Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Dinilai Bermasalah, DPRD Riau Minta Jembatan Siak III Ditutup Sementara

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
  • print Cetak



Pekanbaru,
Komisi C DPRD Riau sebagai mitra kerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengingatkan instansi tersebut tentang kekokohan dana beban Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah (Jembatan Siak III). Pasalnya, baru beberapa bulan diresmikan kontruksi jembatan sudah mengalami penurunan dan di bagian tengah bergelombang.
“Ini menyangkut nama orang banyak. Jangan korbankan nyawa manusia hanya karena ketidaktahuan kita. Kita tidak ingin musibah ambruknya Jembatan Kukar (Kutai Kartanegara, Red) juga terjadi pada Jembatan Siak III. Makanya kita meminta pemerintah provinsi (Pemprov) Riau untuk sementara menutup akses jembatan tersebut dan segera dilakukan perbaikan,” kata Noviwaldy Jusman, Wakil Ketua Komisi C DPRD Riau dalam perbincangan dengan Analisa, Rabu siang (8/2).

Politisi dari Partai Demokrat Riau ini menambahkan, setelah melihat langsung kondisi bangunan Jembatan Siak III, Noviwaldy berkesimpulan berbahaya bagi warga yang melintasi akses jembatan yang menghubungkan bagian Utara-Selatan Kota Pekanbaru tersebut.

Menurutnya, dari awal dirinya menolak jembatan itu difungsikan karena tidak sesuai dengan spesifikasi. Dan ia meminta Dinas PU Riau untuk memerintahak kontraktor pembangunan Jembatan Siak III secepatnya melakukan perbaikan. “Sejak diresmikan sudah saya ingatkan, jembatan itu (Jembatan Siak III) memang tidak dalam posisi sesuai dengan spesifikasi dan kaedah-kaedah sipil konstruksi,” tukasnya.

Konstruksi yang tak sesuai dengan spesifikasi itu, menurut pria yang akrab disapa Dedet ini, antara lain kondisi gelagar yang tidak beraturan dan “camber” yang negatif atau melengkung ke bawah. Sehingga ini sangat-sangat diragukan untuk menopang beban sesuai yang direncanakan sejak semula.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau, SF Hariyanto yang ditemui Analisa usai rapat dengar pendapat di ruang medium kantor DPRD Riau, tidak sependapat dengan Noviwaldy. Dikatakannya, kekhawatiran Wakil Ketua Komisi C DPRD Riau itu berlebihan.

“Memang ada bagian di konstuksi itu yang cacat. Namun cacatnya hanya sedikit dan tidak tidak membahayakan,” tuturnya.

Apalagi, tambah Kadis PU Riau, setelah diresmikan sekali dalam empat hari dilakukan pengecekan terhadap ketahanan Jembatan Siak III. Meskipun begitu dirinya menerima masukan yang disampaikan anggota Komisi C DPRD Riau tersebut. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan uji kelayakan kembali oleh konsultan independen.

“Dana untuk itu sudah dianggarkan pada APBD Riau tahun 2012 yang telah disahkan kemarin,” kata Hariyanto lagi. (dw.analisa)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awas, Penjahat Bidik Polisi

    Awas, Penjahat Bidik Polisi

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Koordinator Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengingatkan jajaran kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaannya. Menurut Neta, para penjahat belakangan ini sudah semakin nekad dan sadis, yakni menembak polisi yang berada di sekitar lokasi kejahatan. “IPW prihatin dengan maraknya aksi penembakan terhadap polisi yang dilakukan tersangka kriminal,” ujar Neta S Pane dalam keterangannya kepada koran […]

  • Penasehat Hukum Minta Hakim Bebaskan Kadis PUPR Madina

    Penasehat Hukum Minta Hakim Bebaskan Kadis PUPR Madina

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Dakwaan yang diajukan JPU terhadap Kadis PUPR Madina, Syahruddin dan staf Dinas PUPR Madina, Nazaruddin Sitorus STdinilai kabur dan tidak cermat. Sehingga kuasa hukum memohon agar majelis hakim nantinya menjatuhkan vonis bebas terhadap kedua kliennya. Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum Dr. Adi Mansar ketika menyampaikan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan […]

  • Kasus Bocah 12 Tahun Jadi Tersangka Kapolsekta Patumbak Salah Kaprah

    Kasus Bocah 12 Tahun Jadi Tersangka Kapolsekta Patumbak Salah Kaprah

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Penetapan status tersangka bocah usia 12 tahun, Fahmi, warga Jalan Panglima Denai Gang Seser Medan Amplas bertentangan dengan koridor hukum. Kasus anak bukan ditangani di Polsekta, melainkan harus dilakukan di Polresta Medan melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Pernyataan itu dikatakan Ketua Pokja Pengaduan Komisi Perlindungan Anak Daerah Indonesia (KPAID) Sumut, Muslim Harahap, […]

  • Gatot kecewa KDh tak dukung Bazda

    Gatot kecewa KDh tak dukung Bazda

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujo Nugroho, mengaku kecewa karena banyak kepala daerah (KDh) se Sumut belum mendukung surat edaran tentang pemotongan gaji pegawai negeri sipil (PNS) muslim untuk Bazda. Bahkan beberapa KDh kabupaten dan kota tersebut juga kurang mendukung keberadaan dan sosialisasi Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) dalam pengumpulan […]

  • Desa Hutapuli dan Polsek Siabu Bantu Korban Muara Saladi

    Desa Hutapuli dan Polsek Siabu Bantu Korban Muara Saladi

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Masyarakat Desa Hutapuli Kecamatan Siabu, Mandailing Natal bekerjasama dengan Polsek Siabu membantu korban musibah banjir bandang Desa Muara Saladi Kecamatan Ulupungkut. Sumbangan masyarakat yang terkumpul berupa pakaian layak pakai dan sejumlah uang. Kepala Desa Hutapuli, Hanafi menjawab wartawan, Senin (22/10/2018) mengungkapkan, bantuan yang telah dikumpulkan dari warga ini bentuk solidaritas kami […]

  • Syamsul Hobi Beli Berlian

    Syamsul Hobi Beli Berlian

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Masih ingat berita mengenai penggeledahan rumah pribadi Syamsul Arifin, yang beralamat di Jalan STM Suka Darma Nomor 12, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Medan Johor, Sumut pada 15 Nopember 2010? Saat itu, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang cash ratusan juta rupiah, ratusan juta uang asing, serta sejumlah emas dan berlian. Untuk uangnya saja […]

expand_less