Selasa, 3 Mar 2026
light_mode

DPR Minta Garuda Beri Sanksi Operator Lalai

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
  • print Cetak


Jakarta – Sejumlah anggota Komisi V DPR meminta kepada manajemen PT Garuda Indonesia untuk memberi sanksi tegas kepada operator pada sistem operasi baru BUMN Penerbangan itu.

“Jika hasil investigasi menunjukkan ada unsur `human error` (kelalaian manusia) pada operatornya, maka Garuda harus beri sanksi tegas,” Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Muhidin M. Sahid, kepada pers usai Rapat Dengar Pendapat dengan jajaran direksi PT Garuda Indonesia, di Jakarta, Kamis.

Dia mengakui, sebenarnya kecewa dengan Garuda sebab bagaimana mungkin bisa terjadi kekeliruan sistem teknologi informasi (TI) yang baru itu.

Oleh karena itu, tegasnya, jika hasil dari tim investigasi tersebut telah keluar, maka pihak Garuda diwajibkan untuk menyebarkan informasi tersebut kepada pemerintah.

“Hal ini sebagai tindak tanggung jawab Garuda kepada pemerintah akibat kekacauan sistem baru itu. Selain itu, juga harus disampaikan ke publik secara terbuka,” katanya.

Bukan Sabotase

Direktur Teknologi Informasi dan Strategis Garuda Indonesia, Elisa Lumbantoruan, pada kesempatan yang sama menyatakan, sudah melakukan penelitian lebih lanjut mengenai penyebab ambruknya jaringan sistem “Integrated Operational Control System (IOCS)”.

“Sebelumnya, sempat sampaikan kabel copot. Kami bilang itu sebagai sebab karena memang yang paling mudah dikenali secara visual. Tapi ternyata ambruknya sistem disebabkan oleh adanya aplikasi atau pengguna sistem,” kata Elisa.

Aplikasi ini secara langsung mengirimkan data secara masif ke perangkat kontrol komunikasi sehingga membuat sistem bermasalah.

“Sementara di saat bersamaan, operator tidak disiplin dalam proses memasukkan data terakhir mengenai pergerakan awak kabin, pesawat, dan jadwal penerbangan ke dalam sistem,” katanya.

Elisa juga mengungkapkan, operator hanya memasukkan data terbaru itu ke sistem baru.

Padahal, seharusnya data krusial itu dimasukkan ke dalam sistem lama maupun ke IOCS.

Namun demikian, ia membantah adanya unsur kesengajaan atau sabotase dalam hal tersebut.

“Jadi, bukan sistem barunya yang bermasalah. Kesalahan utama kami adalah tidak disiplin melakukan `cut over` karena input data hanya ke satu sistem,” katanya.

Oleh karena itu, tegasnya, pihaknya melihat ada kemungkinan unsur kelalaian. Kami tidak pernah katakan ini sabotase, orang yang mengembangkan itu,” katanya.(*)
(T.E008/M012/R009)
Sumber : Antara News

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Letakkan batu pertama pembangunan irigasi

    Letakkan batu pertama pembangunan irigasi

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Kadis Pertanian Kabupaten Mandailing Natal  M Taufik Zulhendra Ritonga, Asisten Tata Praja Zulkarnaen Siregar, Dandim 0212/TS Letkol Inf Uyat Harahap serta jajaran saat peletakan batu pertama pembangunan jaringan irigasi di Desa Sitinjak Kec.Batang Natal Kab.Mandailing Natal (9/2). (hol)

  • Kadin-Pemkab Bahas Pemetaan Potensi Ekonomi Madina

    Kadin-Pemkab Bahas Pemetaan Potensi Ekonomi Madina

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina dituntut melakukan pemetaan potensi ekonomi berdasar geografis untuk pengembangan ekonomi. Pemetaan itu bertujuan agar diketahui apa saja yang bisa dikembangkan sesuai potensi wilayah masing-masing. Itu salah satu poin yang disampaikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Madina Bahran Saleh Daulay pada pertemuan Kadin Madina dengan Bupati Madina Saipullah Nasution dan […]

  • Penggunaan Dana ADD di Desa Aek Nabara Kecamatan Panyabungan Timur masih dipertanyakan

    Penggunaan Dana ADD di Desa Aek Nabara Kecamatan Panyabungan Timur masih dipertanyakan

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Beginilah kondisi Aek Gorsing Desa Aek Nabara Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal yang jauh dari pembangunan. Meskipun Pemerintah telah menganggarkan Dana ADD untuk pengembangan dan pembangunan Desa ini puluhan juta setiap tahunnya namun kondisi desa tersebut seperti tak bertuan, Diharapkan pemonitoringan dana ADD untuk tercapainya program pemerintah agar tidak dimanfaatkan bagi kepentingan oknum pribadi. […]

  • 91 Warga Tabuyung Madina Positif Terjangkit Malaria

    91 Warga Tabuyung Madina Positif Terjangkit Malaria

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Wabah panyakit malaria yang menyerang Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga akibat kurang bersihnya lingkungan Desa Tabuyung dan sekitanya. “Dari hasil penelitian kita ke Desa Tabuyung, dari 700 orang yang kita periksa 91 orang positif terserang malaria,” ujar Kepala Kantor Penanggulangan Malaria Pemkab Madina dr Syarifuddin Nasution di ruang […]

  • Gedung UPT BP3K dipertanyakan

    Gedung UPT BP3K dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dipertanyakan : Gedung UPT BP3K Gunung Baringin dipertanyakan, mengingat proyek dibawah naungan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mandiling Natal ini sampai saat ini tidak jelas perusahaan mana yang mengerjakannya padahal sudah rampung dikerjakan. *MO*

  • RAKYAT HANYA MENCARI SESUAP NASI

    RAKYAT HANYA MENCARI SESUAP NASI

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

     PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rakyat hanya hanya mencari sesuap nasi untuk anak dan istri. Mereka bukan penjahat, bukan pencuri. Kenapa ditangkap hanya karena menambang emas,” kata tokoh masyarakat Naga Juang, Mangaraja Muda Lubis kepada wartawan. Itu diungkapkannya kepada wartawan ditengah kerumunan ribuan massa yang memblokir jalan negara Lintas Sumatera di titik Desa Jambur Padang Matinggi, […]

expand_less