Minggu, 14 Jun 2026
light_mode

Gas Elpiji 3 Kilogram Langka di Padangsidempuan

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Sabtu, 20 Des 2014
  • print Cetak

Padangsidempuan – Warga kembali resah akibat langkanya gas elpiji isi 3 kilogram di tingkat pengecer. Tidak itu saja, harga gas 3 kilogram juga naik mencapai Rp 20 ribu per tabung di tingkat pengecer. "Tidak ada gas elpiji ditemukan di sejumlah lopo pengecer," kata seorang warga Tajuddin Nasution (56) kepada Medan Bisnis sambil menenteng tabung gas 3 kg yang kosong kembali pulang kerumah, di Lingkungan IV Kelurahan Sihitang, Padangsidimpuan, Jum"at (19/12).

Dikatakan, kelangkaan tabung gas 3 kilogram ini sudah terjadi beberapa hari terakhir. Masyarakat mulai mencarinya sampai ke tingkat agen di kota Padangsidimpuan.

"Kita sudah cari sampai ke pasar kota Padangsidimpuan, namun di tempat ini juga gas elpiji isi 3 kg tidak ada," katanya.

Hal senada juga di keluhkan Nurlaila (34) warga kelurahan Sihitang. Gas elpiji isi 3 kg ini sudah tiga hari menunggu kabar dari pengecer pedagangan yang sudah menjadi langganannya selama ini.

Namun kata dia, akhir-akhir ini pedagang langganan tersebut sudah tidak lagi berjualan gas elpiji karena distributor tidak datang mengatar. "Sambil menunggu gas elpiji kembali ada dijual di pedagang eceran, saya memasak memakai kopor biasa saja," katanya.

PT Bintang Tapanuli melalui Supervisor (Admin), Sindi membenarkan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg sudah terjadi sejak pertengahan minggu ini.
"Di sini tabung gas elpiji 3 kg juga kosong, yang ada tabung gas isi 12 kg saja," katanya kepada Medan Bisnis, Jum"at (19/12).

Dikatakan, biasanya setiap harinya 50 tabung gas isi 3 kg diantar ke toko namun belakangan ini sepertinya tidak datang.

"Semalam ada, namun kemarinnya tidak ada," katanya sambil mengatakan kalau gas 3 kg bukan mereka agennya namun di antar dari indra Angkola (agen gas elpiji 3 kilogram).

Menurutnya, gas 3 kg berselang datangnya, namun itu tidak bisa menutupi permintaan pasar. "Makanya banyak warga yang datang meminta gas 3 kilogram namun barangnya tidak ada," katanya.

Sementara untuk harga gas 3 kg di toko kami hanya menjual Rp.16 ribu per tabung sedangkan harga gas isi 12 kilogram Rp125 ribu per tabung.
Menurut, Sindi, hilangnya gas 3 kg ini bisa dipicu, banyaknya masyarakat pengguna gas 12 kg beralih ke 3 kilogram.

"Gas 3 kg ini di subsidi pemerintah, sementara gas 12 kilogram tidak disubsidi," katanya sambil mengatakan kalau PT. Bintang Tapanuli merupakan agen gas 12 kilogram, dan stoknya masih banyak. (medanbisnis)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopi Sipirok tembus pasar luar negeri

    Kopi Sipirok tembus pasar luar negeri

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK – Satu persatu budidaya dan home industri hasil karya putra-putri Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan mulai menemukan pangsa pasar di luar negeri. Setelah kain songket, kini giliran kopi “ateng” asal Kecamatan Sipirok diminati Malaysia dan Singapura. Salah seorang petani kopi asal Desa Sigiring-giring Dolok, Kecamatan Sipirok, Chaidir Hasibuan, mengatakan kopi itu sangat disukai, karena […]

  • Seperti Apa Istana Nabi Sulaiman?

    Seperti Apa Istana Nabi Sulaiman?

    • calendar_month Selasa, 24 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan sejarah mengungkapkan pertemuan Sulaiman dengan ratu Saba berdasarkan penelitian yang dilakukan negeri tua Saba di Yaman Selatan. Penelitian yang dilakukan terhadap reruntuhan mengungkapkan bahwa seorang ratu yang pernah berada di wilayah ini hidup antara 1000 hingga 950 SM dan melakukan perjalanan ke utara (ke Yerusalem). Menurut sebagian riwayat, Saba adalah julukan yang diberikan […]

  • Tipikal Bupati Madina ke Depan Harusnya Sosok Berpikiran Generalis

    Tipikal Bupati Madina ke Depan Harusnya Sosok Berpikiran Generalis

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tipikal figur bupati yang akan memimpin Madina ke depan idealnya sosok berwawasan generalis, berkarakter seperti kepala “kahanggi”. Itu dicuatkan budayawan Mandailing, Askolani Nasution dalam acara “Diskusi Publik Pilkada Madina 2015” dengan topik “Mencari  Figur Ideal Calon Bupati Madina”, Kamis (2/4) di café Hotel Rindang, Panyabungan yang diselenggarakan The Rindang Magnitude […]

  • Disebut ‘Pak Pos’ Razman Arif akan Laporkan Mantan Calon Wabup Madina

    Disebut ‘Pak Pos’ Razman Arif akan Laporkan Mantan Calon Wabup Madina

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Razman Arif Nasution, Mantan Kuasa Hukum Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho-Evy Susanti, merasa gerah karena disebut sebagai ‘Pak Pos’ oleh mantan calon Wakil Bupati (Wabup) Mandailing Natal (Madina), Shafron. Sebutan ‘Pak Pos’ itu tertulis di laman facebook pribadi milik Shafron, yang diposting Selasa (8/9) dini hari. Dengan memajang foto Razman Arif saat diwawancarai […]

  • Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

    Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Biarkan alam yang menjawab. Mungkin kata-kata itulah yang tepat terkait keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keberadaan tambang emas ilegal kian hari kian tidak terkoordinir. Tinggal menunggu waktu terjadinya bencana? Sebenarnya, tanda-tanda bencana sudah mulai tampak. Seperti baru-baru ini, empat penambang dari Jawa, meninggal dalam lubang tambang diduga karena […]

  • Atika dan Rasionalitas Kebangkitan Ekonomi

    Atika dan Rasionalitas Kebangkitan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 9 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Roy Samsuri Lubis Editor / Pegiat Literasi Satu bulan jelang Pilkada Madina 2020 riuh politik semakin terasa. Cara-cara kampanye semakin beragam. Mulai dari yang sesuai aturan sampai kampanye hitam. Tentu saja menyerang pribadi para calon tak lepas dari terjangan netizen atau simpatisan lawan politik. Pilihan, katanya, masih menunggu arahan dari Bung Karno dan […]

expand_less