Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Laode Minta Pembuktian Terbalik Semua Buronan Tersangka Korupsi Tetap Diburu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
  • print Cetak


Padang,
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Patrialis Akbar menyatakan semua tersangka korupsi di Indonesia yang saat ini masih buron, tetap diburu.
Hal ini dikatakan oleh Menkumham Patrialis Akbar ketika buka puasa bersama anak yatim se-Kota Padang di Masjid Taqwa Tanjung Sabar, di Padang, Sabtu.

“Kita tetap mengejar semua para koruptor yang berhasil kabur ke luar negeri,” kata Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar.

Menurutnya, kita tidak saja memburu Neneng Sri Wahyuni (istri Nazaruddin) namun juga memburu para koruptor yang kabur lainnya.

“Kita telah menginstruksikan Direktorat Jenderal untuk membentuk tim pemburu Neneng Sri Wahyuni beserta para penjahat koruptor yang saat ini menjadi buron,” katanya.

Dia menambahkan, untuk berburu Neneng, lanjut Patrialis, pihaknya akan bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Kementerian Luar Negeri.

“Keempat lembaga itu, saat ini tengah mengkaji kemungkinan mereka bekerja bersama dalam sebuah tim gabungan seperti yang mereka lakukan kala memburu Nazaruddin,” katanya.

Dia mengatakan, perburuan terhadap Neneng Sri Wahyuni sama hal dilakukan ketika penangkapan terhadap Nazaruddin beberapa waktu lalu di luar negeri.

“Kita masih menduga Neneng Sri wahyu bersama anaknya masih berada di Malaysia,” katanya. Menurutnya, pihak Imigrasi tak lagi mencatat adanya pelarian Neneng ke negara lain setelah 25 Juli 2011.

“Besar kemungkinan Neneng Sri Wahyuni masih berada di Negara Malaysia,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya telah mencekal paspor istri mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin tersebut secara resmi telah ditetapkan sebagai buronan Interpol. Neneng Sri Wahyuni sudah dicekal sejak 31 Mei 2011 lalu dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Dia kan sudah dicekal, jadi proses pencekalan itu sudah termasuk untuk mencabut segera paspor,” jelas Patrialis

Pihak Imigrasi tambah Patrialis Akbar telah berkoordinasi dengan perwakilannya di luar negeri untuk mengantisipasi Neneng menggunakan paspor tersebut berpindah-pindah ke negara lain.

Neneng masih menggunakan paspor pribadi tidak seperti Nazaruddin yang memakai paspor orang lain.

“Nanti juga disampaikan ke perwakilan luar negeri dalam rangka pencabutan paspor Neneng itu, paspor masih atas nama dia sendiri walau pun sudah kita cekal,” tegas Patrialis Akbar.

Neneng Sri Wahyuni merupakan tersangka KPK dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) pada 2008.

Pembuktian Terbalik

Wakil Ketua DPD RI, Laode Ida berpendapat jika mau benar-benar bersih dan bebas koruptor, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebaiknya meminta pihak berwajib segera menerapkan pembuktian terbalik terhadap oknum-oknum politisi maupun pejabat publik binaannya.

“Terapkanlah pembuktian terbalik itu segera terhadap mereka, untuk memastikan harta milik mereka diperoleh secara wajar, sehingga bisa meyakinkan masyarakat, terkait dengan tuduhan Nazaruddin,” tandasnya melalui Antara di Jakarta, Sabtu.

Apa yang dituduhkan Moh Nazaruddin (mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat), menurutnya, harus ditindaklanjuti, yakni mengenai keterlibatan nama-nama elite partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Apalagi, menurutnya, tindak pidana korupsi, termasuk suap, tidak mungkin berlangsung hanya karena kehebatan seorang Nazaruddin sendiri.

Pasti, lanjutnya, Nazar di-‘backing’ oleh jaringan tertentu, apakah dari lingkup partainya, birokrasi pemerintahan, juga pelaku bisnis.

Laode Ida juga mengingatkan, langkah terobosan pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi sekarang sangat penting, karena publik semakin dihinggapi krisis kepercayaan terhadap seluruh lembaga yang berwenang untuk itu.

Karena itu, Laode Ida sekali lagi mengingatkan, hanya dengan langkah-langkah terobosan khusus, termasuk penerapan pembuktian terbalik, dimulai dari lingkup politisi maupun pejabat binaan Presiden, barulah kita memperoleh hasil konkret yang diharapkan.

“Dengan langkah-langkah konvensional sekarang, apalagi hukum nyatanya bisa direkayasa berdasarkan kepentingan politisi maupun elite kekuasaan tertentu, membuat lembaga-lembaga penegakan hukum sulit membongkar tuntas berbagai tindak pidana korupsi,” katanya. (Ant)
Sumber : analisadaily.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korupsi & Pelayanan Publik Daerah

    Korupsi & Pelayanan Publik Daerah

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hasil survei KPK dan TII secara bersamaan menempatkan Medan sebagai kota yang korup dan buruk pelayanan publiknya Tanggal 1 November 2010 KPK telah mempublikasikan hasil survei terhadap instansi pusat, instansi vertikal dan pemerintah daerah yang disebut Indeks Integritas Nasional (IIN) 2010. Ini merupakan indeks gabungan antara nilai rata-rata di instansi pusat, instansi vertikal dan Pemko. […]

  • Tugu Perjuangan Beralih Fungsi

    Tugu Perjuangan Beralih Fungsi

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Beberapa bulan menjelang Pemilihan Umum 2014, berbagai upaya akan dilakukan untuk mensosialisasikan Partai Politik terhadap masyarakat. Seperti Tugu Perjuangan yang beralih fungsi menjadi tempat pemasangan tiang bendera Parpol, padahal salah satu ikon kota yang dapat menambah keindahan Kota Psp ialah Tugu Perjuangan. “Heran, kata pertama yang cocok dikatakan ketika melihat Tugu Perjuangan yang […]

  • Ribuan Santri Musthafawiyah Ikuti Vaksinasi

    Ribuan Santri Musthafawiyah Ikuti Vaksinasi

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PURBA BARU (Mandailing Online) – Ribuan santri dan santriwati Pondok Pesantren Musthafawiyah mengikuti vaksinasi massal hari Kamis (25/11). Vaksinasi ini merupakan pendekatan pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bersama Kodim 212 Tapanuli Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Vaksinasi untuk pokir (santri laki-laki) digelar di perpustakaan, sedangkan fatayat dilaksanakan di asrama putri pesantren, Purba Baru, Madina. […]

  • Arjun Pimpin Pemuda Pancasila Madina

    Arjun Pimpin Pemuda Pancasila Madina

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ahmad Arjun Nasution terpilih secara aklamasi menjadi Ketua MPC Pemuda Pancasila Mandailing Natal, Kamis(8/4/2021). Pasca terpilih itu, Arjun diharapkan segera melakukan konsolidasi ke seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting se Mandailing Natal. Pemilihan berlangsung dalam Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) di hotel Payaloting, Panyabungan, Mandailing Natal. Dia terpilih secara […]

  • Dendak Tanah Ulu Meriahkan HUT ke-23 Madina

    Dendak Tanah Ulu Meriahkan HUT ke-23 Madina

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pagelaran kreativitas seni budaya sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Rabu (9/3) malam menampilkan dendak dari Tanah Ulu, Muara Sipongi. Dendak (dendang) ini menyajikan penampilan silat dan penari yang menggunakan sapu tangan dengan iringan musik gendang dan biola. Uniknya para penari seluruhnya adalah […]

  • BANIIR BANDANG HANTAM SIRAMBAS

    BANIIR BANDANG HANTAM SIRAMBAS

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Banjir bandang kembali terjadi di Madina. Kali ini terjadi di sungai Siping-ping, Sabtu 30 Maret 2013 sekira pukul 18.30 WIB. Arus banjir bandang menghajar pemukiman Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat. Sejauh ini tidak ada dilaporkan korban jiwa. Hanya saja 1 unit rumah hanyut. Luapan banjir menggenangi pemukiman penduduk. Jembatan jalan raya […]

expand_less