Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Harimau Kembali Membantai Warga Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Apr 2013
  • print Cetak

Kondisi Desa Ranto Panjang Mencekam

korban  harimau 220413PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sudah hampir 7 tahun teror harimau membantai manusia di Desa Ranto Panjang Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina. Selama itu pula upaya pemerintah mengatasinya atau melindungi rakyatnya nyaris tak terdengar.

Berdasar data yang dikumpul Sumatra Rainforest Institute (SRI), teror dan pembunuhan oleh harimau terhadap manusia di Desa Ranto Panjang sudah berlangsung sejak tahun 2006, jumlah korbannnya sekitar 5 orang.

“Peristiwa terbaru pada tanggal 11 Maret 2013, konflik antara Harimau Sumatra dengan manusia yang mengakibatkan korban tewas bernama Karman Lubis, yang merupakan penduduk Desa Ranto Panjang Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal,” ungkap Direktur Eksekutif Sumatera Rainforest Institute (SRI) Rasyid Assaf Dongoran, pekan lalu.

Kondisi hutan yang dikonversi menjadi lahan perkebunan dan pertambangan ditengarai sebagai faktor signifikan terjadinya perubahan koridor dan perilaku Harimau Sumatra dan satwa buas lainnya.

Sehingga, menurut kesimpulan sementara tim SRI, perubahan hutan ini menyebabkan harimau mengamuk dapat berakibat buruk pada keselamatan masyarakat sekitar. Terutama Desa Ranto Panjang yang diapit perusahaan perkebunan sawit dan tembang PT. Sorikmas Mining.

Pemerintah Kabupaten Mandialing Natal harus melihat betapa ini menjadi tanggunjawab pemeritah, karena saat ini sejumlah 1.421 jiwa terancam di desa yang berada di tengah hutan ini.

Aktifitas bekerja di kebun untuk menderes getah karet terkendala akibat suasana mencekam sehingga pendapatan penduduk terancam dan ekonomi turun dratis.

Tim SRI mendapat laporan bahwa bantuan dari pemkab masih berupa penyaluran beras miskin (raskin), tetapi ini adalah rutinitas, bukan faktor insidentil. Dan itu tidak cukup karena sudah berminggu minggu dan mencapai sebulan rakyat tidak bekerja aktif sehingga biaya-biaya hidup dan sekolah anak-anak menjadi terancam.

Selain itu harapan SRI agar aparatur pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten intensif mendampingi ribuan rakyatnya yang tinggal di hutan dalam keadaan mencekam ini.

Saat ini masyarakat Desa Ranto Panjang masih diselimuti rasa mencekam yang sangat luar biasa akibat teror yang dilalukan oleh Harimau Sumatera terhadap penduduk.

Sudah banyak kepala keluarga yang takut ke kebun untuk menyadap karet, yang merupakan mata pencaharian mayoritas penduduk Ranto Panjang. Jika terus dibiarkan, penduduk di Desa Ranto Panjang akan mengalami keterpurukan ekonomi. Pemerintah daerah harus berbuat dan menghentikan teror harimau ini agar aktivitas ekonomi warga bisa normal kembali.

Kenyataan yang diperoleh tim SRI bahwa realitas suasana desa sangat indah, nyaman dan tentram penuh keramahan penduduk.

Hanya saja, saat ini kondisi tersebut akan serta merta berubah pada sore hari, dimana rumah-rumah penduduk tertutup sejak pukul 4 sore sampai esok pagi pukul 10 pagi akibat ketakutan ancaman harimau Sumatra.

Berdasar penuturan kepala desa, hingga kini sudah banyak penduduk yang mengungsi karena tak tahan lagi setiap hari dihantui teror harimau.

Bulan ini juga sudah terjadi arus pengungsian sebanyak lebih kurang 7 kepala keluarga. Penduduk memutuskan pindah dari Desa Ranto Panjang akibat teror, rasa mencekam dan ketakutan dan hal ini mempengaruhi penduduk yang lain.

Pihak SRI berkeyakinan bahwa Harimau Sumatera yang membantai penduduk Ranto Panjang Kecamatan Muara Batang Gadis masih akan terus mengancam jiwa penduduk desa yang berjumlah 1.421 jiwa tersebut.

Berdasar penelusuran yang dilakukan tim SRI dan penduduk setempat, jejak kaki harimau yang membantai manusia tersebut berukuran besar dan dewasa. Ukuran jejak kaki yang ditemukan lebarnya mencapai 15 centi meter dengan panjang sekitar 20 centi meter.

Berdasar ukuran jejak telapak kaki yang ditemukan, mengindikasikan bahwa badan harimau itu berukuran panjang 2,5 hingga 3 meter dengan jenis kelamin jantan dewasa, berusia sekitar 25 tahun. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Umbar janji lima pasangan Cagubsu

    Umbar janji lima pasangan Cagubsu

    • calendar_month Sabtu, 17 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Sebanyak lima pasangan Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cawagubsu) yang akan bertarung untuk memperebutkan Sumut 1 dan Sumut 2 pada pemilihan umum kepala daerah Sumatera Utara yang digelar pada 7 Maret 2013 mendatang. Seperti biasanya, para pasangan calon tersebut selalu mengumbar janji disetiap kesempatan untuk meyakinkan […]

  • Minggu Tenang, APK di Jalan Nasional Masih Bertebaran  

    Minggu Tenang, APK di Jalan Nasional Masih Bertebaran  

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – sejumlah alat peraga kampanye ( APK) di jalan nasional kota panyabungan terlihat masih belum dibersihkan meski saat ini Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 15/2023, masa tenang Pemilu 2024 jatuh pada tanggal 11 Februari 2023. Dan masa tenang kampanye merupakan masa yang tidak digunakan untuk melakukan aktivitas pemilu. Pantauan Mandailing Online, H – […]

  • Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 2)

    Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 2)

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Z Pangduan Lubis (in memoriam) Masuknya penjajahan atau pemeritahan kolonial Belanda ke Mandailing terjadi pada waktu Belanda sedang berperang dengan Kaum Paderi di Minangkabau pada tahun 1830-an. Sebelum Belanda masuk ke Mandailing, beberapa tahun lamanya Kaum Paderi sudah lebih dahulu menguasai Mandailing. Salah satu tujuan penting dari Kaum Paderi menguasai Mandailing ialah untuk […]

  • Rapat Perdana TP2D, Bahas Potensi Pendapatan Daerah dan Percepatan Program Pembangunan

    Rapat Perdana TP2D, Bahas Potensi Pendapatan Daerah dan Percepatan Program Pembangunan

    • calendar_month Rabu, 1 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Rapat perdana Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Mandailing Natal, Sumut berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (1/3/2023) sore. Prof. Todung Mulia Lubis selaku ketua TP2D memimpin langsung rapat itu. Hadir dalam pertemuan tersebut M. Azhar Lubis, Saipullah Nasution, Bupati Ja’far Sukhairi Nasution, Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, […]

  • Menuju OSN Bandung, Darul Mursyid Fokus Latih Dua Siswanya

    Menuju OSN Bandung, Darul Mursyid Fokus Latih Dua Siswanya

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid yang terletak di Desa Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan terus memfokuskan latihan terhadap dua orang siswanya yang lolos ke tingkat nasional pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Bandung. Kepala Divisi Pendidikan Formal Darul Mursyid, Ahmad Suhaili Pulungan menjawab wartawan, Selasa (23/7/2013) […]

  • Tiga Situs Di Madina Diusul Menjadi Cagar Budaya

    Tiga Situs Di Madina Diusul Menjadi Cagar Budaya

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Tympanum Novem Multimedia mengusulkan tiga titik peninggalan sejarah di Mandailing Natal (Madina) dijadikan cagar budaya. Ketiga titik itu adalah Candi Siwa di Simangambat, Bagas Godang di Huta Godang Ulu Pungkut dan Situs Padang Mardia di Huta Siantar Panyabungan. Usulan itu diajukan pihak Tympanum menyusul permohonan pertimbangan pilahan dari Dinas […]

expand_less