Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Pesawat RI-1 beda dengan Air Force One

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
  • print Cetak

JAKARTA – Sekretaris Menteri Sekretaris Negara Lambock V Nahattands menegaskan interior kabin yang terdapat pada pesawat kepresidenan tidak akan menjadi semewah yang banyak diperkirakan.

“Pesawat ini memang tidak dirancang untuk menjadi sebagaimana sebuah pesawat pribadi khusus,” katanya tadi malam.
Menurut Lambock, pesawat kepresidenan memang dipastikan akan dirancang untuk menempatkan ruangan khusus untuk presiden ataupun wakil presiden. “Juga ada ruangan untuk para ajudan, dan penumpang lainnya. Tetapi sebenarnya itu tidak seperti yang banyak dipikirkan selama ini,” kata dia.

Rencananya pesawat ini akan memiliki kapasitas sesuai untuk rombongan kepresidenan. “Jumlahnya kurang lebih 70 orang,” kata Lambock. Selain itu, pesawat produksi Boeing Company itu diharapkan bisa terbang jauh dengan estimasi perjalanan 10-12 jam. Pesawat juga didesain untuk bisa mendarat di bandara kecil.

Lebih lanjut Lambock menyatakan dalam pesawat memang akan ada perlengkapan peralatan navigasi, sistem komunikasi, cabin insulation, dan perangkat hiburan dalam pesawat. “Tapi jangan menyamakan pesawat ini dengan Air Force One (pesawat kepresidenan AS), jauh beda sekali,” ujarnya.

Boeing Company memang dikenal menjadi produsen pesawat kepresidenan di banyak negara di dunia. Beberapa di antaranya sepertiArgentina,Australia, Belarusia,Kolombia,Malaysia,Nigeria, danIndia.

Lambock juga menyatakan pesawat carter tidak optimal dalam hal kenyamanan dan kesiapan pesawat. “Rekonfigurasi pesawat carter komersial menjadi khusus untuk VVIP membutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak nyaman layaknya pesawat khusus kepresidenan,” katanya.

Menurutnya, kehadiran pesawat khusus kepresidenan menjadikan dukungan kegiatan VVIP lebih mudah dan juga akan menekan biaya sewa yang selama ini dianggarkan. “Menggunakan pesawat sewa biayanya lebih tinggi karena penerbangan khusus untuk VVIP memerlukan konfigurasi khusus,” tuturnya.
(dat03/tempo)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MENUJU PENGUATAN MANAJEMEN PERUSAHAAN DAERAH

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara (Pemimpin Redaksi Mandailing Online) “TIDAK SINERGISNYA BUMD ITU, OLEH BANYAK PENGAMAT AKIBAT LEMAHNYA MANAJEMEN. KONDISI INI DISEBABKAN POLA REKRUTMEN PIMPINAN BUMD YANG SALAH KAPRAH. FIGUR-FIGUR PIMPINAN YANG BERLATAR BELAKANG POLITISI YANG KURANG MEMILIKI JIWA BISNIS MENYEBABKAN PERUSAHAAN ITU JALAN DI TEMPAT” Pemkab Mandailing Natal kabarnya akan kembali menghidupkan Badan Usaha Milik Daerah […]

  • Dinas Pendidikan Diduga Arahkan KUPT Berpolitik Prkatis

    Dinas Pendidikan Diduga Arahkan KUPT Berpolitik Prkatis

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kadis Bantah Adanya Pengerahan Politik Praktis PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pejabat di Dinas Pendidikan diduga mengarahkan para kepala UPT Dinas Pendidikan kecamatan terlibat politik praktis di Pilkada Madina 2015. Dugaan pengarahan itu dilakukan di rumah dinas, Sabtu (3/10). Salah seorang yang ikut di pertemuan itu menyebutkan tidak lazim dilaksanakan pada hari libur bila memang dalam […]

  • Hiii… Kodok Monster Ini Makannya Tikus

    Hiii… Kodok Monster Ini Makannya Tikus

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kodok berukuran besar yang hidup di selatan Afrika ini pantas disebut mosnter. Bagaimana tidak, kalau kodok umumnya makan nyamuk atau hewan kecil sejenisnya, lha kodok ini makannya tikus, bahkan ular. Bisa dibayangkan berapa besar ukuran mulutnya saat kodok tersebut menangkap mangsanya. Ukurannya memang jumbo. Satu ekor kodok dewasa beratnya bisa mencapai 2 kilogram. Ini merupakan […]

  • Jumlah Peserta UN SLTP/SLTA di Madina 10.475 Orang

    Jumlah Peserta UN SLTP/SLTA di Madina 10.475 Orang

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Jumlah sementara peserta Ujian Nasional (UN) TA 2011 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebanyak 10.475 orang. SLTP 4.467 orang dan SLTA 6.008 orang. Rincian peserta UN SLTA, SMA sebanyak 1.885 orang, SMK 1.715 orang dan Madrasah Aliyah 2.408 orang. Sementara untuk SLTP, MTs 3.515 orang dan SMP 9.56 peserta. Hal ini dikatakan Kadis Pendidikan […]

  • Kebijakan Anggaran Dana Desa Beraroma Busuk Kapitalisme

    Kebijakan Anggaran Dana Desa Beraroma Busuk Kapitalisme

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) direncanakan sebesar Rp796,3 triliun pada tahun 2021 dengan 7 (tujuh) arah kebijakan. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2021 Beserta Nota Keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR […]

  • Antara Konser dan Bukber, Manakah Yang Layak Dilarang?

    Antara Konser dan Bukber, Manakah Yang Layak Dilarang?

    • calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Ramadan adalah bulan untuk menunaikan ibadah puasa bagi kaum Muslim. Dalam menjalani kewajiban puasa Ramadan, ada dua momen yang indah di dalamnya. Bahkan kedua momen tersebut tidak jarang menjadi penyatu keluarga yang jarang bersama walaupun serumah. Itulah saat sahur dan berbuka. Selanjutnya, waktu sahur tentu tidak lazim dilakukan […]

expand_less