Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Indonesia Tidak Siap Menyonsong Endemi?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Jun 2022
  • print Cetak

Oleh:  Ummu Umar
Anggota Komunitas Madina Menulis

Beberapa waktu lalu, pemerintah menyiapkan roadmap proses transisi dari pandemi ke endemi. Namun, peralihan status pandemi ke endemi tampaknya akan terganjal setelah terdapat kenaikan kasus positif Covid-19 bulan ini.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penambahan setelah pada awal pekan kedua bulan ini 930 orang terkonfirmasi positif. DKI Jakarta menjadi provinsi yang melaporkan kenaikan terbesar, yaitu 517 kasus baru.

Menurut Hermawan, walau niatnya untuk menggerakkan kembali roda perekonomian, tetapi pelonggaran itu membuat masyarakat cenderung mengabaikan protokol kesehatan seperti tidak mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Yang kita sayangkan pemerintah terlalu excuse secara kebijakan. Sehingga sekarang ini kalau kita lihat mulai dari jalanan, orang berangkat dan pulang dari perkantoran, pemukiman, di tempat-tempat fasilitas pelayanan publik, tempat rekreasi, kuliner, dan lainnya hampir semuanya udah bebas,” kata Hermawan saat dihubungi Kompas.com, Minggu (12/6/2022).

Mestinya Indonesia negeri kita tercinta ini belajar dari kesalahan- kesalahan selama pendemi lebih kurang dua tahun berlalu. Seharusnya ada perbaikan bukan jatuh di lubang yang sama, walau niat pemerintahan bagus untuk menaikan prekonomian masyarakat akan tetapi lebih dari itu ada keberlangsungan hidup dan ada nyawa masyarakat yang harus dijaga.

Negara harus lebih matang menyiapakan hal-hal yang mendukung endemi misalnya, masalah teknis, edukasi dan lain sebagainya, kalau memang negara belum siap menuju endemi maka jangan terburu-buru karena ini akan berakibat fatal bagi masyarakatnya, ini bukan ajang uji coba dan sepele, sekali lagi ini menyangkut jutaan nyawa manusia. Lalainya peran negara dan ditambah abainya masyarakat, menganggap Covid-19 sebagai penyakit biasa yang tidak lagi berbahaya. Apa jadinya nasib Indonesia kedepannya.

Tidak gegabah “mengendemikan” pandemi. Jika dirasa Indonesia belum memenuhi indikator endemi, ya jangan memaksakan diri hanya karena alasan ekonomi sebab hal ini menyangkut keselamatan nyawa rakyat.

Sejatinya, negara bisa melakukan langkah strategis tersebut sepenuh hati apabila paradigma pelayanan kepada rakyat tidak berkiblat pada kapitalisme. Corak kepemimpinan kapitalisme terbukti banyak mengabaikan pemenuhan hajat publik, Di tambah layanan BPJS yang membuat rakyat semakin menjerit. Bukan malah memudahkan tetapi bertambah susah.

Pandemi tidak akan berlarut-larut jika sejak awal ditangani tepat sesuai protokol Islam, yakni karantina wilayah dan vaksinasi secara menyeluruh. Sayangnya, pemerintah lebih menyukai kebijakan “jalan tengah” yang katanya meminimalisasi risiko resesi ekonomi dengan kebijakan tarik ulurnya. Apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur.

Akan tetapi, belum terlambat untuk memperbaiki segalanya asalkan sistem tata kelola negeri ini diatur sesuai syariat Islam. Lagi pula, apa yang bisa kita harapkan dari kapitalisme yang banyak menimbulkan kerusakan dan pengabaian hak-hak rakyat?

Sejatinya dengan menerapkan sistem Islam kafah, riayah suunil umat dapat berjalan dengan baik, yakni akan  mengatur dan mengurusi keperluan serta kemaslahatan rakyat dengan amanah dan berkah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Temukan Ladang Ganja dari Helikopter

    Polisi Temukan Ladang Ganja dari Helikopter

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    10 Ribu Batang Ganja Dicabut dari Tor Sihite MADINA- Sedikitnya sepuluh ribu batang ganja dengan variasi usia dicabut dari tiga hektare lahan yang tersebar di pegunungan Tor Sihite, Madina, kemarin (12/1). Penemuan ini merupakan kali pertama sekaligus terbesar di awal Januari. Rencananya, polisi akan memberangus ladang ganja lainnya secara rutin selama dua bulan sekali. Sekitar […]

  • Keluarga Korban Akan Tuntut PT.SMGP

    Keluarga Korban Akan Tuntut PT.SMGP

    • calendar_month Minggu, 30 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIBANGGOR (Mandailing Online) – Dua keluarga korban akan menuntut pihak PT.SMGP terkait tewasnya dua remaja di kolam pengeboran panas bumi Desa Sibanggor Jae. Usai masa berkabung, pihak keluarga bersama masyarakat Sibanggor Jae akan bermusyawarah menetapkan sikap. Kedua keluarga itu adalah keluarga almarhum Irsanul Mahya (15) dan almarhum Muhammad Musawi (15) yang tewas tengggelam di kolam […]

  • MERDEKANYA YANG MERDEKA

    MERDEKANYA YANG MERDEKA

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen: Rina Youlida Nurdina Duaarrrrr…. “Yeeyyy..mantap! Mantap! Sekarang coba giliranmu.” Tupp… “Hahaahaa…..” “Na bantat do mariammu. Songon ami puna on mantong na paten. Menyalaaa bestie.” “Hhmmm..” sejak kemarin sore, aku merasa terganggu dengan suara bising dari aktifitas anak-anak di desaku yang beramai-ramai memeriahkan hari kemerdekaan. Bisa-bisanya mereka memainkan meriam tepat di samping kamar tidurku. Jelas […]

  • Jalan di Sumut 60% Rusak, Pendapatan Sumut Dihisap APBN

    Jalan di Sumut 60% Rusak, Pendapatan Sumut Dihisap APBN

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi menyebut jalan yang ada di Provinsi Sumatera Utara merupakan jalan terpanjang di dunia. Namun sayangnya, 60% dari jalan tersebut rusak. “Jalan terpanjang di dunia setingkat provinsi, panjangnya 3.005 kilometer, terpanjang. Jawa Timur aja 1.700 kilometer. Sumatera Utara ini 3.005 kilometer, dan 60 persen jalannya rusak semua,” […]

  • Pemkab Madina Sosialisasikan Pajak MBLB 10 Persen

    Pemkab Madina Sosialisasikan Pajak MBLB 10 Persen

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, menggelar sosialisasi Pajak Mineral Bukan Logan dan Batuan (MBLB) sebesar 10% dan pengenaan opsen pajak MBLB sebesar 25% dari pajak MBLB terutang. Pelaksanaan sosialisasi berlangsung di aula Ladang Sari Panyabungan, Rabu (22/01/2025) Kepala Bapenda Ahmad Yasir Lubis SP, dalam sambutanya menyampaikan sosialisasi […]

  • Simalakama Bagi Supir Anatra

    Simalakama Bagi Supir Anatra

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah supir angkutan umum Anatra di Panyabungan mengaku berat hati menaikkan ongkos penumpang apabila ongkos angkutan naik di Mandailing Natal (Madina). Hal itu dikatakan para supir terkait kemungkinan naiknya harga BBM yang akan otomatis terjadi kenaikan ongkos penumpang. Dan pihak Organda pun sudah menyiapkan skema kenaikan ongkos penumpang sebesar antara 28 […]

expand_less