Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

Himbauan Agar Anak-Anak Tetap Riang Belajar dari Rumah, Mungkinkah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
  • print Cetak

Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam
Dosen dan Pengamat Politik

Pandemi belum juga landai yang menunjukkan situasi sudah bisa bersahabat kembali. Pasien terinfeksi hingga meninggal terus berjatuhan. Baik yang dirawat di RS maupun yang hanya isolasi mandiri (isoman). Sehingga membuat pemerintah harus memberlakukan PPKM, bahkan memperpanjangnya. Meskipun terjadi pro-kontra dengan kebijakan tersebut, tetap saja diberlakukan. Walhasil, rakyat semakin menjerit karena banyak yang kehilangan pekerjaan tanpa ada kepedulian yang sungguh- sungguh untuk menanggung beban rakyat selama pandemi.

Begitu juga dengan nasib pelajar. Sudah lebih dari setahun, mereka harus belajar dari rumah secara online (daring). Banyak kekurangan di sana sini yang menjadi kendala pelaksanaan sekolah daring tidak tuntas diselesaikan. Bahkan sebagian sekolah nekat tetap luring dengan berbagai pertimbangan dan menjalankan prokes.

Situasi sulit ini tentu tidak luput dari perhatian banyak pihak. Terlepas apakah perhatian itu tulus atau sekedar basa basi. Karena secara naluri kemanusiaan, melihat situasi generasi ditengah pandemi ini pasti sedih dan menyayat hati.

Sebagaimana dilansir dari media TEMPO.COM, Jumat (23/07/2021), di tengah peringatan Hari Anak Nasional, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan anak-anak Indonesia masih dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19. Kondisi ini menyebabkan anak-anak harus melakukan seluruh aktivitas, termasuk belajar dan bermain.

Ia mengungkapkan, anak-anak harus tetap dapat meraih cita-citanya di masa depan. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun mengajak anak-anak tetap riang belajar, kreatif, dan berprestasi di bidang yang disukai.

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah melalui APBN mendukung pendidikan anak dengan memberikan berbagai bentuk bantuan. Bantuan itu dicairkan dalam program keluarga harapan atau PKH, bantuan operasional sekolah, program Indonesia Pintar, kartu Indonesia Pintar, sampai subsidi kuota internet.

Himbauan Menkeu, Sri Mulyani tersebut sudah benar.  Bantuan yang diberikan adalah kewajiban dari negara sebagai pengurus rakyat. Bahkan ajakan untuk tetap riang belajar, kreatif dan berprestasi adalah motivasi yang positif. Hanya saja pertanyaannya, mungkinkah?

Semenjak pandemi, belajar melalui online, banyak orang tua yang kehilangan pekerjaan atau berkurang penghasilan. Lalu dituntut harus menyiapkan dana untuk anak-anaknya belajar online. Oke, katanya data dibantu oleh pemerintah, bagaimana dengan handphone-nya? Adakah pemerintah membagi handphone gratis bagi keluarga yang tidak mampu membelinya? Berapa sih bantuan dari pemerintah dalam kartu-kartu itu? Boro-boro beli handphone, makan saja tidak tentu lagi. Dapatkah anak-anak bahagia dengan situasi seperti ini?

Akhirnya, para guru dan sekolah kembali putar otak agar anak-anak yang tidak mampu dari segi ekonomi tetap mendapatkan haknya sebagai pelajar. Ada yang inisiatif hingga membuat kelompok ke rumah siswa, di kantor desa, hingga ke rumah guru bagi yang tidak punya fasilitas handphone.

Bagi keluarganya yang hidup berkecukupan atau berlebihan tentu saja senang. Apalagi anak-anaknya stay at home, yang sebelumnya merupakan perkara langka terjadi. Akibat semua kerjaan dan sekolah from home, bisa berkumpul bersama dan bahagia bersama. Tetapi inikan persentase yang sangat kecil dibandingkan jumlah keluarga pra sejahtera yang ada di Indonesia.

Tidak sedikit juga kasus yang menyayat hati menimpa anak-anak sekolah yang belajar online. Ada yang sampai bunuh diri karena dampak pacaran. Belajar online justru jadi ajang pacaran dan mencari pacar bagi sebagian anak-anak. Saking cintanya, putus, mau bunuh diri, surat pun diposting terlebih dahulu. Naudzubillah min zaalik. Selain itu, candu gadget dan game semakin meriah tak terkendali. Bagaimana bisa bahagia belajar? Anak-anak sudah dicekoki dengan konten-konten sampah dari handphone.

Seharusnya, pengelolaan belajar daring harus betul-betul diperhatikan. Teknis pelaksanaannya harus matang. Kerjasama yang baik dan komunikasi efektif antara pihak sekolah, orangtua dan negara harus ditingkatkan. Sebab, yang harus mampu memberikan rasa nyaman bagi anak-anak untuk tetap belajar dari rumah dengan fasilitas adalah tanggung semua pihak. Negara tidak bisa hanya sekedar menghimbau, namun harus berperan maksimal.

Jika persiapan matang, fasilitas mapan, kepedulian tidak setengah-tengah, sehingga semua mendapatkan haknya tanpa merasa kesulitan. Yakinlah, anak-anak akan bahagia belajar meskipun dari rumah. Namun, jika hanya sekedar basa basi dan setengah hati, jangan heran jika generasi ini justru makin hancur di tengah pandemi ini akibat mendekatkan mereka dengan dunia digital tanpa awasan orangtua, pantauan sekolah dan penjagaan negara dari konten-konten jahat perusak masa depan generasi negeri ini.

Semoga wabah segera berlalu, dan anak-anak kembali bisa ke sekolah menuntut ilmu seperti sedia kala. Secara naluri perkembangan psikologi mereka, tentulah berkumpul dan bertemu dengan teman adalah kebahagiaan yang tidak terlukiskan. Juga kebiasaan berkompetisi di kelas sudah menjadi hal yang membuat mereka inovatif menghasilkan karya-karya dan ide-ide.Wallahu a’lam bissawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadis PU Dituding Ingkar Janji, Realisasi PAPBD Makin Mengkhawatirkan

    Kadis PU Dituding Ingkar Janji, Realisasi PAPBD Makin Mengkhawatirkan

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kerumitan pelaksanaan PAPBD 2-14 Mandailing Natal (Madina) di sektor fisik makin parah. Selain waktu pelaksanaan diperkirakan tak mencukupi sampai 20 Desember 2014, kasus dugaan pengutipan uang pun mulai mengemuka. Kondisi ini dikhawatirkan akan memacetkan realisasi PAPBD (Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) di sektor konstruksi, sebab ditengah banyaknya masalah, timbul […]

  • Catat Rekor, Bus ALS Armada Penjelajah Terjauh di Indonesia

    Catat Rekor, Bus ALS Armada Penjelajah Terjauh di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 17 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Bus ALS (Antar Lintas Sumatera) adalah armada pemilik rute perjalanan terjauh di Indonesia. ALS pun merupakan salah satu perusahaan otobus legendaris dari tanah Sumatera.  Bus ini memiliki keunikan tersendiri karena ada armadanya yang mengangkut penumpang sekaligus barang di bagian atapnya. Seperti apa sejarah ALS? Dikutip dari situs Traveloka, PO ALS pertama kali beroperasi pada […]

  • Koperasi dan UKM di Padangsidimpuan Tak Bertumbuh

    Koperasi dan UKM di Padangsidimpuan Tak Bertumbuh

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Sidimpuan, – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM Kota Padangsidimpuan hingga Sepetember 2013 mencatat tidak ada kelompok koperasi masyarakat yang bertambah. Saat ini jumlah koperasi yang tercatat hanya 196 kelompok. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM (Disperindag) Kota Padangsidimpuan melalui Kabid Koperasi, Ir Ridoan Pasaribu kepada MedanBisnis mengatakan, tahun 2013 ini tidak ada koperasi masyarakat yang […]

  • Resesi Buah Pahit Sistem Kapitalis

    Resesi Buah Pahit Sistem Kapitalis

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Sri Handayani Tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi perekonomian global. Satu demi satu negara berjatuhan ke jurang resesi. Perekonomian dunia berada di ambang ketidakpastian akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Begitu juga dengan perekonomian Indonesia yang diprediksi kuat pada kuartal II-2020 ini mengalami kontraksi. Belum lagi isu resesi yang berada di depan mata, […]

  • 1058 Mengungsi, 20 Rumah Rusak, 444 Rumah Terrendam
    Tak Berkategori

    1058 Mengungsi, 20 Rumah Rusak, 444 Rumah Terrendam

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, Rizpan Zuliardy ST, Selasa (30/4/2013) mengungkapkan sekitar 1058 jiwa yang mengungsi. Sementara jumlah rumah rusak dan terrendam akibat banjir bandang Sungai Aek Mata dan anak sungai Sigalapang dan luapan Sungai Rantopuran mencapai sekitar 464 unit. Di sepanjang aliran Sungai Aek Mata, terdapat sejumlah desa […]

  • Konflik Antar Petani Dipicu Irigasi Batang Gadis Sakit Parah (2)

    Konflik Antar Petani Dipicu Irigasi Batang Gadis Sakit Parah (2)

    • calendar_month Minggu, 18 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Jurnalis/Petani di Gunung Tua Jae Kekurangan air terjadi hampir di mana-mana. Bukan di Gunung Tua Jae saja. Desa Saba Jambu, Iparbondar, Mompang, Sarak Matua, Panyabungan Jae hingga Sipolu-Polu. Itu akibat saluran-saluran sekunder Irigasi Batang Gadis tak mengalirkan volume air yang banyak. Kasus gerilya malam para petani Desa Iparbondar juga terjadi. Akhiruddin […]

expand_less