bato yang ada di Kabupaten Mandailing Natal. Relawan calon Bupati dan Wakil Bupati Madina nomor urut 1 itu membawa […]

  • Makna Lambang IMAMI

    Makna Lambang IMAMI

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR (Mandailing Online) – Satu organisasi baru yang menyatukan etnis Mandailing lintas dua negara telah terbentuk. Namanya Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) yang dibentuk di Malaysia oleh para tokoh Mandailing yang ada di Malaysia dan tokoh Mandailing dari Tanah Leluhur, Sumatera, Indonesia, bulan Juni 2014. Berdasar Anggaran Dasar IMAMI Pasal 18 tentang makna lambang […]

  • Menko Perekonomian Kunjungi Kampoeng Kaos Madina

    Menko Perekonomian Kunjungi Kampoeng Kaos Madina

    • calendar_month Jumat, 11 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menteri Perekonomian RI, Darmin Nasution menyatakan industri salah satu upaya mendongkrak perekonomian daerah. Itu dikatakannya saat mengunjungi Kampoeng Kaos Madina di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, Jum’at (11/5/2018). Kampoeng Kaos merupakan industri kreatif yang memproduksi berbagai jenis kaos, batik Mandailing, Gordang Sambilan serta banyak ragam pernak pernik khas Mandailing. Darmin menyatakan, industri […]

  • Sumut Wajar Dimerkarkan

    Sumut Wajar Dimerkarkan

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online)- Pengamat hukum tata negara Universitas Sumatera Utara (USU) Faisal Akbar, menilai wajar Sumut melepas beberapa daerahnya. Dilihat dari sisi pelayanan pemerintahan, kesenjangan pembangunan yang terjadi, maka selayaknya, kata Faisal, Sumut dipecah menjadi provinsi baru. “Sebenarnya juga kan sudah pernah ada rencana pembentukan provinsi dan kabupaten yang ada di Sumut. Dan rencana itu […]

expand_less