Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Charity Uzoechina Terkesima dengan Akhlak Muslim

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
  • print Cetak

Ayahnya sempat menentang keislaman putrinya

Kisah Charity Uzoechina mempertahankan hidayah dipenuhi liku. Jalannya menuju Islam begitu mulus, namun tantangan yang dihadapinya setelah menjadi mualaf begitu berat. Ia terpaksa berurusan dengan pengadilan untuk menegaskan keislamannya adalah murni dari hati.

“Aku memeluk Islam karena murni dari keinginan saya sendiri,” ujar Charity Uzoechin, seorang gadis Nigeria, putri seorang pendeta ternama di negara Afrika Barat tersebut.

Charity memeluk Islam pada saat Nigeria dirundung isu mualaf dan terorisme. Isu tersebut mengabarkan, banyak wanita Nigeria yang diculik dan dipaksa memeluk Islam oleh sebuah kelompok yang dinyatakan AS sebagai kelompok teroris, Boko Haram.

Isu itu pun melanda Charity. Ia dituduh diculik dan dipaksa kelompok tersebut untuk memeluk Islam. Namun, Charity membantahnya. Ia menegaskan, keislamannya bukanlah karena terpaksa, apalagi karena diculik.

Kabarnya memeluk Islam hanya kebetulan bersamaan dengan isu tersebut. Beberapa waktu terakhir, jumlah mualaf Nigeria memang meningkat pesat. Isu terorisme tersebut baru mencuat setelah banyaknya warga Nigeria yang memilih Islam.

Charity pun mengisahkan perjalanannya menuju hidayah, sebuah perjalanan singkat, namun menakjubkan. Ia ingin menegaskan sekaligus berbagi kisah yang mengubah hidupnya. Bermula dari teman-temannyalah, gadis berusia 25 tahun tersebut mengenal Islam.

Charity mengenal banyak Muslim ketika kuliah di politeknik negeri di Kota Bida. Kota tersebut memang menjadi tempat nyaman bagi Muslimin Nigeria. “Aku memiliki beberapa teman Muslim dan aku selalu melihat apa yang mereka lakukan,” ujarnya.

Ketika mengenal kawan beragama Islam, Charity awalnya hanya berteman biasa. Namun, semakin banyak interaksi dan berkomunikasi, putri Pastor Raymond Uzoechina tersebut merasa nyaman dan dekat dengan mereka.

Ia pun kemudian melihat aktivitas Muslimin yang tak biasa. Melihat segala kehidupan Muslimin yang berbeda. Dan, satu hal yang membuat ia terpesona, akhlak teman-teman Muslimnya yang begitu baik.

“Aku suka karakter mereka. Aku sering berinteraksi dengan mereka dan aku sangat suka dengan cara mereka berperilaku,” ujarnya.

Dari Muslimin berakhlak karimah tersebutlah, Charity mengenal Islam. Bertahap, ia mengenal Islam lebih dekat.

Kemudian, ia menyadari para Muslimin juga meyakini Tuhan yang sama dengan yang ia yakini. Hanya, Islam meyakini satu Tuhan. “Kau tahu, Muslim percaya pada Tuhan,” tuturnya.

Semakin lama, Charity makin terpesona dengan Muslimin dan apa yang mereka anut. Ia pun jatuh hati pada Islam. “Aku menyukai perilaku Muslimin,” ungkapnya polos.

”Selama saya mengenal mereka, perilaku mereka sangat baik. Dari situlah aku menjadi tertarik untuk memeluk Islam,” kata gadis yang tumbuh besar dekat dengan gereja tersebut.

Charity tahu betul kabar keislamannya akan mengguncang keluarganya. Ia pun kemudian pergi menjauhkan diri dari rumah. Ia mengungsi dari keluarganya dan tinggal bersama komunitas Muslim di Kota Bida, Nigeria Utara.

Charity takut, saat keislamannya diketahui pihak keluarga, ia tak bisa lagi mempertahankan hidayahnya. Mengingat keluarga besarnya, Uzoechinas, merupakan warga Nigeria Tenggara yang sangat minim mengenal Islam. Bagi mereka, Muslimin dianggap tidak wajar atau abnormal.

Apa yang dikhawatirkan Charity pun menjadi nyata. Pihak keluarga mengetahui keislamannya. Keluarganya, terutama sang ayah, sangat menentang keras.

Ia bahkan dituduh memeluk Islam secara terpaksa. Mereka menolak keislaman Charity dan menuding Muslimin telah menculik dan memaksa Charity untuk memeluk Islam. “Aku memeluk Islam karena murni dari keinginan saya sendiri,” jelas Charity kepada keluarganya.

Namun, tak membuahkan hasil. Keluarganya justru mengurus permasalahan tersebut ke pengadilan. Mereka ingin anaknya kembali.

Pihak keluarga justru kemudian mengancam Charity. Namun, di hadapan majelis hakim, jawaban Charity tentu saja tetap sama, ia memeluk Islam dari hati, bukan karena paksaan. “Aku memeluk Islam murni dari hati,” ujar Charity berulang-ulang, sedih.

Untuk melindungi Charity dari ancaman keluarganya, pengadilan memindahkan perkaranya kepada Etsu Nupe yang memimpin komunitas Muslim Nigeria.

Namun, ayah Charity dibantu Christian Association of Nigeria (CAN) menuduh Etsu Nupe dan tokoh Islam Alhaji Yahya Abu Bakar merupakan dalang yang memaksa Charity memeluk Islam.

Etsu Nupe dibantu Nigerian Supreme Council for Islamic Affairs (NSCIA) pun kemudian menyatakan Charity memeluk Islam karena panggilan hati, bukan paksaan.

Ia bukan diculik, melainkan menuju wilayah Etsu Nupe di Kota Bida, Nigeria Utara, atas kehendaknya sendiri. Pelarian Charity itu pun bermaksud mencari perlindungan dari penolakan keluarga atas keislamannya.

Terlepas dari ujiannya setelah berislam, Charity bahagia dapat menemukan hidayah. Ia pun mempelajari Islam dengan semangat.

Ia mengaku sangat mengidolakan sosok salah seorang istri Rasulullah, Aisyah. Ia bahkan bermimpi menjadi wanita saleh layaknya ummul mukminin tersebut.

Karena terpesona dengan Aisyah, Charity pun kemudian mengganti namanya menjadi Aisyah. Teman-temannya pun mendukung Charity dan memberikan pendapat bahwa nama Aisyah sangat cocok untuknya.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harun Mustafa Nasution Dorong Penegakan Hukum yang Setimpal Bagi Tersangka Pembunuh Anak Paskibra di Madina

    Harun Mustafa Nasution Dorong Penegakan Hukum yang Setimpal Bagi Tersangka Pembunuh Anak Paskibra di Madina

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Harun Mustafa Nasution seorang politikus dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumut meminta penegakan hukum yang tepat bagi pelaku pembunuhan terhadap Diva Febriani siswa Paskibra di Kecamatan Natal, Mandailing Natal ( Madina ) Harun yang juga putra daeah madina itu mengatakan masalah pembunuhan adalah isu serius yang memerlukan penanganan hukum […]

  • Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (3)

    Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (3)

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KRITIK PEDAS BUYA HAMKA Disunting: Dame Ambarita Hamka pernah menjadi sahabat Parlindungan. Namun, suatu ketika, mereka berselisih tentang Tuanku Rao. Hamka menuliskan pendapatnya dalam Antara Fakta dan Khayal Tuanku Rao. Di tahanan, Buya Hamka banyak membaca dan menulis. Waktu itu, tahun 1964, Hamka berada di rumah tahanan kepolisian Mega Mendung. Sebagai salahsatu fungsionaris Partai Masyumi, […]

  • Tugu Perjuangan Beralih Fungsi

    Tugu Perjuangan Beralih Fungsi

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Beberapa bulan menjelang Pemilihan Umum 2014, berbagai upaya akan dilakukan untuk mensosialisasikan Partai Politik terhadap masyarakat. Seperti Tugu Perjuangan yang beralih fungsi menjadi tempat pemasangan tiang bendera Parpol, padahal salah satu ikon kota yang dapat menambah keindahan Kota Psp ialah Tugu Perjuangan. “Heran, kata pertama yang cocok dikatakan ketika melihat Tugu Perjuangan yang […]

  • Mobil caleg Hanura pengeroyok wartawan diamankan

    Mobil caleg Hanura pengeroyok wartawan diamankan

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –   Polisi Resort Madina saat ini terus melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan Wartawan Harian Andalas di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), Jeffry Barata Lubis beberapa waktu lalu. Polisi pun telah mengamankan mobil pick up L300 dan ambulance yang diduga digunakan para pelaku. Kedua unit mobil dengan nomor polisi BB 8181 RS […]

  • DPRD Tetapkan Sukhairi-Atika Bupati/Wabup Madina

    DPRD Tetapkan Sukhairi-Atika Bupati/Wabup Madina

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Madina dalam rapat paripurna istimewa, (Selasa, 11/4/2021) menetapkan HM Jakfar Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution sebagai bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada Madina 2020. Selain penetapan bupati dan wakil bupati terpilih, terdapat 2 poin lain yang dihasilkan rapat paripurna istimewa itu dalam bentuk rekomendasi atau usulan kepada Menteri Dalam […]

  • Durian Mentong Panyabungan Tembus Jakarta, Harganya 250.000/Buah

    Durian Mentong Panyabungan Tembus Jakarta, Harganya 250.000/Buah

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Budidaya durian Mentong ternyata memiliki prospek yang sangat menggiurkan, selain harganya yang sangat mahal juga mampu berbuah tiga kali dalam setahun. Durian Mentong asal Desa Sipapaga Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal saat ini pasarnya sudah merambah Jakarta. Harga jualnya di tingkat konsumen mampu mencapai sekitar 250.000 per buah. Beda dengan durian […]

expand_less