Kamis, 29 Okt 2026
light_mode

Laporan Keuangan Pemerintah Masih "Amburadul"

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
  • print Cetak
Jakarta,
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terus mengingatkan pemerintah memperbaiki laporan keuangannya yang amburadul. Menumpuknya hasil temuan BPK dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) menunjukkan masih banyaknya pekerjaan rumah yang mesti dibereskan pemerintah.

“Berdasarkan pemeriksaan atas LKPP 2010, masih terdapat area-area yang mengharuskan pemerintah untuk meningkatkan perbaikan kinerja transparansi pengelolaan keuangan negara,” ungkap Anggota BPK Taufiequrrahman Ruki dalam Rakernas Akuntans dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2011 di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta, Senin (19/9).

Ruki memaparkan setidaknya terdapat 7 permasalahan terkait transparansi, 4 permasalahan terkait penertiban aset, dan 3 masalah signifikan lainnya.

“Khusus transparansi, antara lain pencatatan penerimaan perpajakan yang masih mengalami kelemahan sehingga menurut kas negara sebesar Rp 965,33 miliar tidak ditemukan di catatan DJP dan pencetatan penerimaan menurut DJP sebesar Rp 645,2 tidak ditemukan di catatan menurut kas negara,” kata Ruki.

Adapun masalah signifikan dalam LKPP 2010 dimana dipaparkan Ruki salah satunya mengenai pemerintah yang belum menyempurnakan aturan mengenai tata cara pengelolaan, penggunaan dan pertanggungjawaban potongan gaji PNS untuk Iuran Dana Pensiun.

“Sehingga status dana sejumlah Rp 28,76 triliun dan penggunaannya selama 1994-2008 sebesar Rp 36,26 triliun belum jelas juga,” tuturnya.

Kasus-kasus potensi kerugian negara lainnya yang terjadi umumnya terkait dengan belanja fiktif. Selain itu sambung Ruki, kekurangan volume dan pemahalan harga.

Penggunaan Uang Negara untuk Pribadi

“Adapun penggunaan uang untuk kepentingan pribadi dan perjalanan dinas ganda kerap ditemukan BPK,” jelas Ruki.

Dalam sambutan Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah tahun 2011, Menteri Keuangan Agus Martowardoyo mengklaim upaya perbaikan yang selama ini telah dilakukan pemerintah pusat dan Kementerian Negara/Lembaga dalam pengelolaan keuangan dan penyelenggaraan akuntansi dalam pelaporan keuangan menghasilkan kinerja yang luar biasa.

“Peningkatan kualitas Laporan Keuangan Kementerian Lembaga dan kemajuan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat selama 5 tahun tercermin dengan semakin menurunnya jumlah temuan BPK terhadap LKKL dan meningkatnya kekayaan bersih pemerintah,” ungkap Agus.

Namun Agus mengakui terdapat beberapa permasalahan K/L yang perlu segera diselesaikan. Antara lain, terdapat pungutan PNBP dan penerimaan hibah langsung dikelola diluar mekanisme APBN.

“Kemudian, penganggaran dan pertanggungjawaban penggunaan belanja belum memadai serta pencatatan dan pelaporan aset tetap tidak memadai,” tuturnya.

Agus berharap kedepannya setiap K/L terus mengupayakan untuk memperbaiki serta meningkatkan kinerja laporan keuangannya dengan didampingi adanya reward and punishment.

“Pemerintah menerapkan sistem pemberian imbalan dan sanksi kepada Kementerian/Lembaga berdasarkan penilaian kinerja dan akuntabilitas yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban dalam disiplin anggaran,” jelasnya.

“Pemerintah siap mengenakan sanksi administratif dan menindaklanjuti laporan BPK terkait dugaan perbuatan pidana atas ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,” imbuh Mantan Dirut Bank Mandiri ini. (dtc)

Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyebab Banjir dan Sudut Pandang

    Penyebab Banjir dan Sudut Pandang

    • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Askolani Nasution budayawan Mandailing/sutradara   Berbagai pendapat simpang siur: soal penyebab banjir, soal kritik dan seterusnya. Apa yang kita benci, itu yang kita tuding. Kita kehilangan kewarasan untuk memahami subtansi persoalan. Ketokohan dianggap identik dengan kecerdasan. Karena itu apa yang diucapkan dianggap fatwa dan kebenaran. Kebenaran itu ada pada tataran substansial. Bukan pada sudut […]

  • Harga Sembako di Padangsidimpuan Naik

    Harga Sembako di Padangsidimpuan Naik

    • calendar_month Jumat, 27 Nov 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    P Sidimpuan – Harga sebahagian sembilan bahan pokok (sembako) seperti gula, minyak goreng dan beras di Kota Padangsidimpuan mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat masyarakat mengeluh. Menurut sejumlah ibu rumah tangga di Kota Padangsidimpuan harga beras jenis IR-64 Rp 10.500/kg, padahal sebelumnya Rp 9.500/kg dan beras kuku balam Rp 11.500/kg dari sebelumnya Rp 10.500/kg di tingkat […]

  • Bupati Salurkan Gaji kepada Pasien RSUD Panyabungan

    Bupati Salurkan Gaji kepada Pasien RSUD Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 11 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution kembali membagikan gaji pokoknya kepada masyarakat. Kali ini, janji kampanye itu diserahkan kepada pasien rawat inap di RSUD Panyabungan, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Jum’at (11/11/2022). Pada kesempatan itu, Sukhairi menyempatkan diri berbincang bersama pasien dan keluarga menanyakan keluhan mereka. Sukhairi mengatakan penyerahan gaji […]

  • Hore, Jabatan Kepdes di Madina Resmi 8 Tahun

    Hore, Jabatan Kepdes di Madina Resmi 8 Tahun

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA -Mandailing Online: 370 dari 377 Kepala Desa di Mandailing Natal resmi menjabat 8 (Delapan) Tahun setelah dikukuhkan Bupati Madina Muhammad Ja’kfar Sukhairi. Kamis, (18/07/2023). Sebelumnya usia masa jabatan kepdes dalam satu periode hanya 6 tahun kini Kata Bupati Madina Para Kepdes yang sebelumnya sudah pernah dilantik pada Pilkades 2023 lalu, telah resmi menjabat 8 tahun […]

  • Kuburan Godang Abad 8 di Pidoli

    Kuburan Godang Abad 8 di Pidoli

    • calendar_month Selasa, 16 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Di Desa Pidoli Lombang, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, ada makam besar. Perkiraan dibina abad 8 Masehi. Para arkeolog menyebutnya Makam Godang. Tetapi, warga Desa Pidoli menyebutnya Kuburan Godang (Kuburan Besar). Kuburan ini berlokasi di kawasan persawahan arah selatan pemukiman Pidoli Lombang. Dapat dijangkau melalui jalan tanah dengan kenderaan roda empat, sekitar 200 meter dari […]

  • KPU Sumut: Kasasi Atau Tidak Tunggu Instruksi

    KPU Sumut: Kasasi Atau Tidak Tunggu Instruksi

    • calendar_month Senin, 28 Des 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      MEDAN– KPU Sumatera Utara mengklaim belum menerima instruksi apapun dari KPU RI terkait tindak lanjut putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan yang memenangkan gugatan Jopinus Ramli (JR) Saragih-Amran Sinaga. Anggota KPU Sumut divisi hukum Evi Novida Ginting mengatakan, PT TUN Medan memberikan batas waktu 14 hari untuk menyampaikan tanggapan terhadap putusan tersebut. “Kami […]

expand_less