Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Ali Muhammad Mori, Islam Dorong Kebangkitan Jepang

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
  • print Cetak

Ali Muhammad Mori, seorang pekerja sosial dan pendeta dari Jepang. Ia mengaku sangat terkesan dengan cara saleh beberapa Muslim di Manchuria, tempat tinggalnya dulu.

Kisah ini bermula dari 18 tahun yang lalu ketika Ia berada di Manchuria dimana Jepang masih menguasai daerah tersebut. Waktu itu di padang pasir dekat Pieching adalah kali pertamanya Ia bergabung dalam sekelompok Muslim. Mori sangat terkesan dengan mereka yang menjalani hidup dengan saleh dan dengan sikap mereka terhadap kehidupan.

Sekembalinya ke negeri kelahirannya, Mori menemukan fakta bahwa Jepang tengah dilanda ketidakpastian akan agama. “Aku kembali ke Jepang, negara yang kalah pada musim panas 1946 dan saya menemukan bahwa situasi di Jepang telah berubah sama sekali,” kata dia seperti dilansir dari arabnews, Rabu (25/12).

“Ada perubahan yang sangat besar di ranah pemikiran rakyat. Buddhisme yang merupakan agama mayoritas Jepang benar-benar telah rusak dan bukannya memberikan keselamatan malah memberi pengaruh jahat kepada masyarakat,” ungkapnya.

Misionari Kristen, lanjutnya, setelah perang telah membuat langkah-langkah cepat di Jepang meskipun agama tersebut telah ada selama 90 tahun terakhir. Saat itu, ajaran Kristen diterima oleh anak-anak muda. “Tapi ajaran ini muncul lebih kepada pengaruh geopolitik saat itu, dimana kapitalisme Amerika dan Inggris tengah dipupuk,” ucapnya.

Meski ada gejolak agama, Mori beranggapan tidak ada agama lainnya yang bisa menawarkan solusi seperti Islam. Mori merasa Islam Islam menjadi jawaban yang banyak dicari pada waktu itu. Anggapan lain, Islam adalah jawaban yang benar adalah bagaimana Islam bisa terlihat damai dengan menghargai persaudaraan sesama Muslim.

“Semua Muslim adalah saudara bagi satu sama lain dan Allah telah memerintahkan bahwa mereka harus hidup dalam damai dan harmoni dengan satu sama lainnya. Saya percaya bahwa itu adalah jenis ‘Brotherhood’ yang begitu penting dan paling dibutuhkan oleh dunia saat ini,” ceritanya.

Musim panas lalu, lanjutnya, tiga orang Muslim mengunjungi Tokushima. Mereka datang dari Pakistan dan dari mereka saya belajar banyak tentang Islam. Pada akhirnya temannya Motiwala di Kobe dan Mita di Tokyo datang memmbantunya untuk memeluk Islam.

Ada sebuah harapan mulia yang dimiliki Mori setelah memeluk Islam. Ia berharap Islam akan lebih bergema lagi kedepannya. “Saya sangat berharap bahwa suatu hari ikatan Islam akan menanamkan semangat baru di kalangan umat Islam dari setiap sudut dunia,” Harapnya.

“Dan pesan Allah yang besar ini akan bergema sekali lagi dengan kemuliaan penuh dari setiap tanah, sehingga bumi menjadi surga untuk hidup dan makhluk Tuhan benar-benar bahagia, baik material maupun spiritual tinggi sebagai apa yang apa Tuhan telah tujukan,”pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Minta Masyarakat dan Perusahaan di Madina Dukung Bandara AHN

    Wabup Minta Masyarakat dan Perusahaan di Madina Dukung Bandara AHN

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BUKITMALINTANG, (Mandailing Online) – Masyarakat dan perusahaan di Mandailing Natal (Madina), Sumut diharap menggunakan pesawat Madina-Medan dan Medan-Madina sebagai salah satu dukungan bagi keberadaan Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (AHN). Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution mengungkapkan ketercapaian target penumpang akan mendorong peningkatan jenis pesawat yang mendarat dan penambahan jumlah hari jadwal […]

  • IMAMI Malaysia: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    IMAMI Malaysia: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar
  • Selamatkan Ratusan Ha Sawah Terrendam, PU Madina Keruk Aek Sibontar

    Selamatkan Ratusan Ha Sawah Terrendam, PU Madina Keruk Aek Sibontar

    • calendar_month Selasa, 24 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Menyusul genangan persawahan di kawasan rodang, Dinas PUPR Mandailing Natal menerjunkan alat berat mengeruk Aek Sibontar. Pengerukan berlangsung di titik Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu, Selasa, (24/8/2021). Aek Sibontar merupakan aliran sungai yang beberapa hari kemarin menerjang lahan pertanian warga Desa Simangambat dan sekitarnya. Debit air sungai yang meluap mengakibatkan area persawahan […]

  • Pendaftaran Pemantau Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Mandailing Natal Tahun 2015

    Pendaftaran Pemantau Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Mandailing Natal Tahun 2015

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MANDAILING NATAL PENGUMUMAN Nomor:   130 /KPU-KAB-002.434826/V /2015 Tentang PENDAFTARAN PEMANTAU PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI MANDAILING NATAL TAHUN 2015                 Menindaklanjuti   ketentuan    pasal   123  s.d.  pasal   130  Undang-Undang   Nomor  1  Tahun   2015  Tentang   Penetapan Peraturan   Pemerintah   Pengganti  Undang-Undang  Nomor  1 Tahun  2014  Tentang  Pemilihan  Gubernur,  Bupati,  dan Walikota  Menjadi  Undang-Undang  sebagaimana   […]

  • MTQ dan Festival Seni Qasidah ke XXIV Madina, Panyabungan Juara Umum

    MTQ dan Festival Seni Qasidah ke XXIV Madina, Panyabungan Juara Umum

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan festival seni Qasidah ke-XXIV tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut berakhir, Senin (24/2/2025). Kegiatan yang berlokasi di pelataran masjid Nur Ala Nur, Panyabungan dari 21 hingga 24 Februari itu ditutup secara resmi oleh Asisten I Setdakab Madina Syahnan Pasaribu. MTQ ini merupakan salah satu rangkaian dalam […]

  • Kabut Asap Kian Tebal

    Kabut Asap Kian Tebal

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga saat ini kabut asap belum ada tanda-tanda berkurang, malah semakin hari semakin tebal. Ini mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat Kabupaten mandailing Natal (Madina). Pantauan Rabu (12/3/2014) di sepanjang jalan Willem Iskander ketebalan asap sangat tinggi dan jarak pandang berkisar 300 Meter. Sejauh ini Dinas Kesehatan Madina belum terdengar pernyataanya seputar […]

expand_less