Selasa, 10 Mar 2026
light_mode

Mulak Tu Huta Mandailing Malaysia, Manduda “Bulung Gadung” Hingga “Mangan Mangoloi”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
  • print Cetak

Kaum perempuan Mandailing Malaysia bersama kaum ibu Hutapuli “mamutek” bulung gadung

Rombongan etnis Mandailing Malaysia sebanyak 76 orang mengunjungi tanah leluhur mereka, Mandailing, Sumatera.

Kedatangan rombongan ini merupakan program tahunan “Mulak Tu Huta” yang diselenggarakan Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI).

Kegiatan “Mulak Tu Huta” itu diprogramkan sebagai upaya menyahuti dorongan kerinduan para keturunan Mandailing di Malaysia menginjakkan kaki di tanah leluhur mereka di Mandailing.

Keturunan Mandailing di Malaysia hingga kini diperkirakan 500 ribu jiwa yang menyebar di berbagai negeri di Malaysia. Kaum Mandailing bermigrasi ke tanah Semenanjung sejak era 1800-an, jauh sebelum lahirnya negara Malaysia dan negara Indonesia.

Mayoritas dari mereka tak lagi mengetahui letak kampung buyut mereka diakibatkan keterpisahan selama ratusan tahun dari tanah leluhur. Oleh karenanya, menginjakkan kaki di tanah leluhur ini sudah merupakan kebahagiaan dan keterharuan bagi mereka, sebab kerinduan terhadap tanah leluhur dapat terobati.

Rombongan Mandailing Malaysia dipersilahkan melakukan paluan Gordang sambilan di Bagas Godang Gunungtua Tonga, Panyabungan.

Manortor di acara jamuan Perkumupulan Marga Siregar di Poken Jior, Sidimpuan

Raja Panyabungan Tonga mempersembahkan Tor-tor Raja menyambut ketibaan Etnis Mandailing Malaysia

Sejumlah dara dan jaka Mandailing melakukan sambutan dengan Tor-tor di ketibaan rombongan Mandailing Malaysia

Rombongan Mandailing Malaysia di halaman Bagas Godang Panyabungan Tonga

Sejumlah jaka Mandailing menjamu makan malam rombongan Mandailing Malaysia dengan sitem “Mangoloi” di Bagas Godang Gunungtua Tonga

 

Hari ke-1, Rabu malam hingga hari ke-2 Kamis pagi (21 dan 22 Nov 2018) rombongan berada di Panyabungan.

Hari ke-1, rombongan berada di Bagas Godang Gunungtua, Panyabungan menyaksikan tabuhan Gorang Sambilan serta jamuan “Mangan Mangoloi” yang dituanrumahi Bapak Darman Nasution dan Patuan Mandailing Hutasiantar.

Di Bagas Godang ini, rombongan juga memperoleh penjelasan2 mengenai adat dan sejarah Mandailing.

Kamis pagi rombongan melakukan ziarah ke makam Sibaroar Nasakti, leluhur marga Nasution sekaligus mengunjungi Bagas Godang Panyabungan Tonga.

Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kaum Mandailing Malaysia untuk korban bencana banjir bandang Muara Saladi yang diserahkan kepada Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution di rumah dinas Bupati Madina. Bantuan sebesar sekitar 78 juta rupiah itu kemudian diserahkan bupati kepada Camat Ulupungkut yang kemudian ole camat disalurkan kepada 12 keluarga waris yang wafat, 17 pelajar madrasah yang selamat serta untuk perbaikan gedung madrasah.

Hari ke-2 siang, rombongan berada di Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu berbaur dengan warga setempat. Kaum perempuan Mandailing Malaysia berbaur dengan kaum ibu Hutapuli memasak “bulung gadung naiduda”  sementara kaum pria Mandailing Malaysia ada yang “mananggo-naggo manuk” ada juga yang pergi ke lopo untuk menikmati lopo khas tanah leluhur serta “teh manis” dari rebusan air pakai kayu bakar.

Usai memasak bersama, kaum Mandailing Malaysia dan warga setempat melakukan makan bersama sistem “mangoloi”.

Sistem “mangoloi” ini sudah jarang ditemukan di kalangan etnis Mandailing di Malaysia, sehingga suguhan “mangoloi” ini merupakan pengalaman dan pelajaran berharga bagi mereka.

Usai di Hutapuli, pada malam hari rombongan dijamu oleh parsadaan Marga Siregar (Patogar) Madina di rumah Dr. Syafei Siregar di sebelah RSU Permata Madina, Kayujati Panyabungan.

Hari ke-3, rombongan berada di Sipirok menghadiri undangan Pemkab Tapanuli Selatan merayakan HUT Tapanali Selatan. Dilanjutkan dengan memenuhi undangan jamuan dan manortor oleh persatuan marga Siregar (Patogar) di Sidimpuan.

Hari ke-4 robongan berada di Padang Lawas Utara mengunjungi Candi Bahal 1 di Portibi.

Oleh : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Israel pantas diadili ke Mahkamah Internasional

    Israel pantas diadili ke Mahkamah Internasional

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Nusa Dua, (MO) – Anggota Komisi I DPR RI Hidayat Nur Wahid menilai pemerintahan Israel pantas diadili ke Mahkamah Internasional karena telah menyebabkan banyak korban jiwa–sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak–lewat agresinya ke Jalur Gaza. “Sangat wajar jika ada yang menuntut Isreal diadili di Mahkamah Hak Azasi Manusia Internasional karena telah mengakibatkan korban luar biasa,” […]

  • Pemkab Madina Tampung 280 CPNS

    Pemkab Madina Tampung 280 CPNS

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) membuka pelamaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi tahun 2010 sebanyak 280 orang. Formasi yang di perlukan Kabupaten Mandailing Natal antara lain Guru SD sebanyak 39. Guru yang di butuhkan antaralain Guru Kelas Pendidikan D II SPGD sebanyak 25 orang, Pendidikan S1 […]

  • Pelajaran “Markobar” Wajib Dimasukkan ke Dalam Muatan Lokal

    Pelajaran “Markobar” Wajib Dimasukkan ke Dalam Muatan Lokal

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Markobar atau marhata-hata wajib dimasukkan ke dalam muatan lokal pendidikan formal untuk tingkat SLTP dan SLTA di Mandailing Natal. Sebab, belakangan ini warga Mandailing yang pandai markobar hanya tinggal sedikit, sedangkan di sisi lain markobar merupakan satu item penting dalam sistem sosial di Mandailing. Markobar adalah kegiatan menyampaikan ucapan-ucapan di forum […]

  • Gordang Sambilan Siantona

    Gordang Sambilan Siantona

    • calendar_month Senin, 27 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Grup Gordang Sambilan Martondi dari Desa Siantona, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal, tampil tadi sore di pondok taman Al-Munawaroh, Jalan Lingkar, Panyabungan, Senin (28/8). Pertunjukan dikesempatan ini menonjolkan Saleot, alat musik tiup yang terbuat dari gabungan tanduk kerbau dengan tempurung kelapa. Pondok taman Al-Munawaroh secara rutin mempertunjukkan atraksi Gordang Sambilan dari […]

  • Pungli Marak di Balai Pengujian Kendaraan

    Pungli Marak di Balai Pengujian Kendaraan

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Pungutan liar (Pungli) resahkan warga yang berurusan di kantor Balai Pengujian Kendran Bermotor Dinas Perhubungan Pemkab Deli Serdang. Bahkan sejumlah petugas disana tidak segan-segan meminta uang puluhan kali lipat dari restribusi resmi. Salah satu contoh, untuk memperpanjang speksi angkutan barang jenis Pick Up Panther, pemilik kendaran harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu rupiah. […]

  • HUTA DAN BANUA MANDAILING

    HUTA DAN BANUA MANDAILING

    • calendar_month Selasa, 8 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      OLEH : EDI NASUTION (in memorial) Dikutip dari sebagian artikel berjudul “Banua dan Alak Mandailing” di http://edi-nasution.blogspot.com   Wilayah pemukiman orang Mandailing disebut Luat atau Banua. Sedangkan kehidupan sosial budaya orang Mandailing berlangsung di dalam suatu huta yang memiliki satu kesatuan wilayah dengan batas-batas tertentu. Setiap huta berada dibawah sistem pemerintahan sendiri yang demokratis dan […]

expand_less