Kamis, 10 Sep 2026
light_mode

Gordang Sambilan Menggema di Istana Merdeka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 17 Agt 2012
  • print Cetak

atraksi gordang sambilan di istana negara
Jakarta (MO) – Untuk kali pertama, Gordang Sambilan dipertunjukkan di istana merdeka, Jakarta. Alat musik tradisional Mandailing tersebut dipagelarkan dalam acara HUT RI, Jum’at (17/8).

Sebanyak 4 orang pemain gordang dari Desa Hutagodang, Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal berangkat pekan lalu ke Jakarta untuk memenuhi pertunjukan Goradang Sambilan. Pemain tambahan diisi oleh orang Mandailing yang tinggal di Jakarta.

Selain pagelaran Gordang Sambilan, pertunjukan tarian tor-tor juga digelar. Pagelaran Gordang Sambilan dan tarian tor-tor tersebut merupakan rangkaian item dalam paket kesenian etnik disamping jenis tradisonal lainnya dari Sumatera Utara untuk memeriahkan HUT RI di istana negara Jakarta.

“Alhamdulillah Gordang Sambilan dengan sekses tampil di istana merdeka,” ungkap Usman Batubara, jurnalis keturunan Mandailing dalam statusnya di jejaring sosial facebook, Jum’at.

“Posisi (Gordang Sambilan) persis di pintu masuk 1, arah jalan Juanda. Memang sebagaimana dimaklumi pintu masuk ke istana ini, apalagi dalam rangka upacara, ada 3 arah, Jalan Veteran dan Jalan Merdeka,” kata Usman dalam tulisanya.

Meski tidak termasuk pertunjukan utama, namun di istana merdeka hari ini terlihat bernuansa Sumatera Utara. Di dalamnya ada berbagai kesenian nusantara, termasuk Gordang Sambilan dan tarian tor-tor Nauli Bulung dari Mandailing.

“Alhamdulillah, tadi saya lihat sendiri banyak diantara undangan termasuk para duta negara lain yang memperhatikan secata serius, bahkan mereka mau menunggu beberapa lama untuk ada kesempatan berpoto bersama dengan para pemain Gordang Sambilan dan penari tor-tor,” ungkapnya.

Usman menyatakan bahwa banyak pihak yang harus diyakinkan bahwa kesenian tradisional Mandailing itu layak ditampilkan di acara inti. Dia berharap untuk 3 atyau 5 tahun Gordang Sambilan dan tarian tor-tor dari Mandailing tersebut bisa ke acara inti. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demo, Mahasiswa UGN Pertanyakan Status Lahan

    Demo, Mahasiswa UGN Pertanyakan Status Lahan

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Rupanya, selain menuntut kejelasan tentang status kampus UGN yang belum kunjung menjadi PTN, puluhan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di kampus I Jalan Sutomo juga mempertanyakan persoalan lahan milik kampus mereka yang berada di daerah Simarsayang. Hendra Ibrahim Siregar, selaku kordinator aksi, saat diterima pihak Yayasan bersama dengan puluhan mahasiswa lainnya, di […]

  • Pemko Padangsidimpuan Jalin MoU dengan BPJS

    Pemko Padangsidimpuan Jalin MoU dengan BPJS

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    P Sidimpuan – Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan BPJS perihal jaminan pemeliharaan kesehatan warga masyarakat sebagai peserta BPJS Kesehatan yang akan ditanggung oleh APBD Kota Padangsidimpuan. Dalam kerjasama yang diteken Walikota Padangsidmpuan Andar Amin Harahap SSTP MSi dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padangsidimpuan dr Sari Qurantulainy AAK di kamar kerja […]

  • Jembatan Gantung Tak Kunjung Selesai Puluhan Tahun Warga Bulu Mario Gunakan Rakit

    Jembatan Gantung Tak Kunjung Selesai Puluhan Tahun Warga Bulu Mario Gunakan Rakit

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan. Warga Desa Tor Banua Raja (Bulu Mario) dan Sopo Sorik, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) puluhan tahun masih menggunakan rakit untuk menyeberangi Sungai Batang Gadis menuju Jalan Lintas Sumatera dalam rangka melakukan aktivitas. Nur Asiyah Nasution (39), warga Desa Bulu Mario mengatakan, sebenarnya ada jembatan gantung pundasi beton dibangun. Namun sudah puluhan […]

  • Oknum TNI Miliki Kafe Prostitusi di Siantar

    Oknum TNI Miliki Kafe Prostitusi di Siantar

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Prostitusi di Kafe Nasional di tikungan manis Kelurahan Tong Simarimbun, Kecamatan Siantar Simarimbun, Pematangsiantar, berjalan mulus lantaran keterlibatan oknum TNI. Pekerja seks komersil (PSK) yang ditemui Tribun di Kafe Nasional mengaku aman lantaran ada beking dari oknum berseragam. ”Bahkan pemiliknya juga seorang oknum tentara. Makanya, banyak oknum petugas berpakaian loreng yang datang kemari […]

  • Visi Misi Dahlan Hasan Nasution-Jakfar Sukhairi Nasution (1)

    Visi Misi Dahlan Hasan Nasution-Jakfar Sukhairi Nasution (1)

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Mandailing Natal Yang Berkedaulatan Pangan Mandiri Ekonomi Sehat, Cerdas Didukung Sarana Prasarana Infrastruktur Yang Kuat Masyarakat Religius Dan Berbudaya Misi Memenuhi Kebutuhan Pangan Secara Swasembada. Mewujudkan Kemandirian Ekonomi. Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat. Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dan Sumber Daya Manusia. Memenuhi Kebutuhan Sarana, Prasarana, Infrastruktur, Permukiman Dan Membuka Akses Ke Daerah-daerah Terisolir Dan Tertinggal. Meningkatkan […]

  • Musim Kemarau di Sipirok, Warga Kesulitan Air Bersih

    Musim Kemarau di Sipirok, Warga Kesulitan Air Bersih

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TAPSEL, – Musim kemarau yang melanda wilayah Tapanuli Selatan dalam sebulan terakhir, mengakibatkan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan, seperti memasak, mandi, cuci dan kakus (MCK). Banyak warga yang mengambil air dari sumur tetangga atau dari mata air di perkampungan. Di Kecamatan Sipirok, Tapsel, keberadaan tiga titik pemandian air panas yang ada selalu […]

expand_less