Minggu, 23 Agu 2026
light_mode

Debat Publik Pilkada Madina, Saipullah-Atika Unggul Telak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
  • print Cetak

Saipulah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution saat Debat Publik di Pauta, Kamis (14/11/2024)

PALUTA (Mandailing Online) – Pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution lebih menguasai realita dalam acara Debat Publik Pilkada Mandailing Natal (Madina), Kamis (14/11/2024)

Debat Publik berlangsung di Sapadia Hall, Gunung Tua, Padang Lawas Utara (Paluta), Sumut.

Di sisi lain, paslon nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution-M. Ichwan Hussein Nasution gagal memanfaatkan waktu pada sesi pertama.

Bahkan sampai segmen lima dari enam segmen penyampaian debat kali ini, secara nyata menurut penilaian media BeritaHuta, tampak paslon Harun-Ichwan tak mampu mengimbangi ide dan gagasan paslon Saipullah-Atika. Hampir setiap segmen, Harun-Ichwan gagal memanfaatkannya secara maksimal. Waktu yang tersisa ada sampai 24 detik.

Saipullah-Atika tampak sangat menguasi realitas serta data tentang Madina. Sebaliknya, jawaban-jawaban yang disampaikan Harun dan Ichwan sangat monoton dan terkesan miskin pemahaman serta kurang data. Itulah sebabnya penyampain paslon nomor urut 1 ini begitu mudah dipatahkan Saipullah dan Atika.

Harun cenderung terlalu banyak berbicara mengandalkan teman-temannya di DPRD Sumut dan DPR RI dalam membangun Madina. Selain itu, tampak terlalu meng-endorse Gerindra dan Presiden Prabowo.

Ini sebenarnya bisa menjadi simbol tidak adanya rasa percaya diri dalam membangun Madina jika pada 27 Nopember 2024 nanti terpilih sebagai bupati Madina.

Paling tragis, pada acara yang dimoderatori Ahmad Fauzi alias Ray Rangkuti Harun tidak bisa memanfaatkan waktu tiga menit pertama yang diberikan panitia. Selain terlalu lambat menyampaikan kata demi kata, kalimat pembukanya juga terlalu panjang sehinga terkesan bertele-tele. Hampir 1,5 menit habis untuk narasi pembuka dari tiga menit yang disiapkan.

Alhasil Harun tidak bisa menyelesaikan membacakan visi dan misi yang sudah mereka persiapkan.

Berbeda dengan Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi (Sahata). Saipullah mampu memanfaatkan waktu tiga menit penyampaian visi dan misi secara  baik, bahkan dia dengan lugas dan tuntas membacakan 7 misi dalam melaksankaan visi mereka jika nanti terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Madina.

Demikian juga pada sesi kedua, paslon nomor urut 2 unggul dengan narasi yang mudah dipahami dan mampu memanfaatkan waktu dengan baik. Jauh berbeda dengan paslon nomor urut 1, apalagi ketika Ichwan menyampaikan kalimat tampak sempat terbata-bata. Padahal pada saat itu waktu masih tersisa 23 detik yang diberikan Harun kepada dia.

Berdasarkan penilaian BeritaHuta, segmen 1 sampai 5, tidak ada alasan untuk tak mengakui bahwa paslon Saipullah-Atika unggul telak atas Harun-Ichwan.

Sumber: Beritahuta
Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenapa Tidak Ada Kata Fir’aun dalam Kisah Nabi Yusuf as?

    Kenapa Tidak Ada Kata Fir’aun dalam Kisah Nabi Yusuf as?

    • calendar_month Jumat, 18 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Banyak kisah yang disebut dalam Al-Quran. Kebanyakan adalah kisah para nabi. Di antaranya adalah Nabi Yusuf as. Namun kisah beliau tergolong istimewa karena dikhususkan dalam satu surat. Nama suratnya pun memakai nama pribadi beliau. Sebanyak 13 halaman mushaf hanya bercerita tentang beliau dari kecil hingga berkuasa di Mesir. Sebanyak 11 halaman khusus bercerita saat […]

  • Nasib Inalum Akan Diumumkan di Istana

    Nasib Inalum Akan Diumumkan di Istana

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Proses pengambilalihan secara resmi PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dari perusahaan Jepang, yakni Nippon Asahan Alumuniun (NAA) sebagai pemegang 58,87 persen saham, akan diumumnya di Istana Presiden, sore nanti. Semula, jumpa pers akan digelar di Kementerian Perindustrian pukul 10.00 WIB tadi. Namun, Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri BUMN Dahlan Iskan […]

  • Pemkab Madina Belum Tetapkan UMK Tahun 2024

    Pemkab Madina Belum Tetapkan UMK Tahun 2024

    • calendar_month Rabu, 22 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) sampai hari ini belum menetapkan UMK ( Upah Minimum Kabupaten ). Dinas Tenaga Kerja sendiri mengaku masih dalam tahap pembahasan besaran ketentuan UMK tersebut. ” Penyesuaian UMK untuk tahun 2024 berdasarkan formula Inflasi, pertumbuhan ekonomi serta tergantung indeks angka tertentu dan kesepakatan. Ini […]

  • DCS Dapil 1 Golkar Madina

    DCS Dapil 1 Golkar Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Partai Golangan Karya ( GOLKAR ) Dapil 1 Madina

  • Tak Mau Kehilangan Momen Bersejarah, Wabup Atika Kunjungi PRDT

    Tak Mau Kehilangan Momen Bersejarah, Wabup Atika Kunjungi PRDT

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Tak mau kehilangan momen bersejarah, Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengunjungi Pekan Raya Durian Tambangan (PRDT) pada hari kedua pelaksanaan di Desa Laru Baringin, Tambangan, Minggu (13/2) kemarin. Selain momen bersejarah karena ini untuk pertama kalinya digelar PRDT, kegiatan ini juga menjadi momen untuk lebih mengenal berbagai […]

  • Ketua DPR Berharap MK Transparan soal Gugatan Pilpres

    Ketua DPR Berharap MK Transparan soal Gugatan Pilpres

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Ketua DPR RI Marzuki Alie berharap Mahkamah Konstitusi (MK) bisa bersikap terbuka dan transparan untuk mengadili laporan-laporan terkait kecurangan Pilpres 2014. MK juga diharapkan tidak lagi menggunakan alasan waktu seperti yang terjadi pada laporan-laporan kecurangan seperti pada pemilu legislatif lalu. Marzuki mengatakan pemilu legislatif terjadi kebrutalan namun tidak bisa diadili karena MK beralasan tidak memiliki […]

expand_less