Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Akademisi dan Pakar Diminta Berkontribusi Atasi Masalah Pertanian Desa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
  • print Cetak

Petani di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, Sumut. Foto: Arsip Mandailing Online/Dahlan Batubara

Daerah pedesaan merupakan salah satu daerah yang menjadi sumber produksi pangan yang ada di seluruh dunia. Tidak hanya itu, daerah pedesaan juga menjadi lokasi pengelolaan lingkungan hidup yang dinilai lebih baik.

Meskipun demikian, pada kenyataannya saat ini telah banyak daerah pedesaan yang mengalami beberapa persoalan yang diakibatkan oleh dampak perubahan iklim hingga bencana yang terjadi.

Dilansir dari laman republik.co.id, Prof Masaru Mizoguchi dari Universitas Tokyo mengatakan bahwa sudah waktunya para akademisi dan juga pakar pertanian berkontribusi untuk membantu mengatasi persoalan para petani.

Para akademisi dan pakar pertanian diharapkan mampu mengembangkan keahliannya dengan memadukan antara perkembangan dari teknologi yang berbasis Internet of Thing (IoT) dengan kearifan lokal.

“Banyak masalah yang ada di pedesaan datang dari bencana termasuk krisis iklim,” ungkap Prof Mizoguchi.

Sehingga, Prof Mizoguchi mengajak para petani yang memiliki banyak kearifan lokal berdedikasi untuk mengembangkan teknologi pertanian baru dan memodifikasikan antara kearifan dengan ICT dan IoT.

Untuk diketahui, Prof Mizoguchi adalah salah satu orang yang meneliti pengembangan pertanian pasca terjadinya gempa bumi, tsunami dan tragedi nuklir yang melanda Fukushima.

Penelitian yang dilakukan sejak tahun 2011 ini bertujuan untuk mengantisipasi masih adanya radiasi dari radioaktif yang terdapat di lahan pertanian.

Dampak dari terjadinya ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir ini juga dikhawatirkan akan mempengaruhi kelangsungan hidup tanaman pangan.

Begitupun, pendapat ini mampu ditepis melalui pengembangan pertanian dengan memanfaatkan kearifan lokal para petani setempat yang dibantu dengan teknologi ICT dan IoT.

“Salah satu pengembangan teknologi yang dilakukan melakukan kontrol jarak jauh untuk mengetahui kelembaban dan suhu tanah selama produksi pertanian. Bahkan, teknologi yang sama juga digunakan dalam pembuatan kompos,” kata Mizoguchi, pada Kamis (4/11/2021).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan tentang pembuatan pupuk kompos. Pupuk kompos yang dibuat terdiri dari limbah kulit kayu, kotoran unggas dan ternak sapi, serta dengan menggunakan bantuan dari bahan mikroba.

Pada kompos juga akan dipasang sebuah sensor. Penggunaan sensor ini bertujuan untuk mengukur kelembaban dan temperatur untuk memperoleh hasil yang optimal.

Selain itu, adanya sensor pada proses pembuatan pupuk kompos ini juga diharapkan bisa mengevaluasi terkait efektivitas dari pemantauan jarak jauh untuk memperoleh kompos yang lebih berkualitas.

Karena itu, proses pembuatan pupuk kompos diharapkan tidak lagi hanya dengan mengandalkan intuisi. Hal ini karena pupuk kompos yang dikatakan bagus adalah yang pada prosesnya seharusnya mengukur perubahan suhu fermentasi dan juga jumlah kadar air.

Dalam Konferensi Internasional Pertanian Cerdas dan Inovatif (Icosia) tahun 2021, Prof Mizoguchi menyampaikan bahwa melaui IoT, kita telah mampu untuk mengukur perubahan yang terjadi pada kadar air kompos.

Selain itu, menurutnya, hadirnya IoT ini bisa juga untuk mengetahui adanya hubungan antara peningkatan kadar air, penyiraman dan peningkatan suhu.

Sumber: Mediatani

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT.PSU Serobot Lahan di Batang Natal, DPRDSU Diminta Turun Tangan

    PT.PSU Serobot Lahan di Batang Natal, DPRDSU Diminta Turun Tangan

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Warga Desa Muara Parlampungan, Rantobi, Aek Manggis dan Adangkahan di Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal (Madina) meminta DPRD Sumatera Utara turun lansung ke lokasi PT. Perkebunan Sumatera Utara (PT.PSU). Pasalnya, masyarakat di empat desa itu saat ini kondisi resah atas penyerobotan lahan yang diduga dilakukan oleh PT.PSU. Warga mengklaim perusahaan […]

  • Ada Anggaran Dana 1 Miliar Dipos Kesbangpol Madina untuk Pengadaan Mobiler.Kapsan : Itu Hibah untuk Kodim

    Ada Anggaran Dana 1 Miliar Dipos Kesbangpol Madina untuk Pengadaan Mobiler.Kapsan : Itu Hibah untuk Kodim

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Pantastis sekaligus membuat heran. Ada alokasi anggaran tahun 2025 senilai Rp.1.000.000.000 untuk pengadaan mobiler yang diposkan di Badan Kesbangpol Pemkab Madina. Agak aneh memang kedengaran karena jelas sesuai kaidahnya tupoksi Kesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) adalah tugas, pokok, dan fungsi yang dilaksanakan oleh badan ini untuk memelihara dan meningkatkan persatuan,  kesatuan, […]

  • Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 3)

    Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 3)

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masa Kolonial Beberapa tonggak sastra yang berkembang pada masa kolonial antara lain: Willem Iskander (1840-1876) Pria kelahiran Pidoli bernama asli Sati Nasution ini menulis beberapa buku, antara lain: 1) “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” (Terjemahan). Padang: Van Zadelhoff and Fabritius (1865). 2) “Leesboek van W.C. Thurn in het Mandhelingsch Vertaald.” Batavia: Landsdrukkerij. (1871) […]

  • DanaTak Cukup, Kontingen Porsadin Sumut Dimungkinkan Gagal Berangkat ke Tingkat Nasional

    DanaTak Cukup, Kontingen Porsadin Sumut Dimungkinkan Gagal Berangkat ke Tingkat Nasional

    • calendar_month Kamis, 9 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kontingen Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) dari Sumatera Utara dimungkinkan gagal berangkat ke ajang nasional di Pasuruan, Jawa Timur. Kemungkinan gagal itu diakibatkan oleh ketidakseriusan pemerintah daerah menyediakan biaya. Sebanyak 5 orang dalam kontingen yang akan ke tingkat nasional itu berasal dari Mandailing Natal (Madina) yang tampil menjadi […]

  • Maslin Batubara dan Pandapotan Nasution Dukung Brigjend Sofwat

    Maslin Batubara dan Pandapotan Nasution Dukung Brigjend Sofwat

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution bersilaturrahmi dengan dua tokoh perantau Madina di Medan. Kedua tokoh Madina itu, H. Pandapotan Nasution (tokoh pemekaran Kabupaten Mandailing Natal) serta H. Maslin Batubara (pengusaha) asal Madina. Silaturrahim dengan berlangsung H. Pandapotan Nasution Rabu malam (31/7/2019) di kediaman H. Pandapotan […]

  • Puluhan Korban Keracunan H2S PT SMGP Dilarikan ke Dua Rumah Sakit di Panyabungan

    Puluhan Korban Keracunan H2S PT SMGP Dilarikan ke Dua Rumah Sakit di Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN( Mandailing Online ): Lebih 20 warga korban keracunan H2S dari PT Sorik Marapi Geotermal Power ( SMGP ) yang beroperasi di Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) sudah di evakuasi ke RSUD Panyabungan. Karena banyaknya korban, pihak RSUD pun sempat mengalihkan pasien ke RSU Swasta Madina. Rata rata korban […]

expand_less