Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Gubsu dan 10 Bupati-Walikota Segera Bersikap Soal Inalum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 10 Okt 2013
  • print Cetak

MEDAN (Mandailing Online) – Negosiasi pengambilalihan PT Inalum antara pemerintah pusat melalui tim negosiasi dengan pihak Jepang, akan berakhir 31 Oktober 2013. Namun sejauh ini, Provinsi Sumut bersama 10 kabupaten/kota yang ikut dalam keanggotaan tim, tidak pernah dilibatkan dalam pembicaraan oleh pemerintah pusat.

Merasa tidak adil dengan perlakuan tersebut, Gubernur Sumut dan 10 bupati/walikota sekawasan operasi PT Inalum akan menggelar rapat, Sabtu, 12 Oktober 2013. Mereka akan membahas dan menyamakan persepsi sekaligus menentukan sikap Sumut tentang masa depan Inalum.

“Harus ada sikap kita yang tegas. Sebab pada 31 Oktober ini pembicaraan soal Inalum antara tim dengan Jepang berakhir. Jadi sebelum berakhir, critical point dari kita harus ada, supaya Sumut tidak hanya menjadi penonton,” tegas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho kepada wartawan di Gubernuran, Jalan Sudirman Medan, Rabu (9/10/2013) sore

Gatot menyampaikan, Provinsi Sumut bersama 10 kabupaten/kota berkeinginan bisa mengelola operasional Inalum di masa mendatang.

“Keinginan itu jelas ada. Bahkan pada 2010 lalu keinginan itu sudah diwujudkan lewat penandatanganan MoU,” katanya.

Menurut Gatot, 30 tahun di bawah penguasaan Jepang adalah hal yang cukup lama. Sudah saatnya Inalum dikelola Indonesia.

“Dan Sumut siap mengelolanya. Jangan tanya soal dana dari mana?. Itu teknis, yang pasti Sumut siap mengelolanya,” tandasnya.

Namun dicecar wartawan tentang berbagai kemungkinan, Gatot menjawab tidak ingin terlalu jauh membicarakannya. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu hasil pertemuan Sabtu nanti. “Sebaiknya kita tunggu hasil pembicaraan Sabtu nanti,” jawabnya.

Gatot mengaku terus melakukan koordinasi dengan para putra-putri perantau asal Sumut di Jakarta, maupun dengan Komisi VI DPR RI.

Kepala Bappeda Sumut Riadil Akhir Lubis menambahkan, produksi alumunium akan bisa ditingkatkan hingga 500.000 ton dari saat ini yang hanya 250.000 ton jika dikelola Sumut. “Dan sudah full bisa dialokasikan ke kebutuhan dalam negeri, atau tidak lagi hanya 40 persen seperti yang terjadi selama ini,” ujar Riadil.

Riadil menjelaskan, ada beberapa keuntungan strategis dengan memiliki Inalum, antara lain karena memiliki daya listrik hingga 600 MW, potensi peningkatan produksi alumunium hingga 500.000 ton ke depan dari saat ini yang rata-rata 250.000 ton. Kemudian karena pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung Batubara yang menjadi pusat kebutuhan logistik nasional ke depan.

Selain itu, kawasan Batubara sudah ditetapkan Menteri Perindustrian sebagai pusat hilirisasi alumunium di Indonesia. Dan Pemkab Batubara bersedia menyiapkan lahannya.

“Jadi dengan diambilalihnya Inalum, maka persentase keuntungan yang lebih besar lagi bisa dirasakan Sumut dan Indonesia umumnya,” terangnya. (tribun)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Aniaya Pengantar Jenazah

    Anggota DPRD Aniaya Pengantar Jenazah

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GUNUNG SITOLI-; Sungguh apes nasib Anuari Bu’ulolo (27) alias Anwar, warga Desa Lolowa’u Kecamatan Lolowa’u, Nias Selatan (Nisel). Sudah menolong oknum anggota DPRD Nisel berinisial YN (36), justru balasannya ia dipukul dan dikeroyok YN dan keluarganya. Peristiwa itu terjadi di Jalan Karet Gunung Sitoli, Rabu (27/10). Tidak terima, Anwar membuat pengaduan ke Polres Nias. Korban […]

  • Pemkab Madina: Pendirian Tower di Madina Square Belum Ada Izin

    Pemkab Madina: Pendirian Tower di Madina Square Belum Ada Izin

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Mandailing Natal, Parlin Lubis menyatakan bahwa pendirian tower mini T-20 di atas salah satu ruko di kompleks Madina Square, Panyabungan belum memiliki izin. “Sampai sekarang ini tower tersebut belum memiliki izin, dan kita baru menerima permohonan izin mereka semalam, namun tidak kita proses akibat dari […]

  • Bisnis Bunga di Madina Menjanjikan

    Bisnis Bunga di Madina Menjanjikan

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bisnis bunga hias kian berprospek di kota Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) seiring perkembangan kota ini. Fauji Batubara (29), pengelola usaha bunga Nafisah Garden di Jl. Sinagosi, Kayujati, Panyabungan menjawab wartawan Senin (1/7) mengatakan, berbisnis bunga hidup sebagai tanaman hias kian hari kian menjanjikan. terbukti permintaan yang terus meningkat. Dia membuka usaha […]

  • LSM kritisi ratifikasi perjanjian kabut asap

    LSM kritisi ratifikasi perjanjian kabut asap

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Para pegiat lingkungan menuntut Indonesia menindaklanjuti ratifikasi perjanjian rencana kawasan ASEAN tentang kabut asap dengan bersikap lebih tegas terhadap pihak yang menyebabkan kebakaran hutan. LSM Greenpeace mengatakan, walaupun pihaknya menyambut baik keputusan pemerintah Indonesia itu, pihaknya khawatir kesepakatan ini tidak berdampak banyak apabila tidak ditindaklanjuti dalam upayakongkrit. “Meratifikasi perjanjian asap lintas batas ini,akan menjadi kecil […]

  • Optimalkan Pemeliharaan Alat Kesehatan, RSU Panyabungan Gunakan Aplikasi SQRI

    Optimalkan Pemeliharaan Alat Kesehatan, RSU Panyabungan Gunakan Aplikasi SQRI

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Saat ini pihak RSU Panyabungan memacu kelengkapan alat-alat kesehatan sebagai merupakan prioritas utama di bidang sarana dan prasarana. Karena alat-alat  kesehatan merupakan investasi  terbesar yang nilainya sangat tinggi  dan kemudian perlu menjadi perhatian khusus karena berhubungan langsung dengan pelayanan pasien.  Sehingga  keakurasiannya juga harus terjaga, dan nantinya  user dan pasien dalam melaksanakan […]

  • Penarik Becak di Medan Tempo Doeloe

    Penarik Becak di Medan Tempo Doeloe

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Potret seorang penarik becak di Medan (Hindia-Belanda) sekitar tahun 1925. Sumber foto: KITLV Leiden / page fb Potret Sejarah Indonesia  

expand_less