Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Kabag Keuangan Langkat Ditahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
  • print Cetak


Medan, Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemkab Langkat Taufik, secara resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, sebagai tersangka kasus korupsi pematangan lahan di Taman Wisata Bukti Lawang senilai Rp 1,7 miliar, Selasa (21/12/2010) sore, usai diperiksa selama 7 jam di Kantor Kejatisu.

Kajatisu Sution Usman Adji mengatakan, setelah pihaknya menetapkan Taufik sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pematangan lahan di Taman Wisata Bukit Lawang pada satu bulan yang lalu, kini pihaknya melakukan penahanan.

“Saat ini memang benar, penyidik Pidsus menahan Taufik, setelah dilakukan pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB,” kata Kajatisu didampingi Kasi Penkum/Humas Kejatisu Edi Irsan K Tarigan dan Kasi Penyidik Pidsus Kejatisu Jufri kepada wartawan di kantornya, Jalan AH Nasution, Medan.

Dijelaskan Kajatisu, dugaan penyimpangan keuangan negara pada pematangan lahan di Taman Wisata Bukti Lawang, terjadi pada Tahun 2007. Ketika itu, tersangka yang menjabat Kepala Badan Pengelola Proyek Taman Wisata pada Tahun 2002, menganggarkan atau membebankan kembali anggaran kepada APBD 2007.

Padahal, pada Tahun 2003 pemerintah pusat mengucurkan dana sebesar Rp 1,2 miliar pada pekerjaan fisik pematangan lahan untuk rehabilitasi banjir bandang.

“Pemerintah pusat sudah kucurkan dana Rp 1,2 miliar untuk pekerjaan pematangan lahan di Taman Wisata Bukit Lawang, tetapi tersangka Taufik kembali membebankannya ke dalam APBD 2007. Tentunya hal ini menimbulkan penyimpangan keuangan negara,” jelasnya.

Edi Irsan menambahkan, pengungkapan kasus dugaan korupsi pematangan lahan Bukti Lawang tersebut berawal dari pengembangan kasus Banjir Bandang Bahorok, Langkat.

“Tentunya dalam kasus ini, pihaknya tidak tertutup kemungkinan menetapkan seorang tersangka baru. Ini tergantung dari hasil pendalaman penyedikan nantinya,” papar Edi Irsan.

Pantauan wartawan, setelah tersangka Taufik yang mengenakan baju kemaja warna merah tua dipadu celana keper hitam ini setelah diperiksa, langsung dibawa ke Rutan Tanjung Gusta untuk ditahan.

Namun ketika tersangka dinaikan kedalam mobil tahanan kejaksaan, tiba-tiba mobil kejaksaan mogok. Akhirnya tersangka harus dipindahkan ke mobil pribadia merek Escape warna hitam BK 1863 HV. (BS-021)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • LIRa Duga Proyek Drainase Bermasalah

    LIRa Duga Proyek Drainase Bermasalah

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK-Proyek pembuatan saluran air (drainase) di sepanjang jalan provinsi Kelurahan Arse Nauli, Arse, Tapsel menimbulkan banyak tanda tanya di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya, pengerjaan proyek yang sudah berjalan 2 minggu tidak memiliki plank. Karena ketiadaan plank proyek tersebut, jenis kegiatan, penanggung jawab, jumlah dana, pelaksana proyek, sumber dana, volume kegiatan dan lain sebagainya tidak jelas. Pasalnya, […]

  • Atika Santuni Anak Yatim di Pakantan

    Atika Santuni Anak Yatim di Pakantan

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PAKANTAN(Mandailing Online): Wakil bupati Madina terpilih, Atika Azmi Utammi Nasution, menyantunan anak yatim di Kecamatan Pakantan, Senin (28/6/2021). Penyantunan dipusatkan di Desa Huta Gambir, kediaman H. Pahmi Lubis. “Acara hari ini adalah personal sebetulnya. Saya dengan masyarakat Kecamatan Pakantan membayar nazar,” sebut Atika di sela-sela acara penyantunan anak yatim. Lisda orang tua dari anak yatim […]

  • Pj Bupati Madina Tepungtawari Calhaj Dinas Pendidikan

    Pj Bupati Madina Tepungtawari Calhaj Dinas Pendidikan

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) Ir Aspan Sofian Batubara MM menepungtawari pegawai Dinas Pendidikan yang akan berangkat menunaikan ibadah haji di di Gedung Serba Guna Parabungan, Kecamatan Panyabungan, Ahad (03/10/2010). Kepala Dinas Pendidikan Madina Drs Musaddad Daulay MM dalam sambutannya mengatakan, tepung tawar bagi pegawai Dinas Pendidikan dan guru-guru yang berangkat menunaikan ibadah haji […]

  • Bantuan Korban Sinabung Dipelototi BPK

    Bantuan Korban Sinabung Dipelototi BPK

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan mengunjungi para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung pada 23 Januari 2014. Namun, sekitar 8.000 ribu paket bantuan dari SBY sudah tiba di Pelabuhan Belawan, pada Sabtu (18/1) dan langsung didistribusikan. Bantuan paket makanan, minuman dan obat-obatan siap disebar di 89 titik dan ditujukan bagi 26.174 ribu pengungsi di […]

  • Majelis Ilmu Syekh H. M. Arsjad Thalib Lubis Distribusikan Alquran kepada Santri

    Majelis Ilmu Syekh H. M. Arsjad Thalib Lubis Distribusikan Alquran kepada Santri

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Majelis Ilmu Syekh H. M. Arsjad Thalib Lubis mendistribusikan Alquran kepada puluhan santri binaan di kecamatan Panyabungan. Penyerahan Alquran bantuan dari Yayasan Khodimul Ummah Madani ini dilaksanakan pada Selasa (1/2) sore di kediaman Pembima Majelis Ilmu Syekh H. M Arsjad Thakib Lubis Mukhtar Nasution di Jalan Bermula, Kelurahan Sipolu-polu. Pimpinan Majelis […]

  • Sulit Diberantas, PETI di Madina Diduga Libatkan Oknum APH Sebagai Penampung

    Sulit Diberantas, PETI di Madina Diduga Libatkan Oknum APH Sebagai Penampung

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online– Pemberantasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Mandailing Natal disebut menghadapi tantangan karena dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum (APH) sebagai penampung hasil tambang. Dugaan itu disampaikan seorang warga yang mengaku sebagai pemilik lubang emas di kawasan Naga Juang. “Ada memang oknum polisi yang back up lubang di Hutabargot dan Naga Juang. Bahkan […]

expand_less