Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

Buntut Perzinahan, Nasab Berantakan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
  • print Cetak

Oleh: Alfisyah Ummu Arifah, S.Pd
Pegiat Literasi Islam Kota Medan

Pantas jika Allah melarang mendekati zina. Mendekatinya saja pun sudah dilarang. Karena saat mendekatinya, akan menyeret pelakunya pada prilaku yang keji selanjutnya. Kemaksiatan pun terjadi berulang kali, sekian kali hingga memberikan buntut masalah yang makin ruwet.

Beberapa hari lalu Kota Medan dikagetkan dengan video yang viral soal seorang siswi yang melahirkan bayi begitu mudahnya. Kejadian itu terekam CCTV warga di tempat kejadian. Polisi pun menemukan pelakunya. Seorang siswa yang tega membuang bayinya tanpa sehelai benangpun setelah melahirkan  dengan begitu mudahnya di warung itu.

Pengakuan AL, pelajar wanita kepada pejabat di Kecamatan Medan Tuntungan, pelajar tersebut malu dan tidak mengetahui siapa ayah dari anak yang dilahirkannya.

Sebab pengakuannya, AL menuturkan sudah berhubungan badan dengan lima pria berbeda. Setelah dilakukan wawancara bersama pihak Kepolisian, rupanya ada sekitar 5 laki-laki yang sudah berhubungan dengan wanita ini. Tetapi tidak diketahui yang mana ayahnya,” kata pejabat itu (Posmetro Medan, Jum’at 14/3/2025).

Soal kehamilan, AL juga menutupinya dari orangtuanya.
Ketika di rumah dan sekolah, AL diduga kerap memakai pakaian maupun jaket berukuran besar.

Sebelumnya, video AL saat melahirkan dengan posisi berdiri di sebuah warung, viral di media sosial. Begitulah saat Allah menunjukkan kekuasaannya, kelahiran begitu mudah bagi seseorang yang melakukan perzinahan.Tak ada pahala atas kehamilannya itu karena dihilangkan sakit selama mengandung dan melahirkan sebagaimana ibu hamil yang sah melalui pernikahan. Allah inginkan ini menjadi pelajaran bagi siapapun yang mau menggunakan akalnya.

Pertanyaan selanjutnya, ini salah siapa? Apakah salah wanita itu? Lima pria teman tidurnya? Orang tuanya? Lingkungannya? Kepala negaranya? Hingga seluruh umat manusia di muka bumi ini?

Jawabannya adalah salah semua manusia hari ini yang membiarkan keadaan kita hari ini karena tidak memberlakukan hukum Allah untuk kita jadikan aturan hidup dan bernegara manusia di bumi. Keengganan penguasa di wilayah manapun yang sedang berkuasa untuk menjadikan islam sebagai pedoman hidup menyebabkan petaka.
Petaka yang menjadikan hukum “bebas nilai” tiap individu saat ingin berbuat sekehendak hatinya. Tak ada sanksi pula bagi pelaku jika melakukan pelanggaran hukum sosial itu. Wajar munculnya kasus -kasus pacaran, dan hubungan laki perempuan tanpa ikatan sudah ada di depan mata.

Jika islam melarang untuk mendekati hubungan ilegal itu, sementara di pihak lain negeri ini membiarkan sistem sosial itu kacau. Buntut dari pergaulan bebas itu menyebabkan petaka bagi manusia. Lahirnya seorang anak manusia tanpa nasab yang jelas akan semakin berulang dan berulang. Negara mandul mencegah kasus serupa di masa yang akan datang.

Ya, sistemi negeri ini yang membiarkan masyarakatnya tanpa sanksi hukum syariat yang melarang zina, justru malah membuka kran kebebasan hubungan laki-laki dan perempuan semakin menjadi. Berlakunya hukum kebebasan per individu ini bukan kesalahan pribadi melainkan kesalahan manusia di bumi ini. Kesalahannya membiarkan hidup berjalan dengan hukum sekuleris yang memisahkan urusan kehidupan dengan urusan agama. Agama tak dipakai dalam hidup bernegara kecuali dalam hal masalah privat ibadah ritual saja.

Bah, Bagaimana mengakhiri munculnya kasus serupa di negeri ini. Mudah saja. Kita harus berkomitmen Menerapkan hukum Islam di negeri ini. Terutama terkait dengan pergaulan laki-laki dan perempuan juga hukum lainnya.

Hukum tersebut mengatur hukum rajam dan jilid bagi pelaku zina. Hukum rajam untuk pelaku zina yang sudah menikah. Sedangkan hukum jilid atau cambuk seratus kali ini untuk pelaku yang belum menikah. Ada juga hukum had bagi pelaku pacaran, ikhtilat hingga siapapun yang melanggar ketentuan negara yang membuka celah pada munculnya zina. Negara menegakkan sistem peradilan islam untuk masalah sanksi ini. Efek jera dari sanksi ini akan memutus rantai kasus serupa. Pelaku yang mencoba mendekati zina akan mengurungkan niatnya setelah mengetahui pemberlakuan sanksi ini di negara itu.

Negara pun akan menutup semua pembangkit dan pemicu munculnya hawa nafsu di sini. Selain peraturan negara yang ketat melarang hubungan zina dan pencetusnya, negara juga mengontrol kasus pornografi dan pornoaksi yang hadir di media sosial dan di masyarakat umum.

Hukum terkait pasal-pasal larangan pornografi dan pornoaksi akan diratifikasi sedemikian rupa agar masyarakat tidak mencoba-coba mengaksesnya. Media massa dan elektronik negara bekerja memblokir jaringan yang memberikan kemudahan akses pornografi dan pornoaksi saat itu. Hukum -hukum tegas itu akan membuat masyarakat berpikir seribu kali untuk melakukan aksi pornografi dan pornoaksi sejak dari awalnya. Pacaran, friends with benefit, prostitusi online, ofline, hingga lokalisasi tak lagi dibolehkan  ada di negara ini.

Supaya mekanisme counter pornografi pornoaksi itu berjalan, ketakwaan individu harus baik di negeri itu. Pembinaan ketakwaan oleh negara pada masyarakat tak boleh lalai. Harus dilakukan secara simultan. Semua warga negara terlibat untuk mengontrol sesama warganya yang terindikasi ingin melakukan dan perempuan.

Penutup

Tak ada jalan lain. Kasus ini harus dihentikan cepat.Tak boleh lagi berulang. Tak boleh lagi muncul. Islam yang ditawarkan Rasulullah 14 abad yang lalu, telah terbukti menghindari kasus ini. Saat kapitalis sekuler berlaku, kasus seperti ini tumbuh subur. Andai tidak dihentikan segera, bisa jadi kondisi masyarakat akan tambah parah. Jadi, kembali pada hukum islam itu tak ada tawar-menawar lagi. Penting dan genting menerapkan hukum Islam yang mencakup tata hubungan perempuan dan laki-laki dalam hidup dan bernegara. Wallahu a’lam bisdhowaab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • CINTA DAN PENGORBANAN

    CINTA DAN PENGORBANAN

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Sri Handayani, S.T   Tak terasa aroma idul adha sudah menggema. Hanya hitungan hari kaum muslimin seluruh dunia akan merayakan hari raya idul adha. Hari raya idul adha juga dikatakan hari raya qurban. Hari raya idul adha berbeda dengan hari raya idul fitri. Hari raya idul adha identik dengan penyembelihan hewan qurban […]

  • Kepdes 6 Bulan Tak Digaji, Akibat Keterlambatan Desa

    Kepdes 6 Bulan Tak Digaji, Akibat Keterlambatan Desa

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gaji kepala desa yang tersendat sejak Januari 2013, akibat keterlambatan pihak desa sendiri. Itu terungkap saat sejumlah kepala desa dari Kecamatan Siabu bertemu dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Daud Batubara, Rabu (24/7/2013) di ruang kerja Sekda. Usai pertemuan itu, beberapa kepala desa menjawab wartawan menyatakan bahwa keterlembatan pencairan gaji […]

  • 5 kabupaten alami gizi buruk

    5 kabupaten alami gizi buruk

    • calendar_month Rabu, 3 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) –Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat lima kabupaten mengalami kasus balita dengan gizi buruk dengan prevalensi di atas lima persen berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2009. Dalam nota jawaban Gubernur atas pandangan fraksi terhadap Ranperda Perubahan APBD 2012 di DPRD Sumut di Medan, Pelaksana tugas Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho menyatakan hari ini, […]

  • Bupati Madina Siap Mati Bela Hak Masyarakat Dihadapan PT. SMGP

    Bupati Madina Siap Mati Bela Hak Masyarakat Dihadapan PT. SMGP

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan berjanji lagi. Kali ini bupati menyatakan siap mati demi membela hak masyarakat terkait kehadiran PT.SMGP. Bahkan bupati menyatakan akan memecat kepala Dinas Pertambangan Madina jika tak becus mengurus aspirasi warga yang berhadapan dengan PT Sorik Merapi Geothermal Power, perusahaan yang akan mengelola panas bumi […]

  • Ketua Pansus DPRD Madina Tekan Wartawan Portibi

    Ketua Pansus DPRD Madina Tekan Wartawan Portibi

    • calendar_month Selasa, 11 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Wartawan Harian Portibi DNP, terbitan Medan, Maradotang Pulungan mendapat tekanan dari Ketua Pansus Palmaris DPRD Mandailing Natal (Madina) Bakhri Efendi Hasibuan, Senin (10/9). Tekanan ini diduga akibat berita yang dilansir Harian Portibi pada edisi pekan lalu tentang pernyataan warga Kecamatan Batahan yang menuduh DPRD Madina penghianat. Tuduhan warga Batahan ini terkait mandegnya […]

  • Atika Beri Batas Waktu, Insentif Tenaga Kesehatan Wajib Bayar Minggu Depan

    Atika Beri Batas Waktu, Insentif Tenaga Kesehatan Wajib Bayar Minggu Depan

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution memberikan batas waktu pencairan insentif tenaga kesehatan. “Warning” itu ditegaskan Atika dalam satu rapat dengan kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Panyabungan dan RSUD Husni Thamrin Natal, kemarin. Dan pernyataan ini diposting di akun pribadinya pada laman facebook, Jum’at (20/8/2021). Atika menyatakan, banyak hal yang […]

expand_less