Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Eksotisme Rodang Tinapor di Film “MARINA”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 22 Apr 2016
  • print Cetak
Satu adegan film Marina

Satu adegan film Marina

SIABU (Mandailing Online) – Tympanum Novem Films kembali menggarap film Mandailing terbaru untuk produksi ke sepuluh mereka.

Kali ini memilih judul “Marina” dengan rencana durasi sekitar 2 jam, lebih panjang dari film-film yang diproduksi Tympanum sebelumnya.

Film “Marina” ini digarap dengan plot cerita bisa lebih lentur agar penonton lebih terhibur.

Hingga kini tahapan produksinya masih tahap shooting, diperkirakan akan dirilis ke pasar bulan Ramadan dalam bentuk VCD.

Rodang Tinapor di Desa Bonandolok, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal merupakan lokasi dan setting utama ceritanya.

“Bukan tanpa alasan. Tentu karena Rodang, rawa yang luasnya ribuan hektar memang memiliki banyak potensi, baik potensi sumber kehidupan penduduk, maupun potensi ekowisata,” kata Askolani Nasution yang menyutradarai film ini di sela kegiatan pengambilan gambar, Jum’at (22/4/2016).

Sejak masa kolonial, Rodang Tinapor sudah dikenal sebagai sumber ikan air tawar terpenting untuk kawasan Mandailing Godang, Mandailing Julu hingga Mandailing Angkola. Rawa yang terbentuk karena pertemuan dua sungai besar, Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola, memang membentuk perairan rawa yang amat luas. Karena itu menjadi ekosistem yang sesuai untuk tempat perkembangbiakan ikan.

Disebut Rodang “Tinapor”, karena rawa ini tempat ikan menyemai telur. Alhasil, selain menjadi areal persawahan bagi Desa Bonandolok, Simangambat, Hutapuli, Hutaraja, Huraba, dan Tanggabosi, di kawasan ini juga setiap harinya hidup puluhan keluarga yang hidup dari hasil mencari ikan.

Berbagai alat penangkap ikan digunakan, mulai dari jaring, kail, lobu-lobu, pangilar, dan lain-lain. Mereka naik perahu kayu, menyusuri sungai dan rawa sambil menangkap ikan. Berbagai macam jenis ikan air tawar mudah diperoleh, mulai dari “capet”, “piri-piri”, “aruting”, “tingkalang”, “limbat”, “tunggu lubuk”, “inggit-inggit”, ikan mas, “alu tano” dan lain-lain.

Ikan tangkapan mereka setiap hari memenuhi kebutuhan pasar mulai dari Panyabungan hingga ke Padang Sidimpuan. Tentu saja tak banyak yang tahu bahwa ada sebuah rawa besar di Mandailing Natal yang sejak zaman dahulu kala sudah mensuplai kebutuhan ikan di daerah sekitarnya. Dan tak banyak yang tahu bahwa ada puluhan keluarga yang turun-temurun hidup dari mencari ikan dengan perahu kayu seadanya.

Belum lagi potensi ekowisatanya. Rawa yang membentang, dengan sungai-sungai yang berkelok-kelok, plus perahu kayu yang hilir mudik, menjadi pemandangan yang eksotis.

“Anda akan melihat mata hari terbenam di balik bukit dengan lanskap pemandangan yang luas dan para perahu pulang membawa hasil tangkapan atau hasil panen,” ujar Askolani.

“Anda bisa juga masuk lebih dalam menyusuri rawa, kawasan ‘Paya Kerek’ dan ‘Tudung Bendi’, dengan kayu berkanopi luas, akar saling menyilang seperti bakau, dan perahu kayu melintas di bawahnya. Itu mengingatkan kita pada rawa-rawa khas Amazon, dengan ular dan buaya yang sesekali muncul tanpa mengganggu. Itu amat eksotis. Kasihan kalau potensi seperti itu tidak dikembangkan,” kata Askolani Nasution yang juga penulis cerita film “Marina” ini.

Jangan hanya berpikir tentang wisata bahari, pegunungan, hutan tropis, wisata rawa juga dapat menawarkan pengalaman yang mengasikkan. “Karena itu kami setiap hari betah di sini bersama kru dan pemain. Bukan sekedar mengembangkan kreativitas seni, tetapi sekaligus menikmati ekosistemnya,” imbuhnya.

Film “Marina” dimainkan oleh anak-anak lokal yang setiap hari bergelut dengan kebiasaan di Rodang Tinapor. Mandi-mandi di sungai, membawa perahu, memancing, dan lain-lain.

“Bayangkan saja, para pemain anak-anak kita yang malah membawa rombongan pemain dan kru dengan perahu seadanya, melintasi sungai Batang Angkola dengan hanya menggunakan dayung sebilah bambu,” kata Holik Nasution dari Divisi Media Tympanum Novem.

Mereka sehari-hari tak berbaju, dengan kulit yang masak terpanggang matahari, otot yang keras. Mereka anak-anak yang tidak pernah mengeluh. Begitu pulang sekolah, mereka langsung ke sana, begitu setiap hari.

“Kami berharap, dengan film ‘Marina’, penonton bukan hanya terhibur karena kisah yang menggetarkan kemanusiaan, tetapi sekaligus menawarkan eksotisme Rodang Tinapor yang dimiliki Mandailing Natal. Hanya penonton yang bisa melihat potensi ini, karena penduduk lokal hanya menyadari potensi mata pencaharian saja,” katanya.

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pangadaan Pakaian Olah Raga di Sekratariat DPRD Madina Belum Rampung

    Pangadaan Pakaian Olah Raga di Sekratariat DPRD Madina Belum Rampung

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah staf pada Kantor DPRD Kabupaten Mandailing Natal mengeluhkan pengadaan pakaian olah raga yang sebagian tidak mendapat alias belum rampung sehingga menyampaikan persoalan ini kepada Portibi DNP untuk diberitakan agar hal yang sama tidak terulang kembali. Informasi diterima Portibi DNP dari sejumlah staf mengatakan bahwa pengadaan pakaian olah raga dananya dicairkan pada triwulan kedua namun […]

  • Usulan Bronjong di Sungai Batang Natal, Pemkab Harus Selektif

    Usulan Bronjong di Sungai Batang Natal, Pemkab Harus Selektif

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina harus selektif meneliti setiap proposal usulan pembangunan bronjong di pinggiran Sungai Batang Natal. Tidak semua abrasi sungai Batang Natal diakibatkan bencana alam secara murni. Bisa jadi banyak titik pinggiran Sungai Batang Natal dan anak sungai lainnya rusak akibat aktifitas pertambangan liar menggunakan alat berat. Oleh karenanya sangat naif apabila […]

  • Massa Ormas Islam Kepung Polresta Medan

    Massa Ormas Islam Kepung Polresta Medan

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Puluhan massa dari berbagai ormas islam tampak berkumpul di Polresta Medan, Senin (5/5/2014). Belum diketahui secara pasti apa maksud kedatangan puluhan massa berseragam serba putih ini. Pantauan Tribun, beberapa perwakilan massa tampak masuk ke gedung Polresta Medan. Sementara itu, beberapa massa lainnya tampak berjaga di halaman kantor polisi ini, seakan hendak mengepung gedung […]

  • Gugatan SUKA Diterima MK, Jadwal Sidang Akan Ditetapkan

    Gugatan SUKA Diterima MK, Jadwal Sidang Akan Ditetapkan

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Gugatan pasangan SUKA tentang sengketa Pilkada Madina diterima. Selanjutnya menunggu jadwal persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK). Paslon nomor urut 1, HM Jafar Sukhairi Nsution-Atika Azmi Utammi Nasution atau lebih populer sebutan SUKA melakukan gugatan ke MK di Jakarta melalui kuasa hukum Dr.H.Adi Mansar, SH, M.Hum dan kawan-kawan. Menggugat KPUD terkait keputusan […]

  • Nilai Pendidikan dan Kader Dalam Rekrutmen Politik

    Nilai Pendidikan dan Kader Dalam Rekrutmen Politik

    • calendar_month Rabu, 9 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    oleh:  Dr. M. Daud Batubara, MSi Penyortiran atau penarikan undian, dikenal sebagai bentuk rekruitmenpolitik paling tua dengan tujuan mencegah dominasi jabatan dari posisiberkuasa oleh kelompok atau individu tertentu. Demikian juga Rotasihampir sama dengan tujuan bentuk ini. Dikenal pula dua cara khusus dalam sistem perekrutan politik yaitu seleksi pemilihan yakni melalui ujian khusus dan latihan.  Meski […]

  • Penyakit Difteri Ditemukan di Madina, 1 Orang Meninggal Dunia

    Penyakit Difteri Ditemukan di Madina, 1 Orang Meninggal Dunia

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Satu penyakit diduga jenis Difteri menyerang Mandailing Natal. Satu orang anak bernama Aisah usia sekitar 5 tahun, warga Desa Pagur Kecamatan Panyabungan Timur dilaporkan meninggal dunia, Rabu (16/3) akibat serangan penyakit itu. KTU Puskesmas Gunung Baringin, Panyabungan Timur, Subari yang dihubungi melalui telefon seluler, Kamis (17/3) membenarkan bahwa salah seorang […]

expand_less