Senin, 14 Sep 2026
light_mode

GURU PEMBURU

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
  • print Cetak

Cerpen: Rina Youlida Nurdina

Arfan anak murid yang duduk di bangku kelas lima SD, tergolong soleh dan rajin. Disiplin yang sudah mulai tertanam dalam dirinya merupakan buah dari didikan ayah bundanya.

Ayahnya bekerja sebagai salah satu pejabat pemerintah dan bundanya seorang guru di satu SMP terkemuka di kota. Dengan disiplin dan sifat mandiri yang sudah tertanam dalam diri, setiap hari Arfan membuatnya mampu mengurus dirinya sendiri mulai dari bangun tidur hingga menyiapkan diri untuk berangkat sekolah dan tak lupa sarapan dan membawa bekal yang selalu bundanya sediakan. Selanjutnya diantar sang ayah ke sekolah yang kebetulan searah jalan ke kantor.

Sebagai anak tunggal yang penuh kasih sayang dan dalam kehidupan keluarga yang berkecukupan, Arfan bangga dengan disiplin yang orangtuanya terapkan karena ia menganggap itu sangat berguna untuk dirinya kini dan nanti. Pada malam hari, bundanya tak pernah melewatkan waktu untuk membimbing Arfan belajar walau terkadang hanya satu jam saja belajarnya. Terbukti dengan prestasi yang Arfan raih di sekolah selalu sebagai juara kelas dan sudah beberapa kali ikut olimpiade utusan sekolah.

Beberapa bulan berlalu. Waktu untuk ujian akhir semester tinggal beberapa hari lagi. Arfan sudah mulai merasa ada yang aneh dan berubah yang ibunya alami di beberapa waktu belakangan ini. Ayah yang selalu sibuk dengan urusannya yang padat di kantor tak mampu memberi solusi dan jawaban yang menyenangkan hati Arfan saat bertanya, kenapa sang ibu berubah. Setiap ia bertanya pada bundanya kenapa sekarang bunda sudah jarang bembimbing belajar karena selalu terlihat sibuk dengan laptop dan hape, bundanya hanya menjawab “Bunda sedang berburu”.

Arfan berusaha memahami bundanya. Dalam kebingungannya, ia mencoba mengerti maksud dari berburu sebagai satu cara untuk mendapatkan sesuatu dengan cara-cara yang yang luar biasa yang butuh kecepatan tinggi dan senjata yang luar biasa. Dengan kepolosannya yang terbayang dibenaknya tentu bundanya sedang kerja keras belajar di laptop dan hape untuk peroleh hewan buruan di hutan. Tak sungkan ia juga bercerita dengan bangga pada teman-temannya di sekolah jika bundanya kini sudah menjadi seorang pemburu. Pujian demi pujian pun ia terima dari teman-temannya yang menganggap jika bunda Arfan sangat hebat dan keren.

Suatu hari, salah seorang teman Arfan yang kesal dengan sikap Arfan yang sangat membanggakan bundanya yang kini telah menjadi seorang pemburu mencoba menyakiti Arfan dengan sengaja menoyor kepala Arfan dan mengatakan jika Arfan hanya membual dan berbohong. Arfan yang tidak terima dengan perlakuan temannya itu langsung tersulut emosinya dan balas menghajar temannya dengan gaya smack down yang mungkin dia perolah dari tontonan di televisi. Akibat dari perkelahian mereka, akhirnya keduanya mendapat surat panggilan orang tua untuk dihadiri keesokan harinya.

Bunda Arfan kaget dengan surat panggilan yang ia terima, apalagi suratnya berisi informasi jika anaknya yang baik budi telah melakukan perkelahian di sekolah. Bunda tidak percaya jika anaknya itu bisa melakukan tindakan yang sama sekali belum pernah ia lakukan selama sekolah. Berbeda dengan ayahnya, yang justru merasa itu hal biasa dan santai saja dengan informasi tentang anaknya yang ia peroleh. Ayahnya justru merasa bangga dan menganggap jika itu adalah hal yang wajar bagi anak laki-laki. Ia menenangkan istrinya dan mengatakan jika Arfan harus kuat dan mampu menjaga dirinya walaupun ia hanya seorang anak tunggal dimana sebagian besar orang menganggap jika Arfan adalah anak manja yang lemah.

Bunda yang sangat sibuk dengan aktifitasnya di laptop hari ini ia kesampingkan dulu demi menghadiri surat dari sekolah. Sesampainya di sekolah, ibu dari temannya yang juga mendapatkan surat yang sama sudah duduk dengan raut muka kesal. Tentu saja ia kesal karena anaknya yang dihajar oleh Arfan mengalami memar di bagian wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya.

Ibu wali kelas datang dan menyalami kedua orang tua murid itu dengan santun. Dengan panjang lebar ibu wali kelas menceritakan kronologi kejadian kemarin di sekolah yang mengakibatkan perkelahian kedua muridnya itu. Arfan dan temannya berantem juga turut duduk bersama dalam rungan dengan wali kelas dan orangtuanya.

Setelah ibu wali kelas selesai bercerita, bunda terlihat geleng-geleng kepala sambil tersenyum menatap anak tampannya Arfan. Tanpa ragu, bunda meminta maaf atas kekhilafan yang telah anaknya lakukan. Ia mengaku bersalah pada mereka semua karena telah memberikan informasi yang multi tafsir pada anaknya sehingga menjadi bahan cerita di sekolah jika bundanya sudah menjadi seorang pemburu.

Bunda kemudian menceritakan jika benar ia berkata pada Arfan bahwa ia sedang sibuk berburu, namun bukan untuk berburu hewan di hutan atau apapun itu yang ada di pemikiran sang buah hatinya Arfan. Ia menjelaskan jika saat ini guru-guru di seluruh Indonesia tengah disibukkan dengan perubahan cara kerja yang menuntut guru untuk melengkapi administrasi yang dibutuhkan untuk penilaian kinerja guru dan administrasi lainnya dari aplikasi yang bisa dikerjakan melalui media laptop ataupun smart phone.

”Jadi, yang saya buru adalah sertifikat, bukan hewan”, kata bunda Arfan dengan perasaan agak bergidik dalam hatinya.

Akhirnya terpecahankan sudah masalahnya, selanjutnya Arfan dan temannya juga saling bermaafan. Namun, namanya juga anak-anak, Arfan tetap mengaku jika bundanya adalah seorang pemburu walau hanya seorang pemburu sertifikat.*

Rina Youlida Nurdina adalah cerpenis / tinggal di Panyabungan, Mandailing Natal / guru Bahasa Indonesia

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Lepas Kontingen Porsadin

    Bupati Madina Lepas Kontingen Porsadin

    • calendar_month Jumat, 14 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution melepas 29 peserta asal Madina mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Sumatera Utara (Sumut) di Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Jumat (14/10/2022). Porsadin kali ini, Kabupaten Madina mengikuti 12 cabang yaitu, cabang puisi islam, cabang […]

  • HIPMI Madina dan Rendahnya Jumlah Usahawan

    HIPMI Madina dan Rendahnya Jumlah Usahawan

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Dahlan Batubara   Saya teringat seorang teman etnis Tionghoa di Medan tahun 1993. Dia masih berusia 23 tahun. Bersama pamannya mendirikan pabrik bolu di belakang rumah sang paman, rumah kecil berdinding tepas. Mereka berdua yang mendirikan pabrik itu dan hanya mereka dua saja pekerjanya merangkap pimpinan pabrik. Maklum, pabrik itu masih kecil, hanya […]

  • MPC Pemuda Pancasila: Pemkab Madina Harus Inisiasi Perda Cagar Budaya

    MPC Pemuda Pancasila: Pemkab Madina Harus Inisiasi Perda Cagar Budaya

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menanggapi rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) untuk merevitalisasi Pasanggarahan Kotanopan, Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Mandailing Natal (MPC PP Madina) meminta Pemkab untuk menginisiasi perda cagar budaya. Revitalisasi itu akan menjadi sebuah upaya meneguhkan nilai-nilai kebangsaan yang berdampak signifikan bagi penguatan nilai kepeloporan (heroisme), perjuangan (patriotisme) dan kesejarahan (historis). Demikian […]

  • Seputar Anggota DPRD Tiduri Pegawai Honor

    Seputar Anggota DPRD Tiduri Pegawai Honor

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Djafar: Saya Difitnah & Diperas MADINA; Anggota DPRD Mandailing Natal, Djafar Siddiq Nasution (40), mengaku telah difitnah terkait adanya pengakuan Widuri (nama samaran), pegawai honor di Pemkab Madina yang mengaku telah ditidurinya. Selain itu, politisi dari PAN ini juga menyebutkan ada unsur pemerasan terkait hal tersebut. “Kita akan menuntut balik atas pencemaran nama baik dan […]

  • Pengawasan jajanan sekolah lemah!

    Pengawasan jajanan sekolah lemah!

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Sebanyak 8,5 persen jajanan anak di sekolahan tidak memenuhi standar kesehatan, karena menggunakan berbagai bahan baik itu pemanis maupun pewarna. Hal ini menimbulkan keraguan bagi para orang tua murid, terlebih baru-baru ini ditemukan siswa SD keracunan usai makan bakso kojek. Menurut anggota Komisi B DPRD Kota Medan, T Bahrumsyah, pengawasan terhadap jajanan anak […]

  • Mandailing Indonesia Setuju Iktiraf Tortor Mandailing dan Gordang Sambilan

    Mandailing Indonesia Setuju Iktiraf Tortor Mandailing dan Gordang Sambilan

    • calendar_month Rabu, 11 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Etnis Mandailing di tanah leluhur, Sumatera Utara, Indonesia menyetujui perjuangan etnis Mandailing di Malaysia dalam pengajuan iktiraf Tortor Mandailing dan Gordang Sambilan sebagai warisan kesenian Etnis Mandailing untuk disetarakan dengan kesenian etnis lain di Malaysia. Persetujuan itu muncul dalam pertemuan antara pengurus Persatuan Halak Mandailing Malaysia (PHMM) dengan beberapa unsur, di Sopo […]

expand_less