Jumat, 24 Apr 2026
light_mode

Karyawan PTPN 2 dan Warga Bentrok, 13 Luka-luka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
  • print Cetak

BINJAI– Kelompok tani Tonggurono dengan ribuan karyawan PTPN 2 bentrok di kebun Sei Semayang, Binjai Timur. Persoalan ini diakibatkan berlarutnya penyelesaian tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Sei Semayang.
Bentrokan berdarah itu terjadi, Kamis (22/9) sekira pukul 10.00. Saat bentrokan itu, seribu karyawan PTPN 2  yang menumpangi 14 unit truk colt diesel warna putih datang ke kebun Sei Semayang. Kedatangan karyawan PTPN 2 itu dilengkapi senjata tajam dan batu langsung ke di posko, Pasar V Sei Semayang.

Akibat bentrokan itu, 13 orang luka-luka, empat diantaranya warga kelompok tani yakni Anip, Rustam, Wagiso, dan Prayetno. Keempatnya mengalami luka di bagian kepala, perut, tangan, kaki dan wajah, yang disebabkan lemparan batu serta panah yang disebut-sebut beracun. Kini, keempatnya dirawat di RS Latersia, Jalan Soekarno Hatta, Binjai Timur.

Sedangkan 9 orang lainnya dari kubu Karyawan PTPN 2 mengalami luka-luka. Kini, para karyawan itu dirawat di RS Bangkatan, Binjai.

Seorang perwakilan kelompok tani, Wagito mengatakan ketika kelompok karyawan itu hadir, warga kelompok tani sedang menjaga tanaman yang ditanami di atas lahan eks HGU PTPN 2. Tiba-tiba saja datang mobil colt diesel mengangkut orang yang terlihat ingin menyerang.

Menurutnya, sebelum terjadinya serangan itu, warga sedang menjaga tanaman dan terdengar teriakan serang-serang dari karyawan PTPN 2 yang menumpangi colt diesel. Mendengar itu, warga kelompok tani menyiapkan diri untuk menampung serangan itu. “Karena kami tak mau mati konyol, kami juga mempersiapkan diri,” ujarnya. “Kami juga menyerang dengan batu agar mereka tidak dapat memasuki posko kami. Karena kami kalah pasukan, akhirnya kami mundur,” tambahnya.

Setelah mundur, para karyawan PTPN 2 langsung membakar posko kelompok tani dan empat unit sepeda motor yang tertinggal dan sebuah genset. Namun, saat kejadian tersebut tak ada petugas polisi yang hadir.

Terpisah, Kepala Rayon C, PTPN 2 Sei Semayang wilayah Kota Binjai, S Samosir, kepada wartawan Sumut Pos mengatakan, saat bentrokan itu pihaknya mengalami luka-luka sebanyak 9 orang. Kehadiran para karyawan itu sebenarnya untuk pembersihan lahan di lima titik dengan luas sekitar 50 hektar yang masih dalam pengawasan PTPN II. Karena belum ada keputusan terkait HGU PTPN 2 dari Menteri BUMN.

Disinggung mengenai status HGU PTPN 2, dia mengakui memang sudah tidak ada HGU-nya . Tapi, lahan PTPN 2 itu belum berhak dimiliki masyarakat.

“Seperti yang saya katakan tadi, selagi belum ada surat resmi dari menteri terkait untuk melepaskan lahan itu, kami tetap bertanggung jawab melakukan pengawasan. Lagian, masyarakat ini tidak murni dari masyarakat tani, tetapi dikumpulkan oleh mafia tanah,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Binjai, AKBP Dra Rina Sari Ginting tampak hadir di tempat kejadian. Namun, kehadirannya hanya memantau dari dalam mobil dan enggan memberikan keterangan.

Pantauan Sumut Pos di lokasi kejadian, tanaman jagung, pisang dan ubi milik masyarakat tani diratakan dengan alat berat yang dijaga ketat petugas keamanan. Sehingga, masyarakat tani Tunggurono hanya dapat melihat dan tertunduk lesu saat jagung yang sudah ingin berbuah diratakan oleh karyawan PTPN 2. (dan)

Sumber :  hariansumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alumni Musthofawiyah Raih Master of Arts di Yaman

    Alumni Musthofawiyah Raih Master of Arts di Yaman

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HADHRAMAUT, YAMAN (Mandailing Online) – Ahmad Suhaimi Nasution alumni pesantren Musthofawiyah berhasil melewati sidang tesis secara gemilang di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadhramaut, Yaman, Kamis (12/08/21). Pria yang berasal dari Desa Darussalam (Pagaran Sigatal), Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara ini pun meraih gelar Master of Arts. Di hadapan para Doktor Dewan Penguji, dia membawakan judul “Atsaru […]

  • Terima Raport Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Ketua Komis I: Terdengar Seperti Ancaman Halus kepada Anak Didik

    Terima Raport Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Ketua Komis I: Terdengar Seperti Ancaman Halus kepada Anak Didik

    • calendar_month Minggu, 16 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keluarnya surat yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Disdik) Arbiuddin S. Harahap terkait vaksinasi anak usia 6-11 tahun mendapat perhatian dari Ketua Komisi I DPRD Zubaidah Nasution. Zubaidah menilai surat yang menitikberatkan pada keharusan menunjukkan surat vaksin sebelum menerima raport terkesan seperti ancaman halus kepada anak didik. “Saya tidak paham […]

  • Bupati Madina Kunjungi Keluarga Pengidap Penyakit Katarak

    Bupati Madina Kunjungi Keluarga Pengidap Penyakit Katarak

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Ja’far Sukhairi Nasution bersama Kepala Dinas Kesehatan, dr Faisal Situmorang mengunjungi lima bersaudara penderita penyakit katarak, di Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Senin (19/6/2023). Dalam kunjungan tersebut Bupati menyebutkan pemerintah sudah melakukan upaya dalam menanganinya dan sudah pernah juga di lakukan operasi katarak. “Sudah pernah di […]

  • Penyuluh Pertanian Harus Punya Jaringan Pasar

    Penyuluh Pertanian Harus Punya Jaringan Pasar

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penyuluh pertanian di era milenial harus fasih teknologi dan melek IT. Bahkan, penyuluh yang mendampingi petani juga diharapkan punya jaringan dengan pengusaha dan pasar, yang akan memudahkan petani untuk menjual hasil panennya. Saat ini bukan era atau zaman Bimas seperti dulu. Artinya, zamanya sudah modern, pasarnya sudah global. Karena itu, untuk mempercepat dan memudahkan pembangunan […]

  • 8 Korban Meninggal di Tambang Huta Bargot Sudah Dievakuasi

    8 Korban Meninggal di Tambang Huta Bargot Sudah Dievakuasi

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jumlah korban meninggal dunia di lobang tambang emas Huta Bargot yang sudah berhasil dievakuasi sebanyak 8 orang. Sejauh ini belum diketahui apakah masih ada yang tertinggal atau hanya total 8 orang. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal (Madina) sejauh ini juga belum diketahui apakah sudah terjun ke lokasi atau […]

  • SMK Namira Husada Kembangkan Tortor Mandailing

    SMK Namira Husada Kembangkan Tortor Mandailing

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Didorong keinginan berpartisipasi mengembangkan kesenian Mandailing, SMK Kesehatan Namira Husada Madina menseriusi kesenian tarian tortor. SMK yang berlokasi di Gunungtua, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini aktif menggiatkan tor-tor terhadap pelajarnya. Bahkan, mereka juga sudah sering diundang memeriahkan berbagai kegiatan seremoni di Madina. “Mereka turut meriahkan tamu dari manca negara saat […]

expand_less