Kamis, 25 Jun 2026
light_mode

Korban Ledakan SPBU di Rantauprapat Bertambah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
  • print Cetak

LABUHANBATU :

Korban tewas akibat meledaknya SPBU 14.214.280 Simpang Mangga, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu
Minggu (18/9) sekira pukul 16.10 WIB terus bertambah.

Legiman (22) karyawan SPBU meninggal Senin (19/9) sekira pukul 03.30 dini hari, menyusul dua rekan kerjanya sebagai karyawan di SPBU itu yang tewas
sebelumnya.  Sementara Risma (16) warga lingkungan setempat terpaksa dilarikan ke RS Elisabeth Medan Minggu (18/9) malam karena kondisinya semakin kritis. Sedangkan 6 lainnya masih dirawat secara intensif di RSUD Rantauprapat.

Selain rendahnya sistem pengoperasian di SPBU terutama penyulingan elpiji/gas, ternyata SPBU yang pernah kena skorsing oleh UPMS I Pertamina
Medan itu belum membayar PBB tahun 2010 lalu yang berada di Lingkungan Aek Tapa A, Kelurahan Bakaran Batu itu. “Setahun sekira Rp5 juta, sampai kini
PBB-nya belum dibayar atas nama Buntek/Bustama Buana,” terang Camat Rantau Selatan Herry AP.

Pihaknya, kata Herry juga masih mendata jumlah rumah warga yang rusak akibat insiden meledaknya SPBU 14.214.280 itu. “Hasil sementara ada 18 rumah warga sekitar rusak akibat tertimpa pecahan lantai dan lainnya,” tambahnya. SPBU itu, dari awalnya telah tercium kesalahannya oleh pihak legislatif.
Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar di ruang kerjanya mengatakan bahwa panggilan ke empat kalinyalah baru SPBU itu memenuhi
undangan pihaknya, itupun hanya sebatas mandor yang diutus. Panggilan yang dilayangkan dewan dikarenakan akan bahaya yang timbul terkait keberadaan ratusan tabung gas elpigi disana.

“Kita hanya minta agar perusahaan pom bensin itu memisahkan antara bensin dan gas, jangan dijadikan satu, tapi hanya mandornya yang datang. Suka-suka hati orang itu saja memang, sepertinya mereka kebal hukum,” kesal Ellya Rosa. Terkait korban meninggal, Ketua DPRD Labuhanbatu itu menekankan agar SPBU membayar semua ketentuan yang telah diatur undang-undang. “Berdasarkan UU Nomor 03 Tahun 1992 tentang Jamsostek disebutkan, bahwa ahli waris minimal mendapat 48 bulan upah,” tambahnya.

Kepala Disnakertransos Pemkab Labuhanbatu Darfinsyah S menerangkan mereka akan berusaha merealisasikan hak-hak karyawan yang luka terlebih
meninggal, diantaranya uang duka,uang pemakaman, pesangon, uang pergantian hak, santunan tidak mampu bekerja, perobatan, penghargaan dan lainnya. “Kita lihat dulu laporan dari HRDnya dan karyawan harus didaftarkan ke Jamsostek. Jika tidak, berarti pelanggaran pidana dengan sanksi denda serta kurungan,” tutur Darfinsyah.

Wabup Tinjau Korban Ledakan

Wakil Bupati (Wabup) Pemkab Labuhanbatu Suhari Pane didampingi Kabag Humas Abdurrahman dan pejabat lainnya mengunjungi korban luka akibat ledakan SPBU 14.214.280 Simpang Mangga, Kecamatan Rantau Selatan di RSUD Rantauprapat, (19/9).

Menurut Kabag Humas, pemkab setempat akan menanggung semua biaya perobatan korban ledakan. “Langkah pertama dilakukan pemkab menampung korban, sesuai perintah bapak bupati biaya perobatannya ditanggung, sebelum dilakukan koordinasi dengan pihak terkait,” kata Abdurrahman.

Sebelumnya, rombangan eksecutif juga mengunjungi sejumlah rumah yang rusak akibat tertimpa bongkahan lantai SPBU yang rumahnya tepat berada di belakang tembok SPBU. tersebut. Dalam kunjungannya, Suhari memberikan perhatian penuh terhadap korban ledakan Cici Safira (4) yang menderita luka bakar di sekujur tubuhnya. Demikian juga dengan Ida Romiyani karyawan SPBU yang mengalami patah tangan kanan dan luka bakar. Satu persatu korban ledakan dikunjungi wakil bupati sembari memberikan semangat. “Dah bagaimana keadaannya dik, tetap semangat ya semuanya pasti ada hikmahnya,” kata Suhari.

Adapun  nama-nama korban yang meninggal dunia adalah : Legiman, Sudarno dan Surya Andika yang ketiga-tiganya karyawan SPBU, sementara yang masih di rawat di rumah sakit umum adalah : Ida Royani (22) karyawan, Ahmad Syukri (20) karyawan, Ridho Sukamto (29) karyawan, Risma (15) masyarakat, Cici Syafira (4) masyarakat, Deby Andriani (15) masyarakat dan Apri (8) masyarakat.

Hingga kini, pihak Polres Labuhanbatu belum dapat memberikan keterangan pasti apa penyebab hingga meledaknya pom bensin tersebut, sebab mereka
sedang melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti yang ada. Di lokasi, Senin (19/9), puluhan petugas dari Polres Labuhanbatu sedang
melakukan menjaga TKP. Mobil Labfor lapangan milik Polres terlihat terparkir, sementara sejumlah petugas yang memakai rompi Labfor sedang
berusaha mencari data sembari memunguti puing-puing bangunan yang hancur.

“Ya, kita masih menyelidiki penyebab letupan yang terjadi,” ungkap Kompol Jhonius H Ketua Tim Labfor Poldasu didampingi Wakapolres Labuhanbatu Kompol Tetra D dan Kasatreskrim AKP Tito Hutauruk di TKP. Kata Jhonius, letupan yang terjadi bersumber dari bunker minyak milik SPBU
itu yang berada di bahu kiri belakang komplek SPBU. Dampaknya juga mengakibatkan penutup bunker tersebut terangkat dan menghantam tembok yang
sekaligus menimpa beberapa rumah warga. “

Karena letupan itu menyebabkan rubuhnya tembok,” paparnya. Pihaknya, kata Jhonius masih butuh waktu untuk mendalami penyelidikan penyebab terjadinya letupan di SPBU itu. Sebab, akunya beberapa barang bukti yang ada di lokasi kejadian mesti diteliti di laboratorium.

“Iya, ada material yang mesti diteliti di laboratorium,” jelasnya. Meski demikian, tambahnya, besok (hari ini, red) akan didapat informasi yang mengarah ke
titik terang. Wakapolres Labuhanbatu, Kompol Tetra D menambahkan, sementara pihaknya sudah memintai beberapa keterangan pihak. Diantaranya, menejer, mandor dan karyawan SPBU tersebut. Tapi, kata dia, hingga kini belum ada yang dijadikan sebagai tersangka. “Masih memintai keterangan beberapa pihak,” jelasnya.(fh)

Sumber :  EKSPOSnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 900 guru non PNS menanti tunjangan

    900 guru non PNS menanti tunjangan

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sekitar 900-an guru non pegawai negeri sipil yang terdiri guru-guru madrasah di bawah lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal menanti realisasi dicairkannya dana tunjangan fungsional dari Kantor Perbendaharaan Negara ( KPN) yang akan ditrasfer ke rekening masing-masing. Keterangan diperoleh dari para guru non PNS ini di Panyabungan, siang tadi mengakui, pihak kantor […]

  • Terkait Ijazah, Kuasa Hukum Desak KPU Mendiskualifikasi Harun

    Terkait Ijazah, Kuasa Hukum Desak KPU Mendiskualifikasi Harun

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim kuasa hukum Henri Husein Nasution mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) agar mendiskualifikasi atau membatalkan pencalonan Harun Mustafa Nasution sebagai calon bupati Madina nomor urut 1 pada Pilkada Madina 2024. Alasannya, Harun Mustafa Nasution dinilai tidak memenuhi persyaratan calon sesuai dengan Pasal 14 ayat (2) huruf […]

  • Masyarakat Adat Lima Desa Ancam Duduki Kantor Bupati Palas

    Masyarakat Adat Lima Desa Ancam Duduki Kantor Bupati Palas

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Palas  – Terkait proses penyelesaian konflik tanah adat antara masyawakat lima desa di Kecamatan Sosa dan Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi) Kabupaten Padang Lawas (Palas) dengan PT Victorindo Alam Lestari (PT VAL) yang tidak kunjung mendapat penyelesaian oleh Pemkab Palas, perwakilan masyarakat ancam akan duduki Kantor Pemkab Palas. Kordinator Umum masyarakat adat lima desa Syawaluddin didampingi […]

  • Kontraktor Diminta Timbun Bekas Galian Jalan Tanotiris

    Kontraktor Diminta Timbun Bekas Galian Jalan Tanotiris

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Bekas galian jalan di jalur Sinonoan-Muara Batang Angkola Kecammatan Siabu, Mandailing Natal dikeluhkan warga. Sebab, bekas galian itu berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Pihak kontraktor yang mengerjakan peningkatan badan belum menimbun bekas galian. Untuk itu warga meminta kepada kontraktor dari CV Putra Setia untuk menimbun bekas galian di pinggir jalan itu. […]

  • Dilaporkan Ke Bawaslu, KPU Madina Nyatakan Siap : Itu Sudah Sesuai Aturan

    Dilaporkan Ke Bawaslu, KPU Madina Nyatakan Siap : Itu Sudah Sesuai Aturan

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan( Mandailing Online ): KPU Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diketahui telah dilaporkan ke Bawaslu Sumut oleh salah seorang warga atas dugaan meloloskan dengan memenuhi syarat salah satu Calon Bupati yang mengikuti kontestasi politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024 beberapa waktu lalu. Dikonfirmasi media ini, Ketua KPU Madina Muhammad Ihsan mengatakan bahwa tahapan Pilkada 2024 […]

  • Prihatin Kondisi Idil Adha, Tim SAHATA Serahkan Bantuan

    Prihatin Kondisi Idil Adha, Tim SAHATA Serahkan Bantuan

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Tim pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailiang Natal (Madina) Saipullah-Atika (SAHATA) menyerahkan bantuan kepada Idil Adha, korban tabrakan di PT SSS tiga bulan lalu, yang masih terbaring dengan luka parah, Kamis (7/11/2024). Warga Desa Patiluban Mudik, Kecamatan Natal itu pada Agustus 2024 lalu mengalami kecelakaan saat dumtruck yang dikemudikannya bertabrakan […]

expand_less