Jumat, 17 Apr 2026
light_mode

Rektor UMTS Diperiksa Penyidik Tipiter

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
  • print Cetak

MEDAN – Rektor UMTS Michwar Zaini diperiksa penyidik Subdit Tipiter Dit Reskrimsus Polda Sumut, Rabu (8/2/2012) sebagai saksi terlapor atas dugaan data tesis palsu.

Pemeriksaan Michwar Zaini itu disampaikan Kasubdit Tipiter Direktorat Reskrimsus Polda Sumut AKBP Yusuf Rizal saat ditanya Tribun terkait perkembangan kasus yang semula dilaporkan LSM Partabagsel.

“Itu kita masih periksa rektornya. Pak Michwar itu didampingi oleh pengacaranya,” kata Yusuf Rizal ditemui Tribun di Gedung Reskrimsus Polda Sumut, Rabu (8/2/2012) sekitar pukul 14.30 WIB.

Yusuf belum bisa memastikan waktu persis untuk dilaksanakan gelar perkara untuk menentukan kasus tersebut apakah layak ditingkatkan ke penyidikan.

“Gelar perkaranya selesai dulu semua pemeriksaan, kemudian akan kita pelajari dulu, baru digelar,” katanya.

Saat disinggung, apakah sesuai penyelidikan yang telah berjalan ditemukan unsur pidana, Rizal mengaku belum bisa menjawab itu.

“Belum bisa disimpulkan, nanti peserta gelar menentukan itu. Saat gelar nanti kita paparkan, ini kasusnya begini, faktanya begini. Nah, orang banyak nanti yang akan menilai apakah bisa ditingkatkan ke penyidikan atau tidak,” terang Rizal.

Dikatakan Rizal, tentunya dari terlapor Michwar Zaini penyidik meminta bukti-bukti yang diperlukan.

“Saksi ahli mungkin juga sudah diperiksa,” ujar Rizal mengaku lupa.

Sementara, disela perbincangan tersebut melintas tiga orang pria menuju ruangan penyidik Subdit Tipiter. Rizal menyebut diantara ketiga orang tersebut, yakni pria tampak berumur dan mengenakan baju liris-liris warna orange, persis berada ditengah dua orang lainnya merupakan Michwar Zaini. “Itu dia Pak Michwar dengan pengacaranya,” tunjuk Rizal. Sementara, saat hendak ditemui, Michwar Zaini bersama dua pendampingnya terus berjalan menuju ruangan penyidik Tipiter.

Menurut keterangan seorang penyidik di Tipiter, Michwar Zaini selesai diperiksa sekitar pukul 16.20 WIB, sedangkan mulai diperiksa sekitar pukul 13.00 WIB.

“Udah pulang lah,” kata penyidik tak mau dituliskan identitasnya itu kepada Tribun. Penyidik ini mengaku tidak ikut menangani dugaan kasus tesis palsu tersebut.

Sementara, dikonfirmasi Tribun via selularnya, Rektor UMTS tidak mengangkat ponselnya. Pesan singkat dilayangkan kepada Michwar juga tidak ada balasan. (fer/tribun-medan.com)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerindra Madina Usung Harun Mustafa Nasution Jadi Bacalon Bupati

    Gerindra Madina Usung Harun Mustafa Nasution Jadi Bacalon Bupati

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

            MADINA – Mandailing Online : Ketua Partai Gerindra Mandailing Natal ( Madina) Erwin Efendi Lubis Selasa 6/8 sambangi markas Forum Wartawan Kota ( Firwakot) ditaman kota panyabungan. Beliau datang sendiri dengan niat silaturahmi dengan wartawan untuk bersilaturahmi. ” Pertemuan ini tidak ada desain ya, kalau teman teman tanya sikap Gerindra di […]

  • Rawan Longsor, Kementerian PUPR Bangun Tembok Penahan di Jalinsum Morsip

    Rawan Longsor, Kementerian PUPR Bangun Tembok Penahan di Jalinsum Morsip

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) – Jalan Nasional di titik Desa Tanjung Alai, Dusun Pintu Angin, Kecamatan Muara Sipongi (Morsip) Kabupaten Mandailing Natal sedang berlangsung pembangunan tembok penahan longsor tebing. Pembiayaan proyek ini berasal dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Titik ini termasuk rawan longsor,  dan beberapa ruas […]

  • Pj Bupati Madina akan Panggil PT GLP

    Pj Bupati Madina akan Panggil PT GLP

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pj Bupati Mandailing Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofyan akan memanggil PT Gruti Lestari Pratama (GLP) terkait belum jelasnya kebun plasma terhadap masyarakat. Demikian disampaikan Kabag Humas Taufik Lubis kepada MedanBisnis, Rabu (27/10), di Panyabungan. Menurut Taufik, persoalan plasma merupakan hal yang wajib bagi setiap perusaan perkebunan yang diperuntukkan untuk mesyarakat sekitar. Apalagi, perusahaan itu […]

  • Merusak Konstruksi Tanah, Tinjau Ulang Izin PT BME di Siabu

    Merusak Konstruksi Tanah, Tinjau Ulang Izin PT BME di Siabu

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN, Secara empiris semua perusahaan tambang pasti akan merusak lingkungan, terutama tambang emas, batubara dan timah, karena bahan tambangnya ada di perut bumi yang harus dibor atau digali baik secara manual maupun secara modern. “ kibatnya kontruksi tanah pegunungan dan lingkungan hidup lainnya akan rusak baik hutan, batuan dan sumber daya alam hayati, flora dan […]

  • PLN Panyabungan : Dalam Waktu Dekat Buka Jaringan Lintas Timur

    PLN Panyabungan : Dalam Waktu Dekat Buka Jaringan Lintas Timur

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala PT PLN Rayon Panyabungan, Yasir Lubis kepada wartawan, kemarin mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk membuka jaringan baru di jalur Lintas Timur Panyabungan. “Sudah, kami telah berupaya. Kemarin juga sudah masuk permohonan lagi, kami berupaya dalam waktu dekat sudah bisa,” kata Yasir. Sebelumnya, warga mendasak PLN membuka jaringan di jalur Lintas […]

  • Lebih Seminggu Pohon Tumbang Tertahan Kabel PLN di Samping Gedung Disperindag Madina

    Lebih Seminggu Pohon Tumbang Tertahan Kabel PLN di Samping Gedung Disperindag Madina

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pohon jati yang tumbang di pekarangan gedung Dinas Perindustrian Perdagangan Mandailing Natal (Madina), Sumut, sudah mengkhawatirkan. Meski telah tumbang sejak sekira 10 hari lalu, namun belum ditangani pemkab. Pohon yang tumbang itu masih tergelayut di udara karena tertahan kabel listrik dan tiang PLN yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan kabel terputus. Bahaya lain […]

expand_less