Selasa, 22 Sep 2026
light_mode

Hancurkan Mafia Pendidikan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 21 Jul 2011
  • print Cetak


Korupsi Membuat Pendidikan Semakin Mahal dan Menurunkan Kesejahteraan Pegawai serta Pekerja Pendidikan
awan-kawan sekalian, satu-persatu kasus korupsi yang di lakukan oleh M.Nazaruddin mantan bendahara umum Partai Demokrat terungkap ke permukaan. Setelah kasus di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait dalam pembangunan Wisma Atlet untuk SEA Games di Sumatera Selatan, ternyata korupsi yang dilakukan nazarudin merembet pula ke kementerian pendidikan nasional (kemendiknas). Terjadi korupsi dalam proyek pengadaan prasarana dan revitalisasi peningkatan mutu pendidikan di Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan berbiaya Rp 142 miliar pada anggaran 2007.

Serta yang terbaru adalah terjadinya korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar rumah sakit pendidikan di Kementerian Kesehatan senilai hampir Rp 500 miliar. Dan yang terbaru korupsi menyangkut tender pengadaan barang di beberapa PTN (Perguruan Tinggi Negeri) di Indonesia dengan beberapa perusahaan M.Nazaruudin maupun koleganya. Disebutkan ada keterlibatan M.Nazaruddin untuk meloloskan sejumlah kucuran anggaran negara bagi beberapa proyek di badan usaha milik negara (BUMN) dan kampus-kampus negeri di Indonesia. seperti Universitas Sumatera Utara, Universitas Jambi, Universitas Udayana, Bali; Universitas Brawijaya; Universitas Malang, Universitas Airlangga, dan lain sebagainya.

Terungkapnya politik korupsi di kemendiknas yang menyebabkan Negara mengalami kerugian ratusan milyaran rupiah tersebut, tentunya sangat memprihatinkan sekali. Dunia pendidikan yang semestinya untuk membangun karakter dan mendidik generasi bangsa, ternyata di pemegang kebijakannya melakukan korupsi terhadap anggaran pendidikan. Politik korupsi tersebut telah menggerogoti anggaran subsidi pendidikan, yang semestinya di peruntukan untuk operasional pendidikan Indonesia. Dan semakin ironisnya, terkuaknya kasus korupsi di kemendiknas ini hampir bersamaan dengan terjadinya kasus kenaikan biaya pendidikan di berbagai PTN dan sekolah di Indonesia, tak terkecuali di Universitas kami, Universitas Airlangga.

Kawan-kawan sekalian, terjadinya korupsi di Kemendiknas ini menggambarkan bahwa dalam dunia pendidikan Indonesia ternyata terbangun sebuah Mafia Pendidikan, yang kerjanya hanya “menggerogoti” anggaran pendidikan untuk keuntungan pribadi. Sehingga tidak di pungkiri adanya mafia pendidikan inilah yang membuat pendidikan Indonesia hari ini semakin mahal dan tidak ramah terhadap rakyat miskin. Tidak hanya itu, politik korupsi ini juga berdampak pula terhadap menurunnya kesejahteraan para guru, dosen, pegawai maupun pekerja di suatu lembaga pendidikan.

Oleh karena itulah, dalam aksi ini kami dari Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga menyatakan sikap:

1. Hancurkan Mafia Pendidikan karena nyata telah menggerogoti anggaran pendidikan yang semestinya di peruntukan untuk pembiayaan operasional pendidikan.

2. Menuntut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut secara tuntas kasus korupsi di Kemendiknas, karena politik korupsi secara nyata telah menyebabkan pendidikan Indonesia semakin mahal dan menurunnya kesejahteraan pegawai serta pekerja pendidikan.

3. Menyerukan kepada masyarakat dan civitas akademika Universitas Airlangga untuk berpartisipasi dalam penggalangan petisi bersama dalam rangka melakukan desakan politik kepada KPK dan instansi terkait mengusut tuntas kasus korupsi di kemendiknas.

4. Bangun gerakan politik alternatif sebagai kontrol terhadap politik korupsi dan membersihkan dunia pendidikan Indonesia dari mafia pendidikan.

Demikian siaran pers aksi yang kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamannya kawan-kawan media, kami mengucapkan banyak terima kasih..

Sumber: FAM Unair

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Pemuda Ditangkap Bawa Pistol tanpa Surat

    Dua Pemuda Ditangkap Bawa Pistol tanpa Surat

    • calendar_month Sabtu, 29 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TANJUNGBALAI, (MO)- Dua warga sipil berinisial, YA (27) dan DA (26) membawa pistol terjaring dalam operasi yang digelar Polsek bersama Pos Lalu-lintas Simpangkawat, Jumat ( 28/9 ) sekitar pukul 09.30 WIB. Dari dua pemuda warga Kota Tanjungbalai itu petugas menyita dua pucuk pistol jenis airsoft gun, magazin beserta peluru, dan pisau. Selain itu petugas menyita […]

  • Izin Operasional SMGP Menciderai Hati Rakyat Madina

    Izin Operasional SMGP Menciderai Hati Rakyat Madina

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) – Izin pengoperasian kembali sebagian aktivitas PT SMGP di Mandailing Natal, Sumut menuai protes dan kecaman dari sejumlah elemen masyarakat. Izin dari Kementerian ESDM dinilai produk yang premateur, suatu kebijakan yang tidak populis atau tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Bahkan pengoperasian secara terbatas PT SMGP diduga kuat telah melanggar standar dan aturan baku […]

  • SEKOLAH SIAGA BENCANA

    SEKOLAH SIAGA BENCANA

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Moechtar Nasution Saya terdiam dan haru mendengar penuturan anak didik Sekolah Dasar di desa Gunung Manaon saat mereka menceritakan kejadian banjir yang menimpa desanya dua tahun yang lalu. Dengan bahasa yang sederhana, Hasan-sebut saja namanya demikian berkeluh kesah gara-gara banjir dirinya tidak bisa bersekolah hampir seminggu lamanya.Air yang menggenangai desa juga menyebabkan dirinya […]

  • DCS Dapil 4 DEMOKRAT Madina

    DCS Dapil 4 DEMOKRAT Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 DEMOKRAT Madina

  • Kuota LPG Yang Rendah Hingga Permainan Harga

    Kuota LPG Yang Rendah Hingga Permainan Harga

    • calendar_month Kamis, 13 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persoalan kuota ditengarai menjadi penyebab seringnya gas Elpiji atau LPG bersubsidi langka di pasaran Mandailing Natal (Madina). Ketika terjadi kelangkaan, maka kaum ibu rumah tangga bukan saja harusberlari dari warung yang satu ke warung yang lain mencari LPG yang ukuran 3 Kg itu, tetapi juga harus menghadapi harga yang meninggi […]

  • Bupati Tapsel Lantik 67 Kepala Desa

    Bupati Tapsel Lantik 67 Kepala Desa

    • calendar_month Selasa, 15 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPANULI SELATAN (Mandailing Online) – Bupati Tapanuli Selatan, H. Syahrul M Pasaribu melantik 67 kepala desa, Senin (14/5/2018). Para kepala desa terpilih itu hasil Pemilihan Kepala Desa Serentak pada tanggal 23 April 2018 lalu. Mereka dilantik di Gedung Serbaguna, Kompleks Perkantoran Pemerintah Tapanuli Selatan, Jl. Prof. Lafran Pane, Sipirok. Pelantikan tersebut sesuai dengan Surat Keputusan […]

expand_less