Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Ali Muhammad Mori, Islam Dorong Kebangkitan Jepang

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
  • print Cetak

Ali Muhammad Mori, seorang pekerja sosial dan pendeta dari Jepang. Ia mengaku sangat terkesan dengan cara saleh beberapa Muslim di Manchuria, tempat tinggalnya dulu.

Kisah ini bermula dari 18 tahun yang lalu ketika Ia berada di Manchuria dimana Jepang masih menguasai daerah tersebut. Waktu itu di padang pasir dekat Pieching adalah kali pertamanya Ia bergabung dalam sekelompok Muslim. Mori sangat terkesan dengan mereka yang menjalani hidup dengan saleh dan dengan sikap mereka terhadap kehidupan.

Sekembalinya ke negeri kelahirannya, Mori menemukan fakta bahwa Jepang tengah dilanda ketidakpastian akan agama. “Aku kembali ke Jepang, negara yang kalah pada musim panas 1946 dan saya menemukan bahwa situasi di Jepang telah berubah sama sekali,” kata dia seperti dilansir dari arabnews, Rabu (25/12).

“Ada perubahan yang sangat besar di ranah pemikiran rakyat. Buddhisme yang merupakan agama mayoritas Jepang benar-benar telah rusak dan bukannya memberikan keselamatan malah memberi pengaruh jahat kepada masyarakat,” ungkapnya.

Misionari Kristen, lanjutnya, setelah perang telah membuat langkah-langkah cepat di Jepang meskipun agama tersebut telah ada selama 90 tahun terakhir. Saat itu, ajaran Kristen diterima oleh anak-anak muda. “Tapi ajaran ini muncul lebih kepada pengaruh geopolitik saat itu, dimana kapitalisme Amerika dan Inggris tengah dipupuk,” ucapnya.

Meski ada gejolak agama, Mori beranggapan tidak ada agama lainnya yang bisa menawarkan solusi seperti Islam. Mori merasa Islam Islam menjadi jawaban yang banyak dicari pada waktu itu. Anggapan lain, Islam adalah jawaban yang benar adalah bagaimana Islam bisa terlihat damai dengan menghargai persaudaraan sesama Muslim.

“Semua Muslim adalah saudara bagi satu sama lain dan Allah telah memerintahkan bahwa mereka harus hidup dalam damai dan harmoni dengan satu sama lainnya. Saya percaya bahwa itu adalah jenis ‘Brotherhood’ yang begitu penting dan paling dibutuhkan oleh dunia saat ini,” ceritanya.

Musim panas lalu, lanjutnya, tiga orang Muslim mengunjungi Tokushima. Mereka datang dari Pakistan dan dari mereka saya belajar banyak tentang Islam. Pada akhirnya temannya Motiwala di Kobe dan Mita di Tokyo datang memmbantunya untuk memeluk Islam.

Ada sebuah harapan mulia yang dimiliki Mori setelah memeluk Islam. Ia berharap Islam akan lebih bergema lagi kedepannya. “Saya sangat berharap bahwa suatu hari ikatan Islam akan menanamkan semangat baru di kalangan umat Islam dari setiap sudut dunia,” Harapnya.

“Dan pesan Allah yang besar ini akan bergema sekali lagi dengan kemuliaan penuh dari setiap tanah, sehingga bumi menjadi surga untuk hidup dan makhluk Tuhan benar-benar bahagia, baik material maupun spiritual tinggi sebagai apa yang apa Tuhan telah tujukan,”pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiang Pancang Pembangunan RSUD Kembali Berlebih, Kadis PUPR: Saya Juga Bingung

    Tiang Pancang Pembangunan RSUD Kembali Berlebih, Kadis PUPR: Saya Juga Bingung

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiang pancang pembangunan gedung RSUD Panyabungan di Panatapan untuk tahun anggaran 2021 kembali berlebih. Ini merupakan kali kedua setelah pada tahun 2019 lalu juga terjadi hal serupa. Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas PU-PR Mandailing Natal (Madina) Rully Andriadi mengaku bingung. “Mengenai tiang pancang yang berlebih, saya juga bingung kenapa tiap tahun […]

  • Ini Dia 5 Masakan Khas Mandailing

    Ini Dia 5 Masakan Khas Mandailing

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ocha Lubis Kalau bicara tentang makanan, emang ga ada habisnya. Apalagi makanan tradisional khas Indonesia, pasti membuat kamu tergoda untuk segera mencicipinya. Seperti halnya dengan makanan khas yang unik dari salah satu suku di Provinsi Sumatera yaitu Mandailing. Penasaran gimana sih makanan khas dari Suku Mandailing ini? Yuk kita lihat di bawah ini. 1. […]

  • Sarlinkson Guano Solusi untuk Petani Saat Harga Pupuk Mahal

    Sarlinkson Guano Solusi untuk Petani Saat Harga Pupuk Mahal

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Di saat harga pupuk yang kian mahal, pupuk Sarlinkson Guano menjadi solusi menggembirakan bagi petani. Pupuk oranik yang diproduksi di  Mandailing Natal, Sumatera Utara ini berbahan baku tahi murni kelelawar di dalam goa Baginda, Dusun Aek Putih, Desa Adangkahan, Kecamatan Batang Natal. Veri, dari pihak PT. Sarlinkson yang memproduksi pupuk organik Sarlinkson […]

  • Dua Korban Hanyut di Sulangaling Ditemukan

    Dua Korban Hanyut di Sulangaling Ditemukan

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    Sulangaling (Mandailing Online) – Dua korban hanyut di wilayah Sulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Mandailing Natal (Madina) pada Senin (20/12) kemarin kembali ditemukan tim gabungan Polda Sumatra Utara (Poldasu), Polres Madina, dan Basarnas Sumut. Adapun korban yang ditemukan pada hari ini, Kamis (23/12) berjenis kelamin perempuan. Sebelumnya pada Rabu (22/12) kemarin telah ditemukan satu […]

  • Angkola-Mandailing

    Angkola-Mandailing

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan ringkas: Askolani Nasution Budayawan Dalam bahasa Mandailing-Angkola “batang” bermakna muara sungai. Misalnya, sungai Batang Natal, artinya sungai yang bermuara ke Natal. Seluruh geografis yang dilewati sungai itu sampai bermuara ke Natal dinamai “alak” Batang Natal. Sungai Batang Angkola artinya sungai yang bermuara ke wilayah Angkola. Jadi, semua kawasan yang dilalui sungai itu disebut “alak” […]

  • Askolani Nasution: Perlu Publikasi Kearifan Lokal Mandailing

    Askolani Nasution: Perlu Publikasi Kearifan Lokal Mandailing

    • calendar_month Sabtu, 4 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Budayawan Mandailing Askolani Nasution mengatakan sangat perlu publikasi kearifan lokal Mandailing ke dunia internasional. “Tentu melalui publikasi berbahasa Inggris, baik melalui media buku, jurnal, website, film, dokumenter, dan lainnya,” katanya dalam seminar “English Language Immersion: Local Wisdom”, Penguatan kearifan lokal Mandailing yang dilaksanakan di Laboratorium Seni SMAN 2 Plus Panyabungan. Pria […]

expand_less