Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Dana Desa Tambangan Pasoman Disorot Warga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 20 Sep 2018
  • print Cetak

Salah satu jalan jenis Rabat Beton di kawasan Aek Nabara, Desa Tambangan Pasoman yang dibangun tahun 2017 dari Dana Desa

PANYABUNGAN (Mandailing Online) Kasus demi kasus Dana Desa sepertinya tiada henti mencuat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Warga Desa Tambangan Pasoman, Kecamatan Tambangan, Madina menyampaikan kegelisahan kepada Mandailing Online, Senin (17/9/2018) terkait pelaksnaan Dana Desa di desa itu. Hanya saja, mereka meminta identitasnya tak ditulis.

Warga menyatakan bahwa pengaduan telah dikirim kepada Polres Madina terkait beberapa hasil temuan terhadap pelaksanaan Dana Desa tahun 2017 dan tahun 2018.

Pengaduan itu tertuang dalam surat pengaduan tanggal 2 November 2017. Lalu disusul pengaduan berikutnya pada tanggal 25 November 2017, kemudian pengaduan pada tanggal 28 Maret 2018.

Pengaduan masyarakat itu meliputi persoalan dugaan mark up dana pembiyaan program yang bersumber dari Dana Desa meliputi proyek fisik hingga program Makan Tambahan Bergizi Bagi Anak Balita serta persoalan kekurangtranspanan pemerintah desa dalam pengelolaan Dana Desa.

Selain itu, warga juga menyatakan bahwa ada istilah yang ganjil terdengar, yakni potongan dana dari setiap proyek fisik sebesar 27 prsen yang diperuntukkan bagi TPK 5 persen, PPn dan PPh 11 persen dan uang setan 11 persen.

Warga mengaku heran dengan istilah uang setan tersebut karena baru kali ini terdengar di telinga mereka.

Sementara itu, pihak Pemerintah Desa Tambangan Pasoman membantah dugaan warga tersebut.

Kepala Desa Tambangan Pasoman, Abdul Aziz yang dikonformasi Mandailing Online via telefon seluler, Rabu (19/9/2018) menyatakan bahwa dugaan itu tidak mengandung fakta kebenaran.

Aziz mengatakan bahwa seluruh penggunaan Dana Desa dilaksanakan sesuai dengan aturan dan ketetuan yang berlaku. Pelaksanaan Dana Desa juga berdasarkan hasil Musyawarah Desa.

Dia menyatakan bahwa dia merasakan telah disangka warga memiliki banyak uang dari sumber Dana Desa, sehingga menimbulkan prasangka negatif terhadap dirinya.

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMA Madina Minta Pemerintah Pusat Tolak Akuisisi PT SMGP

    IMA Madina Minta Pemerintah Pusat Tolak Akuisisi PT SMGP

    • calendar_month Senin, 11 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ada beberapa alasan DPP IMA Madina meminta Pemerintah Pusat menolak akuisisi PT.SMGP. Alasan itu dituangkan dalam surat Organisasi Mahasiswa itu ke Kementerian BUMN dan ESDM dan berikut isinya. 1. Bahwa sesuai dengan Izin Pemakaian dan Modifikasi Jalan pihak PT SMGP diwajibkan melaksanakan pemeliharaan jalan secara rutin supaya kondisi jalan terpelihara dengan baik. […]

  • Akulturasi Elitis Mandailing: Standar Baru Kemajuan Madina

    Akulturasi Elitis Mandailing: Standar Baru Kemajuan Madina

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ludfan Nasution* Sulit menemukan pemahaman yang relatif seragam dalam hal budaya lokal. Lebih-lebih dalam hal kepemimpinan yang bersifat tradisional. Apalagi untuk membaca dan memahami sebuah prosesi adat yang belum “taradat”. Perpaduan unsur adat dengan nilai budaya yang asing atau baru dengan meninggalkan nilai-nilai adat itu sendiri dapat dipahami sebagai akulturasi. Dan, karena pemangku […]

  • Kiprah Kampoeng Kaos Madina Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif

    Kiprah Kampoeng Kaos Madina Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Rabu, 28 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mandailing Natal khususnya dan Sumatera Utara umumnya membutuhkan kelahiran pelaku-pelaku usaha yang mampu menggerakkan ekonomi, terutama industri kreatif. Kebutuhan itu, bukan saja dalam upaya menyedot tenaga kerja dalam mengurangi jumlah pengangguran, tetapi jauh lebih luas adalah kian meningkatnya gerak dinamika ekonomi, pergerakan arus nilai tambah suatu daerah hingga menguatnya daya saing di pentas regional maupun […]

  • Sati Nasution Willem Iskander, 1840-1876 (2)

    Sati Nasution Willem Iskander, 1840-1876 (2)

    • calendar_month Kamis, 6 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Oleh Basyral Hamidy Harahap (Diposting oleh: Erond L. Damanik, M.Si – Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Lembaga Penelitian-Universitas Negeri Medan) Jadi sudah pasti Charles Adriaan van Ophuysen tak pernah bertemu dengan Willem Iskander, apatah lagi sebagai guru bagi Willem Iskander. Yang benar adalah, ada murid Willem Iskander yang sejawat Charles Adriaan van Ophuysen sebagai […]

  • Shahrukh Khan Ditemani Rani Mukherjee, Bipasha Basu dan Preity Zinta

    Shahrukh Khan Ditemani Rani Mukherjee, Bipasha Basu dan Preity Zinta

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – c bakal menggelar konsernya yang kedua di Indonesia. Bertempat di Sentul Internasional Convention Centre (SICC), Raja Bollywood ini akan tampil bersama Preity Zinta, Rani Mukherjee dan Bipasha Basu. Shahrukh Khan bersama teman-temannya pun menjanjikan sebuah konser yang akan memukau bagi semua mata yang melihatnya. “Sangat senang bisa berada di sini. Sangat senang […]

  • Reses Sobir di Manyabar, dari Infra hingga Ekonomi

    Reses Sobir di Manyabar, dari Infra hingga Ekonomi

    • calendar_month Senin, 23 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Lanjutan pambangunan jalan usaha tani sepanjang sekitar 850 meter menjadi salah satu ajuan Desa Manyabar, Panyabungan saat reses anggota DPRD Madina dari Partai Golkar, Sobir Lubis,SH melakukan reses di Desa itu, Senin (23/12/2019). Sepanjang 30 meter telah dibangun menggunakan Dana Desa. Sehingga sekitar 800 meter lagi membutuhkan dukungan dana dari APBD Madina. Menurut Kepala […]

expand_less