Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

DPRD Madina Temukan Banyak Kejanggalan Tender di Dinas PU

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
  • print Cetak


PANYABUNGAN (Mandailing Online)
– DPRD Mandailing Natal (Madina) banyak menemukan kejanggalan pada pelaksanaan proses tender LPSE (Layanan Pengadaan Cara Elektronik) di Dinas Pekerjaan Umum Madina.

“Tidak masuk logika bila ada satu perusahaan bisa memenangkan paket proyek 18 milyar lebih padahal kelas perusahaan yang ikut dalam proses tender itu sama kualifikasinya ataupun kelasnya dengan yang lain,” ungkap Wakil Ketua DPRD Madina, Fahrizal Efendi Nasution SH, Rabu (16/10/2013).

Itu dikatakannya usai memimpin Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Dinas PU, Pengelola LPSE Madina, Sekda Madina di gedung DPRD Madina.

Fahrizal mengatakan tata cara kerja yang dilaksanakan oleh ULP (Unit Layanan Pengadaan) sangat dicurigai ada permainan serta tidak profesional.

Tentang Jaminan Pekerjaan ungkap Fahrizal, ULP telah menggugurkan sebanyak 40 perusahaan pada 20 paket program pekerjaan dengan alasan bahwa perusahaan-perusahaan itu tidak menyerahkan hasil pemindaian jaminan pelaksanaan.

Fahrizal juga mendapatkan indikasi kuat bahwa perusahaan-perusahaan pemenang tender banyak yang tidak memiliki PPN sesuai dengan atauran yang berlaku.

“Ada beberapa perusahaan yang dimenangkan sudah dicabut PKP-nya,” tegas Fahrizal.

Pencabutan PKP itu terkait upaya pemerintah bersama Kantor Pelayanan Pajak di Padangsidimpuan saat ini yang giat melakukan penertiban perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki PPN.

“Berdasar keterangan pihak LPSE yakni saudara Jufri juga banyak kejanggalan-kejanggalan yang tidak sesuai dengan pelaksanaan proses tender,” imbuhnya.

“Yang mengherankan kita, kenapa rusaknya server hanya pada Dinas PU saja, sedangkan instansi lainnya tidak, padahal saya pikir semuanya sama saja tentang tata cara kerjanya,” kata Fahrizal.

Oleh karenanya, lanjut Fahrizal, bukan tidak mungkin nantinya DPRD Madina akan merekomendasikan agar tender yang dilaksanakan oleh LPSE khusus untuk Dinas PU akan diulang ataupun dibatalkan.

“Saat ini kita akan mengambil kesimpulan menunggu ada jawaban tertulis dari pihak LPSE terkait beberapa pertanyaan anggota DPRD yang tidak bisa dijawab, usai ini nanti kita akan membuat kesimpulan berupa rekomendasi, jadi kita berharap agar wakil bupati untuk segera membatalkan tender pada Dinas PU Madina,” kata Fahrizal.

Bahkan, menurutnya, DPRD juga akan merekomendasi kepada arapat penegak hukum agar segera melakukan penyelidikan.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekam kilas balik : POTENSI dan PROSPEK Propinsi Sumatera Tenggara

    Rekam kilas balik : POTENSI dan PROSPEK Propinsi Sumatera Tenggara

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    1. Pengantar Mendung tetap bergayut di angkasa Jakarta sembari masih menggerimiskan hujan secara tersendat-sendat, seolah-oleh belum puas menumpahkan segala resah langit tadi malam. Suasana hari Minggu seperti ini biasanya dan wajar untuk mengikat diri dalam suasana liburan yang damai di rumah saja. Sementara, suasana di Kafe Galeri Taman Ismail Marzuki selalu saja mendung laksana nuansa […]

  • TEMBAKAU PILKADA

    TEMBAKAU PILKADA

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen: Rina Youlida Nurdina Opuk ukuran dua kali tiga meter yang sudah berdiri miring namun masih digunakan berposisi di tengah kampung seiring usianya yang telah tua. Daun rumbia yang menutupi atap opuk itu tinggal setengah dan sudah ditempeli dengan seng sebahagiannya, sehingga keestetikan opuk legendaris ini sudah berkurang. Tiang-tiang penyangga opuk yang terbuat dari batang […]

  • Tiang Pancang Pembangunan RSUD Kembali Berlebih, Kadis PUPR: Saya Juga Bingung

    Tiang Pancang Pembangunan RSUD Kembali Berlebih, Kadis PUPR: Saya Juga Bingung

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiang pancang pembangunan gedung RSUD Panyabungan di Panatapan untuk tahun anggaran 2021 kembali berlebih. Ini merupakan kali kedua setelah pada tahun 2019 lalu juga terjadi hal serupa. Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas PU-PR Mandailing Natal (Madina) Rully Andriadi mengaku bingung. “Mengenai tiang pancang yang berlebih, saya juga bingung kenapa tiap tahun […]

  • Panyabungan Dicemari Galundung, Pemkab Mandul Atasi Tambang Liar

    Panyabungan Dicemari Galundung, Pemkab Mandul Atasi Tambang Liar

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih mandul mengatasi persoalan tambang emas liar di berbagai kawasan di Madina. Sementara itu kota Panyabungan sudah dikepung oleh banyaknya unit-unit galundung (gelondongan batu emas) yang berdampak makin berbahayanya keselamatan warga kota dari pencemaran mercury. Disisi lain, korban nyawa melayang juga sudah banyak terjadi di lobang-lobang […]

  • Warga Pertanyakan Lampu Jalinsum Siabu

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga mengeluhkan lampu jalan di Jalan Lintas Sumatera titik pusat kota Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) yang sudah lama tak menyala. Kondisi yang gelap itu menyebabkan seringnya kenderaan menabrak pulau jalan di malam hari. Bahkan baru-baru ini satu tiang lampu jalan tumbang akibat tertabrak mobil. “Pengendara juga sudah sering kami dengar […]

  • Dokter RSU Panyabungan Diujung Tanduk

    Dokter RSU Panyabungan Diujung Tanduk

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para dokter dan staf medis di RSU Panyabungan kini bagai di ujung tanduk risiko terinfeksi virus corona. Bahkan petugas non medis juga sangat rentan tertular. Kondisi rawan itu menyebabkan RSU Panyabungan sempat vakum alias tak melayani tindakan lanjutan terhadap pasien selama sekitar 2 pekan, dan sudah buka kembali sejak Sabtu kemarin. […]

expand_less