Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Harga Gabah Capai Rp4.100 per Kg

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 14 Nov 2012
  • print Cetak

PALAS, (MO)- Harga gabah kering kembali naik lagi hingga dilevel Rp4.100 per kilogram setelah mengalami kenaikan dua bulan lalu dari Rp3.800 per kilogram.

Tongku Mual Siregar (40), salah seorang toke pengumpul gabah kering di Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengatakan, harga gabah terus mengalami kenaikan di pasaran, namun gabah sangat sulit didapat saat ini.

Sehingga, banyak gabah dibeli dari daerah lain seperti dari daerah Sedang Bedagai dan Sipirok. “Kenaikan ini terjadi pada pekan terakhir ini, bahkan diperkirakan akan terus mengalami kenaikan menjelang tahun baru tiba,” ucap Tongku kepada METRO, Selasa (13/11).

Pelaksana Tugas (Plt) Kadisperindagkop dan UKM Palas, Ali Ipan Hasibuan MM menyebutkan, kenaikan harga tersebut seiring dengan musim tanam padi saat ini. Sehingga, gabah terpaksa dibeli dari luar Kabupaten Palas, makanya harganya juga mahal. “Dan hal ini terjadi karena adanya faktor menjelang tahun baru juga.

Harga gabah akan terus mengalami kenaikan nantinya, apalagi saat ini sedang musim tanam padi,” sebutnya. Kenaikan harga gabah tersebut, ungkap Kadis, secara otomatis akan membuat harga beras naik di pasaran. Dan saat ini sudah masuk kelevel Rp150 ribu per kaleng.

“Lihat saja harga beras saat ini, sudah mulai naik di pasaran. Dan hal ini terjadi karena suasana petani di Kabupaten Palas yang masih masa tanam padi,” terangnya. Sehingga, katanya, kedepan pihaknya akan berkorodinasi dengan Dinas Pertanian, untuk tetap menstabilkan harga beras di Palas, dalam hal mewujudkan Kabupaten Palas sebagai lumbung padi.

“Ini saling bersinergis, karena harga ini mengacu pada kondisi kebutuhan masyarakat Palas saat ini, termasuk peran usaha kecil kilang padi yang memproduksi beras,” tukasnya. (metro/amr)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Marsarak Mate

    Marsarak Mate

    • calendar_month Rabu, 30 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen Mandailing Karya : Mustopa Kamal Batubara   Potang ni ari na sangat jogi, i toru ni alibutongan na manorangi. Hajogianna tibo-tibo mago harani rimbus ni udan na ro mangompoti. Ngon bagas papan maralaskon tano, u paligi-ligi rimbus ni udan naso juo maradian. I samping tingkap au martungkol isang painte udan anso siang. “Rahmat, madung […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 3)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 3)

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara   Dengan rasa kagum melihat keberanian dan kecekatan putra raja, kontelir akhirnya memberikan senjata itu sebagai hadiah. Dari cerita dapat dilihat betapa tanggung jawab merupakan sesuatu yang harus dijunjung tinggi apabila seseorang ditugaskan melakukan suatu pekerjaan. Di samping itu, cerita tersebut pun memberikan gambaran bahwa Willem […]

  • Madina Pemilik Laut, Tetapi Ikan Laut Dari Luar

    Madina Pemilik Laut, Tetapi Ikan Laut Dari Luar

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Ini memalukan. Ibaratnya padi dipasok ke sawah. Kabupaten kita (Madina-red) pemilik terpanjang pantai laut di Sumatera Utara, kok ikan dari provinsi lain,” ujar Sutan Mangkutur, pengamat Madina menjawab wartawan, Senin (10/6/2013) di Panyabungan. Itu dikatakan Sutan terkait sekitar 1,7 ton ikan laut per hari dipasok pedagang dari Sumatera Barat ke Kecamatan […]

  • Jalan Sultan Maujalo 7 Tahun Tanpa Pembangunan

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG SIDIMPUAN – Selama tujuh tahun, fisik Jalan Sultan Maujalo di Kelurahan Sidakkal, Padangsidimpuan (Psp) Selatan, tak pernah tersentuh pembangunan. Padahal warga sangat mengharapkannya guna memperlancar jalur transportasi di wilayah itu. Pantauan wartawan, Kamis (23/5), kondisi jalan kini sudah sangat parah. Bebatuan dan kerikil sebagai material jalan tampak berserakan, sehingga menyulitkan pengguna jalan yang melintasinya. […]

  • Menunggu Perusahaan Daerah

    Menunggu Perusahaan Daerah

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Pemerintah daerah terus didorong untuk mandiri dari sisi anggaran belanja dan secara berangsur meminimalkan ketergantungan dari pemerintah pusat. Dan, sudah lama pula diidamkan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) sebagai salah satu mesin pengisi pundi-pundi pendapatan asli daerah. Namun, dilema BUMD juga ada, setidaknya terdapat dua sisi. Pertama, dari sisi eksternal, UU No. 5 Tahun 1962 […]

  • Dugaan Korupsi Kades Hutaraja Terus Mencuat. Kegiatan Keagamaan dan Budaya Juga Diduga Takrealisasi

    Dugaan Korupsi Kades Hutaraja Terus Mencuat. Kegiatan Keagamaan dan Budaya Juga Diduga Takrealisasi

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – (Mandailing Online) – Ternyata selain  gaji aparat desa, insentif BPD, Guru Magrib mengaji, Kepala MDA, Bilal Mayit, serta insentif petugas Kesehatan desa yang diduga digelapkan Rahmad Parmonangan selaku Kepala Desa Hutajara Panyabungan Selatan, Madina. Uang kegiatan Program Keagamaan serta Kebudayaan juga di diduga diembat. Ratusan Juta Anggaran Dana Desa dan Dana Desa Tahun […]

expand_less