Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Harga Daging, Infrastruktur dan Peternak Lokal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Jun 2016
  • print Cetak
Sapi dan orang grafis

Sapi dan orang grafis

Tahun 2012 lalu saya dikontrak satu lembaga, menyurvey kebutuhan daging di Mandailing Natal (Madina), hasilnya : dalam sepekan Madina membutuhkan 25 ekor lembu. Lembu itu didatangkan dari Sumbar atau Bengkulu (beberapa tahun sebelumnya didatangkan dari kawasan Padang Lawas, tetapi karena tambah mahal akhirnya pedagang beralih ke Sumbar dan Bengkulu).

Itu bukan sapi impor, melainkan sapi yang diternakkakan oleh peternak lokal. Sapi potong impor hanya dipasarkan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Medan.

Mengapa importir sapi tak melirik Madina atau kawasan Tabagsel sebagai pasaran sapi impor? Bukankah Tabagsel termasuk pasaran lumayan? Kalkulasinya, hitungan rata-rata saja : 5 kabupaten/kota x 25 ekor sepekan = 125 x 4 pekan = 500 ekor per sebulan x 12 bulan = 6.000 ekor setahun.

Menurut hitungan awam saya, importir sapi ogah membuka pasar di Tabagsel, karena : infrastruktur jalan yang bagai suar sair alias sudah sempit rusak parah pula. Bayangkan, sapi diimpor dari Australia atau India, tiba di Belawan pakai kapal. Dari Belawan ke Medan masih lumayan karena jalan tol mulus bagai paha artis cantik. Tetapi, naik truk dari Belawan ke kawasan Tabagsel justru membutuhkan biaya membengkak, karena pihak ekspedisi (truk) akan bilang : “ongkosnya sekian rupiah. Anda kan tahu, jalanan bagai kurap dan kudis yang tak kunjung sembuh, belum lagi ente lewat Aek Latong bikin truk ente batuk-batuk alias ringsek sebelum usia tua”.

Akibat infrastruktur jalan yang sempit dan bagai kolam ikan lele di musim hujan itulah mungkin sapi impor tak masuk Tabagsel. Dan sapi lokal pun jadi tuan rumah di kawasan sendiri. Dan itu bagus dari satu sisi, karena peternak lokal tak di “invasi” peternak Australia. Tetapi, ketika Jokowi menyuruh harga 80 ribu sekilo, kepala peternak lokal pun jadi gatal, pasalnya akan sulit menurunkan harga di bawah 100 ribu.

Mengapa peternak lokal sulit menurunkan harga? teori “banyak barang harga dibawah masih dapat untung – barang sedikit harga dibawah hanya balik modal”.

Peternak Australia masih untung walau laba per ekor sapi sebesar Rp500.000 (sudah bersih dari tetek bengek biaya produksi), sebab jumlah ternak peternak di sana rata-rata di atas seribu ekor : Rp 500.000 x 1000 ekor = 500.000.000 setahun.

Tetapi, “Parlombu” atau peternak lembu lokal di kawasan Tabagsel rata-rata hanya punya 4 hingga 10 ekor lembu, kandangnya pun di samping rumah. Jika laba per ekor Rp 500.000 maka total 2 juta rupiah per tahun (jika 4 lembu). Rp2 juta dibagi 12 bulan = -+ 160 ribu per bulan. Jika 160 ribu dibagi 30 hari = Rp 53 saja lah gaji parlombu menyabit rumput dan memandikan lembu tiap hari.

Makanya, instruksi Rp80 ribu per kilo oleh pak Jokowi akan sulit terjadi di Tabsagel. Kecuali “Parlombu” mau garuk-garuk kepala yang sebenarnya tak gatal.

Hingga posisi 2 hari Ramadan, harga daging di pasar Panyabungan masih tetap bercokol di kisaran Rp130.000 per kilo gram, bukan Rp80.000 sesuai dengan angka yang diinstruksikan presiden Jokowi.

Mengapa instruksi presiden tak digubris pedagang? Apakah data di Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan tidak valid? Entahlah, mungkin peternak di daerah tak akan rela dimiskinkan oleh ketidakberesan Jakarta. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (episode 29)

    MARSIDAO-DAO (episode 29)

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I Huta Donok, tar pukul 5.40 kehe si Pikek maridi tu tapian; Si Poso parorot anggina i bagas. Tarsigop do alai ngot na, harana pature anggina nibaen inangna na kehe mangomo marsidao-dao tu huta balian. Muli tingon tapian, oban do Si Pikek aek sa ember ambaen paridian anggina i […]

  • Pembunuh Guru SD Ditangkap

    Pembunuh Guru SD Ditangkap

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Tersangka pembunuh Eliza (45), Guru SD di Desa Bandar Panjang, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), akhirnya ditangkap polisi. Pelaku ternyata mantan murid korban berinisial HA (21) yang juga warga Bandar Panjang. Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan yang dikonfirmasi wartawan di kantornya di Panyabungan, Kamis (16/12/2010), mengatakan awalnya polisi sangat kesulitan mengungkap […]

  • Tahun ini Pemerintah Anggarkan 2 M lebih Untuk Jaminan Sosial Kades dan Perangkatnya di Madina

    Tahun ini Pemerintah Anggarkan 2 M lebih Untuk Jaminan Sosial Kades dan Perangkatnya di Madina

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) alokasikan dana Rp.2.029.636.050 Untuk belanja jaminan sosial Kepala Desa dan Perangkatnya sepanjang Tahun 2025. Irsal Pariadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemerintah Desa Anjur Brutu membenarkan hal tersebut. “Ya benar, namun dari jumlah anggaran […]

  • Jalan Muara Sipongi – Pakantan Makin Rusak

    Jalan Muara Sipongi – Pakantan Makin Rusak

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ruas jalan kabupaten dari Muara Sipongi – Pakantan Kabupaten Mandailing Natal rusak parah. Kondisi ini menyebabkan jarak tempuh dari Muara Sipongi ke Pakantan memakan waktu yang lebih lama, juga berpengaruh meningkatnya ongkos transportasi.(MB)

  • nternet Alat Bantu Proses Belajar Mengajar

    nternet Alat Bantu Proses Belajar Mengajar

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Pinondang Situmorang SS SPd Guru SMP/SMA WR Supratman 2 Medan Pergeseran yang mengarah pada perubahan paradigma pendidikan sekarang ini berpengaruh pada metode dan strategi pembelajaran. Sebagian besar peserta didik sekarang ini telah belajar melalui internet ataupun media elektronik lainnya, yang merupakan alat bantu mempercepat proses untuk memperoleh informasi ataupun ilmu pengetahuan. Hal ini, akan […]

  • Pasar Pabukoan Dibuka di Pasar Baru

    Pasar Pabukoan Dibuka di Pasar Baru

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pemkab Madina merencanakan membuka Pasar Pabukoan selama bulan puasa di Pasar Baru Panyabungan, tepatnya di parkir roda empat. Hal ini dilakukan, agar masyarakat lebih mudah memeroleh bahan makanan selama bulan puasa. Hal itu dikatakan Kadisperindagkop UKM dan Pasar, Drs Ansyari Nasution kepada METRO, Minggu (24/7). Katanya, membuka Pasar Pabukoan di halaman parkir Pasar Baru […]

expand_less