Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Eksotisme Rodang Tinapor di Film “MARINA”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 22 Apr 2016
  • print Cetak
Satu adegan film Marina

Satu adegan film Marina

SIABU (Mandailing Online) – Tympanum Novem Films kembali menggarap film Mandailing terbaru untuk produksi ke sepuluh mereka.

Kali ini memilih judul “Marina” dengan rencana durasi sekitar 2 jam, lebih panjang dari film-film yang diproduksi Tympanum sebelumnya.

Film “Marina” ini digarap dengan plot cerita bisa lebih lentur agar penonton lebih terhibur.

Hingga kini tahapan produksinya masih tahap shooting, diperkirakan akan dirilis ke pasar bulan Ramadan dalam bentuk VCD.

Rodang Tinapor di Desa Bonandolok, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal merupakan lokasi dan setting utama ceritanya.

“Bukan tanpa alasan. Tentu karena Rodang, rawa yang luasnya ribuan hektar memang memiliki banyak potensi, baik potensi sumber kehidupan penduduk, maupun potensi ekowisata,” kata Askolani Nasution yang menyutradarai film ini di sela kegiatan pengambilan gambar, Jum’at (22/4/2016).

Sejak masa kolonial, Rodang Tinapor sudah dikenal sebagai sumber ikan air tawar terpenting untuk kawasan Mandailing Godang, Mandailing Julu hingga Mandailing Angkola. Rawa yang terbentuk karena pertemuan dua sungai besar, Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola, memang membentuk perairan rawa yang amat luas. Karena itu menjadi ekosistem yang sesuai untuk tempat perkembangbiakan ikan.

Disebut Rodang “Tinapor”, karena rawa ini tempat ikan menyemai telur. Alhasil, selain menjadi areal persawahan bagi Desa Bonandolok, Simangambat, Hutapuli, Hutaraja, Huraba, dan Tanggabosi, di kawasan ini juga setiap harinya hidup puluhan keluarga yang hidup dari hasil mencari ikan.

Berbagai alat penangkap ikan digunakan, mulai dari jaring, kail, lobu-lobu, pangilar, dan lain-lain. Mereka naik perahu kayu, menyusuri sungai dan rawa sambil menangkap ikan. Berbagai macam jenis ikan air tawar mudah diperoleh, mulai dari “capet”, “piri-piri”, “aruting”, “tingkalang”, “limbat”, “tunggu lubuk”, “inggit-inggit”, ikan mas, “alu tano” dan lain-lain.

Ikan tangkapan mereka setiap hari memenuhi kebutuhan pasar mulai dari Panyabungan hingga ke Padang Sidimpuan. Tentu saja tak banyak yang tahu bahwa ada sebuah rawa besar di Mandailing Natal yang sejak zaman dahulu kala sudah mensuplai kebutuhan ikan di daerah sekitarnya. Dan tak banyak yang tahu bahwa ada puluhan keluarga yang turun-temurun hidup dari mencari ikan dengan perahu kayu seadanya.

Belum lagi potensi ekowisatanya. Rawa yang membentang, dengan sungai-sungai yang berkelok-kelok, plus perahu kayu yang hilir mudik, menjadi pemandangan yang eksotis.

“Anda akan melihat mata hari terbenam di balik bukit dengan lanskap pemandangan yang luas dan para perahu pulang membawa hasil tangkapan atau hasil panen,” ujar Askolani.

“Anda bisa juga masuk lebih dalam menyusuri rawa, kawasan ‘Paya Kerek’ dan ‘Tudung Bendi’, dengan kayu berkanopi luas, akar saling menyilang seperti bakau, dan perahu kayu melintas di bawahnya. Itu mengingatkan kita pada rawa-rawa khas Amazon, dengan ular dan buaya yang sesekali muncul tanpa mengganggu. Itu amat eksotis. Kasihan kalau potensi seperti itu tidak dikembangkan,” kata Askolani Nasution yang juga penulis cerita film “Marina” ini.

Jangan hanya berpikir tentang wisata bahari, pegunungan, hutan tropis, wisata rawa juga dapat menawarkan pengalaman yang mengasikkan. “Karena itu kami setiap hari betah di sini bersama kru dan pemain. Bukan sekedar mengembangkan kreativitas seni, tetapi sekaligus menikmati ekosistemnya,” imbuhnya.

Film “Marina” dimainkan oleh anak-anak lokal yang setiap hari bergelut dengan kebiasaan di Rodang Tinapor. Mandi-mandi di sungai, membawa perahu, memancing, dan lain-lain.

“Bayangkan saja, para pemain anak-anak kita yang malah membawa rombongan pemain dan kru dengan perahu seadanya, melintasi sungai Batang Angkola dengan hanya menggunakan dayung sebilah bambu,” kata Holik Nasution dari Divisi Media Tympanum Novem.

Mereka sehari-hari tak berbaju, dengan kulit yang masak terpanggang matahari, otot yang keras. Mereka anak-anak yang tidak pernah mengeluh. Begitu pulang sekolah, mereka langsung ke sana, begitu setiap hari.

“Kami berharap, dengan film ‘Marina’, penonton bukan hanya terhibur karena kisah yang menggetarkan kemanusiaan, tetapi sekaligus menawarkan eksotisme Rodang Tinapor yang dimiliki Mandailing Natal. Hanya penonton yang bisa melihat potensi ini, karena penduduk lokal hanya menyadari potensi mata pencaharian saja,” katanya.

Editor    : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pariwisata dan Budaya Dalam Diskusi Pemuda Mandailing

    Pariwisata dan Budaya Dalam Diskusi Pemuda Mandailing

    • calendar_month Senin, 15 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kebudayaan bisa dimaknai sebagai basis pariwisata. Pariwisata bukanlah ‘predator’ pemangsa kebudayaan, namun menempatkan pariwisata  menjadi fasilitator dan agen kebudayaan. Agen yang dimaksud adalah mengangkat eksistensi budaya ke tingkat yang tinggi dengan cara mengeksplorasi nilai-nilai budaya, bukan mengeksploitasi (memperalat atau memeras) budaya. Dengan demikian, industri pariwisata tidak lagi meletakkan budaya sebagai sub-ordinasi, melainkan sebagai orientasi nilai […]

  • Pengerukan Aek Mata Mendesak

    Pengerukan Aek Mata Mendesak

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina) mendesak Pemkab Madina agar satu bahasa dengan DPRD perlunya melakukan pengerukan dan pembangunan dek pengaman di sepanjang jalur Sungai Aek Mata pada titik kota Panyabungan. Seperti dilansir Harian Metro Tabagsel, langkah ini dianggap prioritas dan mendesak karena menyangkut hidup ribuan masyarakat Kota Panyabungan sebagai ibu kota kabupaten. […]

  • Dikecam Fans, Villas-Boas Masih Santai

    Dikecam Fans, Villas-Boas Masih Santai

    • calendar_month Minggu, 12 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Manajer Chelsea, Andre Villas-Boas (AVB) enggan menanggapi kritikan keras suporter Chelsea terkait menurunnya performa The Blues musim ini. Chelsea baru saja dipermalukan Everton 0-2 pada laga lanjutan Premier League, Sabtu 11 Februari 2012. Mantan pelatih FC Porto tersebut mengakui kekalahan itu jadi salah satu penampilan terburuk Chelsea selama ia menjabat manajer The Blues. “Kami seperti […]

  • Cabup Madina Harun Mustafa Nasution Perihatin Kondisi UMKM Banjar Kobun

    Cabup Madina Harun Mustafa Nasution Perihatin Kondisi UMKM Banjar Kobun

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online) : Pagi ini selasa 22/10 Calon Bupati Madina Harun Mustafa Nasution kembali serap aspirasi tanpa batas. Ia mengunjungi lokasi UMKM pembuatan kerupuk di banjar kobun Kelurahan Panyabungan II didampingi Safaruddin Haji Lubis ( Akong) dan H. Halomona ( Adek AU) Melihat kedatangan Harun Mustafa Nasution wargapun berkerumun mendekati Cabup Madina nono […]

  • Lokasi Grosir Bahan Bakar Harus Dikaji Pemkab Madina

    Lokasi Grosir Bahan Bakar Harus Dikaji Pemkab Madina

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal dihimbau mengkaji persyaratan terhadap pedagang yang membuka usaha grosir bahan bakar, terutama minyak tanah dan gas LPJ. Himbauan itu sebagai upaya mengantisipasi agar jangan lagi terulang musibah kebakaran berrantai seperti yang terjadi di Keluraha Pasar Hilir, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) pada Senin pagi (26/9). Kebakaran itu menghanguskan setidaknya […]

  • Kapolres Dihadiahi Ayam Kampung

    Kapolres Dihadiahi Ayam Kampung

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Berhasil Menutup Galian C BINJAI- Masyarakat Tanah Merah Lingkungan III, IV dan V Binjai Selatan punya cara unik untuk mengucapkan terimakasih. Senin (22/11) kemarin, ratusan warga tersebut memberikan hadiah berupa ayam kampung kepada Kapolresta Binjai AKBP Rina Sari Ginting. Tanda terimakasih itu dialamatkan warga karena kepolisian akhirnya menutup aktivitas galian C di Kelurahan Bhakti Karya, […]

expand_less