Minggu, 13 Sep 2026
light_mode

Ekonomi Syariah Tanpa Islam Kaffah, Bukti Pengaruh Kapitalisme Masih Kuat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 9 Jun 2023
  • print Cetak

Oleh: Vita Sari
Ibu Peduli Negeri

“Pemerintah ingin memposisikan Indonesia sebagai pelaku utama, sekaligus hak ekonomi syariah serta produsen pusat halal dunia,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam acara Anugerah Adinata Syariah 2023 yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), di Jakarta, pada Jumat (26/05).

Selanjutnya, Bu Ani selaku Menteri Keuangan sekaligus Sekretaris dari KNEKS menyampaikan bahwa pemberian Anugerahan Adinata Syariah 2023 ini ditujukan kepada pemerintah provinsi yang memiliki kapabilitas di dalam memimpin dan mengembangkan serta menggerakkan potensi ekonomi dan keuangan syariah di daerahnya.

“Saya berharap pemberian penghargaan ini tidak hanya menjadi titik akhir dari upaya pemerintah daerah untuk mengembangkan ekonomi syariah, namun menjadi titik awal pemicu dan pemacu proses bagi semua pengembangan ekonomi syariah di daerah,” ungkap Menkeu.

Selain itu, Menkeu juga berharap bahwa pengembangan ekonomi ini juga dapat menitikberatkan kepada hal-hal substantif dan menghadirkan sebuah ekosistem perekonomian syariah yang bermakna kepada kemakmuran, keadilan, efisiensi, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Di samping itu, Menkeu menyebut bahwa implementasi aktivitas ekonomi dan keuangan syariah telah memberikan dampak positif yang tercermin dari naiknya total aset keuangan syariah, dimana Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam hal ini sebagai salah satu motor penggerak utama keuangan syariah. Namun, untuk merawat pencapaian ini dibutuhkan sinergi antar seluruh pelaku ekonomi, mulai dari stakeholder dan juga antara pemerintah pusat dan daerah. Salah satunya dengan pembentukan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah atau KDEKS yang diharapkan dapat berperan dalam memastikan ekonomi syariah dapat tumbuh dan bermanfaat bagi pengembangan ekonomi daerah.

Untuk itu, Kementerian Keuangan mendukung penuh pengembangan ekonomi syariah melalui kolaborasi dengan memanfaatkan jaringan dari seluruh kantor perwakilan Kementerian Keuangan di Indonesia untuk mengembangkan perekonomian berbasis syariah tersebut.

Selain itu, pemerintah juga terus memberikan dukungan bagi industri makanan, minuman, fashion, farmasi, dan kosmetik, serta pariwisata dan media. Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk fasilitas sertifikasi halal dan kemudahan ekspor bagi UMKM industri halal, serta dukungan dari sisi perpajakan dan pembiayaan.

“Ekonomi termasuk ekonomi syariah tidak akan mungkin bisa berkembang maju tanpa pendalaman ekonomi dan keuangan syariah. Oleh karena itu terus dilakukannya inovasi kreativitas dan pendalaman dari sisi likuiditas,” Pungkas Menteri Keuangan.

Kenapa harus ada Label “Syariah”?

Ekonomi syariah diambil karena ada sisi kemanfaatannya. Seolah olah negara sudah insyaf dengan menerapkan sistem ekonomi syariah. Hal ini menguatkan wajah sekular kapitalisme negeri ini dengan mengkotak-kotakan label syariah. Sementara Islam Kaffah dianggap tidak layak diterapkan di negeri ini bahkan dianggap membahayakan. Ajaran Islam yang berkaitan dengan metode penerapan pemikiran Islam semisal dakwah, jihad diabaikan.

Dalam Islam, semua persepsi terhadap pemenuhan kebutuhan tegaknya di atas Syariah Islam yang bersumber dari akidah. Dengan kata lain keterikatan dengan syariah merupakan landasan perspeksional dalam sebuah kegiatan ekonomi masyarakat, baik kegiatan produksi distribusi maupun konsumsi. Syariah merupakan asas yang dijadikan landasan masyarakat untuk mempersepsi pemenuhan terhadap keutuhan kebutuhan-kebutuhan yang selanjutnya dijadikan asas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat.

Problem ekonomi adalah distribusi harta dan jasa pada seluruh individu rakyat, serta bagaimana memampukan rakyat dalam memanfaatkan barang dan jasa dengan cara memberi kesanggupan mereka untuk mendapatkan dan mengusahakan keduanya. Dengan kata lain problem ekonomi adalah distribusi bukan produksi.

Ditambah parah dengan berlepas-tangannya negara terhadap kebutuhan rakyat. Sehingga ekonomi kapitalislah yang masih tetap bercokol di negeri ini meski sebagian diterapkan ekonomi syariah. Karena tidak dicabut dari akarnya, maka proses tambal sulam yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalah ekonomi tidak kunjung selesai bahkan semakin parah.

Mempertahankan pengaruh kapitalis sama artinya dengan melanggengkan penderitaan dan kesengsaraan manusia. Sebaliknya, menjauhi sistem buruk ini merupakan tindakan yang akan menyelamatkan kehidupan umat manusia. Hanya dengan penerapan Islam Kaffah akan menyelesaikan problem dunia dan akan menjadi rahmat seluruh alam.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Korupsi di Dinas Kesehatan Madina Masuk Kejaksaan Agung

    Dugaan Korupsi di Dinas Kesehatan Madina Masuk Kejaksaan Agung

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Aliansi Rakyat Peduli Madina melaporkan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal ke Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (23/5/2016). “Kami memperkirakan kerugian Negara di SKPD ini pada APBD Tahun 2014, setidaknya Rp7,3 miliar,” kata Ardian N, jubir ARPM. Aliansi Rakyat Peduli Madina diterima oleh Firmansyah, SH, Kepala Bagian […]

  • Pasca Serangan Beruang, Warga Desa Roburan Dolok Takut Kekebun

    Pasca Serangan Beruang, Warga Desa Roburan Dolok Takut Kekebun

    • calendar_month Sabtu, 15 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )-  pasca adanya warga Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal ( Madina ) yang di terkam Binatang Buasa Jenis Beruang pada Jum’at Sore kemaren, warga dibuatnya cemas, mereka seolah selalui dihantui binatang buas. Akibatnya mereka enggan ke kebun karena takut kembali jadi sasaran Binatang buas itu. Warga desa pun terlihat hanya […]

  • Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 2)

    Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 2)

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Z Pangduan Lubis (in memoriam) Masuknya penjajahan atau pemeritahan kolonial Belanda ke Mandailing terjadi pada waktu Belanda sedang berperang dengan Kaum Paderi di Minangkabau pada tahun 1830-an. Sebelum Belanda masuk ke Mandailing, beberapa tahun lamanya Kaum Paderi sudah lebih dahulu menguasai Mandailing. Salah satu tujuan penting dari Kaum Paderi menguasai Mandailing ialah untuk […]

  • Detik Pertemuan yang Mungkin Tak Dapat Dilupakan

    Detik Pertemuan yang Mungkin Tak Dapat Dilupakan

    • calendar_month Selasa, 20 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JEJAK KASIH 100 TAHUN (2) Catatan : RAMLI BIN ABDUL KARIM HASIBUAN – Kuala Lumpur, Malaysia   SEKITAR pukul 3.20 petang, Datuk Habibah Zon Lubis terpaksa mengucapkan selamat tinggal kepada sanak saudaranya di Pakantan Dolok untuk memberi laluan pula pencarian keluarga Datuk Mohd. Shuhaili Mohd. Taufek Nasution. Selepas 50 kilometer menuruni perbukitan, Mohd. Shuhaili dan […]

  • Pemkab Madina Diminta Turunkan Tarif Angkutan Umum

    Pemkab Madina Diminta Turunkan Tarif Angkutan Umum

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Pemkab Madina didesak menurunkan tarif angkutan umum, menyusul penurunan harga BBM oleh Pertamina per 1 April 2016, termasuk bensin dan solar. Organda (Organisasi Angkutan Darat) Madina juga didesak melakukan kajian bagi perubahan tarif itu dan memberikan masukan kepada pemerintah daerah. “Ini merupakan penurunan harga BBM yang kedua kalinya, sehingga penurunan […]

  • Kadin Sumut Peluas Pasar Kopi Mandailing di Jepang

    Kadin Sumut Peluas Pasar Kopi Mandailing di Jepang

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Kadin Sumut berupaya memperluas pasaran Kopi Mandailing di berbagai kota Jepang. Terobosan itu juga mengikutkan produk unggulan Sumatera Utara (Sumut) yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Produk produk tersebut diperkenalkan (dipamerkan) oleh Kadin Sumut kepada konsumen bersama pembeli potensial di negeri sakura itu. Ketua Umum Kadin […]

expand_less