Senin, 20 Jul 2026
light_mode

Ali Muhammad Mori, Islam Dorong Kebangkitan Jepang

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
  • print Cetak

Ali Muhammad Mori, seorang pekerja sosial dan pendeta dari Jepang. Ia mengaku sangat terkesan dengan cara saleh beberapa Muslim di Manchuria, tempat tinggalnya dulu.

Kisah ini bermula dari 18 tahun yang lalu ketika Ia berada di Manchuria dimana Jepang masih menguasai daerah tersebut. Waktu itu di padang pasir dekat Pieching adalah kali pertamanya Ia bergabung dalam sekelompok Muslim. Mori sangat terkesan dengan mereka yang menjalani hidup dengan saleh dan dengan sikap mereka terhadap kehidupan.

Sekembalinya ke negeri kelahirannya, Mori menemukan fakta bahwa Jepang tengah dilanda ketidakpastian akan agama. “Aku kembali ke Jepang, negara yang kalah pada musim panas 1946 dan saya menemukan bahwa situasi di Jepang telah berubah sama sekali,” kata dia seperti dilansir dari arabnews, Rabu (25/12).

“Ada perubahan yang sangat besar di ranah pemikiran rakyat. Buddhisme yang merupakan agama mayoritas Jepang benar-benar telah rusak dan bukannya memberikan keselamatan malah memberi pengaruh jahat kepada masyarakat,” ungkapnya.

Misionari Kristen, lanjutnya, setelah perang telah membuat langkah-langkah cepat di Jepang meskipun agama tersebut telah ada selama 90 tahun terakhir. Saat itu, ajaran Kristen diterima oleh anak-anak muda. “Tapi ajaran ini muncul lebih kepada pengaruh geopolitik saat itu, dimana kapitalisme Amerika dan Inggris tengah dipupuk,” ucapnya.

Meski ada gejolak agama, Mori beranggapan tidak ada agama lainnya yang bisa menawarkan solusi seperti Islam. Mori merasa Islam Islam menjadi jawaban yang banyak dicari pada waktu itu. Anggapan lain, Islam adalah jawaban yang benar adalah bagaimana Islam bisa terlihat damai dengan menghargai persaudaraan sesama Muslim.

“Semua Muslim adalah saudara bagi satu sama lain dan Allah telah memerintahkan bahwa mereka harus hidup dalam damai dan harmoni dengan satu sama lainnya. Saya percaya bahwa itu adalah jenis ‘Brotherhood’ yang begitu penting dan paling dibutuhkan oleh dunia saat ini,” ceritanya.

Musim panas lalu, lanjutnya, tiga orang Muslim mengunjungi Tokushima. Mereka datang dari Pakistan dan dari mereka saya belajar banyak tentang Islam. Pada akhirnya temannya Motiwala di Kobe dan Mita di Tokyo datang memmbantunya untuk memeluk Islam.

Ada sebuah harapan mulia yang dimiliki Mori setelah memeluk Islam. Ia berharap Islam akan lebih bergema lagi kedepannya. “Saya sangat berharap bahwa suatu hari ikatan Islam akan menanamkan semangat baru di kalangan umat Islam dari setiap sudut dunia,” Harapnya.

“Dan pesan Allah yang besar ini akan bergema sekali lagi dengan kemuliaan penuh dari setiap tanah, sehingga bumi menjadi surga untuk hidup dan makhluk Tuhan benar-benar bahagia, baik material maupun spiritual tinggi sebagai apa yang apa Tuhan telah tujukan,”pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Sibanggor Tak Lagi Tidur Nyenyak (Bagian 1)

    Warga Sibanggor Tak Lagi Tidur Nyenyak (Bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 11 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Laporan : Dahlan Batubara dan Seri Aida Lubis   Ketakutan, keresahan dan kecemasan. Itu gambaran terkini di kalangan warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Penulusuran tim media dari Mandailing Online, Malintang Pos dan Madina Pos, Kamis (11/2/2012) di Sibanggor Julu mencatat banyak hal pengakuan beberapa warga pasca tragedi […]

  • Gerakan Orangtua Asuh Positif, Tapi Beasiswa Wajib di APBD 2020

    Gerakan Orangtua Asuh Positif, Tapi Beasiswa Wajib di APBD 2020

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gerakan Orangtua Asuh bagi mahasiswa miskin berprestasi yang digagas Fraksi Golkar DPRD Madina dinila positif. Namun Golkar juga harus mengupayakan agar APBD tetap menampung anggaran beasiswa. Itu dikatakan tokoh pemuda Madina, Tan Gozali Pulungan kepada Mandailing Online, Kamis (31/10/2019) di Panyabungan menyikapi gagasan Fraksi Golkar DPRD Mandailing Natal (Madina). “Kita […]

  • Dugaan Korupsi Smart Village di Madina. Presidium MARAK Minta Kejari Serius

    Dugaan Korupsi Smart Village di Madina. Presidium MARAK Minta Kejari Serius

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Presidium Mimbar Rakyat Anti Korupsi (MARAK), Arief Tampubolon meminta Kejaksaan harus serius menuntaskan dugaan kasus korupsi smart village desa digital di Mandailing Natal (Madina) yang merugikan keuangan negara. Pernyataan itu ditegaskan Arief karena melihat dugaan korupsi yang bersumber Dana Desa tahun 2023 tersebut hingga saat ini belum juga menunjukkan perkembangan […]

  • MULAK TU KAMPUNG

    MULAK TU KAMPUNG

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution Budayawan/Sutrdara film Mandailing   Anak-anak yang pulang kampung juga menjadi ruh bagi sebuah keluarga. Orang tua dan saudara akan bergembira, meskipun tak selalu ada “silua” yang dibawa. Bagi sebuah keluarga, berkumpulnya semua anggota keluarga dalam masa lebaran menjadi hal yang sangat istimewa. Selain karena mengulang kembali masa-masa indah, juga kenikmatan yang […]

  • PT SM Tidak Pernah Menuduh Warga Madina Perampok

    PT SM Tidak Pernah Menuduh Warga Madina Perampok

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Goverment and Media Relations Superintendent PT.Sorikmas Mining, Nurul Fazrie menyatakan, Paul Wills selaku pimpinan PT. SM tidak pernah melontarkan tuduhan perampok terhadap warga Madina, secara lisan maupun tulisan. Kepada Mandailing Online (20/2), Nurul mengungkapkan ini terkait adanya tudingan dari beberapa elemen yang menyatakan pimpinan PT.SM menuduh masyarakat Madina perampok. Dia menghimbau sebaiknya […]

  • Menkopolhukam: Pantau Wikileaks

    Menkopolhukam: Pantau Wikileaks

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring untuk memantau isi laman WikiLeaks. “Saya sudah perintahkan kepada Menkominfo dan Kemenlu untuk melihat apa saja isi dari Wikileaks itu,” kata Djoko Suyanto ketika ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat. […]

expand_less