Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Toge Panyabungan tak Hanya Ramadhan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
  • print Cetak


Namanya Toge Panyabungan. Selintas seperti nama kecambah kacang hijau yang sering dijadikan sayuran. Tapi toge yang satu ini adalah sebuah jajanan kuliner khas Mandailing, tepatnya berasal dari Panyabungan, ibukota Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Panganan segar yang konon identik dengan bulan puasa ini memiliki rasa yang khas dan sangat lezat. Apalagi kalau dicampur dengan tape maka rasanya pasti akan semakin nikmat.
SEJATINYA, Toge Panyabungan sesungguhnya adalah sejenis kolak. Di dalamnya terdapat campuran tape, pulut hitam, lupis, bubur candil dan cendol yang dicampur gula merah cair serta santan sebagai kuahnya. Rasanya tentu saja manis. Bagaimana sebenarnya bentuk makanan ini.
Mungkin jika pertama kali mendengarnya maka orang akan mengasumsikan makanan ini adalah toge atau kecambah kacang hijau yang diberi manisan berupa gula. Tak salah juga jika orang yang tak pernah makan beranggapan seperti itu mengingat namanya toge. Tapi sebenarnya makanan ini tak jauh beda dengan es campur biasa. Sebab panganan ini akan tambah lebih enak lagi jika ditambah dengan es batu.

Selain lezat, keistimewaan Toge Panyabungan dapat menambah tenaga setelah menahan lapar sejak pagi hari. Selain itu, banyaknya kandungan ketan menyebabkan tubuh yang mengonsumsinya menjadi hangat. Maka tak heran kalau Toge Panyabungan banyak diserbu pembeli terutama pada saat menjelang berbuka puasa di bulan suci Ramadhan. Tak heran namanya kini tersiar ke mana-mana. Hal itu membuat kehadiran Toge Panyabungan menjadi sebuah jajanan kuliner yang digemari. Bila dahulu dagangan ini hanya hadir di bulan puasa, tetapi kini hal itu telah berubah. Kini, pada hari biasa pun penggemarnya sudah dapat menikmati karena sudah ada yang menjualnya meskipun hanya segelintir pedagang saja.

Hollad Nasution misalnya. Pedagang Toge Panyabungan yang membuka lapak setiap hari di Jalan Letda Sudjono simpang Gang Makmur persisnya di samping loket bus ALS ini begitu tampak laris manis didatangi pembeli. Lapak dagangannya yang hanya bermodalkan steling diangkut vespa butut terkesan sangat familiar hingga Pak Hollad begitu akrab dengan pelanggannya. Seperti saat ditemui MedanBisnis beberapa waktu lalu, Pak Hollad begitu akrab di mata pembelinya meskipun hanya sekadar menegur pria dua anak ini dengan ramah. “Ya mereka pernah beli dan tahu rasanya seperti apa, jadi sudah seperti keluarga,” kata Pak Hollad membuka pembicaraan.

Diakui pria berusia 52 tahun ini kalau panganan Toge Panyabungan begitu laris di setiap bulan Ramadhan. Mendengar namanya, para pembelinya pun bukan hanya dari masyarakat suku Mandailing saja. Kolak yang berisikan lima bahan utama ini juga telah disukai lidah semua orang yang meminumnya. Maka tak heran, Toge Panyabungan sudah mulai memasyarakat. Selain rasanya yang menyegarkan, Toge Panyabungan juga mampu menghilangkan haus dahaga serta pengganjal perut yang lapar. “Rasanya yang manis dan ramenya bahan campuran di dalamnya menjadikan Toge Panyabungan menjadi makanan favorit,” tambah Pak Hollad tersenyum.

Pria berlobe ini sebenarnya juga tidak tahu kenapa namanya disebut Toge Panyabungan. Memang katanya, jenis kuliner seperti ini memang awalnya dijual di daerah Panyabungan, Madina, Sumatera Utara. Tetapi dasar kata toge juga tidak memiliki arti, dan bukan merupakan bagian dari pembuatan makanan yang berasa manis ini. “Mungkin karena dari sana (Panyabungan) kali ya, tapi toge sama sekali memang tidak ada kita pakai di dalamnya,” jelasnya lagi.

Berbahan Asli
Meskipun terlihat mudah, hanya saja bahan baku Toge Panyabungan bukanlah sembarangan. Bahkan agar cita rasanya mampu memuaskan selera pembeli, maka bahan pembuatan kuliner ini memakai bahan asli. Bahan-bahan seperti beras ketan hitam, putih, gula merah, santan kelapa, tape, cendol, lupis dan cenil semuanya harus diracik dengan alami. “Dagangan kita semua berbahan asli tidak ada pakai zat pengawet, pewarna atau pemanis rasa. Kalau tidak seperti itu, ya semua pelanggan pasti akan lari,” aku Pak Hollad.

Bahkan untuk bahan baku gula merah saja, Pak Hollad tidak mau membeli yang sudah jadi. Ia mengaku membuatnya sendiri dengan cara memasak gula aren yang didatangkan langsung dari Kampung Maga Tanah Male, Panyabungan, Madina. “Gula merahnya memang berasal dari gula aren murni yang kita masak, bahkan bahannya kita datangkan dari Madina,” bebernya sembari mengatakan mulai fokus berjualan Toge Panyabungan sejak 2004 silam ini.

Itu sebabnya harga Toge Panyabungan tiap tahun terus mengalami kenaikan karena bahan bakunya berasal dari bahan asli. Kini, sebungkus Toge Panyabungan dijual Pak Hollad seharga Rp 6.000. Tetapi pak Hollad juga menyiasati dengan tetap menjual es cendol tanpa Toge Panyabungan seharga Rp 4.000. “Untuk hari biasa harganya memang seperti itu. Tetapi kalau bulan puasa kemungkinan naik, karena semua kebutuhan bahan pokok kan semuanya juga naik. Paling berkisar naik seribu rupiah lah untuk sebungkus Toge Panyabungan,” jawab Pak Hollad yang berjualan sejak pukul 11.00 WIB hingga 18.30 WIB ini.

Larisnya panganan Toge Panyabungan tentu membawa berkah bagi Pak Hollad. Bayangkan, setiap harinya ia mampu mengumpulkan omzet bekisar Rp 350 – 400 ribu hasil dagangannya. Terlebih lagi bila bulan puasa, pria yang sudah berjualan Toge Panyabungan musiman sejak 1998 ini mengaku hasil dagangannya bisa menembus Rp1 – 2 juta per harinya. “Kalau di bulan puasa omzetnya memang cukup banyak, bahkan kami sampai kerepotan melayani pembeli. Tetapi hasilnya ya Alhamdulillah,” bilangnya lagi.

Hal itu pula membuat Pak Hollad Nasution bersama istrinya, Deli Hasna boru Harahap mampu memiliki rumah sendiri serta dapat membiayai pendidikan bagi sepasang anak kesayangannya. Bahkan putri sulungnya, Rizky Andriani boru Nasution saat ini tengah mengenyam bangku kuliah masuk semester IV di Universitas Prima. Sedangkan si bungsu, Zulkifli Nasution masih duduk di bangku SMA. Padahal bila melihat pekerjaan Pak Hollad yang dahulunya bekerja sebagai kenek bus ALS, maka profesinya sekarang dengan hanya berjualan Toge Panyabungan dianggap menjadi berkah. “Syukur Alhamdulillah, ganti profesi dari kernet menjadi pedagang es telah membawa berkah,” tandas Pak Hollad sumringah. (Oleh : cw-zulfadli siregar)
Sumber : medanbisnisdaily.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kekuatan Iman Generator Utama Muslim

    Kekuatan Iman Generator Utama Muslim

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Oleh: Saufa A Taqiyya JAKARTA — Dalam kitab al-Mustadrak, Imam hakim meriwayatkan sebuah hadis dari 'Aisyah RA yang berkisah tentang peristiwa setelah Isra' Mi'raj. Orang-orang musyrikin datang menemui Abu Bakar as-Shiddiq. Mereka mengatakan, “Lihatlah apa yang telah diucapkan temanmu (yakni Muhammad SAW)!” Abu Bakar berkata, “Apa yang beliau ucapkan?” Orang-orang musyrik berkata, “Dia menyangka bahwasanya […]

  • Proyek Pemerintah Belum Setahun Sudah Rusak

    Proyek Pemerintah Belum Setahun Sudah Rusak

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGA BAYU (Mandailing Oniline) – Pemerintah dihimbau mengubah pola kebijakan pertanggungjawaban pemakaian uang negara dari pola pertanggungjawaban administrasi kepada pola pertangungjawaban kualitas. Sistem pertanggungjawaban administrasi memiliki banyak kelemahan, dibuktikan banyaknya pembangunan sarana publik yang tidak tepat sasaran dan tidak berkualitas. Bahkan banyak bangunan pemerintah yang mubazir. Sistem pertanggungjawaban administrasi hanya memfokuskan pada hitungan kecocokan antara […]

  • RUUPKS JALAN KESESATAN

    RUUPKS JALAN KESESATAN

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nurhabibah Al-Qur’an … Firman Sang Tuhan Aturan yang harus diindahkan Di dalamnya tersirat segala pedoman Di dalamnya tersirat segala aturan Al-Qur’an  bukan sekedar bacaan Tapi hukum Allah yang harus diterapkan Bukankah Allah telah berfirman Hanya Allah yang berhak membuat aturan Sang pencipta segala kehidupan Tapi…. Mengapa masih ada yang berani? Mengganti hukum sang […]

  • Generasi Stunting Tanggungjawab Negara, Bukan Beban

    Generasi Stunting Tanggungjawab Negara, Bukan Beban

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Intan Marfuah Aktivis Muslimah Pemerintah Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara berhasil mencapai nol kasus stunting berkat program Pemberian Makanan Bergizi (PMB) tambahan yang diluncurkan di berbagai desa. Camat Loa Kulu, Ardiansyah, mengungkapkan bahwa program PMB telah berjalan sejak Juni 2024 dan menjadi salah satu program andalan dalam upaya menurunkan angka stunting di Kutai Kartanegara. […]

  • Dishut tak punya data kerusakan hutan

    Dishut tak punya data kerusakan hutan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIBUHUAN – Tingkat kerusakan hutan (deforestasi) di Kabupaten Padanglawas tergolong tinggi akibat perambahan dan adanya dugaan penyalahgunaan HPH, sehingga mengarah pada pembalakan liar. “Ternyata Dinas Kehutanan dan Perkebunan tidak mempunyai data tentang kerusakan hutan itu,” ungkap Kepakla Dinas Hutbun Padanglawas, Sulaiman Harahap, siang ini. Dia mengatakan, pihaknya belum mempunyai data tetang deforastasi. Mereka juga belum […]

  • IMMAN Desak Pemkab Madina Aktifkan Kembali Beasiswa

    IMMAN Desak Pemkab Madina Aktifkan Kembali Beasiswa

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Desakan terus mengalir agar Pemkab Madina mengaktifkan kembali beasiswa miskin  berprestasi yang sempat dihentikan dalam beberapa tahun terakhir. Kali ini desakan datang dari DPP Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMMAN). Ketua Umum DPP IMMAN, Hapsin Nasution kepada Mandailing Online, Sabtu (14/9/2019) menyatakan Mandailing Natal (Madina) membutuhkan SDM yang cerdas memasuki era […]

expand_less