Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Jadi Sekolah Penggerak Berkompeten, SMA 3 Panyabungam Jadi Tujuan Studi Tiru

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Sabtu, 16 Des 2023
  • print Cetak

PANYABUNGAN ( Mandailing Online )-SMA Negeri 3 Panyabungan merupakan salah satu sekolah penggerak berkompoten yang ada di Kabupaten Mandailing Natal (  Madina ) Melalui program program yang diajarkan di sekolah ini. Beragam keunggulan dan juga banyaknya inovasi serta kreasi talenta yang dimiliki SMA Negeri 3 Panyabungan menjadikan pihak sekolah lain mengambil pelajaran dan mengikuti keunggulan yang ada di sekolah SMA Negeri 3 ini.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, SMA Negeri 2 Muara Batang Gadis (Mbg) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pun adakan Studi Tiru ke SMA Negeri 3 Panyabungan.

Studi Tiru ini merupakan suatu kegiatan yang dilakukan SMA Negeri 2 MBG dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan murid serta para guru yang akan diterapkan kedepannya untuk menjadi lebih baik di sekolah tersebut.

Kegiatan seperti ini tentunya sangat bermanfaat bagi perkembangan siswa siswi sekolah agar berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Contohnya untuk sebuah pembelajaran yang ada di sekolah lain dengan membandingkan pelajaran tersebut di sekolah sendiri.

Seperti diketahui, program unggulan SMA 3 Panyabungan meliputi berbagai program unggulan sekolah penggerak seperti P5 (Projeck Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Literasi dan pembinaan krakter lainnya seperti program Keagamaan serta Implementasi Program Kurikulum Merdeka, dan inilah yang menjadi salah satu dari sekian banyak target SMA Negeri 2 melakukan Studi Tiru ke sekolah SMA Negeri 3 yang beralamat di Komplek STAIN Madina itu.

Tak hanya itu, Sekolah SMA 3 juga mempersembahkan Gordang Sambilan yang dimainkan murid kelas X dan kelas XI, penampilan Parade Paskibraka, Seni Tari, Pramuka, Puisi, Sarhil serta penampilan memukau murid dalam berbicara di depan umum menggunakan bahasa inggris (public speaking) dan pertunjukan Silat, Nasyid, Hadroh, Monolog serta berbagai penampilan memukau lainnya yang ditampilkan sekolah ini.

Kunjungan Studi Tiru ini sendiri di ikuti 60 orang yang terdiri dari Kepala Sekolah dan 40 siswa siswi serta 19 orang guru pengajar yang ada di SMA Negeri 2 Mbg. Rencananya kegiatan Studi Tiru ini akan berakhir dalam satu hari setelah semua program unggulan sudah di tampilkan di depan guru dan juga murid SMA Negeri 2 Mbg.

Sementara Kepala sekolah SMA Negeri 2 Mbg Suprianto mengatakan kunjungan Studi Tiru ini merupakan kegiatan ke dua kalinya dilakukan SMA N 2 Mbg setelah sebelumnya melakukan Studi Tiru ke SMA Negeri 1 Mbg beberapa bulan lalu.

Suprianto juga mengaku, setelah melakukan Studi Tiru di SMA Negeri 3 Panyabungan pihaknya banyak mendapatkan pengalaman yang akan ia bawa ke SMA Negeri 2 Mbg nantinya.

“Belajar dan meminta pengembasan agar bisa kami kembangkan di sana, karena sekolah SMA Negeri 3 Panyabungan ini merupakan salah satu dari dua sekolah penggerak yang ada di Madina, intinya banyak sekali ilmu yang kami di dapatkan dari sini,” ucap Suprianto.

Tak hanya itu, Supriyanto juga mengaku jika di wilayahnya saat ini yakni di Desa Siulangaling Kecamatan Mbg, kualitas dan kreatifitas anak didiknya masih banyak tertinggal dari sekolah lainnya yang ada di Kabupaten Madina.

Untuk itu, Supriyanto juga memohon kepada Pemerintah Kabupaten Madina agar memperbanyak penempatan guru ASN atau P3K di Wilayah Siulangaling.

“Kami para guru pengajar disana saat ini sangat kekurangan tenaga pendidik, serta fasilitas belajar mengajar, mohon kiranya agar pemerintah memperhatikan kami agar anak anak sekolah lebih maju,” tutupnya.

Disisi lain, Kepala sekolah SMA Negeri 3 Panyabungan Dra.Hj.Lesna Tarida Pulungan,MM mengaku kunjungan dari sekolah SMA Negeri 2 itu merupakan suatu kebanggaan bagi sekolah yang ia pimpin saat ini.

“Kedatangan mereka ke sekolah ini sudah lama kita nanti, karena mereka sebelumnya sudah meminta agar sekolah kita dijadikan sebagai tujuan untuk Studi Tiru, karena sekolah ini salah satunya sekolah penggerak yang ada di Panyabungan Kota, jadi wajib bagi kita untuk mengimbaskan dan memberi masukan agar bisa meniru semua program program yang sudah berjalan di sekolah ini,” ucap Lesna.

Sebagai upaya dan tanggung jawab moral sebagai sekolah penggerak, Lesna juga mengaku sangat berterima kasih atas kunjungan tersebut, sehingga kedepannya pendidikan yang ada di Madina semakin maju. katanya.( dedek )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Urus Naik Golongan, Guru Dimintai Uang

    Urus Naik Golongan, Guru Dimintai Uang

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PALUTA – Sejumlah guru di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mengaku dipersulit beberapa oknum di Dinas Pendidikan (Disdik) Paluta saat hendak mengurus naik golongan. Mereka juga dimintai sejumlah uang dengan dalih untuk menghitung angka kredit jam kerja. Menurut guru-guru yang meminta namanya tidak dituliskan ini, meskipun sudah dimintai uang dengan nominal antara Rp1 […]

  • Banyak Kontraktor di Madina Belum Layak Dapat Paket

    Banyak Kontraktor di Madina Belum Layak Dapat Paket

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembuatan dokumen penawaran paket proyek fisik melibatkan PNS di Dinas PU Mandailing Natal (Madina) diakui salah satu pejabat di instansi itu. “Sepanjang tidak menganggu tugas, bisa pegawai buat dokemen penawaran proyek,” kata Sahruddin salah seorang PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) menjawab wartawan pada Jum’at (27/9/2013) lalu usai mengikuti rapat di ruang Sekda […]

  • Uang Palsu di Medan Capai Rp 102,29 Juta

    Uang Palsu di Medan Capai Rp 102,29 Juta

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Data Kantor Bank Indonesia (BI) Medan mencatatkan, hingga Desember 2011, temuan uang palsu mencapai Rp 106,29 juta. Jumlah temuan ini merupakan rekapitulasi sepanjang tahun 2011 dengan total sebanyak 1.881 lembar. Jumlah nominal yang cukup besar ini tetap didominasi oleh pecahan Rp 50.000 sebanyak 1.271 lembar senilai Rp 63,5 juta. Sementara untuk pecahan Rp 100.000 […]

  • Contohlah Desa Pujon Yang Berhasil oleh Dana Desa

    Contohlah Desa Pujon Yang Berhasil oleh Dana Desa

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang, Jawa Timur patut dicontoh dalam mengelola Dana Desa. Selain sistem edukasi usaha, desa ini juga menggenjot peternakan dan mengubah beberapa titik sawah menjadi tujuan wisata. Dan desa ini pun berhasil menurunkan angka pengangguran hingga nol dan kemiskinan berkat dana desa. Pemerintah mengalokasikan anggaran dana desa mencapai Rp 70 triliun pada tahun […]

  • Anggota DPRD Binjai Diisukan Hamili Gadis Tionghoa

    Anggota DPRD Binjai Diisukan Hamili Gadis Tionghoa

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Sepekan terakhir, Anggota DPRD Binjai berinsial MM diterpa kabar tak sedap. MM diisukan berhubungan dengan gadis berdarah tionghoa hingga hamil 4 bulan. Namun, MM yang merasa tidak pernah melakukan perbuatan tersebut kepada wartawan koran ini, Minggu (14/11) di kantor advokad Surya Keadilan, Jalan Kawi Kecamatan Medan Area, membantah kabar itu. Lebih jauh dijelaskan MM […]

  • Sistem Pemerintahan Kerajaan-Kerajaan Mandailing Sangat Egaliter

    Sistem Pemerintahan Kerajaan-Kerajaan Mandailing Sangat Egaliter

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manailing Online) – System pemerintahan kerajaan-kerajaan di Mandailing terbukti sangat egalitar, bukan kerajaan absolut. Fungus Namora, Natoras dan Sopo Godang menjadi salah satu tolok ukur keterbukaan pemerintahan kerajaan-kerajaan di Mandailing, baik Mandailing Julu maupun Mandailing Godang. “Raja tak boleh sembarangan menerbitkan peraturan tanpa persetujuan oleh pihak Namora dan Natoras,” kata Budayawan Mandailing, Pandapotan Nasution […]

expand_less