Rabu, 4 Mar 2026
light_mode

Cegah Penyebaran Tetelo

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
  • print Cetak


Kandang Disemprot, Ayam-ayam Diobati
SIABU-
Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madina kembali mengimbau warga untuk melaporkan bila masih ditemukan ayam-ayam yang mati mendadak. Imbauan itu merupakan rangkaian pencegahan untuk meminimalisir penyebaran penyakit tetelo.
“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap ayam mati dan yang masih hidup di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, penyakit yang dialami ayam-ayam bukan flu burung melaninkan hanya tetelo,” kata Drh Franki, kepada METRO, Minggu (8/5).
Dikatakan Franki, pihaknya telah melakukan penanggulangan dengan melakukan penyemprotan terhadap kandang-kandang ayam warga. Hal ini untuk mengantisipasi penyakit yang diperkirakan masih ada pada tubuh ayam yang lain.
“Di samping itu kita juga melakukan pengobatan terhadap ayam yang diperkirakan kena penyakit ini. Kita beri obat agar tubuh ayam lebih kebal terhadap penyakit. Sebab, kalau penanganannya terlambat dalam satu hari saja bisa ratusan ayam mati,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bonan Dolok Arham Rangkuti, kepada METRO menyebutkan, setelah dilakukan penyemprotan dan pengobatan terhadap ayam milik warga pada Sabtu (7/5) dan Minggu (8/5) tidak ada lagi laporan dari warga yang menyebutkan ayamnya mati mendadak seperti yang terjadi sebelumnya.
“Sebelum dilakukan penyemprotan, setiap hari saya menerima laporan dari warga bahwa ayam yang diperlihara warga mati mendadak, bahkan dalam satu kandang berisi 30 ekor ayam hanya dalam semalam saja 25 ekor, di antaranya mati mendadak. Padahal dari pengakuan warga sebelum mati ayamnya sehat dan hanya sedikit lesu, dan yang menjadi persoalan bagi warga sekali mati jumlahnya banyak, tetapi sehari setelah dilakukan penyemprotan tak ada laporan lagi,” sebut Arham.
Ditambahkan Arham, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap warga terutama yang memiliki hewan ternak supaya membersihkan kandang ayam masing-masing secara rutin.
Pasalnya, penyakit ayam ini diperkirakan akibat kurangnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan ternaknya semisal membersihkan kandang secara rutin.
Namun, kondisi ini bukan hanya terjadi di Desa Bonan Dolok, tetapi ayam, mati mendadak ini juga terjadi di Desa Tanggabosi 2, Kecamatan Siabu hanya saja jumlah ayam yang mati tak sebanyak di desa Bonan Dolok.
“Warga Desa Tanggabosi juga mengalami penyakit ternak yang sama, tetapi jumlahnya tak separah yang di Bonan Dolok. Kita juga telah melakukan penyemprotan di Tanggabosi,” kata Drh Franki.
Sekretaris Desa Tanggabosi 2 Andi Maulana, membenarkan kejadian yang dialami ternak ayam milik warga desanya.
“Kalau dijumlahkan ada sekitar 300 ayam yang mati dalam 2 minggu ini, tetapi karena matinya tak bersamaan warga tak menyangka kalau ayamnya mengalami penyakit tetelo,” sebut Andi. (wan)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukti PT SMGP Tidak Peduli dengan Kehidupan Masyarakat

    Bukti PT SMGP Tidak Peduli dengan Kehidupan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kejadian berulang terlepasnya gas beracun milik PT SMGP sehingga menyebabkan warga di sekitar WKP jadi korban adalah bukti perusahaan panas bumi itu tidak peduli dengan kehidupan masyarakat. Hal itu disampaikan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari fraksi Partai Golkar Arsidin Batubara menanggapi adanya lebih dari 50 orang terpapar gas beracun yang […]

  • 39 Anggota Polres Tebingtinggi Naik Pangkat

    39 Anggota Polres Tebingtinggi Naik Pangkat

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tebingtinggi. Sebanyak 39 anggota Polresta Tebingtinggi naik pangkat, masing-masing tiga orang menjadi perwira dan 36 selebihnya dari pangkat Brigadir, Sabtu (31/12). Pengambilan sumpah tugas dilakukan langsung oleh Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian Djajadi SIK didampingi oleh Waka Polres Tebingtinggi Kompol Safwan Khayat MHum, di Halaman Mapolres Tebingtinggi. Tiga personel perwira yang naik pangkat adalah Iptu […]

  • Jangan ada politisasi berlebihan soal mobil Esemka

    Jangan ada politisasi berlebihan soal mobil Esemka

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota DPR dari Fraksi PKS minta dihentikannya pro kontra soal layak tidaknya mobil Esemka sebagai kendaraan dinas pejabat dan jangan ada politisasi berlebihan dari karya inovasi anak-anak bangsa tersebut. “Mari kita sama-sama apresiasi karya ini dan mendorong pemerintah memfasilitasi pengembangan serta kelayakannya agar terwujud sebagai mobil nasional dan awal dari bangkitnya kemandirian industri […]

  • Maju Calon Bupati, Harun Dinilai Bisa Majukan UMKM Madina

    Maju Calon Bupati, Harun Dinilai Bisa Majukan UMKM Madina

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Redupnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)di Kabupaten Mandailing Natal Madina Paslon Bupati Madina 2024 Harun dan Ihcwan dinilai bisa akselerasi kemajuan UMKM. Pasalnya, UMKM di Madina tak punya sandaran dan perhatian dari Pemkab Madina. Namun tampaknya pesta demokrasi Pilkada 2024 memberikan semangat baru bagi pelaku UMKM di Madina. Hal ini […]

  • Interupsi, Kopi Do Di Hamu, Amang?

    Interupsi, Kopi Do Di Hamu, Amang?

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BIAR tak dikatai ‘Kuper’ atau nggak gaul, nai Heppot jadi latah pakai istilah khususnya saat melayani tamu pelangannya. Saat amani Jamotan dan kawan-kawannya asyk memperbincangkan kasus Century, dan sampai lupa pula memesan kopi, tiba-tiba ia nongol sambil mendekatkan sendok ke mulutnya layaknya operator gendang kibor ngetest mikropon. “Interupsi, kopi do di hamu, Amang? Dari tadi […]

  • Mula Kata “Indonesia” Diperkenalkan James Richardson Tahun 1869

    Mula Kata “Indonesia” Diperkenalkan James Richardson Tahun 1869

    • calendar_month Minggu, 8 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pada tahun 1869, kata “Indonesia” kali pertama muncul dalam tulisan James Richardson Logan. Kata “Indonesia” ini menunjukkan keberadaan kepulauan di lautan Hindia Pasifik. “Inde” yang artinya Hindia dan “nesos” artinya pulau. Demikian dikutip dari Swantara, majalah Triwulan Lemhanas RI No.03 Tahun I/Desember 2012. James Richardson Logan merupakan seorang pengacara. Lahir di Berwickshire-Skotlandia pada 10 April 1819. Dia […]

expand_less