Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Gencatan Senjata Israel, Kemenangan Bagi Palestina?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 30 Mei 2021
  • print Cetak

Oleh : Nur Wahida Lota
Mahasiswi, tinggal di Samarinda

Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Palestina telah terjadi di jalur Gaza, namun serangan masih terus dilakukan oleh polisi Israel terhadap warga Palestina di kompleks masjid Al-Aqsa pada dini hari usai shalat, polisi Israel menyerbu warga Palestina dengan menembakkan gas air mata, Jumat (21/05/2021).

Meskipun gencatan senjata telah dideklarasikan dan disambut baik oleh berbagai negeri muslim, bahkan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan siap memfasilitasi perdamaian Palestina dan Israel seusai keduanya sepakati gencatan senjata. Kantor berita negara UEA, Minggu 23/05/2021 melaporkan bahwa putra mahkota Abu Dhabi sheikh Mohamed Bin Zayed Al-Hayhan siap mewujudkan perdamaian.

Dikutip dari serambinews.com pada 23/05/2021. Bukan hanya UEA yang menyambut baik gencatan senjata tersebut, tetapi Sudan dan Mesir pun ikut menyetujui aksi perdamaian antara Palestina dan Israel. Usai gencatan senjata disepakati ternyata penyerbuan terhadap kompleks Al-Aqsa masih saja dilakukan oleh polisi Israel dengan tidak terduga. Hal ini menunjukkan bahwa adanya gencatan senjata antara Palestina dan Israel tidak bisa memastikan bahwa Israel akan berhenti melakukan penyerangan terhadap Palestina.

Gencatan senjata yang telah disepakati dan disambut baik oleh pemimpin negeri muslim, justru menunjukkan bahwa betapa lemahnya perlindungan dan jaminan yang bisa diberikan oleh pemimpin-pemimpin negeri muslim terhadap saudara-saudara yang ada di Palestina. Bahkan kesepakatan dan persetujuan mereka atas gencatan senjata tersebut malah memberikan kesempatan bagi Zionis untuk melakukan pemulihan di balik kata gencatan senjata atau aksi perdamaian, dan bisa saja melakukan penyerangan secara tiba-tiba.

Penyerangan dan teror yang dilakukan oleh tentara Zionis tidak akan pernah berhenti, hanya karena adanya gencatan senjata atau aksi perdamaian yang didukung oleh negeri-negeri muslim lainnya. Karena dukungan yang dibutuhkan oleh Palestina bukan hanya sekedar peryataan dan persetujuan gencatan senjata atau kecaman dari pemimpin negeri islam.

Hal ini menegaskan kepada dunia bahwa pemimpin-pemimpin negeri muslim hanya mampu melakukan kecaman terhadap Israel tanpa melakukan tindakan tegas dengan mengirimkan atau menggerakkan militernya untuk membatu Palestina, karena saat ini Palestina bukan hanya membutuhkan bantuan berupa sembako dan juga kecaman-kecaman yang bersifat sementara, tetapi  lebih membutuhkan bantuan yang dapat menghentikan aksi teror dan penyerangan yang terus-menerus dilakukan oleh kaum Zionis.

Namun sebagaimana yang terlihat tidak ada satupun negeri muslim yang berani mengirimkan atau memberikan bantuan militer kepada Palestina untuk mengusir kaum Zionis meninggalkan negeri Palestina. Pemimpin negeri muslim saat ini tidak bisa melakukan hal yang lebih dari kecaman-kecaman karena, mereka tunduk di bawah kekuasaan negara adidaya serta hubungan yang sangat erat dengan kaum penjajah dengan melalui kerja sama sehingga hal ini mengakibatkan pemimpin negeri islam hidup di bawah kendali para penjajah.

Sehingga para penjajah seperti kaum Zionis pun dengan mudah melakukan penjajahan terhadap negeri muslim lainnya karena tidak adanya perlindungan yang kuat. Pembebasan tanah mulia Palestina ini membutuhkan kekuatan militer yang hebat dan kuat, karena dengan kekuatan militer tentara Israel dan sekutuhnya akan mampu dikalahkan. Namun hal itu tidak akan mungkin bisa dilakukan selama pemimpin negeri-negeri kaum muslimin masih terpecah belah dan masih ketergantungan dengan negara Barat, karena sudah pasti keterpihakan negara barat tentulah bukan berpihak kepada islam, sehingga manaruh harapan pada negeri muslim yang tunduk pada kuasa barat adalah sebuah kesia-siaan.

Satu-satunya kekuasaan yang mampu memberikan bantuan dengan kekuatan militer yang hebat ialah dengan sistem Islam, karena di bawah naungan Islam kaum muslimin akan bersatu dengan ikatan aqidah Islam, dengan adanya ikatan aqidah ini persatuan kaum muslimin akan menghadirkan kekuatan yang besar serta semangat jihad yang membara untuk melawan para musuh-musuh Islam. Karena itu, hendaknya  hanya Islam yang menjadi harapan satu-satunya untuk mengakhiri aksi penyerangan dan teror yang dilakukan oleh tentara Israel. Karena hanya sistem Islam akan melahirkan pemimpin atau kholifah yang mampu memberikan perlindungan bagi kaum muslimin di seluruh negeri-negeri islam.

Sebagaimana dalam sebuah hadist yaitu “Imam/Khalifah itu tak lain laksana perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang dibelakangnya, dan digunakan sebagai tameng.” ( Hr. Bukhari dan Muslim). Makna, Al iman junnatun (imam/khalifah itu laksana perisai) sebagimana dijelaskan oleh imam an-Nawawi: “Maksudnya, ibarat tameng. Karena dia mencegah musuh menyerang (menyakiti) kaum muslim. Mencegah masyarakat, satu dengan yang lainnya dari serangan. Melindungi keutuhan Islam, dia disegani masyarakat, dan mereka pun takut terhadap kekuatannya.”

Umat Islam dengan segenap kekuasaanya akan sangat ditakuti oleh kaum kafir, karena akidahnya yang kuat. Karena akidah inilah, mereka siap menang dengan kemuliaan atau mati syahid. Begitulah dorongan iman, karena dengan iman inilah rasa takut dalam dada kaum muslimin terhadap orang-orang kafir menjadi tidak ada lagi, sehingga melihat hal ini kaum kafir pun semakin takut dengan kekuatan kaum muslimin.

Karena itu dengan ikatan akidah Islam di bawa naungan khilafah, kaum muslimin akan bersatu melawan musuh untuk mempertahankan dan menjaga kehormatan, agama, darah dan harta kaum muslimin. Sistem Islam lah yang akan menjadi penjaga kesatuan, persatuan dan keutuhan setiap jengkal wilayah umat Islam. Wallahu’alam bisshawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konflik Antar Petani Akibat Irigasi Batang Gadis Kurang Urus (1)

    Konflik Antar Petani Akibat Irigasi Batang Gadis Kurang Urus (1)

    • calendar_month Sabtu, 17 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Jurnalis/Petani di Gunung Tua Jae Selain jurnalis, saya juga aktif bertani. Mengelola sawah seluas sekitar 1/3 hektar. Pun mengelola ladang bayam dan sawi seluas sekitar 2 rante. Posisi saya menulis artikel ini bukan saja dari sisi jurnalis, juga dari sisi petani. Sawah yang saya kelola terletak di hamparan persawahan Sialang, kawasan […]

  • PENDIDIKAN YANG MERAKYAT

    PENDIDIKAN YANG MERAKYAT

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      (Refleksi Hari Pendidikan Nasional)   Oleh:  Abdul Mujib Nasution Dosen STAIM dan IAIN Padang Sidimpuan   Willem Iskandar, tokoh pendidikan berskala nasional jauh sebelum Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa, beliau sudah mendirikan lembaga pendidikan untuk menghasilkan guru yang berbasis kerakyatan di tahun 1862. Selain seorang seniman, penulis dan tokoh publik pada masa itu, […]

  • Madung Ranggason Boto Loponi Namborui

    Madung Ranggason Boto Loponi Namborui

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Patunda ni kecek badongkang sego sude nadengan, iambang nalidang ampe madung polang, iambang natenang hapengani madung pingsan, iambang baen parsipna ampe madung maila songon kukang, songonimada boto angkang dihangoluanon pala madung sala pasang iambang goreng pisang ampe pisang ompan ni urimbang.ulang angkan naijomput ni bodat natobang, nahona urungdo boto angkang, inda nabisabe marjalang-jalang. Bahatdobo jolma […]

  • PKPU MENYIMPANG: SELURUH BACALEG PEMILU 2014 AKAN GUGUR

    PKPU MENYIMPANG: SELURUH BACALEG PEMILU 2014 AKAN GUGUR

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Polemik Sehubungan telah direvisinya peraturan PKPU No 7/2013 menjadi 13/2013 . Ketua Badan Legislasi DPRD kabupaten Mandailing Natal, Dodi Martua, S.Pi mengatakan revisi PKPU No. 7/2013 dengan mengeluarkan PKPU No 13/2013 menunjukkan bahwa KPU Pusat tidak independen, tidak cermat dan plin plan dalam mengeluarkan kebijakan. Bahkan yang lebih mengkhawatirkan keluarnya PKPU no 13/2013 akan mengganggu […]

  • Bupati: Taman Raja Batu Bisa Hasilkan PAD

    Bupati: Taman Raja Batu Bisa Hasilkan PAD

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menyebut Taman Raja Batu yang berada di komplek Perkantoran Payaloting Pemkab Madina akan sesegera mungkin difungsikan kembali. Sebab, selain tempat wisata keluarga, taman itu bisa menghasilkan pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Hal itu disampaikan bupati didampingi Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, Asisten I […]

  • Kapolres Tak Akan Tuntut Warga Sipolu-polu

    Kapolres Tak Akan Tuntut Warga Sipolu-polu

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 14Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto menyatakan pihaknya tidak akan menuntut warga yang melakukan pelemparan terhadap Pos Lantas dan Mapolsek Panyabungan. Bahkan pihaknya akan terus menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan khususnya dan masyarakat Madina secara umum dalam menjaga kamtibmas. Itu disampaikan kapolres pada acara silaturahmi […]

expand_less