Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Hanya Kalimantan aman gempa di Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 10 Jul 2012
  • print Cetak

peta gempa

JAKARTA – Jika Anda ingin selamat dari gempa, cari daerah yang tidak tertutupi tinta hijau neon pada peta ini. Sayang, sebagian besar wilayah Indonesia hampir hilang tertutup tinta hijau pada peta wilayah gempa sejak 1898 ini. Pulau Kalimantan masih bisa terlihat jelas dengan beberapa titik kecil hijau.

Peta ini menunjukkan lokasi gempa terbesar yang menggoncang sejak 1898. Wilayah sekitar Samudra Pasifik menjadi daerah paling berbahaya. Secara keseluruhan, ada 203.186 titik daerah rawan di penjuru dunia.

Peta berwarna neon dibuat sebagai bagian dari proyek pemetaan oleh manager IDV Solutions, John Nelson. Dia bekerja untuk pembuat piranti lunak visualisasi data, IDV Solutions. Perancang peta asal Michigan, Amerika Serikat ini menjelaskan prosesnya dalam blog IDV.

“Saya menelusuri sumber umum resiko yang dapat terjadi dan menampilkannya melalui peta tematik. Jadi, peta gempa hanya persoalan waktu,” tulisnya seperti dilansir dari Daily Mail.

“Di peta ini, data dari NCEDC.org, USGS, dan Universitas California Berkeley dibagi berdasarkan besarnya gempa. Hasilnya ditempelkan pada gambar Visual Bumi dari NASA. Semuanya dikemas ke dalam proyeksi Times dan berpusat pada bagian paling menarik,” imbuhnya.

Peta gempa Nelson memuat gempa hebat San Francisco, AS yang membunuh 3.000 orang. Bencana tahun lalu di Christchurch, Selandia Baru yang membunuh 185 orang juga sudah dimuat.

Selain gempa, Nelson juga membuat peta jejak setiap tornado di AS selama enam dekade. Dia menggunakan skala Fujita atau skala F yang digunakan untuk mengukur tornadi berdasar tingkat kerusakan pada bangunan dan vegetasi.

Nelson akan mengembangkan versi terbaru dan interaktif yang memuat data 2012. Anda bisa menyaring data pada peta berdasarkan kekuatan, tahun, lokasi, musim, dan faktor lainnya.

Sedikitnya ada 13 wilayah yang paling rawan diayun gempa teknonik bahkan tsunami, karena berada pada pertemuan lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik.

Pakar Geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Lono Satrio mengatakan, wilayah itu secara geologis berada pada lempeng-lempeng yang membentuk yang membentuk zona gempa bumi. “Dinamika lempeng-lempeng tersebut membentuk zona gempa,” katanya.

Wilayah yang rawan gempa adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Papua.

Sementara Kalimantan, lanjut Satrio, masih tergolong wilayah aman dari gempa bumi.

Dia menambahkan, gempa bumi terjadi berawal dari gerakan lempeng benua yang mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi, sehingga menyebabkan penumpukan energi di zona tumbukan (subduksi) dan zona patahan yang menimbulkan tekanan, tarikan dan geseran.

Pada saat elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. “Proses ini menimbulkan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi,” sebut Lono.

Menurutnya, bencana gempa tidak dapat dicegah dan diprediksi namun kita hanya bisa menghindari jatuhnya korban jiwa dengan melakukan mitigasi. Mitigasi gempa bisa dilakukan dengan membuat bangunan tahan gempa, tak mendirikan bangunan di atas atau bawah tebing.

Penting bagi Pemerintah juga untuk membuat Rancangan Tata Ruang dan Wilayah yang mempertimbang aspek kebencanaan, menyelenggarakan pendidikan dini tentang gempa, bencana dan bahayanya serta menyiapkan jalur evakuasi.

Lono melanjutkan, saat terjadi gempa, masyarakat yang berada di tempat-tempat umum yang ramai seperti di mal, bioskop atau hotel jangan pernah membuat kepanikan namun pilihlah cara menyelamatkan diri yang benar.

Sementara Kepala Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika (BMKG) Aceh Besar, Mata Ie Syahnan mengatakan, intensitas gempa di Aceh cukup tinggi. “Dalam sehari rata-rata terjadi tiga sampai lima kali gempa, tapi banyak yang tidak merasakan,” kata dia. “Gempa ini tergolong gempa mikro, kekuatannya hanya di bawah 3 SR.”(okz)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Berkategori

    Bupati Ditahan, Pejabat Mandailing Natal Ramai-ramai ke Jakarta

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, – Enam hari usai penahanan Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), roda pemerintahan di kabupaten pemekaran Tapanuli Selatan itu berjalan normal. Namun, pejabat SKPD dijajaran Pemkab Madina banyak yang berangkat ke Jakarta. “Pelayanan berjalan normal, paling pejabatnya saja banyak yang ke Jakarta,” ujar Wakil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution […]

  • PANEN PADI DI MANDAILING JULU

    PANEN PADI DI MANDAILING JULU

    • calendar_month Kamis, 19 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sejumlah petani di kawasan Mandailing Julu, Kabupaten Mandailing Natal. Sumut memanen padi yang sudah menguning, pertengahan April 2018. Mandailing Julu merupakan kawasan yang subur sehingga produksi padi reatif bagus. Foto : Kotanopan Madina

  • Polisi kumpulkan bukti korupsi Bupati Simalungun

    Polisi kumpulkan bukti korupsi Bupati Simalungun

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kasus dugaan korupsi APBD tahun 2010 senilai Rp48 miliar yang melibatkan Bupati Simalungun, JR Saragih, tampaknya dikebut penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat Reskrimsus Polda Sumut. Buktinya, setelah memintai keterangan saksi pelapor anggota DPRD Simalungun, Benhard Damanik, kini penyidik sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk dipelajari. Setelah itu, penyidik akan melakukan gelar perkara. “Sekarang kita sedang mengumpulkan […]

  • Warga Lembah Sorik Marapi Siap Menangkan Saparuddin-Miswar

    Warga Lembah Sorik Marapi Siap Menangkan Saparuddin-Miswar

    • calendar_month Senin, 23 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MAGA (Mandailing Online) – Sambutan hangat dan antusias diberikan warga Lereng Sorik Marapi yang terdiri dari beberapa kelurahan/desa kepada pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Mandailing Natal nomor urut 3, Saparuddin Haji-Miswaruddin Daulay, SPd. Sambutan hangat tersebut terlihat saat Saparuddin Haji bersilaturahmi ke Kelurahan Pasar Maga, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kamis (20/11). Salim, salah seorang tokoh masyarakat […]

  • Atika Ungkap Alasan Berpasangan dengan Saipullah

    Atika Ungkap Alasan Berpasangan dengan Saipullah

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Keputusan berpasangan dengan Saipullah Nasution untuk mengarungi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) tahun 2024 lahir dari pertimbangan dan dukungan banyak pihak, termasuk Bupati HM Jafar Sukhairi Nasution. Hal itu diungkapkan calon wakil bupati Atika Azmi Utammi Nasution usai menyerahkan santunan kepada anak yatim dan piatu […]

  • Momentum Menyongsong Madina yang Lebih Maju

    Momentum Menyongsong Madina yang Lebih Maju

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution mengajak pegawai di lingkungan Pemkab Madina menjadikan peringatan ke-57 tahun Hari Korpri momentum menyongsong Madina yang lebih maju. Hal itu disampaikan Bupati saat memimpin apel pagi sekaligus upacara peringatan 50 tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di pelataran Masjid Agung Nur Ala […]

expand_less