Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Konflik Antar Petani Dipicu Irigasi Batang Gadis Sakit Parah (2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 18 Jul 2021
  • print Cetak

Kondisi volume air di saluran irigasi titik sekitar 100 meter dari depan hotel Sunan, Sipolu-polu, Panyabungan.

Catatan : Dahlan Batubara
Jurnalis/Petani di Gunung Tua Jae

Kekurangan air terjadi hampir di mana-mana.

Bukan di Gunung Tua Jae saja. Desa Saba Jambu, Iparbondar, Mompang, Sarak Matua, Panyabungan Jae hingga Sipolu-Polu.

Itu akibat saluran-saluran sekunder Irigasi Batang Gadis tak mengalirkan volume air yang banyak.

Kasus gerilya malam para petani Desa Iparbondar juga terjadi.

Akhiruddin Borotan, seorang petani yang mengelola sawah di kawasan Iparbondar, dalam satu bincang-bincang dengan saya pada 10 Juli 2021 menceritakan kepahitan yang dialami petani di Iparbondar.

Sejumlah petani di kawasan Gunung Tua Raya menyatakan, arus air yang normal pada saluran primer Irigasi Batang Gadis hanya sampai di titik pintu Sipolu-polu saja, tepatnya di sebelah rumah makan Adian Paranginan. Yaitu, pintu persimpangan saluran primer dengan saluran sekunder Sipolu-polu.

Dari titik ini, volume air sudah “sekarat” menuju kawasan Desa Iparbondar, Kampung Padang, Saba Jambu, Gunung Tua Jae, Gunung Barani, Sarak Matua dan Mompang Julu.

“Air hanya sampai di pintu Sipolu-polu saja. Seterusnya tak lagi normal sampai ke kawasan Gunung Tua, Saba Jambu, Gunung Barani. Apalagi Mompang,” kata petani marga Nasution dari Gunung Tua Jae.

Mereka menduga air terlalu banyak masuk ke sekunder Sipolu-polu.

Tetapi, fakta juga menunjukkan bahwa saluran-saluran sekunder di Sipolu-polu dan Panyabungan Jae justru sekarat juga.

Para petani di Sipolu-polu dan Panyabungan juga mengalami derita kesulitan air.

“Tak ngerti lagi kami irigasi ini, kebanyakan sawah tak berair,” kata Sahat Nasution, petani di Sipolu-polu, Selasa (13/7/2021) lalu.

Pantauan di lapangan, saluran irigasi ini dari titik depan hotel Sunan, volume airnya sangat sedikit.

Kedalaman arus air hanya setinggi lutut manusia dewasa dengan kelebaran rata-rata 1/2 meter.

“Bertahun-tahun airnya begini. Entah apa yang terjadi,” kata Nasution. Dia lupa berapa tahun kekurangan air itu.

Di kawasan ini, katanya, hamparan sawah lebih banyak yang tak terairi. Dia tak bisa memastikan luas hamparan di kawasan itu. Perkiraan ratusan hektar.

Pengakuan dari Seri Lubis, warga Panyabungan Jae juga mengungkap kesulitan air yang dialami para petani Panyabungan Jae dan Panyabungan Tonga. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Panyabungan Sarang Sampah dan Bau Busuk

    Kota Panyabungan Sarang Sampah dan Bau Busuk

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bendungan Aek Mata yang melintasi inti kota Panyabungan kondisinya sangat kotor akibat sampah menumpuk mengakibatkan wajah ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini rusak dan terkesan tidak terurus. Sampah yang menumpuk di bendungan ini akibat warga kota Panyabungan belum siap secara mental dan cultural menjaga keindahan kota serta parahnya manajemen pengelolaan […]

  • Saat Amankan Alat Berat Penambang Emas Ilegal di Madina, Tim Poldasu Sempat Dihadang 12 OTK

    Saat Amankan Alat Berat Penambang Emas Ilegal di Madina, Tim Poldasu Sempat Dihadang 12 OTK

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online) – Upaya Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menertibkan praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapat perlawanan sengit. Tim gabungan dari Ditreskrimsus dan Satuan Brimob Polda Sumut mengalami intervensi oleh sekelompok orang saat berusaha mengamankan barang bukti di lapangan pada Senin (2/3/2026). Insiden ini bermula ketika […]

  • Gas LPG 3 Kg Langka, Pemkab Madina Gelar Operasi Pasar

    Gas LPG 3 Kg Langka, Pemkab Madina Gelar Operasi Pasar

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal melakukan operasi pasar terkait kelangkaan gas LPG 3Kg beberapa pekan terakhir. Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Madina Jhon Amriadi, Senin (25/4) menyatakan operasi pasar ini berlangsung sejak tanggal 22 hingga 30 April 2016. Operasi pasar dilakukan  di beberapa lokasi yang mengalami kelangkaan seperti kota Panyabungan dan Siabu. Kelangkaan gas […]

  • Tapsel Didominasi Pelamar Guru

    Tapsel Didominasi Pelamar Guru

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampai hari keenam pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat (26/11), total pelamar yang mendaftar mencapai 675 pelamar. Dari jumlah tersebut, pelamar guru atau untuk tenaga pendidik mendominasi, yakni, mencapai 409 pelamar. Disusul tenaga kesehatan sebanyak 170 pelamar, sedangkan untuk tenaga teknis 96 pelamar. “Untuk tenaga kependidikan atau guru 409 […]

  • Togel dan KIM Kembali Marak

    Togel dan KIM Kembali Marak

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Judi toto gelap (togel) dan KIM kembali marak di wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng). Menurut beberapa sumber METRO, dari berbagai daerah di Tapteng, Senin (25/10), menyebutkan judi togel kian merajalela di Tapteng. Meski tidak secara terang-terangan, namun bukan rahasia umum lagi bahwa judi togel itu tumbuh subur di Tapteng. “Saat ini, hampir setiap warga yang nongkrong […]

  • Ketua DPRD Madina Dicurhati terkait Tambang di Aek Sinaenjon

    Ketua DPRD Madina Dicurhati terkait Tambang di Aek Sinaenjon

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batanggadis ( Mandailing Online ): saat membawa bantuan korban banjir ke wilayah terparah di daerah siulang aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina. Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis dicurhati warga terkait aktifitas tambang emas ilegal di wilayah aek Sianenjom. Para kaum ibu desa ke Erwin Efendi Lubis mengaku sawah mereka telah tertimbun material lumpur yang […]

expand_less