Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Harga Daging, Infrastruktur dan Peternak Lokal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Jun 2016
  • print Cetak
Sapi dan orang grafis

Sapi dan orang grafis

Tahun 2012 lalu saya dikontrak satu lembaga, menyurvey kebutuhan daging di Mandailing Natal (Madina), hasilnya : dalam sepekan Madina membutuhkan 25 ekor lembu. Lembu itu didatangkan dari Sumbar atau Bengkulu (beberapa tahun sebelumnya didatangkan dari kawasan Padang Lawas, tetapi karena tambah mahal akhirnya pedagang beralih ke Sumbar dan Bengkulu).

Itu bukan sapi impor, melainkan sapi yang diternakkakan oleh peternak lokal. Sapi potong impor hanya dipasarkan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Medan.

Mengapa importir sapi tak melirik Madina atau kawasan Tabagsel sebagai pasaran sapi impor? Bukankah Tabagsel termasuk pasaran lumayan? Kalkulasinya, hitungan rata-rata saja : 5 kabupaten/kota x 25 ekor sepekan = 125 x 4 pekan = 500 ekor per sebulan x 12 bulan = 6.000 ekor setahun.

Menurut hitungan awam saya, importir sapi ogah membuka pasar di Tabagsel, karena : infrastruktur jalan yang bagai suar sair alias sudah sempit rusak parah pula. Bayangkan, sapi diimpor dari Australia atau India, tiba di Belawan pakai kapal. Dari Belawan ke Medan masih lumayan karena jalan tol mulus bagai paha artis cantik. Tetapi, naik truk dari Belawan ke kawasan Tabagsel justru membutuhkan biaya membengkak, karena pihak ekspedisi (truk) akan bilang : “ongkosnya sekian rupiah. Anda kan tahu, jalanan bagai kurap dan kudis yang tak kunjung sembuh, belum lagi ente lewat Aek Latong bikin truk ente batuk-batuk alias ringsek sebelum usia tua”.

Akibat infrastruktur jalan yang sempit dan bagai kolam ikan lele di musim hujan itulah mungkin sapi impor tak masuk Tabagsel. Dan sapi lokal pun jadi tuan rumah di kawasan sendiri. Dan itu bagus dari satu sisi, karena peternak lokal tak di “invasi” peternak Australia. Tetapi, ketika Jokowi menyuruh harga 80 ribu sekilo, kepala peternak lokal pun jadi gatal, pasalnya akan sulit menurunkan harga di bawah 100 ribu.

Mengapa peternak lokal sulit menurunkan harga? teori “banyak barang harga dibawah masih dapat untung – barang sedikit harga dibawah hanya balik modal”.

Peternak Australia masih untung walau laba per ekor sapi sebesar Rp500.000 (sudah bersih dari tetek bengek biaya produksi), sebab jumlah ternak peternak di sana rata-rata di atas seribu ekor : Rp 500.000 x 1000 ekor = 500.000.000 setahun.

Tetapi, “Parlombu” atau peternak lembu lokal di kawasan Tabagsel rata-rata hanya punya 4 hingga 10 ekor lembu, kandangnya pun di samping rumah. Jika laba per ekor Rp 500.000 maka total 2 juta rupiah per tahun (jika 4 lembu). Rp2 juta dibagi 12 bulan = -+ 160 ribu per bulan. Jika 160 ribu dibagi 30 hari = Rp 53 saja lah gaji parlombu menyabit rumput dan memandikan lembu tiap hari.

Makanya, instruksi Rp80 ribu per kilo oleh pak Jokowi akan sulit terjadi di Tabsagel. Kecuali “Parlombu” mau garuk-garuk kepala yang sebenarnya tak gatal.

Hingga posisi 2 hari Ramadan, harga daging di pasar Panyabungan masih tetap bercokol di kisaran Rp130.000 per kilo gram, bukan Rp80.000 sesuai dengan angka yang diinstruksikan presiden Jokowi.

Mengapa instruksi presiden tak digubris pedagang? Apakah data di Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan tidak valid? Entahlah, mungkin peternak di daerah tak akan rela dimiskinkan oleh ketidakberesan Jakarta. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengamat Hukum: Jaksa Jangan Langsung Percaya Surat Sakit Terpidana 

    Pengamat Hukum: Jaksa Jangan Langsung Percaya Surat Sakit Terpidana 

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) : Terkait belum di eksekusinya terpidana kasus pertambangan yang telah di putuskan Pengadilan Negeri Mandailing Natal ( Madina )  14 maret 2023 lalu atas nama Zulkifli alias Jaopuk oleh Kejaksaan Negeri Mandailing Natal dengan alasan kejaksaan menerima surat sakit dan diagnosa dokter terpidana, Pengamat Hukum Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera […]

  • Era Tranparansi Madina Dimulai

    Era Tranparansi Madina Dimulai

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Salah satu ciri pemerintahan yang baik adalah transparansi. Dengan transparansi publik lebih bisa mengawasi kinerja pemerintah. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) akan memasuki era transparansi. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution saat membuka acara launching Digitalisasi Transaksi Penerimaan Daerah Kabupaten Mandailing Natal di gedung serbaguna […]

  • Kopi Luwak Mandailing Dipromosikan ke Jepang

    Kopi Luwak Mandailing Dipromosikan ke Jepang

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    TAPSEL, – Organisasi perdagangan dan industri Jepang (The Japan Chamber of Commerce and Industry International Division) melalui Mr Hiroyuki Amaya, bermitra dengan Forum Pengelolaan DAS Lintas Kabupaten dan Lembaga Sipirok Lestari, membuka peluang promosi kopi luwak Sipirok dan Pakantan ke Provinsi Sizuoka dan Fukuoka di Jepang. Seperti yang dikatakan ketua Forum Pengelolaan DAS (Daerah Aliran […]

  • PKS Kritisi Pemkab Madina Soal Dana Covid

    PKS Kritisi Pemkab Madina Soal Dana Covid

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina dari Fraksi PKS, Awaluddin Nasution menyatakan kecewa terhadap kekurangsigapan Pemkab Madina menangani Covid-19. Persoalan makan, puding dan honor petugas Posko Covid di perbatasan saja masih tak jelas, padahal dana sudah ada 12 milyar untuk penanganan Covid. “Padahal para petugas medis yang ada di posko perbatasan merupakan ujung tombak […]

  • Dosen penjual ijazah palsu terancam

    Dosen penjual ijazah palsu terancam

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online)- Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Aceh-Sumut, Dian Armanto menegaskan, oknum dosen Sug (50) yang ditangkap Kepolisan Langsa, Aceh menjual ijazah sarjana S-1 palsu kepada warga Langkat bisa diberhentikan. “Perbuatan oknum dosen tersebut, sangat tidak terpuji, memalukan dan harus diproses secara hukum,” katanya ketika dihubungi di Medan, hari ini. Oknum dosen […]

  • Diperkosa 3 Polisi Malaysia, TKI Bercinta dengan Pacar Sebelum Melapor

    Diperkosa 3 Polisi Malaysia, TKI Bercinta dengan Pacar Sebelum Melapor

    • calendar_month Selasa, 26 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kuala Lumpur, (MO) – Seorang TKI yang mengaku diperkosa tiga polisi Malaysia tampil di pengadilan hari ini untuk memberikan kesaksian. Dalam persidangan, wanita berumur 26 tahun itu mengaku telah berhubungan seks dengan kekasihnya sebelum melapor ke polisi mengenai pemerkosaan itu. Wanita Indonesia itu menyampaikan hal tersebut saat ditanyai jaksa Suhaimi Ibrahim dalam persidangan kasus pemerkosaan […]

expand_less