Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

DPRD Sumut abaikan perempuan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 19 Jul 2012
  • print Cetak

dprd medan

MEDAN – Komisi A DPRD Sumatera Utara dinilai sangat diskriminasi dan tak berimbang dalam menetapkan lima komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Sumut. Komisi A tak ada meloloskan satu pun calon perempuan.

“Kami menilai fit and profer tes yang dilakukan Komisi A DPRD Sumut ini sangat diskriminasi gender. Karena telah menihilkan peran perempuan dalam institusi publik,” kata Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Khairiah Lubis, hari ini.

Awi, biasa perempuan berjilbab ini disapa, mengatakan, Komisi A DPRD Sumut seharusnya mengakomodir kuota minimal 30 persen keterwakilan gender sesuai dengan konvensi CEDAW yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia menjadi UU No 7 Tahun 1984 dan Inpres No 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender, yang mengamanatkan bahwa negara harus komit untuk mempercepat persamaan hak secara de facto antara laki-laki dan perempuan dalam institusi publik minimal 30 persen.

“Melihat keputusan Komisi A ini, jelas sama sekali tidak ada mengakomodir hak perempuan. Artinya, keputusan ini tak mengindahkan konvensi CEDAW yang telah diratifikasi oleh pemerintah,” ujar Awi.

Awi menegaskan, Komisi A telah mengabaikan hak-hak perempuan untuk mendapatkan informasi publik. “Artinya, kalau sama sekali tidak ada perempuan yang terpilih menjadi anggota KIP Sumut, maka akses perempuan untuk memperoleh informasi publik terabaikan,” sebutnya.

Sebab, kata Khairiah, perempuan lebih sensitif untuk menyentuh kebutuhan-kebutuhan informasi yang berkaitan dengan perempuan. “Tidak terwakilinya gender dalam institusi publik merupakan satu keputusan yang

telah mencederai demokrasi negara kita,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia meminta agar Komisi A DPRD Sumut dapat meninjau ulang kembali keputusan tersebut dan harus mengakomodir keterwakilan perempuan dan hak perempuan. “Kita berharap komisi A DPRD Sumut dapat meninjau ulang keputusannya dan janganlah mengabaikan hak perempuan hanya demi kepentingan partai. Jika keterwakilan perempuan terabaikan sama saja implementasi demokrasi di Sumut ini omong kosong,” tandas Awi.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Taufik Hidayat mengatakan, tidak diakomodirnya perempuan lantaran komisioner KIP merupakan pemilihan, bukan penetapan. Karena pemilihan, semua anggota komisi memiliki hak bersuara. “Ini kan berpulang pada masing-masing pemilih. Setiap anggota komisi punya pilihan masing-masing terhadap calon,” ujarnya.

“Perempuan dapat suara juga. Tetapi tidak besar. Karena penilaian masing-maisng, itu lah hasilnya,” jelas Taufik.(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menpora Andi Mallarangeng Mengundurkan Diri

    Menpora Andi Mallarangeng Mengundurkan Diri

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) – Andi Mallarangeng menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga. “Tadi pagi (Jumat pagi) saya telah menghadap Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan mengajukan surat pengunduran diri saya sebagai Menpora yang berlaku hari ini (Jumat),” kata Andi saat jumpa pers di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta. Menteri Pemuda dan Olahraga Andi […]

  • Pelayanan Kesehatan Prioritas Pemkab Madina

    Pelayanan Kesehatan Prioritas Pemkab Madina

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MOMPANG (Mandailing Online) – Pelayanan kesehatan yang baik dan mudah diakses menjadi salah satu prioritas Pemkab Madina (Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal) dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Dalam mencapai itu, Pemkab Madina sangat mendukung pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Bergerak Program Bakti Kesehatan Bermartabat di Puskesmas Mompang, Kecamatan Panyabungan Utara, Rabu (27/10). Bupati Madina H. M. Ja’far Sukhairi Nasution […]

  • Jalan ke Sawah Hancur, Warga Hutapuli Tuntut CV Reza Ratu Contraktor

    Jalan ke Sawah Hancur, Warga Hutapuli Tuntut CV Reza Ratu Contraktor

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Masyarakat Desa Huta Puli Kecamatan Siabu merasa kesal kepada manajemen CV Reza Ratu Contraktor yang mengerjakan pekerjaan Rehabilitasi Normalisasi Saluran di Desa Huta Puli Kecamatan Siabu Madina, pasalnya pihak Kontraktor melewati jalan sentra Produksi mereka dan lahan pertanian mereka sehingga menyebabkan hancurnya jalan dan lahan persawahan masyarakat di Desa tersebut. Kekecewaan […]

  • Pemain Myanmar Dicaci dan Diludahi

    Pemain Myanmar Dicaci dan Diludahi

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    KEKALAHAN memalukan Myanmar di depan pendukungnya sendiri dalam laga pemungkas babak penyisihan Grup B SEA Games 2013 tadi malam menimbulkan dampak panjang. Sekitar 30 ribu pendukung tuan rumah yang memadati tribun Thuwanna Youth Training Centre (YTC) Stadium, Yangon, marah besar. Pendukung Myanmar melampiaskan kekecewaan dengan melakukan pengerusakan fasilitas di stadion. Tanda-tanda bakal ricuhnya pertandingan tersebut […]

  • PPP Usung Fadly Jadi Wagub Sumut

    PPP Usung Fadly Jadi Wagub Sumut

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung kadernya, Ketua DPW Sumut, Fadly Nurza,l sebagai calon wakil gubernur mendampingi Gatot Pujo Nugroho, bila Syamsul Arifin sudah divonis bersalah. “Kita welcome, sangat mendukung. Dan itu memang hak PPP. Kami partai pengusung pasangan Syampurno dan sangat berkesempatan mengajukan calon,” kata Ketua DPP PPP, Hasrul Azwar usai menutup […]

  • Kejari Buka Layanan Pengaduan

    Kejari Buka Layanan Pengaduan

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Guna memerangi kasus korupsi, Kejaksaan Negeri Medan membuka layanan pengaduan kasus korupsi Tahun 2011 ini. Bagi masyarakat yang menemukan adanya bukti kecurangan silahkan melapor ke Kejari Medan. “Jadi kalau menemukan adanya indikasi silahkan melapor kepada pihak kejaksaan. Namun demikian laporan tersebut harus dilengkapi dengan bukti-bukti kongkrit supaya pengaduan langsung ditindaklanjuti,” kata Kasi Pidsus Kejari […]

expand_less